Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
17. Tedun


__ADS_3

Malam harinya, jam 18.30 WITA, Julian dan Sera sudah siap, Julian melihat Sera membawa banyak bawaan,


"Kamu yakin aku gak perlu ikut ke Pura*nya??" Julian


*Tempat Suci Agama Hindu


"Iya, nanti aku kenalin kamu sama Iwak di Panti*, dan kamu diam disana setelah mengantarku, nanti pulangnya aku telepon," Sera


*Rumah utama Keluarga Besar, namun karena terlalu banyak Anggota karena itu yang lain menepati rumah lain


Julian tersadar akan sesuatu,


"Sera, kamu punya 4 hp, tapi aku hanya tau 2 nomor, seharusnya aku tau semua nomormu," Julian


"Ah, aku hanya ada 2 hp dengan 2 nomor kok, satu hadiamu dan yang satu hp yang aku beli dengan gajih pertamaku, yang dari Ayah aku simpan dan yang satu lagi aku mau jual,” Sera


"Oh, baiklah," Julian


"Sudah jam segini, ayo berangkat," Sera


"Ah, ngak papa nih aku pakai kaos, jaket, dan celana panjang aja??" Julian


"Iya, sudah kubilang kau itu perfect, lagian kau diem di Panti nanti," Sera


"Baiklah," Julian


Julian menyadari jika Sera berpakaian kebaya yang terbuka, Julian pun meminjamkan jaketnya saat akan berangkat.


Sampai di Panti, Sera dan Julian disambut oleh Keluarga Inti disana,


"Sera, dapat giliran ya??" Iwak wanita


"Ah iya," Jawab Sera


"Yen ajak to*??" Dadong(Nenek)


*Sama siapa itu??(Dalam bahasa Indonesia, Terjemahan dari Bahasa Bali)


"Ah, ini adikku," Sera


"ADIK??????????" Sontak Semua terkejut


Bahkan beberapa sepupu cowok Sera yang baru selesai mandi terdiam sesaat, dan beberapa Iwak lainnya mendatangi Sera dan Julian,


"Ayo duduk dulu Sera," Iwak Laki


Sera pun duduk di salah satu bale bersama Julian,


"Katanya Bu Ayu gak bisa punya anak, bagaimana bisa kamu punya adik??" Iwak Wanita


"Sebelumnya Wak, perkenalkan namaku Julian, aku adik Kembar Sera, dan aku lama dititip di Kerabat di Jakarta, karena itu mungkin gak ada yang menemani," Jelas Julian


"Adikku belum ada membanten di pura karena itu gak bisa ikut sembahyang di pura," Tambah Sera


"Ah bener juga," Iwak Laki


"Aku akan meminta Ayah mengaturnya," JJulia


"Ya itu lebih baik," Iwak Wanita


"Mih, Pak Suta ngelah panak muani len ladne*," Dadong


*"Wah, Pak Suta punya anak laki-laki lain ternyata," (dalam Bahasa Indonesia, Terjemahan dari Bahasa Bali)


Sera melihat ponsel dan melihat jika tempat tedun diganti menjadi di Bale Banjar yang dekat dengan Panti, Sera menatap Julian,


"Aku akan ke Bale Banjar sekarang," Sera ke Julian


"Ooo, tedun di Bale Banjar sekarang," Iwak Laki


"Jangan khawatir, kami akan menemani Julian disini," Iwak Wanita


Sera tersenyum dan mengangguk, Sera pun pergi dari Panti meninggalkan Julian.


.


"ADIKKKKK??????"


Sera menutup telinga karena teman-temannya berteriak,


"Ssstt," Sera meletakkan jari telunjuk kanannya ke bibir mengkodekan untuk diam karena beberapa Pemuda melihati mereka


Mereka pun berbisik-bisik,


"Jadi bener yang kudengar dari kemarin??" Anggrek

__ADS_1


Sera mengangguk,


"Iya, tadi aku juga ketemu sama adiknya Sera, namanya Julian kan??" Sintya


Sera mengangguk lagi,


"Kalian tau, Julian tuh sangat tampan, kayak model tau," Tambah Sintya


"Ah dia gak terlalu tampan kok," Sera


"Jadi pengen ketemu deh. Besok kami main ke rumahmu ya," Dede


"Siang atau sore ya, pagi aku mau ke pasar belanja bulanan," Sera


"Ashiapp," Jawab Dede


"Ah, nanti aja kalian, aku baru ingat kalau aku diantar oleh adikku, dia ada di Panti, tapi bantuin aku ngelungsur* tempat bija sama tirta ya," Sera


*Ngelungsur : Kegiatan yang dilakukan untuk mengambil Banten yang sudah selesai dipersembahkan


"Okee, gampang itu mah," Dede


"Ngak nyangka deh kamu punya adik, apalagi kayaknya tampan sekali," Dek Pi


"Ya, aku sendiri aja terkejut," Sera


Mereka terus mengobrol karena teman-teman Sera semua kepo.


Saat selesai sembahyang dan absen, Sera dan teman-temannya langsung ke Panti.


Di Panti, Sera melihat Julian terlibat sangat akrab dengan Para Iwak disana, padahal dirinya sendiri biasanya hanya terdiam dan tersenyum dibelakang Suta Ayahnya.


Sera dan teman-temannya mendekat ke mereka,


"Sera, udah selesai??" Julian


Sera mengangguk,


"Wah, ini yang namanya Julian, ganteng banget," Dek Pi


Julian tersenyum malu,


"Hai Julian, kami teman-temannya Sera, panggil aja aku Dek Pi," Dek Pi


"Aku Dede," Dede


"Hallo semua, aku Julian, salam kenal semua," Julian


Julian memakaikan jaketnya ke Sera lagi, "Pakai ini, udara malam gak baik buat kesehatan," Julian


Julian menatap Sera yang seakan ingin cepat pulang, Julian tersenyum lalu menatap Para Iwak dan teman-teman Sera, Julian pun berpamitan ke Nenek dan Para Iwak sebelum pulang.


.


Sampai rumah, Sera langsung duduk di sofa sambil menguap, sedangkan Julian melihat Ayahnya sudah pulang,


"Ayah, Ayah baru pulang?? " Julian


"Udah daritadi. Aku kira kalian kemana, ternyata kamu mengantar Sera tedun ya Jul," Suta


"Iya Ayah, aku bertemu dengan banyak orang baru, bahkan yang seumuran denganku," Julian


"Wahh kamu cepat sekali akrab dengan saudara-saudara disini ya," Suta


"Itu berkat Sera Ayah, jika Sera tidak mau mengajakku jalan-jalan, aku bahkan gak akan tau apa yang ada di turunan di pertigaan mau kesini," Julian


"Sera, lebih seringlah ajak adikmu jalan-jalan," Suta


Sera hanya ber"hn" dan pergi ke kamarnya untuk ganti pakaian.


.


.


.


Hari Senin, jam 8 pagi, mereka sudah sampai di Kampus Sera, Sera memilih menunggu Julian di warung luar kampus yang Sera kenal, sementara Julian pergi ke dalam kampus untuk menyelesaikan urusan.


Setelah Julian selesai, Julian kembali ke warung untuk menjemput Sera, Julian melihat banyak pria yang duduk-duduk disana, tua maupun muda.


Julian pun mendekati Sera yang sedang main ponsel sendirian,


"Kamu lama nunggu Sera?? Maaf membuatmu lama menunggu," Julian


"Urusanmu udah selesai semua??" Sera

__ADS_1


"Iya, udah semua kok, sekarang pulang??" Julian


"Ya, kau mau tinggal disini selamanya???" Sera


"Hmm ngak sih, kalau gitu ayo pulang, Sera," Julian


Mereka pun pergi dari kampus.


.


Sore harinya, Sera terbangun dari tidurnya dan melihat jika Julian juga tidur siang, Sera mengambil ponselnya, dan melihat jika Julian sudah masuk ke Grup Chat Maba.


Sera pun merasa sedikit terasingkan karena kedatangan Julian yang seperti matahari ditengah suasana suram Sera, namun Sera tetap diam karena Julian adalah adik bungsunya.


Sera menguap tanpa suara dan memilih turun dari ranjang diam-diam takut membangunkan Julian.


.


Malam hari, Julian melihat notifikasi ajakan video call dari teman-temannya di Jakarta,


"Sera, aku ada kerjaan lagi??" Tanya Julian


"Ngak ada lagi sih, kan semua udah. Palingan aku akan mencuci piring, kenapa??" Sera


"Aku ingin mengobrol sebentar dengan teman-temanku, bolehkan??" Julian


"Aku bukan boss killer, untuk apa selalu ijin untuk hanya kayak gitu. Tapi aku gak mau muncul di vc, karena itu aku akan di luar sambil main game, jika sudah selesai bilang ya," Sera


"Baiklah," Julian


Sera pun keluar membawa ponselnya dan piring bekas makannya, Julian pun duduk di meja belajar.


Julian menghidupkan laptopnya dan memulai video call dengan teman-teman lamanya, dengan menggunakan headphone, Julian mulai berbincang dengan teman-temannya,


"Yo Lian, udah lama gak liat lo Lian. Kangen banget sumpah," Reina


"Baru juga beberapa hari gak ketemu," Julian


"Eh Lian, lo ikut nanti ke acara Ending Party??" Vino


"Yaa, palingan diacara inti aja gue dateng. Btw, gue akan ngajak Sera ke acara itu, pastiin jangan ada masalah, ngerti kan??" Julian


"Ya ya, lo itu emang dingin sekali," Dion


"Oi Lian, lo kayaknya lebih bersemangat dari biasanya," Reina


"Iya ya, biasanya lo galak banget, dan kalau ditanya hanya hn-hn," Dion


"Kayaknya lo hidup senang disana ya??" Vino


"Ya anggap saja ada suatu perubahan, dan bahas senang gaknya, ya, gue seneng bangettt, seharusnya gue dari dulu aja yak ke Bali," Julian


"Eh, kalo lo dari dulu di Bali maka bisa aja si Alvaro yang dibayar jadi Ketos Angkatan kita, bisa mati muda kita bertiga anjirrr," Vino


"Elehhh lo pada mah gak pernah ngapa-ngapain di InOs, ngebayar orang mulu," Canda Julian


"Oi, mulut lo itu, jujur banget dah," Dion


Semuanya tertawa,


"Oh ya, mana Kakak kembar lo??" Vino


"Sera?? Sera itu pemalu, jadi gak mau ikut nimbrung," Julian


"Lian, dari kemarin sebenarnya gue mau nanya suatu hal, Kakak lo itu introvert ya??" Reina


Julian menjadi kesal, "Oi Ina, lo ngomong itu sekali lagi, gue pasti akan membuat lo gak bisa kuliah lagi," Ancam Julian


"Oi, Oi, santay mas bro. Tunangan gue itu hanya canda aja, bercanda aja," Dion menengahi


Reina yang mengingat sifat Julian yang bisa menjadi malaikat sekaligus monster sekaligus, dan tidak akan mengampuni siapapun yang menjelekkan keluarganya,


"Sorry Lian, gue gak akan bilang itu lagi. Gimana sebagai gantinya, saat Sera kesini, gue akan menjadikan Sera Miss Sekolah sekali, gantiin gue," Reina


"Kagak usah, Sera gak akan mau, lo temenin aja pas harinya, lo tau sendiri anak-anak Ningrat YGS kayak apa," Julian


"Okehhh boskyuuu," Reina mengerti


"Btw, tumben amet lo semua ada di kamar, gak hangout??" Tanya Julian mengalihkan pembicaraan


"Lah lah, nanya ke sini, seharusnya kita yang bilang itu ke lo, biasanya jam segini lo ada di jalanan, kayak anak jalanan gitu," Vino


"Yaa, perubahan pasti ada, gue harus terbiasa tidur jam 10an kebawah, jam tidur Sera segitu soalnya," Julian


"Hm, hm, susah amat ya kalau punya jam tidur," Dion

__ADS_1


PRANGGG!!!


__ADS_2