
“HOREEEE,” Sorak Sera secara tiba-tiba
Julian yang sedang sibuk dengan laptopnya menjadi sangat terkejut, Julian menatap Sera,
“Kenapa kamu tiba-tiba senang seperti itu Sera??” Julian
“Hei lihatlah, besok tanggal 1, waktunya belanja bulanan, yesssss,” Sera senang
“Ahhh aku kira karena apa, tapi belanja bulanan sepertinya seru, aku ikut dong, dimana kamu akan belanja, Indomaret atau Mall,” Julian
“Nenekmu Mall, terlalu mahal jajan disana, aku akan jajan di pasar, disana ada ruko grosir, kalau beli bulanan disana bisa lebih murah harganya,” Sera
“Wahhhh keliatannya seru, aku ikut yaaa,” Pinta Julian
“Hmmmm, baiklah,” Sera
“Yesss,” Julian senang
Mereka pun merasa senang, dan Sera mulai membuat daftar belanja.
.
Pada sore harinya Sera melakukan kegiatan seperti biasa, seperti memberi makan anjing, mencuci sisa piring dan mencuci pakaian lalu menjemurnya.
Setelah semua selesai, Sera melihat isi dompetnya,
"Sisa 20, lumayan sih beli mie, tapi nanti anak wungsu Ayah ngomel," Gerutu Sera
"Oi, aku disampingmu dan namaku bukan anak wungsu Ayah," Ujar Julian yang memang berada di samping Sera di ranjang,
"Yaaaa terserah, aku pengen ke warung beli donat, mau nitip??" Tawar Sera
"Aku ikut aja deh, kali aja pengen sesuatu pas liat jajannya," Julian
"Ngak, kau istirahat aja, aku yang beli jajananmu, nanti kau mimisan lagi, Si Rini oing oing itu ngomel nanti," Sera
"Aku terlalu banyak istirahat, otot-ototku bisa kaku nanti, aku harus lebih banyak gerak Sera, aku akan ikut. Pakaian kayak gini gak papa kan??" Tanya Julian sambil memperhatikan pakaiannya yang hanya kaos dan celana pendek
"Penampilanmu udah paling perfect, lagian deket kok gak usah terlalu rapih," Sera
Sera menguncir rambutnya dan memakai jaket kainnya,
"Ayo, kita jalan kaki ke sana," Sera
"Baiklah," Julian
Mereka pun pergi.
__ADS_1
.
"Ibunya Dekya, belanja,"
Sera memanggil dagangnya karena warung sepi itu ditinggal, saat Ibu dagang(Bu Dekya) datang,
"Eh Sera, beli apa Ser?? Eh- Siapa ini?? Pacarmu Sera??" Tanya Bu Dekya
"Bukan, dia adikku Bu," Jelas Sera
"Adik?? Katanya Bu Ayu gak bisa punya anak," Bu Dekya
"Iya Bu, saya adik kembar Sera, nama saya Julian, selama ini saya ada di Jakarta karena itu mungkin gak ada yang tau saya," Jelas Julian
"Oh, pantas saja. Sera, kamu beruntung sekali punya adik kembar yang tampan banget," Bu Dekya
Teman SD Sera yang bernama Sintya(Panggilan Dekya, anak Pemilik Warung) datang,
"Eh Sera, udah lama gak ketemu," Sintya
"Iya, apa kabar Dek??" Sera
"Baik. Ah siapa itu??" Tanya Sintya setelah melihat Julian
"Dia Julian, adiknya Sera. Ah, Nak Julian, Dekya sedang jomblo, mau sama Dekya??" Bu Dekya bercanda basa-basi
"Pfft," Sera menahan tawa
Semuanya tertawa akrab.
.
Dijalan pulang setelah belanja beberapa jajan, Julian berjalan dibelakang Sera sambil meminum teh botol kemasan kotak sambil melihat sekitar.
Tiba-tiba Sera tertawa mengingat kejadian tadi..
"Pfftt, aku hampir aja jadi saudara ipar dengan Dekya, wkwkwk," Sera tertawa puas
"Ah, kenapa setiap Ibu-Ibu warung selalu menggodaku seperti itu," Keluh Julian
"Ngomong-ngomong, kenapa kau membeli banyak jajan?? Aku kira kau gak suka nyemil," Sera
"Huh, aku sebenarnya sangat suka nyemil, Bundaku aja memaksa aku makan banyak jajan, tapi entah mengapa, berat badanku gak pernah naik." Julian
"Aku malah nyemil dikit selalu naik banyak. Kau sehabis makan 1 bungkus lays kecil, langsung olahraga kecil kan, kemarin kau juga gak mau makan malam karena udah banyak ngemil kan," Sera
Julian berpose berpikir, "Benarkah?? Aku rasa, aku hanya melakukan semua seperti biasa. Tapi punya Kakak yang embul juga manis, apa sebaiknya aku cari cewek yang embul juga??" Julian
"Yaaa terserahmu. Oh ya, kata Ayah, kau suka jogging kan, kalau kau mau jogging, kesana aja, jalannya lurus kok gak ada belokan, biar gak kejauhan, terus kalau ada apa-apa gampang nyari, termasuk jauh juga," Sera menyarankan sambil menunjuk arah yang berlawanan dari arah mereka berjalan sekarang
__ADS_1
"Baiklah, lebih dekat lebih baik," Julian menyetujui.
.
Sampai rumah, Sera dan Julian makan jajan bersama, lalu Sera tak sengaja melihat kalender, dan terkejut melihat tanggalnya, Sera melihat kalender Bali diponsel dan melihat tanggal yang sama dengan kalender biasa.
Julian pun terbingung, "Kenapa Sera??" Tanya Julian
"Besok aku harus tedun*, tapi gak usah ah, malas," Jawab Sera
*Tedun : Kegiatan yang dilakukan oleh semua muda-mudi didaerah setempat untuk melakukan persembahyangan bersama di Tempat Suci Pura ataupun pembersihan Pura setiap ada rainan(hari raya).
"Tedun tuh- hm gimana jelasinnya yak?? Ah, tedun tuh persembahyangan bersama Pemuda-Pemudi, singkat aja muda-mudi," Sera
Julian masih bingung, "???" Julian bertanya-tanya, Sera melihatnya dan melanjutkan penjelasannya
"Jadi di Banjar kita kan ada banyak tuh pemuda-pemudinya antara umur 13 tahun sampai 25 tahun ke atas ada kayaknya, aku juga termasuk. Nah, kita setiap bulan kalau gak ada Rainan besar tuh ada 4 kali kita harus berkumpul, pas Purnama sekali, pas Tilem sekali, dan 2 kali pas kajeng kliwon," Sera
"Hmmm, waktu sekolah dulu, aku pernah menganalisis soal Rainan dalam sebulan di Bali, tapi terkadang ada gak yang daerahnya punya muda-mudi yang gak pernah tedun dan hanya sekali-kali aja," Julian
"Iya, salah satunya di daerah rumah Rini, disana sering gak ada tedun-tedunnya. Tapi disini, semuanya rajin, setiap kali harus kumpul ya kumpul. Manusia pemalas dan gak bisa baik motor sepertiku jadinya susah barengin, dosan*ku jadi tambah banyak tau, untungnya hanya seribu tiap kumpul," Sera
*Dosan : Bayaran karena tidak tedun, biasanya hanya 1000-2000 di hari biasa dan jika ada Rainan lebih besar bisa 5000
"Lumayan juga ya, seribu dikali 4, jadinya sebulan 4ribu, dalam setahun jadinya 48ribu, jika 2 tahun gak tedun jadinya hampir 100ribu," Julian
Sera menggelengkan kepala, "Jika ada Rainan besar, bisa 5000," Sera
"Gimana jika aku yang mengantarmu?? Aku akan menjadi gojekmu mulai dari aku datang pertama," Julian
Sera berpikir, "Hmmm, tapi nanti kamu bosan," Sera
Julian membuka lemari pakaian dan melihat baju persembahyangan Hindunya lalu memperlihatkan ke Sera,
"Tadaaa, aku akan ikut bersamamu, aku walaupun terbilang anak kota, aku tuh tetap suka sama budaya-budaya daerah, selama 4 tahunan ini, aku selalu mempelajari semua kebudayaan," Julian
"Huh, aku malah gak terlalu suka budaya, lebih baik kan modern," Sera
"Tidak akan ada modern kalau gak tradisional lah Kakak cabiku," Julian
"Ya terserah-terserah," Sera
Sera melihat ponselnya dan melihat pemberitahuan dari Para Juru(Yang mengatur muda-mudi),
"Panjang umur sekali, besok aku giliran membawa bija dan tirta. Jadi kau yang akan mengantarku??" Sera
Julian mengangguk semangat, Sera tersenyum lalu berdiri dan mencubit pipi Julian,
"Adik manis ini sangat bersemangat," Sera
__ADS_1
Sera keluar kamar, Julian menyentuh pipinya yang dicubit Sera,
"Aku merasa paling manis deh," Julian