
Hari berlalu dengan cepat, waktu ospek pun tiba, setelah hari pertama yang hanya pembagian kelompok dan tugas selesai, semua Mahasiswa Baru(Maba) pun pulang, Julian dan Sera yang sedang berjalan ke mobil mereka pun saling mengobrol,
“Adik, bagaimana bisa kau request untuk satu kelompok denganku??” Sera
“Kenapa ngak Sera?? Kita sekelompok jadi kita bisa terus bareng, Kating juga baik kok ngijinin aku pindah,” Julian
“Aihhhh, padahal kau sudah ngak Ketos lagi, kenapa kau masih begitu terkenal,” Sera
“Yaaa, karena aku gantengnya gak ketulungan,” Julian PD
“Ihh narsisnya dirimu itu, udahlah kita harus beli semua yang dibutuhkan,” Ujar Sera sambil masuk kedalam mobil
Saat Julian dan Sera sudah masuk mobil, Sera mengeluarkan buku catatannya,
“Ciki bohong?? Ciki apaan tuh???” Sera
“Bohong apa bahasa Inggrisnya?” Julian
“Lie??” Sera menebak
“Lie, Lies, Lays, ciki rumput laut kesukaanmu, dirumah ada banyak. Singkong I Love You, itu Snack Kusuka, Kentang Bergerigi itu Chitato, dirumah juga ada itu kan, tinggal nyari Air mineral Club karena itu minuman dugem, dan nasi helikopter itu berarti nasi uduk, Bibi Pembantu yang akan membuatnya,” Julian
“Eh??? Kenapa kau bisa tau semua itu??” Sera
“Kamu lupa, aku kan mantan Ketos, saat masa-masa Ospek gini biasanya Osis biasa ataupun InOs itu pada gak bawa uang jajan karena suruhan yang kita bisa banyakin,” Julian
“Ah ya, kau bener, aku hampir lupa, kalau gitu ayo kita pulang aja,” Sera
“Baiklah Nonaku,” Julian
Mereka pun meninggalkan lingkungan Kampus.
.
.
.
Beberapa hari berlalu, setelah ospek selesai, Sera dan Julian beruntung berada dikelas yang sama, kelas A Pagi yang berisi 36 orang, 4 laki-laki dan 32 perempuan.
Namun karena sifat pemalu yang terlalu sangat Sera, membuatnya tidak dekat dengan siapapun, Sera terlihat seperti gadis dingin yang membuat teman sekelasnya kesal dan marah, mereka menjauhi Sera selama 1 semester.
Dilain sisi, Julian bagaikan matahari, Julian langsung dekat dengan satu kelasnya dihari pertama bahkan dirinya dipilih jadi Ketua namun Julian menolaknya dengan alasan akan sibuk kerja, dengan berkat Julian, Sera menjadi sedikit dihargai dikelasnya.
Sera yang merasa jengkel dan muak memilih untuk menjauh dari Julian, Sera merasa kalau dirinya yang Kakak tak boleh selalu berada dipunggung adiknya.
Walau tinggal satu rumah, mereka jarang bertemu, mereka hanya berangkat bersama dan bertemu di kelas, Julian tak merasa aneh dan membiarkan Sera, Julian pun juga sibuk, karena Julian memilih kuliah di 2 kampus dengan jurusan berbeda, yang membuat Julian dan Sera jarang bertemu.
.
.
.
Suatu hari, Sera dan Julian baru selesai kuliah, mereka pun memilih makan di warung dekat kampus karena warung itu nampak sepi pembeli,
"Sera, kamu mau makan nasi kuning atau nasi biasa??" tawar Julian
"Keduanya aja campur, aku lagi lapar banget," Sera
Julian tersenyum, "Baiklah. Kalau aku mau makan nasi putih aja," Julian
Sera mengambil teh botol bentuk kotak dari kulkas,
"Sera, aku juga mau teh," Julian
Sera mengambilkan teh lagi, lalu memberikan teh itu ke Julian, mereka pun makan nasi bungkus daun pisang,
"Sera, ayo kita beli beberapa lagi buat makan dirumah," Julian
Sera hanya ber"hn",
__ADS_1
"Oh ya Sera, tugas makalah tadi, aku saja yang buat ya, kamu bisa bersantay," Julian
Sera hanya ber"hn" lagi,
"Sera, kenapa dari tadi hanya hn aja sih, kamu lagi sakit hm?" Julian
"Tidak," Sera
"Ah, baiklah, hari ini kita pulang bareng ya, sekarang aku lagi libur," Julian
"Tidak, aku mau tetap pulang sendiri. Udah terbiasa soalnya," Sera
"Huh, kamu sejak pulang sendiri selalu saja jalan-jalan, aku kan juga mau jalan-jalan sama kamu," Julian
"Aku tidak mau jalan-jalan dengan orang sibuk, takut ganggu," Sera
Julian cemberut, "Sera, ayolah, sekali ini Sera, aku rindu jalan-jalan denganmu," Julian merengek
Sera hanya diam, dan Sera tersadar jika warung semakin lama semakin ramai dengan para cowok dari kampusnya,
"Wah makin rame aja ya," Julian
Sera diam sambil melipat daun pisang yang ia gunakan sebelumnya, begitupun dengan Julian,
"Sera, mau kubuangkan?? Sekalian gitu," Julian
"Ya, tapi jangan lama-lama, nanti tempatmu diambil," Sera
Julian tersenyum,
"Siapa juga yang akan mengambil tempat dudukku," Julian
Julian pergi dengan untuk membuang sampah, namun tiba-tiba kenalan Julian datang dan mengajak Julian mengobrol, Sera yang melihati hanya bisa menghela nafas, Sera mengambil sebuah roti dan memakannya,
"Permisi," seorang cowok
"Ya?" Sera
"Ah tentu saja, disana kosong kok," Sera
Cowok itu pun duduk disana dan makan nasi bungkus yang sama dengan Julian, Sera melihat ke arah Julian yang masih mengobrol, Sera menjadi tak peduli.
Disisi lain, Julian sudah selesai mengobrol, saat kembali, Julian melihat tempatnya sudah terisi dengan orang lain, Julian pun berdiri di samping Sera,
"Sera, kamu udah selesai?? Aku akan bayar lalu kita pulang," Julian
"Hm, baiklah, aku udah selesai kok," Sera
Julian pun meminta dagang untuk menghitung lalu Julian membayarnya,
"Sudah, ayo kita pulang," Julian
"Hm, aku pulang sendiri aja deh, aku mau ke suatu tempat dulu," Sera
"Kemana?? Biar aku anterin," Julian
"Gak usah, kau pulang aja ke rumah dan buat tugas makalah dan ppt kita," Sera
"Ah baiklah," Julian
Sera pun pergi, Julian mengikuti Sera dan saat Sera masuk ke mobil gocar, Julian menghela nafas berat,
"Ya setidaknya Sera bisa bersenang-senang," bathin Julian.
.
.
.
Saat libur kenaikan semester ganjil ke genap, Julian mengajak Sera untuk berenang di kolam renang di dekat rumah di Desa.
__ADS_1
Bersama dengan Rini dan Agus, mereka berempat berenang bersama,
"Sera, kamu gak bisa berenang kan, ayo aku ajarkan berenang," Julian
"Lukamu memang sudah sungguh sembuh??" Sera
"Tentu saja, lihat, sudah tertutup kan, masa udah 6 bulan belum sembuh," Julian
"Ahhh baiklah, tapi kalau aku udah gak mood jangan paksain ya," Sera
"Ya baiklah," Julian
Julian dan Sera pun turun ke air dengan kedalaman standar, Julian mulai mengajari Sera perlahan, namun semakin lama, Sera semakin tidak mood dan memilih ke pinggiran untuk main air dengan Agus, Julian hanya bisa menghela nafas dan berenang berdua dengan Rini.
Tengah hari tiba, Julian dan Sera memilih istirahat dulu dan memesan makanan yang tersedia di restoran,
"Julian, Kakak lihat kamu sering olahraga atau gym ya, lihat badanmu, 18 tahun tapi udah punya sixpack," Rini
"Ah, iya, setiap libur aku sempatkan ngegym di rumah Kak, Sera penyuka cowok sixpack, jadi aku harus ngepertahanin otot-ototku," Julian
"Pfft, aku jadi ingat pas masih SMA, ada cowok yang selalu gak sengaja aku lihat absnya," Sera
"Ahhh kamu selalu mengatakan hal yang sama setiap melihat abs cowok Sera," Julian
"Mau digimain lagi, kecuali ayah dan bapaknya Mumuk, hanya kau dan temanku itu yang pernah kulihat bertelanjang dada," Sera
"Oh ya, bagaimana kuliah kalian?? Julian, di kampus kalian pasti banyak yang suka sama kamu kan??" Rini
"Dia mendapatkan 10 lamaran dari kakel di hari pertama ospek kau tau itu Rini," Sera
Rini terkejut, "Sungguh??? Wahhh adikku berarti sangat tampan," Rini
"Ngak kok Kak, Sera juga imut, apalagi Sera udah jauh lebih kurus tapi ya memang belum ada yang mau sama Sera," Julian
"Elehhh, kau lupa siapa yang selalu didekatku setiap ada teman cowok yang mau dekat denganku??" Sera kesal
Julian yang pelaku menyengir,
"Hehehehe, aku hanya mau melindungimu dari para buaya," Julian
"Para buaya?? Lalu kau apa?? Aligator??" Sera
"Aihhh kalian bertengkar lagi," Rini
"Sekarang udah jam 1, jam 3 aja pulang," Ujar Sera sembari memasukan ponselnya ke tas
Julian menatap Sera dan tak sengaja melihat dada Sera yang cukup terlihat karena kaos Sera cukup transparan, Julian memalingkan wajahnya dan mencoba menyibukkan diri dengan memakan makanannya.
Sera bingung dengan sikap Julian dan Rini tidak tau hal itu karena sibuk menyuapi Agus.
Selepas berenang, mereka mandi disana dan pulang ke rumah, dan kembali membersihkan diri dengan benar di rumah mereka di Desa.
Dan malam harinya, Sera dan Julian kembali ke Denpasar, sampai rumah, Sera memastikan semua jendela dan pintu terkunci rapat, sedangkan Julian duduk di sofa,
"Sera, minggu depan kita udah mulai kuliah semester 2, kita sebaiknya menyiapkan diri karena pasti akan lebih susah matkulnya," Julian
Sera pun duduk di dekat Julian, Julian menatap Sera,
"Aku bukannya mau nasehatin, tapi ada baiknya kamu jangan seperti semester 1, gak selamanya kamu bisa menjadi individual diantara sosial, aku gak mungkin hidup lama kan," Julian
"Ya aku tau," Jawab Sera sekenanya
"Sera, aku serius bicara, aku sedang tidak bercanda," Julian
"Kan udah kujawab, ahh kau membuatku kesal," Sera
Sera pergi, Julian menghela nafas dan bersandar di sofa, Julian merasa jika badannya hangat,
"Sepertinya aku terkena demam, aku harus istirahat nih," Bathin Julian
Julian kembali ke kamar.
__ADS_1