
Di luar, Julian dan Sean tetap bertengkar walau setelah diusir oleh Sera,
“Sean, kuharap kau segera ke rumah sakit dan menerima bayinya Gladis, lupakan Sera dan Serena karena aku yang akan bertanggung jawab atas mereka,” Julian
“Tch, kenapa gak kau saja?? Dari dulu kan kau juga menyukai wanita itu, dan juga, walau sekarang aku kehilangan statusku sebagai Ayah Serena, aku tetap adalah Ayah Kandung Serena, aku juga adalah Suami Sera, bagaimanapun caranya aku tidak akan membiarkan Sera maupun Serena pergi dariku, mereka berdua adalah milikku,” Sean
Julian menjadi kesal,
“Jangan lupa Julian, beberapa tahun lalu, kau yang mengusir Sera kan, kau yang membuat Sera pergi saat itu, kau yang lebih memilih Keluargamu itu daripada Sera, aku yakin 100%, saat itu kau sudah mencintai Sera, tapi walaupun begitu, kau tetap mengusir Sera,” Sean
“!!!” Julian tersentak hampir melupakan masalah masa lalu itu
Julian menjadi gelisah dan merasa bersalah pada Sera,
“Kau baru menyadarinya bukan?? Kau tidak pernah berubah Julian. Kita bukan anak SMA lagi, jadi bersikaplah lebih dewasa, Sera itu hanya memanfaatkanmu sebelum kau dibuang, kau yang harusnya lebih tau kalau Sera akan membenci siapapun yang telah membuangnya. Mungkin saja perceraianku dengan Sera adalah Pembalasan atas sikap kasarku di masa lalu, dan aku akan memperbaiki itu, aku akan mendapatkan kembali Istri dan Anakku,” Sean
Sean pergi, dan Julian nampak suram,
“Jadi, ini mungkin alasannya Sera seperti menerimaku, Sera berencana membuatku hancur setelah membalaskan kesalahanku waktu itu. Aku- Aku harus bagaimana??” Julian frustasi.
.
.
.
Seminggu terlewati, Julian membawa kembali Gladis ke Rumah di Desa, saat Julian dan Gladis datang, Sera mencegat mereka berdua,
“Ho-Oh, kau membawa orang itu kemari?? Kebetulan aku kekurangan lagi 1 Pelayan,” Sera
Sera menatap Gladis yang menunduk di belakang Julian,
“Hei kau, mulai besok kau harus kembali merawat kebun bersama Pak Seto,” Sera
“Sera, Gladis tidak akan bekerja, dia harus merawat bayinya,” Julian
“Bayinya?? Ah Si Eknath, aku yang akan urus dia, lagi stok asiku ada banyak, para babysitter juga biasanya leha-leha, urus satu bayi lagi hak masalah seharusnya,” Sera
“Sera, kamu mau memisahkan anak dari Ibunya,” Julian
“Kebiasaan dari dulu, kau juga tau itu kan,” Sera
“Tidak, Gladis tidak akan bekerja maupun memberikan anaknya,” Julian
“Baiklah, wanita itu boleh tinggal disini tanpa bekerja, tapi bayinya harus keluar dari rumah ini,” Sera
__ADS_1
“Apa?” Julian
“Sera, jangan terlalu keras pada Gladis, Sean suaminya ada disini, dimana lagi dia harus tinggal,” Suta
“Apa peduliku?? Ayah emang pernah mikir aku tinggal dimana selama 3 tahun aku menghilang?? Ngak kan, kenapa aku harus mikirin perasaan orang lain saat orang lain pun gak mikirin perasaanku. Lagipula aku bilang aku yang akan mengurus bayinya saat dia bekerja, aku tidak bilang akan merebutnya kan, sekali tuli tetaplah tuli,” Sera
“!!!” Julian tersentak karena sindiran keras dari Sera
“Baiklah,” Gladis
Julian menatap Gladis,
“Gladis,” Julian
“Aku akan bekerja sebagai pembantu, karena itu Sera- maksudku Nyonya, tolong jaga bayiku ini baik-baik, hanya anakku satu-satunya harta berharga yang aku miliki,” Gladis
“Yaaa baiklah. Mbak Rina, bawa Eknath ke kamar bayi yang kusiapkan, jaga dia baik-baik. Dan kau, wanita liar, mulailah bekerja, aku akan cek jika masih ada yang kotor,” Sera
Sera pergi,
“Gladis, kamu turuti saja Sera dulu ya, aku akan mencari cara agar Sera menerima kedatanganmu,” Julian
“Asalkan bayiku baik-baik saja, aku gak masalah jika harus jadi Pembantu. Julian, aku akan ke kamarku dan membereskan barang-barang, aku masih harus membersihkan rumah seperti perintah Sera,” Gladis
Gladis pergi, Julian melihat ke sofa dan melihat jika Serena sudah bisa memeluk boneka, Julian pun mendekat ke Alan yang menggendong Serena,
“Serena sudah tidur, jika dipindahkan nanti Seren nangis, sebaiknya kau bersihkan dirimu, kuman wanita itu yang melekat padamu bisa-bisa menjadi Pembawa Sial untuk Serena,” Alan
“Alan, perkataanmu kasar sekali, bagaimana Serena dengar dan menirumu saat Seren besar,” Julian
“Itulah yang Sera inginkan, Sera ingin anaknya jauh dari yang namanya Kesialan, kau dekat dengan Pembawa Sial, tentu saja darinu harus dijauhkan juga,” Alan
“Pfft,” Ezhar menahan tawa
Julian menatap tajam Ezhar, namun Julian tak bisa berkutik, Julian pun pergi dari Ruang Tamu ke Kamarnya.
Sampai lantai 2, Julian terkejut melihat bingkai foto besar yang terdapat foto Sera, Serena, dan Sean saat 3 bulanan Serena,
“Aku yang harusnya ada di foto itu, aku yang harusnya menjadi Pendamping Sera,” Bathin Julian
Julian pergi ke kamarnya dengan raut sedih, sampai kamarnya, Julian melepas jas dan dasinya, lalu tiduran di ranjangnya,
“Ranjangku dingin sekali, andai aku bersama Sera, ranjang ini pasti hangat,” Julian
Julian pun memilih untuk mandi.
.
.
__ADS_1
.
Keesokan harinya, satu rumah Sera gempar karena Kakeknya Dinara dan Devina, Om Made, tiba-tiba meninggal dunia, Suta pun meminta Julian untuk membantu Nano mengurus semuanya, Nano dan adiknya Nani(Ibunya Gede), merasa sangat terpukul dan sedih atas meninggalnya Sang Ayah.
Sera sekalipun merasa iba, Sera pun menjadi pengurus para Keponakannya selama proses Pengabenan, Sera menempatkan semua keponakannya dalam satu ruangan, dengan ditemani ketiga babysitter untuk menenangkan Dinara dan Gede yang menangis.
Iwak Padmi yang adalah Istri Om Made juga merasa sangat terpukul hingga tiba-tiba terkena serangan jantung dan menyusul Om Made sehari setelah Om Made tiada.
Rasa sedih melanda selama hampir seminggu proses pembakaran mayat, namun Sera hanya merasa iba, di dalam hati jahatnya, Sera merasa senang karena sedari awal Sera membenci Om Made dan Iwak Padmi karena merasa menjadikannya Pekerja saat Julian masih belum hadir dalam kehidupannya.
Setelah semua proses Pengabenan/Pembakaran Mayat selesai, Gede masih saja menangis, Gede yang menginap beberapa hari karena ingin ditemani Dinara dan Devina pun hanya tinggal sendirian karena Nano dan Citra harus bekerja seperti biasa. Sera yang kesal karena Gede sangat manja pun memarahi Gede di tengah ruang tamu,
“Hiks hiks hiks,” Gede tiba-tiba menangis
Julian yang memilih cuti beberapa hari untuk menemani anak-anak pun mendekat ke Gede,
“Gede, jangan menangis lagi ya, Kakek sama Nenek kan udah tenang di alam sana, kalau Gede sedih, nanti mereka bisa ikut sedih,” Julian
“Ta-Tapi- Tapi aku sangat merindukan mereka, Nenek selalu memberikan makanan enak, sedangkan Kakek, Kakek selalu membelikanku apapun yang kumau,” Gede
“Karena itu kau sangat manja, jika kau sangat sayang pada mereka, kenapa gak ikut mati aja sana, kenapa kau malah dirumahku membuat keributan, dari dulu kau emang selalu tak seperti punya rumah, dasar anak *****,”
“Sera-“ Suta ingin memarahi Sera
“Apa? Perkataanku benar, Ayahnya seorang pemabuk nan mesum, Si Rini aja pernah hampir dilecehkan, dasar,” Sera
“Jangan berkata kasar pada Ayahku, Ayahku yang terbaik, daripada kau yang hidup mewah dengan menjual diri, kata Ayah dan Ibu kau menjual dirimu untuk mendapatkan uang dari pria-pria kaya disini,” Gede
“!!!” Sera tercengang
Julian, Sean dan semua bahkan Ezhar ikut tercengang karena perkataan anak umur 12 Tahun, Sera pun bangkit dari duduknya dan mendekat ke Gede.
PLAKKK!!!
Tamparan keras mengenai pipi Gede, bukan hanya satu, tamparan lainnya pun mengikuti tamparan pertama, pukulan demi pukulan bahkan cubitan membuat luka lebam, Julian mencoba menghentikan Sera, namun Sera tetap tak berkutik, hingga dengan bantuan Alan dan Ezhar, Ezhar memeluk Sera dengan erat,
“Tenanglah Sera, Serena sampai menangis karena takut, kumohon tenanglah,” Ezhar
“Anak kurang ajar itu dari dulu gak pernah berubah padahal orang tuanya masih lengkap, anak yang gak punya orang tua pun jauh lebih baik dari dia,” Sera
“Sera, bagaimanapun kamu tidak seharusnya memukuli Gede, Gede masih kecil,” Julian
“SAMPAI KAPAN DIA MASIH KECIL!!! Dia akan tetap menjadi anak kecil jika dia tetap dibiarkan ngomong sembarangan. Semua orang disini gak ada yang tau kalau dari dulu banyak yang menginginkan aku mati hanya karena aku tak punya Ibu, aku sudah sebaik mungkin bersikap baik, tapi jika sikap baikku tidak diterima, maka aku akan tak akan bersikap baik lagi,” Sera
Sera melepas paksa pelukan Ezhar,
“Usir anak itu, jika aku melihatnya lagi, jangan salahkan aku jika aku memukulnya lagi,” Sera
Sera pergi.
__ADS_1