Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
79. Dilarang Jajan (Season 2)


__ADS_3

Malamnya, Sera sedang memompa asi setelah menidurkan Serena dikamar, Julian tiba-tiba datang membawakan susu ibu menyusui,


“Sera, minumlah ini,” Julian


Sera meminum itu hingga habis,


“Sera,” Julian


“Apalagi?? Kau sudah seperti Ayah, demen banget manggil,” Sera


“Itu- Aku-“ Julian


“Cepat katakan,” Sera


“Apa kita bisa memulai berhubungan lagi?? Aku sudah menahan lebih dari 3 bulan karena kehamilanmu dan masa pemulihan setelah melahirkan,” Julian


“Ugh, pantas kau seperti kucing birahi,” Sera


“Jadi, apa boleh?” Julian


“Kagak, aku baru melahirkan, aku gak mau hamil lagi, 1 anak cukup, lagipula aku belum menikah, jika aku hamil sebelum menikah lagi, itu akan memalukan Ayah,” Sera


“Kita tinggal menikah saja, gampang kan, aku punya satu gedung pernikahan, kita bisa mengadakan resepsi disana setelah dari griya,” Julian


“Tidak, aku gak mau nikah dulu,” Tolak Sera


“Kenapa?? Kamu bahkan waktu di rumah Mantan Suami Kak Rini sudah mengakuiku sebagai Calon Suami, Si Yohan dan Sean bahkan mendengar itu dengan jelas,” Julian


“Aku melakukan itu hanya karena lagi kepepet dan kebiasaan, dari masih SMA aku terlalu mengandalkanmu,” Sera


Julian menjadi suram, Sera menjadi kasihan pada Julian,


“Ahhh, baiklah,” Sera


Julian mendongak, “Baiklah apa??” Julian


“Kau ingin melakukannya kan?? Maka baiklah, aku akan merapihkan ini dulu, tapi saat kau melakukannya jangan sampai membuat Serena terbangun, mengerti,” Sera


“Baik,” Julian semangat


Julian pun membantu Sera merapihkan peralatan pompa asi dan menaruh beberapa botol asi di lemari penyimpanan, saat memastikan pintu terkunci dan Serena tak terbangun dari tidurnya, Julian pun memulai “permainan “ yang sudah lama ia inginkan.


.


.


.


Kebesokan harinya, Sera terbangun dan melihat Julian sedang menggendong Serena,


“Sera, kamu sudah bangun?? Sekarang sudah jam 10, kamu pakailah pakaian dulu, aku akan memanggil Bibi untuk membawakanmu makanan, soal Baby Seren, Seren udah meminun asi dan sekarang sedang tidur, lihat Serena manis sekali kan, persis sepertimu saat tidur pulas,” Julian


“Kau ada disini, apa kau gak kerja??” Sera


“Aku lagi malas, lagipula aku juga lelah karena permainan semalam,” Julian


“Oi, aku yang punya kalimat itu, punggungku jadi pegal sekali,” Sera


“Aku akan meminta seseorang memanggil orang spa kemari, rasa pegalmu pasti akan hilang,” Julian


“Kau tau kan aku tak suka disentuh orang, spa sebulan sekali aja cukup dan bulan ini udah,” Sera


“Kamu belum terbiasa dengan kehidupan sosialita ya Sera, sepertinya aku harus lebih memajukan Perusahaan supaya kamu lebih terbiasa dengan penghabisan harta,” Julian


“Aihhh, kau itu harus irit, I-R-I-T, hanya aku yang boleh mengatur keuangan, ngerti?” Sera


Julian mengangguk, “Ya terserahmu dah,” Julian

__ADS_1


“Aku akan mandi dulu, suruh Bi Inah membuatkan nasi goreng dan teh jahe,” Sera


“Baiklah,” Julian


Julian pun pergi dari kamar Sera dengan membawa Serena,


“Sosialita apanya? Tch, yang benar saja,” Gerutu Sera.


.


.


.


Siang harinya, Sera ingin jajan ke warung, Sera pun mengeluarkan kereta bayi, setelah memastikan Julian sedang sibuk mengobrol dengan teman-temannya, Sera turun ke bawah dan keluar rumah diam-diam.


Sampai gerbang, Sera dihadang oleh para satpam,


“Maaf Nona, Tuan Julian memerintahkan anda tak boleh keluar rumah tanpa seijin Tuan,” Pak Dono


“Hah??? Di rumah ini perintahku yang didengarkan, lagian aku hanya mau jajan ke warung dekat rumah, menyingkir dari jalanku,” Sera


“Tapi Non-“ Pak Dono


Sera tak peduli dan langsung pergi dengan mendorong kereta bayinya, Pak Dono pun langsung bergegas ke rumah utama tepatnya ke ruang kerja Julian,


“Maaf Tuan,” Pak Dono


“Ada apa Pak??” Julian


“Nona Sera dengan membawa Nona Serena pergi keluar rumah Pak, kata Nona, Nona ingin jajan ke warung dekat sini, saya sudah mencoba menghentikan Nona, tapi Nona memaksa pergi,” Pak Dono


“Apa? Ah baiklah, aku akan menyusul mereka, Pak Dono kembali saja ke pos satpam,” Julian


“Baik Tuan,” Pak Dono


“Dan satu lagi, Sera itu bukan Nona, tapi Nyonya rumah ini, Pak Dono harus memanggil Sera dengan sebutan Nyonya, mengerti??” Julian


“Baik Tuan,” Pak Dono


“Lian, kau akan pergi sekarang?” Dion


“Iya, Sera selalu berbuat semaunya, aku harus menemani Sera,” Julian


“Jika kamu ingin nyusul Sera ke warung, beliin beberapa jajan coklat ya, kamu udah lama gak traktir kita-kita,” Reina


“Baiklah, aku pergi dulu,” Julian


Julian pun pergi setelah mengambil dompetnya,


“Si Lian itu dari dulu gak pernah berubah, pakai jas rupawan, pakai pakaian kasual pun rupawan,” Vino


“Iya, buat orang iri aja njir,” Dion


“Kalian iri pada orang yang salah,” Reina


Mereka pun melanjutkan mengerjakan tugas yang diberikan Julian sebelumnya.


.


.


.


Di warung Dekya, Sera baru sampai disana dan disambut oleh Bu Dekya yang semakin menua,


“Eh Sera, udah lama gak ketemu, kirain udah lupa jajan disini, biasanya hanya Alan aja yang datang,” Bu Dekya

__ADS_1


“Ah ngak kok, dirumah selalu disediain makanan karena itu jadi jarang kesini, tapi sekarang lagi pengen jajan aja,” Sera


Bu Dekya melihat Serena,


“Wah Sera, ini bayimu?? Boleh Ibu gendong??” Bu Dekya


“Tentu saja Bu,” Sera


Tiba-tiba adik laki-laki Sintya yang bernama Aditya datang,


“Aditya coba lihat, bayinya Sera lucu sekali. Oh ya Sera, siapa nama bayinya??” Bu Dekya


“Namanya Serena,” Sera


“Namanya pun cantik. Aditya, kapan kamu akan nyari pacar?? Sera aja udah punya anak coba,” Bu Dekya


“Ibu, umurku bahkan baru 19 tahun, aku masih harus lulus universitas dan bekerja dulu,” Aditya


“Mang Adi, bukannya kamu juga bekerja di restorannya Yohan ya??” Sera


“Iya, aku lagi libur, mumpung libur kuliah sama libur kerjanya berbarengan, jadi pulkam* deh,” Aditya


*Pulkam : Pulang Kampung


“Ooo, bagus dah, sering-seringin pulkam, Dekya kan udah akan menikah,” Sera


“Hm ya,” Aditya


“Ngomong soal pernikahan Dekya, kamu dan Keluarga juga diundang, Mang Adi, kasih undangannya ke Sera,” Bu Dekya


Aditya mencari undangan dengan nama Sera, setelah dapat, Aditya memberikan undangan itu ke Sera,


“Sera datang ya, Dekya pasti senang jika teman-temannya semua datang,” Bu Dekya


“Iya,” Sera


Julian datang,


“Sera, untung kamu masih disini,” Julian


“Satpam yang memberitaumu ya, ah, menyebalkan sekali,” Sera


“Ayolah, Pak Dono hanya melakukan pekerjaannya,” Julian


“Sera, Julian, Ibu udah dengar kabar itu, katanya kalian bukan saudara kandung sungguhan, apa itu benar??” Bu Dekya


“Iya Bu, tapi gimana dan kenapa, itu rahasia Keluarga, tapi karena aku tak sedarah dengan Sera, aku akan menikahi Sera secepatnya,” Julian


“APA????” Sontak Bu Dekya dan Aditya


“Oi-“ Sera


“Ta-Tapi bukannya Sera sudah menikah??” Bu Dekya


“Sera dan Sean sudah bercerai, karena itu aku bisa menikahi Sera, saat itu tiba aku akan mengundang Keluarga Bu Dekya juga,” Julian


“Hei,” Sera


“Sera, cepatlah pilih jajanmu, Baby Seren kan harus minum susu kan,” Julian


“Ya ya,” Sera


Setelah selesai jajan dan membayar, Sera dan Julian yang mendorong kereta bayi pun pergi, sedangkan di warung, Bu Dekya maupun Aditya masih tak percaya dengan apa yang dikatakan Julian,


“Aihhh, bisa-bisanya mantan saudara akan menjadi pasangan suami-istri,” Bu Dekya


“Namanya aja Keluarga kaya, pasti punya banyak nasalah,” Tambah Aditya.

__ADS_1


.


Sampai di rumah, Sera langsung ke kamar setelah menyuruh Babysitter menyusui Serena, Julian sendiri juga langsung ke ruang kerjanya.


__ADS_2