Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
33. Kembali Ke Bali


__ADS_3

Back To Story...


“Ugh, sampai saat ini saat mengingat bagaimana Kak Lian bisa menghadapi orang-orang yang menjahati Keluarganya saja sudah membuatku keringat dingin,” Satria


“Jika Kak Lian menganggapku adiknya, berarti kamu adalah Kakakku juga Kak Sera, karena itu, walau aku juga takut tadi, aku tak akan membiarkan siapapun melukaimu Kak Sera,” Bunga


Sera terdiam karena masa SMA Julian yang menurutnya sangat berat,


“Kasihan adik, menjalankan masa SMA seperti itu pasti sangat berat,” Sera


“Sangat berat?? Kak Sera, Kak Sera ngak tau saat Kak Julian masih masa SMP, masa SMP Kak Lian jauh lebih berat daripada masa SMA,” Satria


“Jauh lebih berat??” Sera membeo


“Iya, Kak Julian waktu masih 12 tahun sudah-“ Satria


“Satriasa Wangsa, bukankah lo terlalu luang untuk mengobrol,”


Semua terkejut saat melihat Julian datang, mereka langsung berdiri dan Satria bersembunyi disebalik Sera,


“Ka-Kak Julian,” Satria


“Satria, kalo lo banyak waktu luang, sebaiknya lo lakukan misi InOs, lo kira udah berapa hari lo jadi Ketos tapi tugas yang lo selesaikan baru 100 tugas,” Julain


“Kak Sera, Kak Julian mengomel,” Satria manja


“💢💢💢, hei jangan sentuh Sera seenak jidat lo,” Julian


“Adik, kenapa kau malah ngemarahin Satria, kau ini,” Sera


Satria tertawa tanpa suara dan menjulurkan lidahnya meledek Julian,


“💢💢💢,” Julian kesal


Namun kekesalannya hilang saat melihat jejak air mata di pipi Sera, Julian mengelus lembut pipi Sera,


“Sera, kamu menangis?? Siapa yang membuatmu menangis?? Katakan padaku siapa yang membuatmu menangis??” Julian


“Bukan siapa-siapa kok,” Sera


“Si Abi Kak, adeknya Kak Mona,” Satria mengadu dan langsung ditatap tajam Sera


“Hei adik, kau tidak akan menghajar yang namanya Abi itu kan,” Sera


Julian tersenyum, “Tentu saja tidak Sera,” Julian


“EH???” Sontak Bunga dan Satria yang terkejut karena Julian tak seperti biasanya


“Aku gak akan menghajar Si Abi karena kita akan ketinggalan pesawat. Tapi Si Satria yang akan menggantikanku menghajar Abi,” Julian


“Hah??” Sera bingung


Julian menatap Satria,  “Satria, Si Abi itu kayaknya harus diberi beberapa pukulan, tangan gak ada cedera kan? Walau ada, gunakan kaki lo buat nendang Abi pun boleh,” Julian


Satria yang sempat bingung menjadi tertawa,


“Kak Lian-Kak Lian, mengharap lo berubah emang mustahil, lo tetap Iblis Bengis YGS,” Satria


“Hn thanks. Bunga, jaga dirimu baik-baik, perkataanku akan selalu sama, jika Si Satria Bodoh ini membuatmu menangis lagi, katakan saja padaku, aku akan menghajar dia sampai dia bahkan gak punya air mata lagi,” Julian


“Adik,” Sera menengahi


Julian menatap Sera, Julian meraih tangan Sera,


“Sera, sudah waktunya kita pulang kembali ke Bali, ayo,” Julian lembut


Sera mengangguk, setelah berpamitan, mereka pun kembali ke Apartemen untuk membereskan barang-barang.

__ADS_1


Saat sampai di apartemen, Sera mengemas pakaian pemberian Dyana yang diantarkan satu per satu oleh Pak Jo,


"Perasaan aku kesini hanya membawa badan tanpa koper, tapi sekarang malah banyak banget bawaannya," Sera


"Mau gimana lagi, Bunda yang mengirim itu semua, Bunda bahkan memberikan uang bagasi saat aku mengomentari banyaknya pakaian yang Bunda berikan," Julian


"Lalu gimana cara bawanya ke rumah?? Mobil pinjaman Ayah pasti gak muat," Sera


"Pasti muat kok, percaya deh, tenang aja," Julian


"Huuu baiklah," Sera


Sera menguap besar,


"Kamu kalau ngantuk tidur saja Sera, aku yang akan membereskannya," Julian


Sera mengangguk lalu pergi ke kamar.


.


.


.


Tengah malamnya, Sera dan Julian pun berangkat ke Bandara dengan anteran teman-temannya Julian.


Setelah menunggu sebentar, Sera dan Julian pun kembali ke Bali menggunakan pesawat.


.


.


.


1 jam 45 menit kemudian, Julian dan Sera sudah tiba di Bali dan melihat Ayahnya sudah menunggu bersama Rini dan Agus.


"Sela-Sela, mana hadia Agus?? Katanya mau bawain Hadia," Agus


"Udah kubelikan kok, sekarang turunlah, kau berat Agoss," Sera


"Hei anak ganteng, kamu gak mau menyambut Pamanmu ini," Julian ke Agus


Agus terdiam dan memegang kecil dress Sera, Julian mengeluarkan sesuatu dari dalam jaketnya,


"Tadaaa, Paman membawakan oleh-oleh coklat, mau gak??" Julian


"MAU-MAU, AGUS MAU COKLAT," Agus bersemangat


"Sini dulu dong, peluk Paman baru Paman kasih," Julian


Agus tanpa ragu memeluk Julian dan mengambil coklatnya,


"Makacih Paman," Agus


Agus berlari ke Rini,


“Sera-Julian, bagaimana perjalanan kalian?? Menyenangkan?? Agus memaksa pengen ikutan jemput kalian saat tau kalian akan kembali malam ini,” Rini


“Perjalanan kami sangat menyenangkan, kau mau tau, pestanya diadakan di sebuah hotel mewah dan dirayakan dengan megah,” Sera


“Sepertinya sangat menyenangkan, ceritakan lebih banyak lagi,” Rini


"Ceritanya besok aja, sekarang udah malam, sebaiknya kita pulang sekarang, Ayah sudah menyiapkan mobil bak untuk barang-barang bawaanmu Sera. Julian memaksa Ayah untuk membeli mobil bak soalnya, jadi kita pulang pakai mobil online dan barang bawaanmu akan dibawa supir.. Dan Julian, ucapkan terimakasih ke Nyonya Dyana karena udah memberikan Sera banyak pakaian," Suta


"Ah baiklah," Julian


Sera, Suta, Rini dan Agus pun jalan duluan,

__ADS_1


"Aku tau perbedaan keuangan, tapi apakah harus memanggil Bunda dengan Nyonya?? Apakah ada yang disembunyikan Ayah dan Keluarga Ginanjar??" Bathin Julian


"OI ADIK MANIS, AYO KESINI, KENAPA MASIH DISANA??"


Julian menoleh ke depan dan melihat Sera yang sudah jauh didepannya, Julian tersenyum tipis lalu mengejar Sera.


.


.


.


Sampai di sebuah villa, Sera terbingung kenapa mereka malah ke Villa,


“Eh?? Kita ada dimana ini?? Ini- Villa??” Sera


“Iya, rumah sedang di renovasi, jadi Ayah tinggal disini dan kita pun harus tinggal disini sementara waktu,” Julian


“Karena tumben tinggal di Villa, Agus dan aku pun juga tinggal disini sementara,” Rini


“Ta-Tapi satu kamar aja bisa 500 ribu per malam,” Sera


“Villa ini milik Reina, aku telah menyewanya untuk 1 bulan,” Julian


“Kenapa lama sekali??” Sera


“Karena satu rumah Julian renovasi, setelah membeli tanah di barat yang sebelumnya dijual Cokorda*, Julian malah berinisiatif menyatukan seluruh rumah, setelah berunding dengan Keluarga Om Kumis, mereka setuju dan ikut tinggal disini,” Suta


*Salah satu Kasta Tertinggi di Bali


“Lalu Bi Ratna??” Sera


“Bi Ratna tinggal bersama Om Tugesi di Denpasar untuk sementara waktu, katanya sekalian nemenin Om Tugesi disana,” Rini


“Oooo,” Sera


“Sera, aku akan membuat kamar impian untukmu, jadi kamu mau kamar seperti apa??” Julian


“Kamar impianku?? Aku mau kamar yang luas dan mewah dengan tambahan balkon mini agar aku bisa duduk sambil belajar disana juga, dinding berwarna biru putih, langit-langit yang bisa bercahaya saat malam, kasur empuk yang luas dengan lampu dikedua sisinya, lantai yang kayak di kamar juga bagus, di kamarku harus ada kulkas juga supaya gak perlu pergi ke dapur, robot pembersih harus ada dan- ah satu lagi, aku mau ada meja dan sofa seperti di kamar apartemen sebelumnya supaya aku bisa kerja kelompok di kamar. Untuk kamar mandi yang harus ada bathtub air panas dan air dingin, shower, dan closet campuran dengan mesin Jepang yang bisa membuat bokong tetap hangat,” Sera bersemangat


“Sera-Sera, itu hanya ada dalam mimpimu,” Suta


Suta terdiam saat melihat Julian mencatat semua perkataan Sera,


“Julian, kamu gak benar-benar akan menuruti semua perkataan Sera kan??” Suta


“Memangnya apa salahnya Ayah?? Aku akan melakukan untuk membuat Sera senang,” Julian


Sampai di depan Villa, mereka pun keluar dari mobil, Rini pun langsung mengantar Sera ke kamarnya,


“Nah Sera, kamu harus belajar tidur sendiri lagi, saat rumahnya jadi, kamu juga akan tidur sendiri,” Rini


“Ya ya, aku bukan penakut yang gak bisa tidur sendiri, sana-sana kalian keluar. Oh ya, besok bangunin pagi-pagi, aku harus sekolah,” Sera


“Baiklah, istirahatlah Sera,” Julian


Rini dan Julian pun pergi,


“Nah Julian, kamu juga harus belajar tidur sendiri, aku akan mengantarmu ke kamarnu,” Rini


Julian mengangguk, namun Julian merasa aneh karena kamarnya dan Sera tidak berdekatan dan malah sangat jauh,


“Kak Rini adalah orang pertama yang setuju aku dan Sera tidur terpisah, padahal kan selama ini tidak terjadi apapun,” Bathin Julian bingung


Sampai kamar Julian, Julian pun berbaring di ranjang,


“Aku harus membangunkan Sera besok atau Sera akan marah padaku,” Julian

__ADS_1


Julian perlahan pun tertidur.


__ADS_2