Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
74. Keluarga Suami Rini (Season 2)


__ADS_3

BRAKKK!!!


Sera maupun Keluarga Mertua Rini terkejut,


“BANGS*T KALIAN!!! Beraninya kalian mempermainkan Kakakku!!” Alan marah


Sera masuk dan Keluarga Dego berdiri semua,


“Alan!! Sera!!” Dego


“Ternyata seperti ini sifat asli kalian. Cih, Ayah padahal sudah melarang keras waktu Rini menikahimu Dego, kalian memang Serangga Yang Menjijikan, dasar Parasit. Terutama kau Myani, pelakor gak tau malu,” Sera


“Sera, sejak kapan ada pelakor yang tau malu, urat malu mereka sudah putus. Saat mereka terpuruk 2 tahun lalu, Julian membantu mereka, Julian memberikan 3 villa dan 1 hotel kecil, rumah ini dibangun pun memakai uangnya Julian supaya kehidupan Kak Rini membaik, tapi siapa sangka para amoeba ini malah menjadi para bangs*t,” Alan


“Kasihan Rini, kehidupannya selalu menyedihkan dari kecil, udah waktu kecil disiksa Prayo, udah nikah pun disiksa Keluarga suaminya,” Sera


“Sera, sejak kapan kau berani bicara, kau itu dulu gagap dan tak berani melawan,” Ayuni


“Hm?? Sejak kapan?? Tentu saja sejak aku menjadi kaya raya, aku tak berani bicara karena takut salah bicara karena aku miskin, tapi sekarang, jiwa kalian pun bisa aku beli, semua berjalan dengan uang, itu adalah kenyataannya,” Sera


“Lalu kau mau apa sekarang?? Melapor pada adik angkatmu itu?? Dia bahkan bukan saudara kandungmu, seharusnya dia tidak bersamamu lagi, tidak, Rini pernah cerita jika Julian menyukaimu, kau pasti menjual tubuhmu pada Pria kaya itu kan hahahahaha,” Dego


“💢💢💢,” Alan kesal begitu juga Sera


“Hentikan!! Kau jangan pernah menghina Sera!!” Alan marah


“Kau marah?? Memangnya kau bisa apa?? Kalau berani sini maju,” Tantang Dego


“Bangs*t!!!” Alan benar-benar marah


Saat Alan menyerang, Dego menyemprotkan spray cabe ke mata Alan, Alan menjadi terhenti dan kesakitan, Dego pun menggunakan kesempatan itu untuk memukuli Alan,


“Anak liar yang diangkat oleh Keluarga Kaya Baru sungguh tak berguna,” Meka


“Sekarang, waktunya membalaskan dendam penghinaan yang sudah wanita gendut ini lakukan kita di masa lalu,” Ayuni


Meka dengan cepat memegangi Sera,


“Kalian, jika kalian menyentuhku, kalian kira kalian masih bisa hidup??! Anak Angkat Ayah itu akan menjadi Calon Suamiku, dia pasti akan menghabisi kalian semua,” Sera


“Hm, ck ck ck, kau bahkan datang sendiri ke kandang harimau, dan kau berani mengancam kami?? Dasar *****,” Ayuni


Ayuni dan Myani menampar Sera beberapa kali dengan keras secara bergantian, Alan mencoba menolong namun dirinya bahkan tak bisa melihat dengan benar dan hanya bisa mendengar Sera kesakitan dan menangis,


“Ibu, sisakan tempat untukku,” Dego


“Ah baiklah,” Ayuni

__ADS_1


“Berhenti!! Kumohon jangan sakiti Sera, kalian bisa memukulku sepuas kalian, jangan sakiti Sera, Sera masih punya bayi yang harus Sera rawat, jangan sakiti Sera,” Alan


“Oho, kau sudah melahirkan rupanya, baguslah, membunuh itu berdosa, jadi tidak akan ada yang mati disini, aku hanya akan melampiaskan kemarahanku selama ini dengan pukulan kok, aku juga tak akan menghancurkan wajahnya yang sekarang sudah cantik seperti Ibu dan wanita tercintaku lakukan,” Dego


“Tidak!! Jangan lakukan itu!!” Alan


Saat Dego akan memukul Sera, tangan Dego terhenti, Dego melihat siapa yang menghentikannya,


“Ka-Kau-“ Dego terkejut dan mundur beberapa langkah


“Kau berani memukul Seraku?!! Aku sudah mengampunimu dan ingin bernegosiasi baik-baik denganmu untuk mendapatkan anak kedua Kak Rini, tapi kau malah ingin menyakiti Ibu dari anakku!! Sudah bosan hidupkah??”


Sera melihat Julian, Yohan, dan Sean datang, Meka melepaskan Sera, Sera berlari ke pelukan Julian dan Julian maupun 2 yang lainnya tercengang dengan wajah Sera yang babak belur bahkan kacamatanya pecah, mereka bertiga menjadi marah,


“Sera siapa yang melakukan ini?” Julian


 Sera yang menangis menujuk Ayuni dan Myani,


“Cih, makhluk-makhluk ini bosan hidup kah?” Yohan


“Mati terlalu mudah untuk mereka yang telah menyakiti Sera,” Sean


“Sera, kamu tunggu disini, aku akan selesaikan segalanya,” Ujar Julian sambil melepas pelukan Sera


Julian, Yohan, dan Sean maju ke depan,


“Bunuh saja, kau kira Alan penting untuk kami? Membunuh Alan hanya akan menambah hukumanmu,” Julian dingin


“Cih, kalian jamgan mendekat!! Atau- Atau aku tak akan segan membunuh anak keduanya Rini, kalian tak bisa mendapatkan Juna, kalian tak akan tau keberadaannya,” Ancam Dego lagi


“Kau kira aku sebodoh itu??” Julian


Julian menyetikan jarinya, seorang Pengawal datang bersama seorang bayi kecil, Sera terkejut ternyata dirinya benar-benar mempunyai keponakan lagi,


“Aku merahasiakan ini karena Sera sedang mengandung, Sera tak boleh terlalu stress, sekarang, Sera sendiri yang memulai, maka aku yang akan mengakhiri,” Julian


Saat Julian akan menyerang, Dego kembali menyemprotkan cairan cabe, namun Julian dengan cepat menutup mata dan tetap menyerang Dego, Dego tersungkur dengan botol spray terjatuh, Julian membuka matanya,


“Kau salah pilih lawan Dego, aku pernah di latih bertarung melawan hewan buas sekalipun dengan mata tertutup dan aku tak pernah kalah, mainanmu itu tidak berpengaruh apapun padaku,” Julian


Para bawahan Julian pun menyerang keempat orang itu, setelah dilumpuhkan dan Sera serta Alan sudah di beri pertolongan pertama,


“Sera, mereka sudah menyakitimu, kamu mau memberi hukuman apa pada mereka??” Julian


“Aku mau wanita tua itu dan pelakor itu saling menampar hingga babak belur, dan untuk 2 pria bajingan ini di kebiri bisa kan, setelah itu buang mereka ke jalanan, mereka telah mengkhianati Rini dan merusak wajahku, hukuman itu jauh lebih ringan kan,” Sera


“Tentu saja sayangku, semua sesuai keinginanmu sayangku,” Julian

__ADS_1


Julian pun memberi perintah, dan diam-diam, Sera tersenyum puas.


.


.


.


Malam harinya, saat sampai dirumah, mereka langsung disambut oleh Rini, Pengawal yang menggendong Juna(Bayi Kedua Rini, usia 1 tahun) pun memberikan ke Rini, Rini memeluk bayinya dengan sayang,


“Anakku, Anakku sayang, akhirnya Ibu mendapat kamu sayang,” Rini menangis


“Sera, wajahmu kenapa??” Suta


“Perbuatan Keluarga Mantan Suaminya Rini, tapi kata Dokter beberapa hari akan hilang,” Sera


“Kak Rini, ini semua surat tanah dan kepemilikan rumah dan villa, aku sudah membaginya untuk Agus dan Juna, Kak Rini yang akan menjadi walinya sebelum mereka dewasa. Dan juga, ini surat cerai, jika Kakak tanda tangan, Kakak dan Dego akan resmi bercerai,” Julian


Rini terdiam melihat surat cerai itu,


“Kenapa?? Masih ragu untuk berpisah dari suami dan Mertua yang sudah merebut anakmu?? Apa perlu aku membalikkan Juna sekaligus Agus pada mereka, boleh juga itu,” Sera


“Tidak, aku tidak mau kehilangan anak-anakku, harta boleh diambil, tapi mereka, tidak, aku tidak mau,” Rini


“Kalau gitu cepat tanda tangan. Kau itu memang benar-benar, dulu Ayah kan sudah melarangmu menikahi Dego, tapi kau masih aja menikah dengannya setelah hamil duluan, anak yang gak mau dengar perkataan orang tuanya itu lebih sesat daripada orang pesugihan tau, kau itu selalu menganggap semua keputusanmu benar tanpa mendengar pendapat lain, kau selalu marah jika ada yang menasehatimu, kau itu 11-12 sama Si Bangs*t Anak Kesayangan Ayah itu,” Sera


“Sera, sudah, jangan marah-marah, pikiranmu juga bisa mempengaruhi asimu, sebaiknya kamu susuin Serena, mungkin saja stok asinya sudah habis,” Julian


Sera pergi,


“Sudah cukup, Kakak, aku akan memesan ranjang bayi besok pagi, untuk sekarang, Kakak bisa menggunakan perlengkapan Bayinya Sera dulu,” Julian


“Julian, Kakak besok akan membelinya sendiri, Kakak masih punya cukup uang sebelum Kakak mulai mengurus villa lagi, Kakak akan menyiapkan sendiri. Kamu pasti juga lelah Julian, bolak-balik Denpasar ke rumah setiap hari, kamu juga harus mengurus masalah rumah, ditambah dengan Sera, kamu harus banyak istirahat juga Julian,” Rini


“Kak Rini jangan khawatir, menjatuhkanku tidak semudah itu, aku baik-baik saja, aku akan menyiapkan susu Ibu menyusui sekarang. Ayah, Kak Rini dan yang lain istirahat saja,” Julian


Julian pergi.


.


Saat susu sudah selesai, Julian membawakan susu itu ke kamar Sera, Julian melihat jika Sera dan bayinya sudah tidur bersama di ranjang, Julian tersenyum lembut,


“Sera-Sera, kamu dan bayimu benar-benar kloning yang sempurna,” Julian


Julian menaruh susu di meja, Julian memindahkan bayinya Sera dengan hati-hati, Julian menyelimuti bayi Sera dengan lembut, Julian menyalakan penghangat dan penjernih udara, Julian menyelimuti Sera,


“Selamat tidur sayang, mimpi indah,” Julian lembut

__ADS_1


Julian mengecup kening Sera lalu pergi dari kamar Sera.


__ADS_2