Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
12. Menyingkirkan


__ADS_3

Julian terkejut saat melihat Vino menelepon video Sera dan menunjukkan kearahnya,


“Sera,” Julian


“Kau itu kan sudah kusuruh makan, cepat makan,” Perintah Sera


Vino cekikikan karena baru pertama kali melihat Ketua sekaligus kawannya itu dimarahi sedemikian rupa,


“Cih, sialan lo Vino,” Desis Julian


“Oi, aku suruh makan,” Sera


“Baik,” Julian patuh


Julian menaruh semua map dan membuka kotak nasinya,


“Untung kutukar tadi, makanan Ketos InOs seharusnya yang terbaik kan,” Julian


Julian makan,


“Sera, apakah kamu menghabiskan makananmu??” Julian


Sera mengangguk, “Tapi aku masih lapar, aku akan beli bakso lagi, jadi bye bye,” Sera


Sera mematikan sambungan,


“Vino Arisditya, lo tau darimana nomor Sera!? Gue sendiri bahkan belum tau nomor ponsel Sera anjim,” Julian kesal


“Lah data sekolah kan mencatat semua, padahal yang lo baca itu tentang semua data, tapi lo malah kagak tau,” Vino


“Pfft, galkus, gagal fokus Ketua kita ini,” Dion


“Hei sudahlah, Lian, lo jangan dengerin mereka, fokus makan aja, keselek mati dimana lagi nyari nyawa,” Reina


Julian berdecih dan melanjutkan makannya.


.


Saat istirahat selesai, Julian kembali sibuk dengan berbagai data di laptopnya,


“Semua pengguna obat-obatan terlarang sudah dibawa ke tempat rehab, sekarang sisa yang lain,” Julian


Julian mencari data Sera,


“Ini nomor telepon Sera, harus kusimpan baik-baik,” Julian


Julian menyimpan nomor Sera di ponselnya dan untuk beberapa sandi,


“Yosh kalau kayak gini pasti aman kan, Sera gak akan ilang selama membawa ponselnya, hm ada beberapa virus diponsel Sera ternyata, gue harus hapus nih. Hm pasang sadap kayaknya perlu nih- Tapi jika Sera tau bisa habis gue, gak usah aja, GPS dan anti virus aja dulu,” Julian monolog


“Oi, udah gila lu ya ngemeng sendiri??” Celetuk Vino


Julian hanya melirik tajam Vino tanpa niat menjawab pertanyaan Vino,


“Vino-Vino, lo ajak ngomong Lian saat dia lagi masa Siscon, ya impossible direspon,” Ujar Dion sambil memakan snack ciki kentang rasa rumput lautnya


“Btw, bosen juga ya dikampung, liat, gak ada club ataupun mall besar, indomaret sama alfamart aja hanya ada 2 yang paling deket,” Reina


“Ya, tapi kita dapat banyak mangsa kan, bisa-bisanya ada hampir 60 Remaja disekitar Sera yang pemakai narkoba, untung Seraku yang imut itu polos,” Julian

__ADS_1


“Siscon-Siscon,” Ejek Vino


“Ngomongin Sera, bukankah Sera terlalu berisi, untungnya Sera tinggi atau gak Sera bener-bener jadi buntalan lemak tau, bukannya ngejek nih ya Lian, tapi gue berkata seperti itu untuk kebaikan Sera, gue juga suka makan, tapi gym keras juga makanan gue,” Dion


“Mungkin dari pola makan dan sifat Sera yang pemalas, bahkan Sera tidak memakai make up sama sekali,” Reina


“Gue belum analisis sampai sana, bagi gue mau gemuk atau kurus, Sera ya tetap Sera, Kakak Kembar gue dan itu no debat. Tapi Rein, bagaimana lo tau Sera gak pakai make up??” Julian


“Oi lu lupa gue itu The Queen Of Ganesh Shati, Ratunya YGS, gue bisa tau tanpa dibilang jika membahas ciwi-ciwi,” Reina


Julian menghela nafas berat, “Yaaa, lo emang pantes dengan gelar itu, Sera bahkan akan gak mandi jika gue gak menyuruhnya mandi pagi, padahal Sera datang pagi-pagi sekali, walau Sera mandi dan sarapan, Sera gak akan telat juga, Ayah juga bilang jika Sera itu pemalas. Tapi lupakan saja, Sera adalah Sera, Kakak Kembarku yang embul dan imut,” Julian merasa senang di akhir kalimat penyemangatnya


“Kan si bucin siscon ini mulai lagi,” Dion


Julian menatap ponselnya namun pikiran sedang fokus ke Sera.


.


.


.


Setelah semua selesai, Pengawas YGS termasuk teman-teman Julian sudah kembali ke Jakarta untuk mengurus sisa masalah, sedangkan Julian sibuk menunggui Sera di warung depan sekolah.


Saat pulang sekolah, Sera langsung menuju ke Julian, dengan sedikit berlari, Sera pun sampai di warung dengan terengah-engah,


“Ya Tuhan, kenapa kamu buru-buru sekali Sera?? Santai saja seharusnya,” Julian


“Yah kebiasaan,” Sera


Sera mencium aroma soto ayam, Sera ingin beli namun setelah mengecek saku seragamnya, Sera hanya bisa menghela nafas karena tidak bisa membeli soto ayam kesukaannya karena uang jajannya sudah habis.


Julian yang memiliki kepekaan diatas rata-rata manusia normal pun menyadari jika Sera ingin jajan, Julian mengeluarkan uang 100ribu,


Sera mengambil uang itu, “Baiklah, makasih,” Sera


Sera langsung memesan soto ayam ditambah tipat dan Sera juga membeli es krim mochi putih serta minuman teh kotak, Sera lalu duduk disebelah Julian setelah membayar dan mendapat makannya, Sera pun langsung memakan makanannya.


Julian menatap Sera sebentar lalu kembali fokus ke laptopnya, Sera melihat ke laptop Julian yang berisi banyak kode aneh,


“Hei, kau mengerti semua itu??” Sera


“Hah?? Ini?? Aku sedang memproses data, bukan hal sulit, mau kuajari-“ Julian


“Kagak,” Jawab Sera cepat, Sera kembali makan dengan lahap


Julian juga kembali fokus ke laptopnya, setelah Sera selesai makan, Sera memainkan ponselnya sejenak,


“Juni di d.o yaa??” Sera


“Iya, kenapa?? Kamu merasa sedih??” Julian


“Ngak, aku malah seneng, kukira masa akhir SMAku akan menyedihkan, tapi malah akan sangat menyenangkan, dari kelas 1 aku udah gak suka sama si Juni itu,” Sera


Julian tersenyum miring, “Aku akan menyingkirkan semua yang tidak kamu sukai Sera,” Julian


“Sungguh?? Bisakah kau menyingkirkan Prayoga?” Sera


Julian tersentak, “Kakak Tertua?? Kenapa??” Julian

__ADS_1


“Ngak jadi, kau pasti sama, lupakan. Sekarang ayo pulang, aku udah kangen sama 2 iblis kecilku,” Sera


“Ya baiklah,” Julian


Walau masih bingung, Julian membereskan barang-barangnya, dan mereka pun pergi.


.


Sampai rumah, Sera makan lagi dan mandi, sementara Sera mandi, Julian membantu Sang Ayah mencuci telur yang akan dijadikan telur asin,


“Ayah, aku mau nanya sesuatu,” Julian


“Kamu itu memang saudara kembar Sera ya, kalau mau bertanya kenapa harus nanya dulu, katakan apa yang ingin kamu tanyakan Julian,” Suta


“Itu soal Sera dan Kak Prayo, apakah mereka memang tidak akur??” Julian


Suta terdiam sejenak dan menghela nafas,


“Sera itu sangat membenci Prayo, dia pasti memintamu menjauhi atau menceritakan hal buruk tentang Prayo??” Suta


Julian menggeleng, “Tidak, Sera tidak pernah lakukan itu, aku merasa aneh saja,” Julian


“Sera emang terkenal dengan anak aneh dan suka adu domba, jadi kamu jangan sembarang menuruti Sera, kalau dibilang jahat, Sera tidak jahat, Sera hanya terlalu egois, Ayah harap kamu bisa bersabar dengan sifat asli Sera,” Suta


“Iya Ayah,” Julian.


.


Sorenya, setelah Julian selesai mandi, Julian duduk di ranjang bagiannya, Julian melihat ponselnya dan menatap Sera yang sedang menonton kartun sore,


“Sera, kita hangout yuk nanti malam,” Julian


“Kagak, males,” Sera


“Tapi-“ Julian


“Jika kau mau keluar, keluar aja sendiri sana,” Sera


“Ahhh, padahal di daerah Kuta ada club bagus,” Julian


“Ya udah kau keluar aja sendiri,” Sera


Julian menggeleng, “Aku gak mau keluar tanpamu,” Julian


Julian berdiri dan memakai pakaian, lalu mematikan kipas angin yang Sera hidupkan Sera,


“Hari udah mulai dingin, jangan hidupkan kipas,” Julian


Julian menyisir rambutnya yang setengah basah,


“Sera, kamu mau makan apa untuk makan malam??” Julian


“Mie ayam bakso,” Sera


“Tapi kamu gak mau diajak keluar, lagipula tadi kamu udah makan mie kan,” Julian


“Buat makan malam kan ada ayam kuah, itu aja dulu,” Sera


“Baiklah, aku akan memanaskan itu dulu,” Julian

__ADS_1


Julian pergi,


“Hmmm aku mau makan yang pedes-pedes, beli mie pedes ah, lebih murah juga,” Sera monolog.


__ADS_2