Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
63. Playzone (Season 2)


__ADS_3

Flashback On...


6 tahun lalu, saat Julian dan Sera masih belum kuliah, Julian mengajak Sera, Dinara, Devina, Agus, Pipit dan Rini untuk bermain bersama di playzone, Julian yang menggendong Devina pun hanya bisa mengikuti kemana maunya anak-anak bermain.


Setelah membeli banyak koin untuk bermain, Sera membagi dengan sama rata ke para bocil walau Sera yang mendapat paling banyak(Sera adalah diktator di kalangan Keponakannya), sementara Rini mengawasi anak-anak bermain mandi bola, Julian dan Sera bersama Devina pergi untuk melihat permainan,


“Adik, kita main capit boneka yuk,” Sera


“Baiklah,” Julian


Mereka pun ke sana, Sera pun mencoba, namun terus gagal, dan setelah sekian banyak mencoba, Sera berhasil mendapatkan sebuah boneka berbentuk kepala katak berwarna hijau-oren,


“Wahhhh pertama kali dapat boneka dari Permainan Capit Boneka, tapi kenapa boneka katak, aku gak suka katak,” Bathin Sera


Sera melihat Julian yang sedang menatapnya juga,


“Adik, ini untukmu, aku pertama kali menang Permainan ini, jadi ini untukmu,” Sera


Julian berbinar, “Benarkah?? Sungguh ini untukku??” Julian


“Iya, kau gak mau nih??” Sera


“Tentu saja aku mau,” Ujar Julian sambil mengambil boneka itu


“Hmm sekarang aku lapar, ayo pesan makanan,” Sera


“Iya, ayo,” Julian


Julian menggandeng tangan Sera setelah memasukan boneka itu ke dalam tasnya(Julian membawa tas karena harus ada persiapan untuk para bayi).


Mereka berjalan berdua menuju ke restoran yang ada didalam Playzone, namun orang-orang melihat mereka seperti pasangan suami-istri yang hidup bahagia dengan anak perempuan mereka.


Saat semua anggota bermain berkumpul, mereka memesan makanan, dan makan bersama,


“Julian, habis ini kita kemana?? Sangat susah membawa anak-anak berlibur ke Kota seperti ini, mereka gak boleh melewatkan kesempatan untuk have fun,” Rini


“Dinara mau ke pantai,” Sorak Dinara


“Agus juga mau,” Agus


Para bocil itupun berisik,


“Ck ck ck, pantai aja yang kalian, gak bosan pantai terus, kalian harusnya perginya tuh ke kebun binatang kek belajar tentang hewan, ke museum kek, ini ke pantai terus, mau jadi pengikutnya Ratu Pantai Selatan huh, kapan kalian mau pinter,” Sera

__ADS_1


“Sera, mereka kan masih kecil, ngak akan ngerti juga walau diajak ke museum atau semacamnya,” Rini


“Sampai kapan mereka akan terus kecil?? Terutama Pipit yang harus belajar mandiri, udah gak ada yang dijadikan sandaran jika dia ingin bersandar,” Sera


“Sera, jangan gitu, kasihan Pipit,” Rini


“Sudah-sudah, kenapa kalian bertengkar, ini sudah sore, kita hanya akan belanja baju atau semacamnya di mall ini, kalau kita ke pantai, resiko anak hilang akan tinggi, kalau ke museum atau ke zoo, pasti ramai dan bisa jadi para bayi tersesat kalau kita meleng aja sedikit. Jadi kita tetap di mall dan hanya jajan, oke??” Julian menengahi


“Hm itu lebih bagus, aku juga gak mau pulang terlalu malam, biar gak liar kayak Kakak Keduamu itu,” Sera


“💢💢💢,” Rini kesal


“Sera, jangan mulai pertengkaran, habiskan makananmu,” Julian


Julian melihat makanan Sera sudah habis


“Aku akan memesan lagi untukmu, kamu mau makan apalagi Sera??” Julian


“Aku mau nyoba steak dan salad disini, ah sama jasuke*, pedes 1 dan manis 1,” Sera


*JaSuKe : Jagung Susu Keju


“Baiklah, aku akan pesan. Kak Rini dan yang lain ada yang mau pesan tambahan??” Julian


“Kami mau jasuke juga,” Agus


“Aku akan ikut bersamamu,” Sera


Julian dan Sera pun pergi, saat masih menunggu pesanan,


“Tumben ikut Sera, biasanya kagak mau jalan setelah makan,” Julian


“Tentu saja, atau gak Si Rini itu akan mengomel panjang kali lebar bermassa matahari tau,” Sera


Julian tertawa kecil, “Lagian kamu suka sekali mengganggu para bocil,” Julian


“Aku nggak mengganggu, aku hanya ingin mereka tidak menjadi diriku, aku kan manja, sering bergantung pada orang lain, gak pinter, gak bisa naik motor pula, karena itu aku ingin semua keponakanku bisa mandiri sejak kecil, aku bukannya merengut masa kecil mereka yang untuk bermain, tapi gak ada yang tau Negara ini akan berkembang atau maju, atau malahan mundur dan menghilang, mereka harus siap untuk masa depan, aku gak mau mereka kalah dari robot ataupun dikucilkan dimasa depan seperti diriku,” Sera


Julian sekarang mengerti kenapa Sera sangat keras dalam mendidik Para Keponakan, Sera menatap Julian,


“Jika kau punya anak dimasa depan, mungkin aku tidak mendidiknya, karena kau juga akan lulus dengan gelar PGSD, dan juga diantara saudara yang lain, hanya kau yang berbeda, aku yakin kau bisa mendidik anakmu sendiri dengan benar dan menjadikannya manusia sungguhan,” Sera


“Sera, kamu sangat mirip seperti Kakek Jihant, Kakek angkatku juga sepertimu, orangnya benar-benar keras, jika sudah mode kejam maka apapun tak bisa menyentuh hatinya, apalagi sejak Nenek angkat meninggal, katanya kekejaman Kakek berlipat 10 kali lipat, aku bersyukur bisa lolos Ujian di Latihan Militerku,” Julian

__ADS_1


“Aku berharap dimasa depan, aku bisa menjadi Ibu yang baik, kau tau marah-marah ke bocil kayak tadi juga membuatku sakit hati, aku sayang banget sama mereka, tapi aku juga gak mau dalam pikiran mereka hanya ada liburan ke pantai,” Sera


“Aku akan menantikan saat kamu mempunyai anak sendiri Sera, kamu pasti akan menjadi Ibu Terbaik,” Julian


Mereka pun kembali ke meja dengan beberapa yang dibawa pulang setelah membayar semua pesanan.


Flashback End.


.


Back To Story...


Jam 5 pagi tepat, Julian terbangun, Julian mematikan alarm dan mencabut charger gawainya, Julian lalu bersiap untuk jogging seperti biasa, selesai jogging, Julian mandi, selesai mandi, Julian melihat Yohan masih nyenyak tidur, Julian tak peduli lalu pergi melihat Sera.


Karena jam sudah 06.30 wita, Julian membuka korden dan jendela untuk pergantian udara, Julian juga menghidupkan robot pembersih, Julian melihat Sera yang tidur nyenyak, Julian pun keluar.


Di lantai bawah, Julian melihat Bi Tuti dan Bi Ina sudah selesai masak,


“Bi, ada sarapan apa untuk pagi ini??” Julian


“Kemarin Tuan Muda Alan  meminta dibuatkan kuah ikan, sop ayam, sambel tomat, dan tempe krispi, untuk makanan Nona Sera, kami juga sudah menyiapkan khusus yang baik untuk kandungan,” Bi Tuti


“Kami juga sudah menyiapkan banyak buah-buahan yang beragam jikalau Nona Sera mengidam,” Bi Ina


“Mbak Andin dan Mbak Cici sedang memandikan para Nona dan Tuan kecil,” Bi Tuti


“Tuan Nano dan Nona Citra telah berangkat kerja juga, sedangkan Nona Anggi masih bersiap pergi bekerja,” Bi Ina


“Lalu Ayahku??” Julian


“Tuan Besar sedang membuat segehan di bale di luar Tuan,” Bi Ina


“Oh baiklah, kerja kalian tetap bagus seperti biasa, kalian harus menjaga Sera dengan baik, jika kalian menjaga Sera dengan baik, aku akan menaikan gajih kalian,” Julian


“Baik Tuan Muda, terima kasih,” Kedua Pembantu


Julian berjalan ke luar dan melihat Suta sedang duduk di bale bengong seperti biasanya, Julian mendekat ke Suta,


“Ayah, Ayah sudah sarapan??” Julian


“Nanti, Ayah mau selesaikan ini dulu,” Suta


“Baiklah, aku akan ke kantor nanti jam 9, Ayah jangan lupa makan obat Ayah ya, aku akan mengurus Sera sekarang. Dan juga, aku sudah menyuruh orang-orang di Sawah untuk membawa bebek-bebek Ayah ke sana setelah panen nanti,” Julian

__ADS_1


“Iya, baiklah,” Suta


Julian pergi, di dalam, Julian mengambil sarapan Sera dan membawakan susu hamil Sera.


__ADS_2