
4 jam kemudian...
Alarm Julian berbunyi menunjukkan pukul 04.40 WITA dan membuat pemasang alarm terbangun, Julian menguap beberapa kali dan berolahraga kecil, setelahnya Julian mandi dan pergi ke dapur Villa, Julian melihat ke kulkas dan menemukan beberapa bahan masakan, Julian pun mulai sibuk memasak untuk Sera.
Setengah jam kemudian, masakan Julian selesai, Julian juga menyiapkan bekal Sera, Julian melepas celemek yang ia pakai dan juga penutup rambutnya, Julian pun pergi ke kamar Sera dengan membawa bekal Sera dan mendengar alarm kesekian Sera berdering namun tak bisa mengusik tidur lelap pemasangnya, Julian mematikan alarm itu,
“Udah jam 6 kurang 15 menit, aku harus membangunkan Sera, ini hari Senin, Sera biasanya piket bersih-bersih hari ini, ada upacara bendera juga,” Julian
Julian pun membangunkan Sera,
“Sera, ayo bangun Sera, udah jam 6,” Julian
Julian mencoba mendudukan Sera namun Sera malah kembali tidur,
“Sera, ayo bangun, kamu bisa telat nanti,” Julian
“5 menit lagi, aku masih ngantuk,” Sera
“Ahh baiklah, tapi hanya 5 menit, aku akan merapikan bukumu hari ini, kamu harus udah bangun saat aku merapikannya,” Julian
Julian pergi ke meja belajar Sera yang telah di tata sebaik mungkin oleh Rini,
“Hari ini semua pelajaran Sera menyedihkan, Pertama Biologi, lalu Fisika, lalu Matematika Peminatan, Bahasa Indonesia lalu PKN, aku harap Sera gak tidur dikelas,” Julian monolog sambil menatap Sera
Julian mengecek PR Sera dan ternyata belum dikerjakan,
“Ahhh aku memang ceroboh, seharusnya aku memastikan Sera sudah mengerjakan PR sebelum pergi ke Jakarta, untung ini hanya PR Fisika aja,” Julian
Julian dengan cepat menyelesaikan PR Fisika Sera yang beruntung hanya 10 soal, 5 menit kemudian, setelah semua PR Sera selesai, Julian memasukan semua keperluan Sera.
Julian juga membuka lemari Sera dan menyiapkan seragam putih-putih Sera, tak lupa dengan topi, jas, dasi, serta kaos kaki dan sepatu Sera. Saat semua sudah selesai, Julian melihat jam menunjukan jam 06.30, Julian pun bergegas membangunkan Sera, dengan sedikit paksaan, Sera pun bangun dengan malasnya.
Dan jam 06.45 Wita, Sera selesai mandi dan memakai pakaian yang Julian persiapkan, tiba-tiba Rini datang dan melihat jika Julian sedang memakaikan dasi Sera,
“Ya ampun Sera, kamu udah besar tapi kenapa masih dilayani. Kamu juga Julian, jangan terlalu memanjakan Sera, dia harus belajar mandiri,” Rini
“Aku gak masalah ngelayani Sera seumur hidupku,” Julian
“Ahhh kamu memang keras kepala Julian,” Rini
Rini menyerah dan pergi, sedangkan Julian yang sudah selesai memasang dasi Sera pun menyisir dan mengikat rambut Sera selembut yang ia bisa,
“Udah Sera, rambut, dasi, topi, sepatu, semua udah selesai, sekarang ayo sarapan dulu, aku akan mengantarmu ke sekolah,” Julian
Sera yang masih mengantuk hanya bisa mengangguk.
.
__ADS_1
Jam 07.10 Wita, Sera sampai di sekolah dan sudah agak bangun, Julian menjadi khawatir jika Sera akan dimarahi Gurunya.
Dan benar saja, saat jam pertama setelah selesai upacara bendera, Sera tidur dalam keadaan mata terbuka dan berpura-pura membaca buku, beruntung Sera tak ketahuan jika tidur.
Namun saat jam Fisika, Sera merasa aneh dengan jawaban di buku PRnya, teman-teman Sera yang pintar Fisika pun tak mengerti darimana jawaban Sera, saat waktunya periksa, Guru menanyakan hal yang sama kepada Sera, dan tiba-tiba ada yang mengetuk pintu Kelas,
Tokkk... Tokkk.... Tokkk...
“Maaf mengganggu Kelas Pak,”
Guru Fisika yang bernama Pak Sudi pun melihat Julian yang ia kenal waktu Sidak YGS, Julian yang berseragam sekolahnya masuk ke Kelas Sera dan mendekat ke Bangku Sera,
“Pak, saya kesini karena saya baru ingat jika jawaban PR Sera adalah jawaban secara Metode baru, walau jawaban dan caranya hampir mirip, tapi Bapak pasti menyadari jika jawaban di PR Sera itu yang paling benar, Saya sudah mengajarkan ini ke Sera tapi mungkin Sera mengantuk dan tak mendengar penjelasan saya,” Julian setengah berbohong karena Julian baru mengerjakan PR Sera tadi pagi, sendirian tanpa Sera yang masih tertidur
“Oh, metode baru, jadi bisakah kamu menjelaskan dan mengajari mereka semua dengan metode ini,” Tantang Pak Sudi
“Tentu saja Pak, jika Bapak berkenan, Bapak bisa duduk dan ikut membimbing, bagaimanapun saya juga Murid yang masih harus banyak belajar,” Julian
Pak Sudi duduk meja murid yang kosong, Julian meminjam salah satu buku teman Sera dan membaca sebentar, Julian pun mulai mengajar beberapa hal dengan cara mudah dan detail, Pak Sudi yang merupakan Guru Sejati bahkan menjadi belajar hal baru dari Ajaran Julian dan membuat Pak Sudi menyadari perbedaan Pembelajaran Sekolah Elit dan Sekolah Biasa.
Saat Kelas Fisika selesai, Pak Sudi tak ingin selesai dan meminta jam Matematika setelah selesai Istirahat, bahkan dihari itu, semua pelajaran Kelas Sera berubah menjadi Fisika karena Pak Sudi menginginkan pengetahuan lebih banyak, Julian hanya bisa mengiyakan hal itu karena jika ia terus mengajar maka Sera bisa tidur sebentar.
Sepulang sekolah, Julian sudah siap di motor Suta yang ia gunakan untuk antar jemput Sera, tak lama Sera datang,
“Sera, bagaimana cara mengajarku tadi, hebatkan?? Puji aku dong,” Pinta Julian
“Ya, kau memang hebat, walau aku sempat tidur, tapi aku juga melihatmu mengajar dan itu bagus, tapi karena itu juga PRku bertambah berkali-kali lipat,” Sera
“Kamu tenang aja, aku akan membantumu mengerjakan PR,” Julian
“Ya, sekarang ayo pulang, aku pengen tidur, ngantuk, hoammm,” Sera menguap
“Baiklah,” Julian
Sera naik ke motor dan mereka pun pulang.
.
.
.
Sampai Villa, Sera kembali tidur dikamarnya tanpa melepas seragamnya, Julian pun membantu melepas sepatu Sera lalu menyelimuti Sera, Julian mengatur suhu ruangan agar tetap sseju(Sera penyuka dingin spesifik sejuk).
.
Jam 19.00 WITA
__ADS_1
Sera terbangun setelah tidur nyenyak, Sera melihat kiri dan kanan,
"Aku lupa, bocah itu kan udah gak satu kamar lagi denganku," Sera
Sera kembali rebahan,
"Kasur luas nan lembut memang impian para kaum rebahan," Sera
Pintu terbuka, Sera melihat Julian masuk,
"Kamu akhirnya bangun Sera, daritadi aku bosannnnn sekali," Keluh Julian
"Ayah dan Rini mana??" Sera
"Kak Rini udah pulang, dan Ayah katanya mau ke Pura, sekarang udah jam 7 malam kamu tau itu," Julian
"Kenapa gak membangunkanku???" Sera
"Aku udah membangunkanmu berapa kali, tapi kamu gak mau bangun," Julian
Julian teringat jika ia memang membangunkan Sera setiap setengah jam, namun Julian hanya memanggil Sera lembut nan pelan dan pergi lagi(dan tentu saja itu tidak akan membangunkan Sera),
"Benarkah?? Mungkin aku terlalu lelah," Sera
Julian rebahan disamping Sera,
"Aku kesepian tau, berjam-jam aku sendirian," Julian
"Kau ini kan udah besar, kenapa masih ngeluh kayak gitu sih," Sera
"Yaaa karena aku emang kesepian. Temenin aku beli jajan kuy," Pinta Julian
"Jam segini mau jajan dimana??" Sera
"Diiiiiii..... Disini gak ada supermarket ya??" Julian
"Menurutmu?? Jam segini ada- di Indomaret buka," Sera yang seperti menyembunyikan sesuatu
"Ah baiklah, ke Indomaret aja, kamu mandi dulu dan bersiap," Julian
"Hei, belikan aku makanan kucing juga ya," Sera
"Iya, kamu mandi saja sana," Julian
"Baiklah," Sera
Julian pun keluar dari kamar Sera dan Sera pun pergi ke kamar mandi yang juga ada didalam kamar.
__ADS_1