Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
35. Segalanya


__ADS_3

"Bagaimana bisa kita jajan sedikit tapi harganya selangit???"


Sera bingung sendiri setelah melihat struk belanjaan,


"Ahhh kamu lupa?? Kamu kan membeli 10 kopi bubuk rasa vanilla latte yang ada cogan Koreamu itu dan juga ciki bergambar Cowok Korea juga kamu beli banyak, dan kamu juga membeli minuman kopi instan cowok Korea yang harganya sama mahalnya seperti SPP bulanan Agus, bahkan kamu lupa membeli makanan kucing walau di rumah gak ada kucing sekalipun," Julian


Sera tersadar dan menyengir,


"Hehehehe, aku baru inget, aku kebablasan kalau udah liat foto cogan, hihihi," Sera tertawa kecil


"Kamu kan memang seperti itu. Dan makanan kucing sudah kubeli juga jadi tenang saja, tadi juga ada makanan anjing, aku juga beli, kamu senang kan sekarang Sera??" Julian


Sera mengangguk semangat, Julian tersenyum manis,


"Sekarang udah hampir jam setengah 9, ayo pulang sebelum larut malam," Julian


Julian memakaikan jaket tebalnya ke Sera,


"Kenapa kamu memakai pakaian setipis ini tanpa jaket di malam hari seperti ini sih Sera? Kamu bisa masuk angin," Julian


"Aku sudah biasa kedinginan, jadi tenang saja," Sera


"Kamu ini memang bandel sekali, udahlah, ayo pulang," Julian


Sera naik ke motor Julian dan mereka pun pergi.


.


.


.


Beberapa hari terlewat dan kebetulan hari Jumat Sekolah Sera pulang lebih awal karena akan rapat dan Sera menjadi pulang jam 10 pagi. Julian pun merasa senang bisa menghabiskan waktu bersama Sera. Saat Julian baru selesai gym, Julian sudah melihat Sera sedang didapur memanaskan air,


"Sera," Panggil Julian


Sera berbalik dan memberikan susu,


"Untukmu, kau tidak akan tambah tinggi kalau tidak minum susu," Sera


"Sera, tinggiku sudah 185cm, kamu mau aku setinggi apa lagi???" Julian


"Hmm??? Gak tau, yang pasti, kau minum aja itu," Sera


"Lalu kenapa kamu gak minum susu juga??" Julian


"Itu- karena aku gak bisa minum susu pagi hari, entah mengapa kalau aku minum sembarangan susu terutama di pagi hari, aku bisa muntah, sakit kepala, dan sakit perut, aku gak tau kenapa bisa kayak gitu. Sudahlah, kau bersihkan saja dirimu, kau bau keringat," Sera

__ADS_1


Julian mengendus dirinya sendiri,


"Aku nggak bau kok," Julian


Julian mengendus Sera,


"Kamu yang masih bau kasur Sera, kaum rebahan memang hanya punya bau kasur," Julian


"Oi, kau jadi mirip anjing deh, jangan mengendusku seperti itu," Sera kesal


"Hehehe, maaf-maaf, kalo gitu aku mandi dulu ya. Kamu masaklah yang enak," Julian


"Ya baiklah," Sera


Julian naik ke kamarnya, Sera melihat Suta keluar dari kamarnya dengan berpakaian mebat*,


*Mebat : Hal yang biasa dilakukan sebelum beberapa upacara persembahyangan


"Ayah, Ayah mau metulung* di mana??" Sera


*Metulung(Menolong)


"Di tempat nikahan anaknya Om Selong," Jawab Suta


"Oh," Sera


"Eh, kemana Ayah??" Julian


"Ayah pergi mebat," Sera


"Mebat?? Ahhhh itu, aku tau, aku pernah belajar dari temanku yang dari Bali juga, katanya mebat itu kegiatan yang dilakukan sebelum beberapa upacara persembahyangan kan?? Kegiatannya itu kayak membuat sate dan lawar sebelum akhirnya dipersembahkan kan???" Julian


Sera mengangguk, “Iya, kau belajar banyak ya," Sera


"Tentu saja, aku bahkan mempelajari budaya Bali lebih dari aku belajar untuk UA," Julian


"UA??" Sera membeo


"UA itu Ujian Akhir, kayak UN tapi karena UN akan dihapus dan secara Nasional, YGS punya cara pribadi untuk meluluskan muridnya, kamu pasti pernah mendengar Mapel Human dari Reina, dengan lulus Mapel itu aja kita bisa lulus ya walau hanya kayak lulus SMA biasa, tapi itu lumayan sulit lhoo, Mapel yang mengajarkan tentang cara menjadi Manusia, aku lulus itu dengan nilai sempurna, itu bisa menambahkan nilai matematikaku yang hanya 9,5," Julian


"Matematika dapat 9,5 dan kau bilang "Hanya"??? Gimana aku yang dapat 7 di matematika?? Nilai paling rendah untuk dapat B, dan yang terpenting itu matematika, MA-TE-MA-TI-KA, mapel menyeramkan diatas FISIKA, KIMIA, BIOLOGI, DAN EKONOMI," Sera


Julian menciut, "Ya ta-tapi- disekolahku segitu udah paling kecil, ah, bagaimana jika aku mengajarkanmu matematika??" Julian


"Kau tau kenapa aku gak bisa naik motor?? Pertama, sepeda aja aku gak bisa naiki karena gak punya sepeda untuk latihan, dan Kedua, aku palingggg malas yang namanya BELAJAR," Sera


"Tapi kamu kan milih jurusan PGSD, bagaimana bisa calon Guru SD malas belajar??" Julian

__ADS_1


"Yaaa tanyakan pada Ayahku, cita-citaku adalah menjadi Produser TV atau pembuat skenario Film, aku seorang penulis, sebelumnya aku berminat ambil jurusan Bahasa Indonesia, tapi karena keuangan dan suruhan Ayah, aku jadi milih PGSD, sekalian karena ada orang dalam, mau digimain," Sera


Julian tertawa kecil dan semakin lama semakin besar,


"Ya ampun, Sera-Sera, jika kamu ingin tulisanmu dijadikan film kenapa gak dari pas aku datang??? Temanku Si Vino itu anaknya Produser Film yang terkenal, aku tinggal minta dia jadikan tulisanmu sebagai film terbaru dan kamu bisa langsung debut," Julian


Sera menunduk, "Tidak, setidaknya untuk Tulisanku, aku ingin berdikari,* aku bisa meminta rumah mewah ataupun pulau sekalipun darimu dan kau bisa menggunakan black cardmu untuk memenuhi keinginanku, tapi untuk tulisanku, aku ingin sendiri, aku akan menunggu sampai ada produser atau setidaknya penerbit yang suka sama tulisanku," Jelas Sera


*Berdiri Di Kaki Sendiri


Julian terdiam dan baru melihat Sera yang pemalas dan egois berkata bijak seperti itu, Julian tersenyum,


"Baiklah, aku tidak akan ikut campur untuk Tulisanmu, tapi untuk yang lain, aku pasti akan ikut campur. Sekarang mana makananku Sera?? Aku udah lapar," Julian


Sera memberikan piring berisi sandwich,


"Aku belum masak apapun, kau makanlah ini dulu," Sera


"Ehhhhhh???? Jahatnya, aku sudah menahan lapar dari semalam dan aku hanya mendapat sandwich, aku ingin masakan buatanmu," Julian


"Baka*, aku baru merebus ayam, kau mau makan ayam mentah," Sera


*Baka(Bahasa Jepang) : Bodoh


Julian menghela nafas berat, "Yahhh baiklah, masakanmu untuk nanti siang aja," Julian


Julian pergi ke meja makan, Sera melihat kalender,


"Nanti Tante Ayu datang, kalo disembunyikan semua barangnya jadi gak epic karena kita tinggal bersama di Villa," Sera


"Biarkan saja Sera, aku tidak akan membiarkan rumah ini kesulitan keuangan lagi, jadi biarkan Tante Ayu melakukan yang dia mau, kamu hanya cukup membuat dirimu dilihat oleh semua orang karena sudah punya segalanya," Julian


Sera menatap Julian,


"Aku sudah punya segalanya??" Sera


"Iya, tanah di Barat semuanya sudah kubeli dan sertifikat atas namamu, rencananya aku akan berikan untuk ulang tahunmu. Dan yang kedua, listrik dan air sudah aku yang menanggung, jadi kamu gak perlu menunduk setiap bertemu Om Made yang sebelumnya membayar semua tagihan. Ketiga, hutang Ayah di Bi Rat dan Tante Ayu bahkan di bank sudah lunas dan berkali lipat bahkan jumlahnya jauh lebih banyak dari yang Ayah pinjam. Sudah kubilang kan, aku butuh banyak uang, karena itu aku melakukan misi terakhirku dengan cepat untuk melakukan itu semua. Seperti yang kamu bilang, cowok kalau gak mampu ngepuasin ceweknya ya jangan sok gaya," Julian


Julian merasakan Sera memeluknya dari belakang,


"Kau memang manis adik kecil, cini cini Kakak cium," Sera


Sera mencium pipi Julian, Julian tersenyum kecil,


"Sera-Sera, kamu memang Kakak embulku," Julian


Sera tertawa kecil dan kembali melanjutkan masakannya dan Julian melanjutkan sarapannya.

__ADS_1


__ADS_2