Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
77. Pekerjaan Ezhar (Season 2)


__ADS_3

Disaat yang sama, di depan kamar Sera, Julian mengetuk pintu, saat tak ada jawaban, Julian membuka pintu dan melihat Sera dan bayinya sudah tertidur, Julian menaruh makanannya di meja,


“Sera pasti marah karena aku membentaknya, arghhh padahal selangkah lagi supaya Sera menerimaku sepenuhnya, kalau seperti ini Sera pasti membuatku kembali ke titik awal,” Bathin Julian


Julian mengambil Serena dan menidurkannya di ranjang bayi, Julian menyelimuti Serena,


“Mimpi indah anak manis,” Julian


Julian pun menyalakan penghangat, mengatur suhu menjadi hangat, lalu pergi mendekat ke ranjang Sera,


“Sera, maafkan aku,” Bisik Julian


Julian dengan diam mencuri ciuman Sera, Julian tersenyum lalu menyelimuti Sera, setelah semua urusan selesai, Julian pun keluar dari kamar Sera.


Di luar, Julian bertemu Alan,


“Makanan untuk Sera kok masih utuh??” Alan


“Hm ya, Sera udah tidur,” Julian


“Ahhh menjadi seorang Ibu pertama kali pasti sangat melelahkan,” Alan


“Sejak kapan menjadi seorang Ibu tidak melelahkan?! Sudahlah, kau sebaiknya menyelesaikan tugasmu, proposal yang kemarin kan di tolak, kau harus lebih banyak belajar,” Julian


“Lahh kau tau darimana??” Alan


“Aku pemilik perusahaan, menurutmu apa yang tidak aku ketahui di perusahaan? Bahkan percobaan pengkhianatan Yohan, aku sudah tau dari awal, untungnya dari awal kau tak ikut karena diajak Yohan,” Julian


“Hmp, anggap saja sebagai bayaran karena sudah memberikanku uang jajan selama ini, Ayah selalu bilang jika kita harus membalas semua yang baik dengan harga setimpal,” Alan


“Wahhh, kau memang cocok jadi adiknya Sera, tapi bukan alasan itu aku melepaskanmu, walaupun kau berkhianat, aku tak akan menyentuhmu, karena kau adalah adik Sera, kau melakukan itu pasti untuk Sera, jadi terserah kau mau melakukan apa selama tidak merugikan Sera,” Julian


“Wahh, deketin adik buat dapet kakaknya, caramu cukup jitu walau sedikit kuno,” Alan


“Keluarga Sera adalah Keluargaku juga, aku harus melihat Arina dan Billy, kau kerjakan saja tugasmu,” Julian


Julian pergi,


“Ugh, jika dia berubah maka aku tak tau apa yang terjadi. Ahhh andai aku bisa meramal seperti Sera,” Bathin Alan


Alan pergi ke kamarnya.


Dikamar Billy, Julian masuk ke sana dan melihat jika Billy sedang mengerjakan ppt di laptopnya,


“Billy, kamu sedang sibuk nugas??” Julian


“Ah ngak kok Kak, udah hampir selesai, Kakak ada apa kemari??” Billy


“Ini, uang tambahan untukmu. Kakak tau jika Arin selalu saja meminjam uang jajanmu,” Julian


“Ngak perlu Kak, aku masih ada tabungan, lagipula aku dapat uang juga dari bekerja-“ Billy keceplosan


“Bekerja?? Kamu bekerja?? Kakak sudah bilang kamu fokus sekolah aja, Kakak tau Kakak gak terlalu bisa seperti Papa ataupun Kakek yang bisa hasilin banyak uang dalam sekejap, tapi Kakak juga gak akan biarin adik-adik Kakak sampai harus bekerja di masa sekolah,” Julian


“Aku- Aku hanya ingin cari pengalaman Kak, Kakak juga mengambil Perusahaan saat Kakak masih Kuliah, bahkan saat Kakak SMP, Kakak juga udah bisa membuat Perusahaan Kakak sendiri, bahkan Kakak juga dapat penghasilan di InOs, aku hanya bekerja paruh waktu di restoran depan sekolah dan jualan online, jadi gak akan ganggu sekolahku kok,” Billy

__ADS_1


“Tetap aja Kakak gak akan ngijin, sebaiknya kamu berhenti dari pekerjaanmu dan fokus belajar,” Julian


“Oi, biarkan dia melakukan apa yang dia mau,”


Julian maupun Billy melihat ke pintu dan melihat Sera disana,


“Sera, kamu bangun?? Bukannya kamu udah tidur tadi,” Julian


“Yahhh sampai aku terbangun karena Seren pengen susu, aku sudah memanggil Pengasuh untuk menjaga Seren, dan tak sengaja aku mendengar kalian debat,” Sera


Sera mendekat ke Billy dan Julian,


“Kak Sera,” Billy


“Kau menginginkan adikmu untuk fokus belajar, tapi cobalah liat nama di ppt itu, itu nama adik Perempuanmu, itu berarti Billy mengerjakan PR Arina juga, dia sekolah, bekerja, belajar, mengerjakan PR bahkan sampai PR orang lain, itu termasuk hebat, kau seharusnya memuji Adik wungsumu ini,” Sera


“Tapi Sera, bekerja membuat Billy tak fokus dalam pembelajaran, bagaimana jika tidur Billy kurang dan membuat Billy sakit???” Julian


“Adikmu ini laki-laki, kau saja juga mengambul beberapa kali saat aku suruh tidur cepat dengan alasan adik laki-laki itu harus kuat dan menjaga Kakaknya serta rumah saat tengah malam, darahmu mengalir di dalam dalam Billy juga kan, nah sama aja kalian berdua,” Sera


“Kami tidak sama Sera, Billy dari kecil sudah terlahir lemah, bahkan saat masih kecil, Billy harus tetap berada di ranjangnya dan tak bisa bermain seperti Arina,” Julian


“Dan kau mau adikmu tetap tiduran dan mati perlahan karena sakit-sakitan, kalau orang sakit ya harus banyak bergerak, Bi Ratna selalu mengatakan itu, lagipula aku sudah susah payah bicara sama manager Restoran itu supaya mau menerima Billy,” Sera


“Sera, kamu juga tau hal ini??” Julian


“Kalau iya kenapa?? Kau mau merusak kerja kerasku??” Sera


Julian yang sangat mengenal Sera hanya bisa menghela nafas,


“Kakak sungguh ijinin?? Baiklah, makasih Kak, aku janji akan tetap fokus pada Sekolahku, aku gak akan mengecewakan Kakak Julian yang percaya padaku dan Kakak Sera yang mendukungku,” Billy


“Anak pintar, sekarang lanjutkan tugasmu. Dan kau, kau ambilin makanan untukku, aku lapar,” Sera


“Ah makananmu aku taruh di sofa, tadi sudah kubawa ke kamar, tapi kamu udah tidur,” Julian


“Baiklah, aku akan makan sekarang, aku juga harus menyedot susu untuk Serena,” Sera


“Aku akan menemanimu. Billy, ingat belajar yang rajin, uang itu kamu tetap saja simpan, jangan pakai untuk beli barang macam-macam, oke??” Julian


“Oke Kak,” Billy semangat


Sera dan Julian pun pergi,


“Kak Sera selalu membantuku, padahal Kak Sera baik dan cantik, kenapa Arina membenci Kak Sera ya??” Bathin Billy


Di tempat santay lantai 2, Sera sempat melihat Arina masuk kamar dengan tergesa-gesa, Julian yang mengambil piring nasi tidak melihat Arina,


“Ini Sera, makanlah,” Julian


“Buang makanan ini,” Sera


“Apa?? Kenapa Sera?? Aku sendiri yang mengambilkannya untukmu,” Julian


“Aku bilang buang ya buang, jangan membuatku mengulangi perkataanku,” Sera

__ADS_1


“Tapi-“ Julian


“Kalau kau percaya pada makanan yang kau bawa, coba saja sendiri,” Sera


Sera mengeluarkan sebuah jarum perak dari laci meja(Sengaja disediakan untuk berjaga-jaga jika ada musuh dalam selimut), Sera menusuk jarum itu ke ayam madu yang dibawa Julian, Julian tercengang saat melihat jarum itu berubah warna,


“Sera ini-” Julian


“Ada yang berniat meracuniku,” Sera


“Tapi siapa- siapa yang mau meracunimu??” Julian


“Hm, kau bisa tanyakan pada adikmu yang seperti hantu yang mengintip di pojokan,” Sera


Sera pergi, Julian melihat Arina yang menutup pintu kamarnya,


“Aku harus berhati-hati lain kali  Arina terkenal sebagai gadis beracun sejak kecil,” Lirih Julian


Julian pun membawa pergi makanan itu dan memastikan tidak akan ada yang memakannya.


.


.


.


Keesokan harinya, Sera ingin kembali memperbudak Gladis, namun Gladis ternyata sudah di pindah kerjakan ke kantor Julian dan akan pergi bersama Sean setiap harinya untuk bekerja, Sera pun menjadi kesal.


3 minggu kemudian, saat rumah sedang sepi karena yang bekerja sedang bekerja dan yang bersekolah sedang sekolah, Sera dan bayinya sedang berada di ruang tamu, Sera melihat sekeliling yang sepi, hanya beberapa Pembantu yang membersihkan rumah dan juga babysitter khusus Serena yang sedang menggoyangkan ayunan perlahan.


Sera menguap beberapa kali,


“Aihhhh sepi sekali rumah ini, ditambah rumah ini besar sekali, tambah sepi,” Keluh Sera


Ezhar datang,


“Yo Sera, kamu bosankah?? Kalau ikut aku jalan-jalan gimana?? Mau??” Sean


“Aku sedang punya bayi kecil, gak bisa lama-lama di luar,” Sera


“Ayolah, kamu gak bosan di rumah??” Ezhar


“Lah kau sendiri katanya mau magang, tapi kenapa masih punya waktu leha-leha??” Sera


“Hm, yaaa, gimana ya?? Aku magang jadi CEO di Perusahaan Keluarga, jadi aku bebas mau kapan pergi ke kantor, aku terbiasa semua dari rumah,” Ezhar


“Magang- jadi CEO!? MANA ADA ORANG YANG MAGANG JADI CEO,” Sera ngegas


“Hehehe, aku mah gini orangnya mau digimanain lagi, ayolah Sera, kita udah lama gak jalan berdua, tiap hari kamu hanya sibuk menyedot susu, bahkan udah berapa tempat penyimpanan yang dibeli untuk semua ASI,” Ezhar


“Oi, asi itu penting untuk bayiku, semua ASI di rumah ini kau mau beli dengan semua organmu sendiri juga gak akan kukasih,” Sera


“Ugh, kejamnya, kamu masih aja diktator kejam seperti waktu kecil. Sudahlah, ayo bersiap, aku ajak kamu jalan-jalan. Mbak Rina, kau juga siapkan perlengkapan bayi, masukan semua ke mobil, suruh Bi Nur bersiap juga, harus ada yang melayani Sera di perjalanan nanti. Sera, kamu bersiaplah, aku akan meminta ijin Ayah Suta dan menyiapkan mobil,” Ezhar


Ezhar pun pergi,

__ADS_1


“Aihhh dia itu emang benar-benar,” Sera.


__ADS_2