
Setelah semua acara selesai, Dion dan Reina pun memilih Hawaii dan Dubai untuk bulan madu mereka, Vino sendiri terpaksa langsung terbang kembali ke Jakarta karena Para Kakaknya memaksanya dan membuat keributan.
Dan Sera pun kembali ke kehidupannya, dan juga mulai sibuk mempersiapkan 3 bulanan Serena yang akan datang, Julian sendiri pun semakin sibuk karena ingin 3 bulanan Serena menjadi sangat mewah bahkan Julian sampai mengundang seluruh orang di Banjar dan menggunakan Pendanda(Gelar kesulinggihan dari Brahmana wangsa di Bali, Beliau telah melalui upacara diksa sehingga Beliau dipandang dan dihormati), walau Suta sudah menolak karena akan merepotkan, Julian tetap akan mengadakan 3 bulanan(Nelu Bulanin adalah upacara tradisional dari Indonesia, dan kota yang spesifik adalah Bali. Mereka menyebutnya "Upacara Nelu Bulanin". Upacara Nelu bulanin berarti upacara selama 3 bulan bayi, dan itu juga disebut Niskramana Samskara) yang mewah untuk Serena.
Namun saat hari acaranya, Julian menerima telepon dari Gladis yang mengatakan jika dirinya akan melahirkan, Julian melihat jika Sean malah dengan tenang membantu menyiapkan persiapan 3 bulanan Serena, Julian pun menemui Sean secara langsung,
“Sean, Gladis menelepon, katanya dia akan melahirkan, Gladis menelepon kau terus tapi kau tolak, kenapa kau tak menemani Gladis ngelahirin, bayi dalam perutnya adalah anakmu,” Julian
“Serena adalah anakku satu-satunya, walau aku tidak memiliki status Ayahnya, darahku tetap mengalir di tubuh Serena, dan sekarang adalah acara penting Serena, aku harus ada disini. Jika kau emang peduli sama Gladis, ya kau saja yang ke rumah sakit, gampang kan,” Sean
“Kau itu benar-benar ya, Gladis itu adalah Ibu dari Calon anakmu, dia akan ngelahirin anakmu sendiri,” Julian
“Ibu dari anakku hanya satu yaitu Sera, aku tidak mau mendengar komentar apapun,” Sean
Sean pergi,
“Tch, dasar Sean sial*n, dari dulu dia memang tidak berguna,” Julian
Julian pun mencari Suta,
“Ayah, aku mau bertanya sesuatu, acaranya masih berapa lama akan dimulai??” Julian
“Entahlah, masih banyak tamu yang berdatangan, Pedanda juga belum datang, jika Pedanda sudah tiba baru acara akan dimulai, mungkin masih agak lama,” Suta
“Ayah, aku mendapat kabar jika Gladis akan melahirkan, aku sudah menyuruh Sean pergi, tapi Sean menolaknya, Ayah, aku harus kesana menemani Gladis,” Julian
“Kalau Ayah sih pasti mengijinkanmu pergi, disini sudah banyak yang bantu-bantu, tapi masalahnya kan Sera, jika Sera tak melihatmu saat acaranya dimulai, Sera pasti akan marah,” Suta
“Ah Ayah benar, aku akan pergi ke kamar Sera dulu,” Julian
Julian pergi, Alan datang mendekat ke Suta yang duduk di Bale Bengong,
“Ahhh mereka pasti akan bertengkar lagi, akhir-akhir ini Sera selalu sensi dan hal apapun,” Alan
“Kau jangan bicara buruk di acara baik, sebaiknya kau bantu Rini dan Anggi, mereka dari pagi belum dapat istirahat,” Perintah Suta
“Baik Ayah,” Alan
Alan pergi.
.
Di kamar Sera, Julian masuk ke sana dan melihat jika Sera sudah selesai berias bahkan Serena juga sudah terlihat sangat cantik dengan balutan kebaya yang di jahit oleh desainer terkenal,
“Sera,” Julian
“Apa?? Pedanda udah datang??” Sera
__ADS_1
“Belum, itu- aku, bolehkah aku pergi?? Gladis mengabarkan jika dia akan melahirkan, aku sudah menyuruh Sean, tapi Sean gak mau pergi,” Julian
“Lalu?? Kau yang akan pergi??” Sera
“Iya, bolehkan??”Julian
“Ya, terserah,” Sera
“Benarkah?? Kamu ijinin??” Julian
“Iya, tapi selama kau pergi dan acara sudah dimulai, Sean yang akan duduk disebelahku, walau aku sudah menghapus status Ayah Serena, Sean tetaplah Ayah kandung Serena, dia berhak duduk disebelahku saat acar 3 bulanannya dimulai,” Sera
Julian melupakan hal itu,
“Aku- Aku ingin yang duduk disebelahmu, Sera, apa yang harus kulakukan??” Julian
“Kau jangan cupak*, tidak semua hal dalam pilihan bisa kau pilih, kau harus memilih salah satu, tapi jika kau bisa membelah tubuhmu, itu juga boleh,” Sera
*Cupak : Simbol kerakusan
Julian menunduk, tiba-tiba ponsel Julian berdering, Julian mengangkat telepon dari Gladis,
“Lian, kumohon datanglah, perutku sangat sakit, kumohon, aku tak sanggup menahannya lagi,” Rintih Gladis
“Gladis bertahanlah, aku- aku akan segera kesana,” Julian
Julian menutup telepon,
Julian bergegas pergi,
“Menunggu?? Kau kira di Bali ada yang bisa membuat Pedanda menunggu?? Berdoalah pada Tuhan supaya Pedanda lama datang,” Sera.
.
.
.
3 jam kemudian, Julian baru sampai di rumah, namun Julian melihat para tamu bahkan sudah tak ada, Julian mendekat ke Alan yang sedang berberes,
“Alan, acaranya udah selesai??” Julian
Alan mengangguk, “Iya, 5 menit setelah kau pergi, Pedanda datang dan langsung dimulai. Ck ck ck, Sean beruntung sekali bisa duduk disebelah Sera, bahkan Sean yang memangku Serena, mereka nampak seperti Keluarga yang sempurna, aku punya fotonya, kau mau lihat,” Alan
Alan menunjukan beberapa foto yang ia ambil, Julian menjadi cemburu karena Sera terlihat bahagia di samping Sean,
“Dimana Sera sekarang??” Julian
__ADS_1
“Tak tau, mungkin di kamarnya,” Alan
“Julian, kamu mencari Sera dan Serena??” Anggi tiba-tiba datang
“Iya Kak, Kakak tau dimana mereka??” Julian
“Tadi aku lihat mereka pergi menggunakan mobil Sean, entah kemana, padahal masih banyak tamu tadi,” Anggi
“Apa?” Julian
Tiba-tiba Sera, Serena, dan Sean datang,
“Sera, kamu dari mana??” Julian
“Hah?? Oh, aku dan Sean habis nyetak foto kilat, kau mau lihat??” Sera
Sera menunjukan sebuah foto dengan bingkai besar yang dibawa Sean dan foto itu adalah foto Keluarga Sera, Sean, dan Serena,
“Tadaa, ini foto keluarga. Sean menginginkan ini jadi kuberikan, aku hanya akan menyimpan yang kecil di dompetku, jadi sesuai kesepakatan, Serena tidak akan tau siapa Ayah Kandungnya selama tak melihat tempat Sean menyimpan foto ini,” Sera
Sera menunjukan foto keluarga serupa dengan berbeda size, Julian yang melihat itu merasa sangat cemburu,
“Aku lelah, aku akan beristirahat dikamar setelah menidurkan Seren,” Sera
Sera pergi dengan menggendong Serena, Alan berjongkok dan memperhatikan foto itu,
“Wahhh ini foto yang keren, Sean, kau beruntung sekali, Sera biasanya tidak mau difoto, tapi ini malah senang hati,” Puji Alan
“Yaaa, istri dan anakku memang yang terbaik,” Sean
“6 bulanan nanti, Sera pasti akan memilihmu juga Sean,” Alan memanasi Julian
Julian yang cemburu hingga puncaknya memilih pergi karena tak mau membuat masalah,
“Pfft, reaksinya sama kayak Yohan, benar-benar saudara kembar,” Alan
Alan menatap Sean,
“Sean, kudengar bayi keduamu akan lahir, kenapa kau tak ke rumah sakit?? Julian mengorbankan duduk bersama Sera di acara ini kan untuk membawa calon istrimu ke RS, kau-“ Alan
“Alan, jangan membuatku kesal di hari baik seperti ini, apa yang lebih penting dari anakku Serena, dan satu-satunya anakku adalah Serena, aku memang kehilangan status sebagai Ayahnya, tapi bukan berarti aku tak bisa mendapatkan statusku kembali,” Sean
“Huuuu ada yang merasa terbang ke langit setelah mendapat keberuntungan,” Alan
Sean tak peduli lalu pergi,
“Alan, jangan seperti itu pada Sean, bagaimanapun Sean-“ Anggi
__ADS_1
“Apa?? Kakak mengorbankan segalanya untuk tetap bersama Si Prayoga, tapi Sera tak boleh tersakiti, jika ada pria yang berani menyakiti Sera, aku akan menyingkirkan dia dari Sera selamanya,” Alan
Alan pergi.