Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
86. Bertemu Setelah 3 Tahun (Season 2)


__ADS_3

3 Tahun Kemudian...


Di sebuah pesta besar yang dihadiri orang-orang penting, seorang wanita yang sintal dominan gemuk bersama dengan 2 Pria sedang menghadiri pesta itu bersama seorang wanita lain yang sedang hamil besar serta beberapa balita.


Wanita melihat sekitaran dengan canggung,


“Hei, kamu nampak canggung, kenapa?? Kamu lagi tegang ya, Sera??”


Wanita yang adalah Sera itu sedikit meringis,


“Huh, sejak kau dan Rini nikah, kau selalu mengajak kami ke pesta seperti ini, dasar kau Ezhar,” Sera


“Hei, sopanlah sedikit, panggil aku Kakak Ipar, bagaimanapun aku sudah menikahi Kakakmu,” Ezhar


“Aku bahkan memanggil Rini dengan namanya dan dia gak sewot, kenapa kau yang sewot, Ez,” Sera


“Hentikan pertengkaran kalian, sebelum banyak yang melihat,” Rini


“Pfft hahaha, kalian ini memang suka sekali bertengkar. Daripada bertengkar, lebih baik. Sera, awasi Serena juga, aku sudah cukup repot dengan Agus dan Juna, Kak Rini sedang hamil besar, gak mungkin nambah beban lagi kan,” Alan


“Hm, Sera juga lagi ada 2 beban, jadi aku yang akan mengurus Serena. Serena sayang, ayo sama Paman main,” Ezhar


Serena duduk di pangkuan Ezhar,


“Untung sebelumnya aku sudah memompa susu untuk Kenzie dan Serlian, atau gak, pasti bakal tambah ribet,” Sera


“Kau membawa satu tas besar, hanya isi susu aja,” Alan


“Om Ezhar, aku mau ambil jajanan boleh??” Serena


“Tentu saja. Agus, temani adikmu ya, jangan sampai tersesat dan mengganggu orang ya,” Ezhar


“Baik Ayah,” Agus


Agus dan Serena pun pergi,


“Anak-anak tumbuh dengan sangat cepat,” Rini


“Aku hanya berharap kamu segera melahirkan Rini, aku menantikan calon adiknya Agus dan Juna,” Ezhar


“Hei, hei, dilarang bucin bucinan di depan orang jomblo,” Sera menengahi


“Dasar 2 bucin akut,” Ejek Alan.


.


.


.


Di tempat mengambil makanan, Agus membawa 2 piring,


“Serena, kamu mau makan apa??” Agus


“Aku mau kue coklat itu dan croissant itu juga 2,” Serena


“Serena, jangan banyak makan, nanti Ibumu marah lagi,” Agus


Serena memayunkan bibirnya sedih,


“Aihh, baiklah, tapi 1-1 aja oke??” Agus


“Oke!!” Serena semangat


Saat Agus sedang mengambilkan makanan, tiba-tiba orang yang didepannya berhenti mendadak dan membuat Agus tak sengaja menjatuhkan semua kuenya, namun masalahnya adalah kue yang dijatuhkan Agus tak sengaja mengotori dress wanita di depannya.

__ADS_1


Wanita yang menyadari dressnya telah di kotori oleh anak-anak pun berbalik untuk memarahi anak-anak itu,


“Kalian berdua, apa yang kalian lakukan dengan dress mahalku!? Tidak taukah kalian, dressku ini unlimited, dan sekarang kalian mengotorinya,” Wanita


“Maafkan Bibi, aku tak sengaja, Bibi tiba-tiba berhenti dan membuatku terseliput,” Agus


“Oho, sekarang kau malah menyalahkan aku!! Dasar anak kurang ajar!!!” Wanita itu marah


Byurrrr....


“Kyaaa!!!”


Saat Wanita itu akan memukul Agus, Serena sudah keburu menyiram wanita itu dengan minuman sirup,


“Dasar anak kurang ajar!!! Kau berani menyiramkan sirup padaku!!? Kai sudah bosan hidup kah!!?” Wanita itu bertambah marah


“Hei Nenek Tua, kau sudah tua kenapa masih pakai dress, kau ngak tau malu kah Nenek Tua, maza dada aja dibesarin, otaknya kagak,” Serena


“Dasar kau-!!”


Wanita itu melihat seorang pria yang ia kenal, wanita itu menjatuhkan diri dan menangis,


“????” Agus dan Serena bingung


Saat Pria itu datang karena mendengar keributan, Pria itu mendekat ke wanita itu,


“Hiks hiks, anak-anak, kenapa kalian begitu jahat, apa salahku sampai kalian membullyku seperti ini hiks,”


Saat Pria itu sudah didekat pembuat keributan,


“Apa yang terjadi di sini, Gladis??”


“Julian,” Wanita yang adalah Gladis itu


“Paman Julian??” Agus membeo


“Paman, lama gak bertemu, Paman apa kabar??” Agus


“Ya. Sekarang, aku hanya ingin tau, kenapa kalian membully Tunanganku?? Kalian seharusnya pernah melihat Gladis,” Julian


“Kami gak tau jika dia Tunangan Paman, waktu dulu kan aku masih SD kecil dan Serena masih bayi, jadi kami gak mengenali Bibi ini,” Agus


“Aku tentu saja tidak akan mengenal Penyihir Jahat itu,” Serena galak


Julian menatap Serena, “Serena udah besar, bahkan udah bisa bicara, waktu berlalu begitu cepat,” Bathin Julian


“Paman, karena kita saling mengenal, tolong kita selesaikan, Sera sedang menyusui Adik Kenzie dan Serlian, jika Sera stress, kata Ayah, Kenzie sama Serlian bisa saja tak dapat susu,” Agus


“?!” Julian tersentak dan begitupun dengan Gladis yang tau akan kehamilan Sera 3 Tahun lalu


“Agus, apa yang kamu-“ Julian


“Julian, aku merasa sangat lengket karena sirup, ayo kita pulang,” Bujuk Gladis


“Tunggu sebentar, aku masih harus menanyakan sesuatu-“ Julian


“Julian, kumohonlah,” Gladis


“Ah baiklah, ayo pulang,” Julian


Julian dan Gladis pun pergi.


.


.

__ADS_1


.


Jam 21.00 Waktu Korea Selatan, tepatnya di sebuah villa, Keluarga Sera baru aja sampai, mereka disambut oleh Suta yang tak ikut ke Pesta,


“Ayah, Ayah kenapa belum tidur??” Ezhar


“Ayah sedang menunggu kalian, terutama para cucu Ayah ini,” Suta


Agus, Serena, dan Juna berhamburan memeluk Sang Kakek,


“Ayah, aku akan ke kamarku, aku harus menidurkan Serlian dan Kenzie,” Sera


“Ya baiklah, kamu pasti sangat lelah juga,” Suta


Sera pergi dengan mendorong kereta bayinya,


“Kakek, Kakek tau, tadi aku dan Adik Eren bertemu dengan Paman Julian,” Agus


“APA??” Ezhar, Suta maupun Rini tersentak


Ezhar berjongkok sedikit dihadapan Agus,


“Agus, kapan kamu bertemu Paman Julian??” Ezhar


“Tadi saat mengambil makanan untuk aku dan adik makan, aku tak sengaja terdorong dan mengenai baju Tante yang waktu itu bersama adik Eknath,” Agus


“Itu Gladis,” Bathin Ezhar


“Agus, kenapa kamu tak bilang sama Mama??” Rini


“Kan ada Sera, kata Mama kalau dihadapan Sera gak boleh bahas Paman Julian,” Agus


“Ah kamu benar,” Rini


Ezhar mengelus rambut Agus,


“Anak pintar, nanti Ayah belikan robot-robotan untukmu ya,” Ezhar


Ezhar berdiri dan mendekat ke Suta,


“Ayah, aku akan pergi dulu sekarang, aku titip Rini dan anak-anak ya,” Ezhar


“Tenang saja, ada Alan juga kan disini,” Suta mengerti


Saat Ezhar melewati Rini,


“Ez, kamu mau kemana??” Rini


“Menemui Anak Angkat Ayah, dia telah menghilang selama 3 tahun tanpa bertanggung jawab atas Serlian dan Kenzie, aku benar-benar harus menghajar orang itu,” Ezhar


Ezhar pergi.


.


Di mobil Ezhar, Ezhar terkejut melihat Alan disana,


“Oi Alan, kau masih di mobil rupanya, turun sana, aku akan pergi,” Ezhar


“Aku ikut, aku tau kau akan menghajar Si Julian itu, aku akan membantumu,” Alan


“Haaaa kau itu, kau kira mengalahkan Julian dalam bela diri itu mudah?? Jika bukan karena mengingat kau adiknya Sera, kau pasti sudah mati duluan karena sikapmu selama dia ada,” Ezhar


“Aku tak peduli, tidak ada yang perlu ditakutkan dari seorang Brengsek yang tak bertanggung jawab pada anak-anaknya,” Alan


“Wahhh, omonganmu itu benar-benar benar ya. Tapi kau harus tetap dirumah, jaga Ayah dan Keluargaku, Sera juga, jika Serena bicara macam-macam kan bahaya,” Ezhar

__ADS_1


Alan menghela nafas, “Baik-baik, aku turun,” Alan


Alan turun dari mobil Ezhar lalu pergi, Ezhar pun menyalakan mobilnya dan pergi.


__ADS_2