
Jam 00.21 Waktu Korea Selatan... Di atap gedung anak perusahaan Julian....
Julian melihat seseorang mendekat, saat orang itu semakin mendekat,
“Aku sedang tak ingin berkelahi, Ezhar,” Julian
Ezhar mengepalkan tangannya kuat,
“Kau-“ Ezhar
“Sebelumnya, aku ingin menanyakan sesuatu. Siapa Serlian dan Kenzie?? Agus sebut mereka dengan adik,” Julian
“Mau mereka siapa memang itu masalah untukmu,” Ezhar
“Aku sedang serius!!” Julian
“Aku juga!!!” Ezhar
Julian menatap Ezhar dengan serius, Ezhar menenangkan diri,
“Kemana saja kau pergi selama ini??” Ezhar
“Rumah Bundaku, di Inggris,” Julian
“Seriusan deh, kau hidup tenang di Inggria dengan istri dan anak orang lain, selain itu kau menelantarkan-“ Ezhar tersadar
“Menelantarkan? Menelantarkan apa maksudmu?? Menelantarkan Sera?? Sera adalah Pembunuh Papa kandungku,” Julian
“Kau yakin?? Dari 3 Tahun lalu saat aku menemuimu terakhir kali, kau selalu mengatakan itu dan aku muak jadinya,” Ezhar
“Ezhar, bicara yang jelas, kau-“ Julian
“Jika kau benar-benar tidak percaya, kenapa kau gak tanyakan Axel, dia yang menyatukan potongan tubuh Om Hans, pencarian Alvaro hanya berdasarkan bukti TKP dan Opini Pengawal serta Nyokap yang kau banggakan itu,” Ezhar
“Kak Axel??” Julian
“Iya, aku menemaninya saat Otopsi tubuh Om Hans, tapi aku yakin kau lebih percaya Axel daripada aku,” Ezhar
Saat Ezhar akan pergi,
“Dan satu lagi, saat otopsi, Sera juga ada bersama denganku dan Axel,” Ezhar
“Apa??” Julian tercengang
Ezhar pergi,
“EZHAR, APA MAKSUDMU?? HEI!!” Teriak Julian karena Ezhar sudah menjauh
Namun Ezhar tetap pergi,
“SIAL!!!!” Teriak Julian
Julian mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang, saat tersambung,
“Hallo Kak,” Julian
“Yo, lama tak mendengar suaramu Julian,” Ujar dari seberang sana yang adalah Axel
“Kak, Kakak tau sesuatu yang tersembunyi tentang kejadian meninggalnya Ayah Kandungku, Hans Ginanjar,” Julian
“Iya. Kau mau tau?? Kembalilah ke Bali, aku akan menceritakan semuanya, aku sudah dengar semuanya dari Ezhar sebelumnya, aku akan meluruskan ini, dan mungkin Alvaro sudah tau sekarang, aku baru mengirimkan file kepadanya, aku sudah menyuruh Alvaro ke Bali, tinggal kau saja,” Axel
“Aku akan kembali secepatnya, untuk sekarang aku belum bisa,” Julian
“Ya, semua keputusan ada ditanganmu, tapi sebagai mantan Kakel, aku hanya ingin mengatakan, jangan terlalu lambat atau kau akan menyesal,” Axel
Axel mematikan sambungannya, Julian menatap langit,
“Kebenaran, apa sebenarnya kebenaran ini semua,” Julian lirih.
.
.
.
Kebesokannya, Sera dan ketiga anaknya sedang berjalan-jalan di jalanan Korea dan dijaga oleh Alan, mereka membeli banyak barang, saat Sera memutuskan istirahat,
“Sera, aku mau cari toilet dulu ya, gara-gara kebanyakan Toppoki perutku jadi sakit,” Alan
“Kau gak bisa makan makanan pedas tapi masih aja dimakan, sana dah pergi, aku yang akan menjaga anak-anak,” Sera
Alan pergi, Serena tertawa,
__ADS_1
“Paman Alan sungguh lucu,” Serena
“Serena, gak boleh ledekin Paman kayak gitu ya, gak baik, nanti jadi kebiasaan jelek,” Sera
“Baik Mama,” Serena
Serena melihat dagang es krim,
“Mama, aku mau es klim, belikan aku uang,” Serena
“Kamu bisa jajan sendiri??” Sera
“Iya, Paman Eshal mengajalkan bahasa inggris dan Kolea sebelum kesini, bahkan mengajali mata uang,” Serena
“Anak baik, ini untukmu,” Sera
“Setelah beli jangan berkeliaran dan langsung ke sini ya,” Sera
“Oke Ma,” Serena
Serena pergi,
“Aihh, Serena semakin mirip dengan Sean,” Sera
Sera melihat kedua bayi kecilnya,
“Apakah mereka juga akan mirip orang itu,” Bathin Sera
.
10 menit kemudian...
Serena tak kunjung balik, Sera pun menjadi khawatir, Sera dengan mendorong kereta bayinya pun mencari Serena.
Hingga sampai di suatu bangku pengunjung, tak jauh dari sana, Sera akhirnya menemukan Serena, namun saat melihat orang di sampingnya Serena, Sera langsung menghampiri mereka,
“Serena, kenapa kamu ada disini, kan Mama udah suruh langsung kembali ke tempat tadi,” Sera
“Mama, tadi telnyata uangnya gak cukup. Dan Paman ini membelikan es klim untukku,” Serena
“Jika gak cukup kamu tinggal minta ke Mama lagi kan. Pamanmu gak terlalu miskin hanya untuk membeli es krim kok,” Sera
“Sera, kamu masih saja galak,”
Julian menghela nafas, “Ya aku tau, tapi bagaimanapun aku harus peduli pada anak-anak yang tidak punya Ayah ini kan, terutama kedua anak barumu, aku tidak yakin Pria mana yang kau rayu, anak haram yang kasihan,” Ujar Julian
Julian melihat ke dalam kereta bayi Sera, “Anak kembar??” Bathin Julian
Bugh...
Julian terkejut saat Serena tiba-tiba membuang es krimnya ke pada dirinya,
“Jangan bicala sembalangan!!!” Teriak Serena
Serena menjauh dari Julian,
“Jangan belkata jelek tentang Mamaku, kata Mama, Selina dan Kenzie punya Ayah tapi udah meninggal, jadi jangan bilang hal jelek tentang Mamaku. Paman udah belikan aku es klim dan aku beltelimakacih, tapi bukan belalti Paman bisa mengejek Mamaku,” Serena marah
Serena meraih jaket Sera, “Mama, ayo pelgi. Dan Paman, semoga kita gak beltemu lagi, kalena aku benci Paman,” Serena
Sera dan Serena Pergi, Julian menatap sedih Serena,
“Bayi kecilku udah tumbuh besar, dan sekarang dia membenciku,” Julian
Julian menelepon seseorang,
“Pak Jo, tolong cari tau tentang Anggota Keluarga Ayah Angkatku, apakah di anggota Keluarganya ada yang meninggal,” Julian
Julian menutup teleponnya, Julian melihat jasnya yang berisi noda es krim Serena,
“Serena,” Lirih Julian.
.
.
.
Siang harinya saat makan siang, Serena makan banyak sekali hingga membuat satu keluarga bingung,
“Serena, pelan-pelan makan,” Rini
“Seren, kamu lagi kesal??” Ezhar
__ADS_1
Serena menatap sebentar Ezhar dan lanjut makan tanpa bicara,
“Benar, Serena lagi kesal. Sera, kenapa dengan Serena??” Ezhar
“Tadi aku bertemu Julian,” Sera
“APA?? Kenapa kamu gak beritau aku??” Alan
“Serena sudah menghajarnya, jadi untuk apa aku cerita lagi,” Sera
“Itu pasti sangat menyakitkan,” Suta
“Hm Ayah benar,” Sera
“Sera, sebaiknya kamu cepat cari suami, walau Ezhar gak masalah membiayai kamu dan anak-anakmu, tapi saat besar nanti, Ayah mereka pasti akan dipertanyakan,” Rini
“Yaa aku sedang mencari-cari yang bagus, aku sudah menikah sekali dan pernikahan aku selanjutnya harus tetap tanpa ada masalah,” Sera
“Tenang saja, cari saja jodohmu terus, sampai kamu dapat yang terbaik, aku akan terus mendukungmu,” Ezhar
“Walau hanya sedikit membantu, aku juga akan tetap bersamamu Sera. Meninggalkan para bocah iblis ini membuatku tak tenang juga,” Alan
“Kau juga cepatlah menikah Alan,” Sera
“Sera benar, Sera masih mending udah punya anak, dan kau, kau bahkan tak pernah berkencan,” Suta
“Ahhh Ayah mah gitu, jaman sekarang jarang ada menantu yang mau merawat mertuanya, makanya si Ezhar itu menantu langka,” Alan
“Tentu saja, yang kayak aku kan emang langka, udah ganteng, kaya raya, pengertian pula, ya kan Ayah??” Ezhar
“Aihhhh rasa percaya dirimu tinggi sekali, Ezhar,” Suta
Satu keluarga pun tertawa bersama.
.
.
.
Malamnya, di kantor Julian, Julian melihat hasil laporan Pak Jo,
“3 tahun terakhir hanya Tuan, Tuan Muda, Nona Arina dan Nona Gladis yang keluar dari Rumah di Bali kecuali Keluarga Kakak Sepupu Nona Sera,” Pak Jo
“Pak Jo yakin??” Julian
“Tentu saja, selama 3 tahun ini bahkan tidak ada yang masuk dalam kehidupan Keluarga disana, hanya ada Pernikahan Tuan Ezhar dari Keluarga Affandra dengan Nona Rini,” Pak Jo
“Lalu kelahiran bayi kembar itu-“ Julian
“Memang ada rumor bahwa beberapa bulan setelah Tuan pergi, Nona melahirkan 2 bayi kembar laki-laki dan perempuan, tapi Tuan pernah berkata jangan membahas Nona Sera, saya tidak melaporkan hal ini,” Pak Jo
“Beberapa bulan setelah aku pergi??” Julian
“Benar, bekas pelayan ada disana sempat menyampaikan jika ditemukan banyak test pack sehari setelah Nona pergi dari kantor Tuan, kemungkinan Nona Sera sudah hamil beberapa minggu sebelum Nona dan Tuan berpisah,” Pak Jo
“Apa??” Lirih Julian
Julian mengingat jika sebelum Alvaro melaporkan hasil penyelidikan, Julian dan Sera sempat berhubungan badan,
“Apakah-“ Bathin Julian
Julian teringat perkataannya sebelumnya,
“Apa yang kukatakan tadi pagi?? Kedua bayi itu kemungkinan adalah anak kandungku,” Julian
“Tuan, sebenarnya saya ingin mengatakan ini dari 3 tahun lalu. Perkataan Nona Gladis yang melihat Nona Sera menggugurkan kandungan di Rumah Sakit bersama Tuan Ezhar itu sama sekali tidak benar. Nona Sera tidak pernah ke Rumah Sakit, tapi Nona ke Puskesmas terdekat hanya untuk pemeriksaan awal. Saya sudah mengkonfirmasi ke setiap rumah sakit di Bali dan juga Puskesmas di Kota Rumah Nona Sera,” Pak Jo
“Gladis berbohong?? Tidak, Tidak mungkin,” Julian frustasi
“Tuan-“ Pak Jo khawatir
“Pak Jo, selesaikan urusan disini secepatnya, rugi sedikit tidak apa, aku ingin secepatnya kembali ke Bali,” Julian
“Baik Tuan. Dan satu lagi Tuan,” Pak Jo
Pak Jo memberikan satu map lainnya,
“Saya menemukan berita tersembunyi di Perpustakaan Mansion di Inggris, ada kabar berita jika obat berbahaya telah ada sejak Nona Sera pergi ke Jakarta sendirian untuk pertama kalinya, apakah rahasia yang belum bisa diungkap oleh Tuan Alvaro adalah Obat ini,” Pak Jo
“Satu persatu misteri masa lalu terkuap, kenapa baru sekarang?? Kenapa baru sekarang semua informasi itu muncul, sial!!!!” Julian frustasi
Julian berdiri, mengambil jasnya lalu pergi,
__ADS_1
“Tuan Hans, bantulah Tuan Julian dari Alam sana, Tuan Julian terlihat begitu sedih selama 3 tahun terakhir,” Pak Jo.