
Kebesokan hari, Sera terbangun dan melihat jika dirinya lah yang di ranjang sedangkan Julian tidur terduduk di sampingnya seakan Sera yang pasien dan Julian yang menemani.
"Hei," Sera
Julian terbangun dan melihat Sera sudah bangun,
"Sera, kamu sudah bangun, hoammmm aku masih mengantuk," Julian
Sera bangkit dari ranjang,
"Tidur di kasur," Sera
"Eh? Tapi aku ingin kamu tidur disana," Julian
"Kau mau menurut atau ngak???" Sera
"Ahh baik-baik," Julian
Julian tiduran di ranjang, Sera menyelimutinya,
"Aku akan pulang secepatnya setelah demamku sembuh, kamu jangan khawatir," Julian
"Kau tertusuk dan kau bilang aku gak perlu khawatir??? Are you crazy??" Sera
"Hm, aku sudah terbiasa dengan hal kayak gini, tapi sudah hampir 3 tahun tidak merasakannya, aku terkejut sendiri," Julian
"Sudah terbiasa?? Apa maksudmu??" Sera
Julian tersadar karena rahasia masa lalunya tak sengaja terbongkar,
"Tidak, tidak ada apa," Julian gugup
"Kau kira aku bisa ditipu, katakan yang sebenarnya," Sera
Julian terdiam sebentar,
"Hm baiklah, akan kukatakan. Banyak orang yang mengira karena aku adalah anak angkat Keluarga Ginanjar yang sultan, aku mendapatkan kemewahan, tapi tidak, dari umurku 12 tahun sampai 15 tahun, 65% waktuku, aku gunakan dengan latihan militer bersama Kakek angkat, aku, Dion, Vino, dan Reina, kami di latih dengan keras, ditambah hanya aku yang dilatih paling keras. Luka seperti ini tidak ada artinya bagiku. Pada saat itu, aku selalu berpindah smp karena harus mengikuti latihan diberbagai negara, negara bersalju, gurun pasir, bahkan yang suka hujan terus, Guru SMAku sampai bingung karena rapotku ada banyak dan dari berbagai negara," Julian
Julian menatap Sera yang menjadi sedih,
"Yaaa tapi itu hanya 3 tahun karena Kakek meninggal tiba-tiba dan aku kembali ke orangtua angkatku, dan sisanya aku bersekolah di sekolah elite, hangout, clubbing, menjadi dj, berpacaran walau hanya 2 tahun, dan juga aku mulai mencarimu dan Ayah," Julian.
.
.
.
Flashback On...
Julian yang baru 6 tahun merasa sedih karena dirinya di tinggal sendirian di Keluarga Ginanjar, selama beberapa hari Julian kecil mengunci diri dikamarnya dan merenung dalam kegelapan disana.
Namun Hans masuk ke kamar Julian dan menyalakan lampu dan juga membuka korden dan jendela,
“Julian, kenapa kamu malah seperti ini?? Keluarga Kandungmu pasti juga sedih meninggalkan anak bungsunya di rumah orang asing,” Hans
“Lalu kenapa hanya aku yang ditinggal Paman?? Kembaranku juga dibawa oleh Keluargaku, kenapa Ayah membawa Kakak Kembar dan aku tidak??! Julian
“Aihhh kamu ini masih bocah Julian, saat kamu sudah besar, kamu akan tau apa alasannya, yang pasti kamu dititip di Keluarga Paman ada alasan penting. Kamu mau tau, Ayahmu sambil menangis menitipkan kamu pada Paman, Ayahmu meminta agar Paman mengangkat kamu menjadi anak Paman, kebetulan kan Paman juga belum punya anak, dan untuk Kakak Kembarmu, kamu tau sendiri Kakak Kembarmu perempuan, Ayahmu sekarang hanya bisa mengurus anak perempuan, kamu kan laki-laki, jadi kamu harus berusaha kuat untuk melindungi Kakak Kembarmu juga,” Hans
“Ayah menangis?? Aku- Aku ngak mau Ayah menangis, Kakak Kembar juga gak boleh menangis, aku- aku akan menjadi pria yang kuat saat dewasa nanti, aku akan membuat Ayah tidak menangis lagi dan aku bisa kembali ke Keluarga Kandungku,” Julian
“Nah itu baru Julian, Kakak Kembarmu pasti bangga punya adik seperti dirimu,” Hans
“Aku akan belajar yang rajin dan bersekolah yang lain. Aku akan bersekolah di Sekolah terbaik kan, Papa?” Julian
“!!!” Hans terkejut karena Julian memanggilnya Papa untuk pertama kalinya
“Papa??? Ah- Apa aku harus tetap memanggilmu dengan Paman?? Karena kata Papa, aku sudah diangkat menjadi anak sementara Papa,” Julian
Hans tersenyum, “Tentu saja, sekarang aku adalah Papamu dan Bibi Dyana adalah Bundamu, kami adalah orang tuamu Julian, kami pasti akan melindungi dan menjagamu dengan baik, kamu juga akan bersekolah ditempat paling elit. Saat kamu sudah dewasa nanti, kamu bisa menunjukkan kepada semua orang, bagaimana hebatnya seorang Julian yang mencari Keluarga Kandungnya,” Hans
Julian mengangguk semangat.
__ADS_1
.
6 tahun berlalu, Julian tumbuh menjadi remaja kecil yang tampan dan ber multitalenta, dunia model maya maupun dunia pendidikan Julian sudah kuasai sesuai keinginannya tanpa dipaksa maupun backing, walau sibuk menjadi model majalah anak-anak dan beberapa fashion show, Julian tetap maju dalam pendidikan sekolah dengan bukti piala dan medali yang ia dapatkan atas prestasinya, bahkan Julian yang masih umur 12 tahun sudah mempunyai penghasilan dan tabungan ratusan juta rupiah di rekening atm biasanya.
Saat pelajaran dasar Julian selesai, Julian yang hanya ditemani oleh 4 orang temannya(Sean, Dion, Vino, dan Reina), Ayah dari Hans yang bernama Jihant tiba-tiba saja datang dari Amerika.
“APA???” Hans dan Dyana
“Ayah, Ayah sudah tak waras, Julian masih kecil, Julian belum pantas mendapat latihan militer,” Dyana
“Dyana, sejak kapan kau punya keberanian menentang Ayah Mertuamu,” Jihant
Dyana menunduk,
“Julian, kamu sudah makan, tidur, dan bersekolah dengan gratis, sekarang waktunya kamu membayar atas semua itu dengan mengikuti Kakek latihan militer, lagipula latihan ini bisa membuatmu kuat secara mental dan fisik, kamu kalau lulus pelatihan ini, kamu bisa melindungi semua yang kamu mau lindungi,” Jihant
“Melindungi yang ingin aku lindungi?? Kakak Kembar, aku ingin melindungi Kakak kembar,” Bathin Julian
Julian berdiri,
“Baik Kakek, aku akan ikuti kemauan Kakek, tapi aku punya syarat, aku ingin tetap bersekolah smp dengan normal, jadi pastikan latihan itu tidak mengganggu jam sekolahku, aku tidak mau private class,” Julian
“Baiklah, asalkan kamu bisa gerak cepat, Kakek akan mengatur Jadwalmu,” Jihant
“Baik Kakek, terima kasih,” Julian
“Tunggu,”
Semua orang menatap seorang anak yang sama tampannya dengan Julian,
“Sean,” Julian
“Kakek, aku tidak tau apapun soal latihan itu, tapi aku adalah sahabat Lian, kemanapun Julian pergi, aku harus ikut,” Sean
Ketiga temannya saling menatap,
“Ya, kami juga mau ikut,” Ketiga yang lain
“Aku tau aku pasti akan dimarahi oleh orang rumahku, tapi Julian adalah sahabatku,” Dion
“Aku- Aku ngak tau akan berguna atau gak, Para Kakak juga pasti ngomel, tapi aku akan ikut juga, aku gak mau kesepian lagi,” Vino
“Kalian, Kalian tidak perlu ikut, aku akan mencari kalian jika aku sudah kembali,” Julian
Vino menggeleng, “Tidak, kau pasti berbohong, kau bahkan tidak bisa menemukan Kakak Kembarmu selama ini, jika terjadi apa-apa, kita pasti akan terpisah dan tak bisa bertemu lagi,” Vino
“Baiklah-baiklah, kalian semua boleh ikut, setelah mendapat ijin dari Keluarga kalian, bagaimanapun Keluarga kalian berhak atas kehidupan kalian juga,” Jihant
Mereka bersorak, “Baik, Terima kasih Kakek,” Sean, Vino, Dion, dan Reina.
.
.
.
Setelah memohon-mohon sedemikian rupa, Julian dan teman-temannya pun pergi mengikuti Jihant ke Amerika Serikat untuk memulai pelatihan mereka, sampai di Amerika tepatnya di daerah militer khusus, Julian bertemu dengan Alvaro remaja dan Gin kecil dengan kipas ditangannya,
“Kalian sampai juga,” Alvaro
“Eh?? Kak Alva, ada disini juga,” Reina melihat Alvaro
Julian mendekat ke Gin, Julian menjulurkan tangannya,
“Hai, namaku Julian,” Julian
Gin menatap malas uluran tangan Julian,
“Kita tak perlu saling mengenal, lagipula aku sudah akan ditahap terakhir, aku tak akan lama lagi akan pergi, kalian harus tetap hidup jika ingin tau namaku,” Gin
Gin pergi dengan mengibaskan kipasnya,
“Cih, sombongnya dia,” Geram Sean
__ADS_1
“Sean, sudahlah, kita masih belum tau apa aja yang akan terjadi, kita tak boleh mempunyai musuh dihari pertama,” Julian
“Julian, kau masih kecil tapi cukup pengertian, yang tadi adalah Gin, dia penembak menggunakan kipas, kalian harus hati-hati dengan kipasnya itu,” Alvaro
“Kak Alva, Kakak jadi tambah tinggi dan tambah tampan,” Reina
“Pfft, tentu saja, aku sudah berusia 18 tahun, dan bentar lagi aku bisa kembali ke rumah utama,” Alvaro
“Hei sudahlah, waktunya memulai pelatihan, semakin cepat kalian memulai maka semakin cepat kalian akan pergi dari sini,” Jihant
“Baik!!” Serentak semua.
.
.
.
Pelatihan berat pun dimulai, Julian dan kawanannya harus bangun pagi-pagi sekali dan berbagi makanan yang sedikit, Julian yang menjadi pusat utama pelatihan pun mendapat bagian pelatihan yang lebih keras dan berat ketimbang teman-temannya yang lain.
Jika Julian salah, bawahan Jihant tak segan memukul serta mencambuk Julian, namun Julian berusaha tak menangis dan menekan semua rasa sakit untuk menjadi kekuatannya.
1 Tahun berlalu, Julian sudah seperti monster kecil yang tak kenal rasa lelah, Julian tetap berlatih bermacam-macam beladiri saat yang lain istirahat, Julian juga belajar seperti anak SMP biasa dengan tambahan materi khusus dari Jihant yang tak diajarkan di sekolah yang mana membuat Julian tidak sombong walau mempunyai kemampuan diatas rata-rata, Julian bahkan berpihak pada Pemerintahan bersih.
Dan tahun kedua, Julian yang baru berumur 14 tahun mengalami banyak pertempuran dan pertandingan yang tak seharusnya dijalani oleh anak seusianya, luka-luka banyak berada ditubuh kecilnya.
Suatu hari, Julian mencari Jihant Sang Kakek dengan badan berlumuran darah serta pistol dikedua tangannya, sampai di ruangan Jihant,
“Kakek, aku ingin kakek menjawab satu pertanyaanku, kenapa aku dilatih sekeras ini?? Kurasa karate sudah cukup untuk melindungi Keluargaku,” Julian
“Oh ya? Jika kau dilawan dengan racun atau acaman bom, apa yang akan lakukan?? Apakah karate bisa mematikan bom?? Apakah karate bisa mengetahui makananmu beracun atau tidak??” Jihant
Julian terdiam,
“Julian, Kakek tidak berharap banyak, Keluarga Ginanjar adalah Keluarga yang memiliki banyak musuh, Keluarga Kandungmu akan hancur juga karena banyaknya lawan, kau yakin bisa melindungi Keluargamu??” Jihant
Julian lagi-lagi terdiam,
“Jika kamu lulus di peringkat 1 melawan Gin dan Alvaro, Kakek akan memberitahukan dimana Keluargamu yang lagi satu,” Jihant
Julian mendongak, “Sungguh??” Julian
“Iya, tapi kalau kamu kalah, itu berarti kamu sama sekali tidak berguna untuk Keluarga Ginanjar maupun Keluarga Ayahmu,” Jihant
“Baik Kakek, aku akan menang kali ini, Kakek tunggu saja,” Julian
Saat Julian akan pergi,
“Ingatlah satu hal ini Julian, jika kamu ingin menang maka ingatlah Keluargamu, orang lain hanya memiliki 1 Keluarga, tapi kamu memiliki 2 Keluarga, jika 1 Keluarga bisa memberi Kekuatan yang besar maka seharusnya kamu bisa mendapat kekuatan yang jauh lebih besar. Ingatlah pesan Kakek, kamu akan menghadapi masalah dalam ataupun luar Keluarga, tapi ingatlah, berusahalah kuat untuk kedamaian Keluargamu,” Jihant
“Baik, aku mengerti Kakek- Tidak, maksudku, Komandan,” Julian
Julian pergi.
“Julian kamu harus bisa melindungi Keluargamu, kamu harus menjadi yang terkuat, Kakek tidak bisa menahan segalanya lebih lama lagi,” Bathin Jihant.
.
.
.
Waktu berlalu dengan cepat, dan tak terasa sudah 3 tahun Julian berlatih, Julian juga bertemu dengan pacar pertamanya dan jatuh cinta, disaat bersamaan Sean juga jatuh cinta pada gadis yang sama, Julian sempat ingin mundur, namun Sean menolak dan mundur saat mengetahui jika Julian juga menyukai gadis yang sama dengannya.
Dan Pertandingan akhir pun dimulai, pertandingan yang sungguh kejam dan tipu muslihat licik diperbolehkan, teman-teman Julian sudah kalah, namun Julian bjsa menghadapi semua tanpa terluka, dalam pikiran Julian, jika Julian menang maka dirinya akan bertemu Keluarga kandungnya.
Namun hal itu hanya ada didalam pikiran Julian, saat pertandingan selesai dan Julian menang, dalam perjalanan menuju ke tempat Sang Kakek, Julian dan teman-temannya melihat ada kecelakaan, mereka turun dan terkejut melihat Jihant Sang Kakek dan Orang Tua serta Kedua Adik dan Kakak Alvaro telah tiada dengan tubuh terpotong, Julian melihat Alvaro yang nampak dingin,
“Alvaro,” Julian lirih
Alvaro tak bergeming, wajah dingin Alvaro yang tak berubah sejak saat kecelakaan itu membuat Julian juga tak percaya akan kecelakaan itu,
“Kakek tiada, bagaimana aku bisa kembali ke orang tuaku?? Aku tak bisa menyakiti Papa dan Bunda jika aku mengatakan ingin kembali ke Keluarga Kandungku, aku harus apa??” Bathin Julian.
__ADS_1
Sejak saat kecelakaan itu, Julian dijemput oleh Kedua Orang Tua dan Kedua Adiknya, Julian bahkan melamar gadis yang ia sukai walau 2 tahun kemudian, Julian mengetahui jika Orang Tua gadis itu korupsi dan pemakai narkoba sekaligus salah satu kaki tangan Organisasi yang membunuh Jihant, orang tua gadis itu dikenai hukuman mati, sedangkan Julian tak pernah melihat gadis yang ia memang sukai dari SD sampai saat SMA, hal itu juga yang membuat api kebencian melanda Sean kepada Julian, Sean memutuskan persahabatan mereka, dan mulai bermacam cara agar Julian jatuh tanpa sisa.
Flashback End.