Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
66. Tamparan Ke Adik (Season 2)


__ADS_3

Siangnya, di supermarket yang paling dekat dengan Rumah Sera,


“Jadi ini supermarket yang paling dekat, cih, sekali kampung tetaplah kampung,” Arina


“Sudahlah Arin, ayo kita cepat belanja kebutuhan Sekolah,” Billy


Mereka masuk dan mengambil troli,


“Pertama apa yang harus kita beli, buku tulis??” Ujar Billy yang mendorong troli


“Iyalah, masa sekolah gak pakai buku, dikampung kan gak mungkin pakek ipad belajarnya,” Arina


Mereka pun ke bagian alat tulis, mereka mengambil 10 lusin buku tulis besar, 2 lusin pensil serta pulpen dan penghapus pensil, beberapa double folio, dan penghapus pulpen untuk mereka masing-masing, mereka juga membeli kotak pensil sesuai selera beserta tas yang akan digunakan.


Namun Arina juga mengamati berbagai kosmetik serta aksesoris, Billy pun harus selalu menyuruh Arina supaya tak membeli di luar keperluan. Saat sudah selesai berbelanja, mereka pun memilih langsung pulang.


Sedangkan di rumah, Sera sedang kedatangan tamu yang sama sekali tak diundang, Sera yang duduk di sendirian di triple sofa sedangkan Sang Tamu duduk di kursi biasa, Alan dan Rini yang ada disana pun hanya bisa terdiam saat Sera juga masih diam,


“Ahhh, aku kira kau gak akan berani, jadi ada apa kau kemari Gladis?” Sera


“Aku ingin kau mengijinkan aku dan Sean tinggal di rumah ini,” Gladis


“Hah??? Oi, itu kagak mungkin, saat Sera melahirkan nanti aja Sera akan bercerai dengan Sean, bagaimana bisa mereka tinggal bersama,” Alan


“Sean mengalami kecelakaan yang cukup fatal, Sean terus saja memanggil Sera, apa yang bisa kulakukan dengan itu. Sera, kumohon biarkan kami tinggal, setidaknya sampai Sean sembuh total, Sean masih dirumah sakit sekarang sedangkan aku masih hamil muda, aku tak bisa merawat Sean sendirian, aku tak punya Keluarga ataupun harta, Keluarga Sean juga tak mau menerima Sean setelah Sean menikahimu, apa yang harus kulakukan Sera,” Gladis menangis


“Sean memang mengorbankan Keluarganya untuk menikahiku, dia hanya memiliki perusahaan peninggalan Kakeknya,” Sera


Sera nampak berpikir,


“Tidak boleh,”


Sera melihat Yohan, Yohan mendekat dan saat berada didekat Sera,


“Aku menolak jika Calon Mantan Suamimu kembali lagi Sera. Jika Julian ada disini pun dia juga pasti akan menolak,” Yohan


“Kamu- Kembaran Julian??” Gladis


“Kenapa?? Masalah??” Yohan dingin


Yohan duduk disebelah Sera,


“Sera, kamu tau sendiri dia itu wanita berbisah, jangan membawa ular itu masuk ke rumah ini,” Yohan


“Ayah, menurut Ayah gimana?? Ayah adalah Kepala Keluarga disini, Ayah yang memutuskan apakah boleh orang asing tinggal atau ngak,” Sera


“Kalau Sean mungkin masih boleh, lagipula kasihan Sean, dia juga masih suami sahmu Sera, tapi kalau Gladis, Ayah terserah padamu Sera,” Suta

__ADS_1


“Aku- Aku tidak masalah, aku bisa kembali ke Keluarga Angkatku, asal Sean bisa mendapat rumah dan perawatan, itu saja yang kuinginkan,” Gladis


Sera diam sambil berpangku tangan,


“Sera, jangan diam saja dong,” Rini


“Apa yang harus kukatakan Rini?? Sera


Sera tiba-tiba mengambil ponselnya,


“Aku tau apa yang harus kulakukan,” Sera


Sera menelepon seseorang,


“Sera, kamu menelepon Julian??” Rini


“Ya,” Sera.


.


Di kantor Julian, Julian sedang meeting bersama beberapa karyawannya, dan tiba-tiba ponsel Julian berdering, Pak Jo yang memegang ponsel Julian pun masuk ke ruang meeting setelah melihat jika yang menelepon adalah Sera,


“Tuan, ada telepon,” Pak Jo


“Jika tidak penting maka tolak aja,” Julian


“Sera??” Julian


Julian langsung mengambil ponselnya dan pergi menjauh, Julian mengangkat telepon dari Sera itu,


“Hallo Sera, kenapa kamu tiba-tiba menelepon?? Ada apa? Apa terjadi sesuatu??” Julian


“Aku bahkan belum bicara, biarkan aku bicara dan kau akan tau. Mantanmu datang ke rumah dan memohon agar Sean diterima di rumah ini lagi karena Sean mengalami kecelakaan, apa yang harus kulakukan dengan itu?? Aku bisa menerimanya Sean, tapi Mantanmu??” Sera


“Gladis datang ke rumah?? Sera, aku akan pulang dulu, aku kurang ngerti sama situasinya,” Julian


“Aihhh, baiklah, cepatlah pulang,” Sera


Sera menutup telepon,


“Tuan, ada apa??” Pak Jo


“Gladis datang ke rumah, dan kata Gladis, Sean kecelakaan dan meminta kembali ke rumah,” Julian


“Tuan, Tuan belum tau?? Tuan Sean mengalami kecelakaan di hari Nona Sera mengusir Tuan Sean, kecelakaannya cukup fatal, Nona Gladis yang mengambil alih posisi tidak bisa mengatur Perusahaan Warisan Kakeknya Tuan Sean dan Perusahaan tersebut hampir bangkrut,” Pak Jo


“Akuisisi perusahaan Sean, Kakeknya Sean tidak ada salah apapun dan Keluarga Ginanjar punya hutang budi kepada Kakeknya Sean, sebenci apapun aku kepada Sean, Perusahaan itu adalah milik Kakeknya Sean, Perusahaan itu gak boleh bangkrut dan menghilang,” Julian

__ADS_1


“Baik Tuan,” Pak Jo


“Aku akan pulang sekarang, Pak Jo, tolong gantikan aku Pimpin Rapat sekarang,” Julian


“Baik Tuan,” Pak Jo


Julian pergi.


.


.


.


2 Jam kemudian...


Julian baru saja sampai, di parkiran, Julian bertemu dengan Nano(Kakak Sepupu Sera) yang akan berangkat kerja(Nano dan Istrinya bekerja di hotel),


“Julian, kau pulang juga, daritadi adik perempuanmu meributkan soal wanita yang pernah menjadi calonmu, aku takutnya Sera akan memukulnya karena kesal,” Nano


“Baiklah Kak, aku akan berusaha menyelesaikannya,” Julian


“Kami mengandalkanmu Julian,” Nano


Nano pergi.


.


Di ruang tamu, Billy menghela nafas karena Arina masih saja menangis sambil memeluk Gladis,


“Arina, aku tau kamu menyukai Kak Gladis, tapi keputusan dirumah ini dipegang oleh Ayah Angkat Kak Julian, dan Beliau sudah bilang untuk menunggu Kak Julian dulu kan, kita tunggu Kak Julian dulu dan baru memutuskannya,” Billy


Arina berdiri dan mendekat ke Billy dengan kesal,


“Sejak kapan kau bisa angkat suara dalam keluarga hah!! Lagipula apa yang kau tau, Kak Gladis itu jauh lebih baik dari wanita sial*n itu, dan kenapa keputusan rumah ini ada ditangan Kakek bau tanah itu, bentar lagi aja mati kenapa harus diberi kekuasaan, rumah ini juga punya Kak Julian, milik Keluarga Ginanjar, kenapa kekuasan harus diberikan kepada orang rendahan ini,” Arina


Plakkk!!!


“Uhukkk,”


Semua orang terkejut bahkan Sera yang sedang minum menjadi tersedak saat Julian memukul adiknya sendiri(Sera memakai headset sehingga perkataan Arina tidak ia dengar),


“Jaga bicaramu Arina, Kakak gak pernah mengajarimu untuk melawan atau menghina orang yang lebih tua. Jika bukan karena Ayah Suta mengangkat Kakak jadi anak, apa menurutmu Kakakmu ini masih hidup diantara banyak orang yang ingin menghabisi Seluruh Keluarga Ginanjar. Kita ada disini juga untuk berlindung dari para Penjahat, kamu harus tau itu,” Julian


Arina menangis sambil menyentuh pipi kirinya,


“Hiks hiks, Kak Julian jahat!! Aku benci Kakak!!!” Arina marah

__ADS_1


Arina pergi, Billy mengejar Arina ke lantai 2.


__ADS_2