
1 bulan kemudian....
Sera masih terkurung dan tak pernah keluar sama sekali dari Mansion, dengan para pengawal yang dipekerjakan Julian membuat Sera seperti Putri dalam Menara yang Merana.
Sera hanya bisa memainkan ponsel yang sudah di modifikasi sedemikian rupa untuk tidak bisa menelepon maupun mengirim pesan bahkan mengomentari video atau postingan di sosmed pun tidak bisa.
Sera hanya bisa bermain dengan Reika(anjing ketiga Sera) yang dibawa Julian untuk menemani Sera saat Julian bekerja dikantor.
Disisi lain, Julian selalu menolak kedatangan Sean yang ingin menemuinya, Julian malah menyuruh penjaga untuk mengusir Sean dengan kasar.
Dari lantai tertinggi yang adalah ruang Presdir Utama, Julian menatap kepergian Sean,
"Tch, aku berharap, aku bisa segera mendapat keputusan Sera supaya Sera dan pria itu bercerai," Julian
Pintu terketuk, Pak Jo (Sekarang Sekretaris Julian) masuk setelah Julian ijinkan,
"Ada apa??" Julian
"Tuan, Nona Gladis datang ingin menemui Tuan. Nona Gladis menangis ingin menemui Tuan," Pak Jo
"Gladis?? Ahhh baiklah, suruh dia masuk," Julian
"Baik Tuan," Pak Jo
Pak Jo pun keluar ruangan Julian, Julian pun duduk di sofa sambil menunggu Gladis, tak lama Gladis pun masuk,
"Gladis, aku sudah menjelaskan secara jelas lewat chat kemarin, tapi kenapa kamu masih saja mencariku??" Julian
"Lian, aku kembali hanya untukmu, tapi kenapa kamu malah mencampakkan aku seperti ini??? Apalagi untuk wanita yang sudah bersuami," Gladis
"Aku mencintai Sera, itu sudah cukup jelas untukmu kan, aku sudah menangani semua untuk kehidupanmu selanjutnya, aku akan mengirimmu kembali ke Jakarta, jadi bersiaplah berangkat," Julian
Julian berdiri dan menatap Gladis,
"Aku dulu memang sangat menyukaimu Gladis, sekarang pun masih sama, tapi aku tidak mau membohongi perasaanku kepada Sera, aku mendapatkan kesempatan karena aku bukan saudara sedarah dengan Sera, aku harus menjadikan Sera sebagai milikku," Julian
"Lian, kamu gak bisa melakukan hal ini padaku setelah semua yang kulakukan untukmu," Gladis
"Aku tidak pernah memintanya, itu semua keputusanmu Gladis," Julian
Gladis memeluk Julian, "Lian, kumohon pikirkan kembali keputusanmu Lian," Gladis
Gladis menangis, Julian mencoba melepaskan pelukan Gladis namun Julian melihat jika Gladis sudah tertidur di pelukannya.
Julian menghela nafas dan mendudukkan diri di sofa dan membiarkan Gladis tertidur sambil memeluknya. Tanpa Julian sadari, seseorang melihat hal itu, dari siluet bayangan orang itu menunjukkan jika orang itu pergi setelah melihat semuanya.
.
.
.
Malamnya, Julian datang kembali ke Mansion setelah diam-diam mengirim Gladis kembali ke Jakarta menggunakan pesawat pribadinya.
Julian melihat Sera sedang memakan camilan ibu hamilnya sambil menonton televisi,
"Sera, aku pulang," Julian
Julian mendekat ke Sera dan mencium singkat bibir,
"Bagaimana kamu hari ini?? Aku dengar kamu membeli banyak pakaian untuk Reika secara online ya, pasti imut-imut sekali," Julian
Sera hanya diam,
"Sera-" Panggil Julian
"Sstttt, kau berisik, filmnya lagi pas seru-serunya nih," Sera
Julian melihat televisi yang menunjukkan film kartu U-I dengan episode terbarunya,
"Ah baiklah, aku akan mandi dan menyiapkan makanan untuk kamu ya," Julian
Julian pun pergi.
.
.
.
Disisi lain, Sean sedang minum-minum alkohol yang cukup keras dan membuat Sean mabuk,
"Ughhh, aku baru saja menikah, tapi Si Sialan Julian itu beraninya menculik istriku, liat saja aku pasti akan menghabisi Si Sialan Julian itu," Sean bermonolog
Sean pergi ke kamarnya dan melihat seorang wanita di ranjangnya,
"Aku ingin Sera disana, tapi kenapa mantan pacarku yang disana, sial!!!" Gerutu bathin Sean
Sean kembali ke ruang tamu, Sean mengacak rambutnya kasar, Sean kembali minum-minum.
.
.
.
Kebesokan harinya...
Sera sedang membaca buku yang ia beli secara online di ruang kerja Julian, sedangkan Julian juga ada disana sedang mengerjakan pekerjaan kantornya,
__ADS_1
"Sera, nanti siang kamu mau makan apa??" Julian
"Apa aja boleh, salmon juga boleh," Sera menjawab sekenannya
"Sera, kamu pasti bosan di Mansion, bagaimana jika kita berpergian menggunakan pesawat pribadiku??" Tawar Julian
"Kagak, aku mau di Mansion aja. Oh ya, aku memang cukup bosan di Mansion, jadi biarkan aku menghubungi Ayah atau Rini kek gitu, aku juga ingin tau keadaan Div," Sera
"Tidak boleh, bagaimana jika mereka melacak melalui hubungan telepon, kita masih di Bali, jadi pasti mudah menemukan kita," Julian
"Tapi aku rindu Ayah, kau hanya membawa Reika kesini, bagaimana mungkin aku gak khawatir dengan Div," Sera
"Tetap tidak, aku akan ke rumah kalau begitu besok, aku tidak mau kehilangan kamu lagi Sera," Julian
Julian berdiri dan mendekat ke Sera, Julian mencengkeram lembut kedua pipi Sera dan mengecup bibir Sera,
"Kamu hanya milikku, ingat itu baik-baik," Julian
Saat Julian melepaskan pipi Sera dan berbalik,
"Aku gak mau menjadi milikmu, kita dulu sempat hubungan Kakak-Adik, Kembar Tak Serupa, tapi kenapa sekarang kau menjadi seperti ini?? Ditambah aku sudah menikah, walau dengan musuhmu, Sean tetap suamiku," Sera
"Kamu kira Sean beneran mencintaimu Sera??" Ujar Julian dengan dinginnya
Julian kembali menghadap Sera, Julian memberikan ponselnya ke Sera,
"Lihat kelakuan suamimu," Julian
Sera mengambil ponsel Julian dan tercengang melihat foto Sean sedang tidur bersama Gladis,
"Ini pasti bohong!! Sean- Sean memang mantan pacar dia, tapi Sean sudah setia padaku," Sera
"Aku juga mantan pacar Gladis, tapi aku tidak pernah sekalipun menyentuh Gladis. Pengalaman pertamaku hanya denganmu Sera, itu karena aku sangat mencintaimu," Julian
Sera berdiri,
"Kau tau sendiri, aku gak percaya cinta, aku selama ini bersamamu tanpa memberontak juga salah satunya supaya kau tetap memberikan biaya hidup untuk Ayah dan untukku sendiri. Aku... Aku, percaya pada Sean, selama ini hanya Sean yang bisa kupercayakan, Sean gak mungkin mengkhianatiku," Sera
"Kalau begitu, cobalah hubungi suamimu itu, beritau kamu ada disini, liat apakah dia berani kemari, dia bahkan tidak pernah mencarimu Sera," Julian
Sera menjadi terluka dan memilih pergi, Julian menatap kecewa dengan kepergian Sera,
"Sera, maafkan aku, Sean memang mencarimu, dengan pasukan khusus, aku membunuh mereka semua, karena kamu milikku Sera," Bathin Julian.
.
Dikamar Sera, Sera mencoba menelepon Sean dengan menggunakan ponsel Julian.
Dan saat terhubung dengan telepon Sean,
"Hallo-" Sera
Sera mendengar suara wanita lain yang ia ingat sebagai suara Gladis,
"Sean sungguh mengkhianati aku," Bathin Sera
"Gladis, siapa yang menelpon??"
Sera dapat mendengar suara Sean,
"Ngak tau, aku udah nanyain siapa tapi gak ada jawaban," Jawab Gladis
Sera menutup hubungan telepon,
"Bagaimana?"
Sera menatap Julian yang bersandar di dinding dengan menyilangkan tangan di dadanya, Julian mendekat ke Sera,
"Aku tidak bohong kan?? Padahal aku sudah mengirim Gladis ke Jakarta supaya dia gak mengganggu hubungan kita, tapi ternyata Sean malah mencari Gladis dan merebutnya," Julian
Sera menaruh ponsel Julian di meja kecil,
"Gak papa, aku gak perduli lagi, selama ada uang, dengan siapapun gak masalah," Sera
Sera tiduran di ranjang dan menghidupkan televisi, Julian bingung kenapa Sera bisa tetap tenang, namun Julian menepis kebingungan itu karena Julian percaya jika Sera sekarang akan melupakan Sean dan pergi ke pelukannya.
Julian pun pergi tanpa mengambil ponselnya, Sera melihat ponsel Julian masih ada,
"Saatnya kabur, semoga masih sempat," Sera
Sera kembali menelepon seseorang, saat tersambung,
"Hallo... Aku Sera... Aku senang karena kau menjawab teleponku, bisakah aku minta tolong??"
.
.
.
Seminggu kemudian...
Di malam hari, Julian seperti biasa mendatangi Sera sepulang kantor, dengan menenteng salah satu makanan kesukaan Sera yaitu Nasi Goreng, Julian mendatangi kamar Sera.
Namun saat sampai kamar Sera, Julian tak melihat siapapun, Julian berpikir jika Sera ada dikamar mandi, namun saat Julian periksa, Julian tak menemukan Sera disana.
Julian keluar kamar dan bertanya kepada beberapa pelayan,
"Pelayan, dimana Nona??" Tanya Julian
__ADS_1
"Nona?? Bukankah Nona keluar mencari Tuan di kantor?? Nona membuatkan bekal untuk Tuan dan ingin mengantarkannya sendiri, beberapa bodyguard menemani Nona dalam perjalanan ke kantor," Pelayan 1
"Benar Tuan, menurut bodyguard, Nona tak pernah bermacam-macam karena itu mereka mengantar Nona dengan senang hati ke kantor Tuan," Pelayan 2
"APA??? Hal ini pernah terjadi???" Julian
"Benar Tuan, seminggu yang lalu Nona juga membuat bekal untuk Tuan dan meminta para bodyguard untuk mengantar Nona," Pelayan 3
"Aku tidak pernah memberikan ijin Sera bisa keluar dari Mansion!!!" Julian kesal
Para Pelayan menjadi takut,
"Ta-Tapi- Tapi- ka-kata Nona, Tu-Tuan sudah mengijinkan Nona keluar di telepon dengan syarat ada banyak bodyguard yang menemaninya," Pelayan 1 gemetar
Julian mengingat pesan fax Sera yang membuatnya menelepon Kepala Bodyguard memberi suruhan agar mengantar Sera jalan-jalan karena Julian kira hanya sekitar luar Mansion,
"Cih, kenapa para bodyguard ataupun pelayan sangat bodoh," Julian gerutu kesal
Tiba-tiba ponsel Julian berdering, Julian mengangkat teleponnya,
"Tu-Tuan, ada masalah besar, Nona- Nona menghilang dan Para Penjaga A mati tertembak semuanya Tuan," Ujar Bawahan Julian
"APA!!? APA SAJA YANG KALIAN LAKUKAN!!? AKU TIDAK MAU TAU KALIAN HARUS MENEMUKAN SERA, CEPAT CARI SERA SEKARANG JUGA," Teriak Julian yang benar-benar marah
Julian pun pergi, para pelayan menjadi takut jika Tuannya itu benar-benar murka.
.
.
.
Ditempat lain, disebuah apartemen mewah, seorang pria sedang memeluk wanitanya dengan sangat erat,
"Aku senang sekali, kamu kembali padaku, Sera,"
Sera menatap pria yang nampak manja itu,
"Aku sedang hamil, jangan memelukku terlalu erat, Yohan," Sera
Pria yang adalah Yohan itu melepaskan pelukannya,
"Ah maafkan aku," Yohan
Yohan melepaskan pelukannya,
"Maafkan aku, aku terlalu senang," Yohan
"Bukannya kau membenciku?? Apalagi setelah aku menghinamu waktu Kuliah. Tapi aku tetap berterimakasih karena menyelamatkanku," Sera
Yohan menggeleng, "Tidak Sera, aku gak mungkin membencimu, malah aku menyesal setelah saat itu Ra, aku menjadi sangat kacau, aku bahkan cuti 1 tahun karena begitu kacau," Yohan
"Kenapa??" Sera
"Karena aku jatuh cinta padamu Sera," Yohan
Sera tercengang,
"Ka-Kau jangan bercanda Yohan," Sera
"Aku tidak bercanda Sera, aku sungguh jatuh cinta padamu, beberapa waktu lalu aku datang mencarimu ke rumahmu tapi hanya ada adikmu disana, aku sengaja gak pernah ganti nomor supaya kamu bisa menghubungiku, dan ternyata keputusanku benar," Yohan
Yohan membelai pipi Sera dengan lembut,
"Aku sungguh mencintaimu Sera," Yohan.
.
.
.
Pagi harinya, Yohan terbangun lebih awal dari Sera, Yohan melihat Sera di sampingnya, Yohan tersenyum melihat Sera disisinya.
Sera terbangun dan melihat Yohan sedang tersenyum sambil menatapnya,
"Sera, selamat pagi," Yohan
Sera menatap Yohan dengan lekat, Sera menjadi teringat saat dirinya masih dekat dengan Yohan.
"Aku akan membelikan makanan online untukmu ya, kamu mau makan apa hm??" Yohan
"Hmmm burger dan ayam aja krispi aja," Sera
"Baiklah, aku akan memesan makanannya," Yohan
Saat Yohan memakai pakaiannya, namun Yohan tak sengaja mengusap wajahnya dan Sera terkejut dengan apa yang dilihatnya, Yohan juga nampak terkejut,
"Ka-Kau-" Sera terkejut
Yohan nampak kebingungan,
"Se-Sera, ini-" Yohan
"Ke-Kenapa wajahmu sangat mirip dengan mantan adik kembarku?!!!" Sera.
...TAMAT...
__ADS_1
...NEXT SEASON 2...