Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
53. Adik Baru


__ADS_3

Saat makan malam, Sera ikut bergabung karena ajakan Julian, saat baru duduk, Sera melihat tatapan tidak suka dari Keluarga Ginanjar yang tersisa,


"Sera, kamu mau makan apa hm?? Aku udah meminta koki memasak masakan kesukaanmu," Julian


"Aku bisa ambil sendiri," Sera ketus


Sera pun mengambil sayur kangkung saja dan memakannya,


"Sera, kamu gak akan kenyang hanya makan itu aja, lihat, ada ayam krispi kesukaan kamu juga," Julian


"Kau bisa diem gak," Sera


Julian pun terdiam, makan malam tersebut pun menjadi suasana yang dingin.


Selesai makan, Julian dan Sera kembali ke kamar,


"Sera, hari ini kamu tidur saja disini ya, aku akan ke kantor karena masih ada kerjaan," Ujar Julian sambil memilah pakaian di lemarinya


Julian juga mengambil suatu paper bag,


"Aku sudah membelikan pakaian baru untukmu, kamu jangan memakai pakaian terbuka lagi, itu gak baik untukmu," Julian


"Gak perlu, aku akan pulang ke Bali sekarang, kuliah kan akan dimulai 1 bulan lagi, aku udah beli tiket pesawat secara online," Sera


"Malam-malam begini??" Julian


"Ya, aku gak sendiri kok, aku dan pacarku akan pergi ke Bali," Sera


"Pacarmu?? Siapa??" Julian


"Kau kepo sekali ya, kau gak perlu tau," Sera


"Aku harus tau, Keluarga Ginanjar sedang dalam masalah besar, banyak penjahat yang mengincar nyawa anggota Keluarga Ginanjar, dan jika mereka menggunakanmu untuk melemahkanku, aku- aku tidak akan bisa berbuat apapun kecuali menurut kepada mereka," Lirih Julian


"Tidak perlu lo takuti itu bocah,"


Julian dan Sera melihat Alvaro, Alvaro berjalan santay sambil memegang map ditangannya,


"Liat, lo menang tender itu, setidaknya untuk sekarang kita bisa tenang, orang-orang yang melakukan foreplay itu gak akan bisa bergerak leluasa," Alvaro


Alvaro melempar map itu ke Julian dan mendekat ke Sera,


"Hai Sera, kamu masih mengingatku?? Aku Alvaro, aku yang menyelamatkanmu saat kamu jatuh ke kolam renang waktu itu," Alvaro


Sera mengangguk, "Iya, gak mungkin aku melupakan orang yang telah menyelamatkanku," Sera


Alvaro mencubit pipi Sera yang masih agak cabi,


"Gendut ataupun kurus kamu sama-sama manis," Alvaro

__ADS_1


Julian melirik Alvaro dengan tajam lalu menjauhkan Alvaro dari Sera,


"Jangan dekat-dekat bukan muhrim," Julian


"Lo emang gak punya kaca ya. Udahlah gue pergi. Sera, sampai jumpa lagi ya," Alvaro


Alvaro mengecup pipi Sera dan membuat Julian kesal, Alvaro terkekeh dan pergi, Julian langsung mengambil tisu basah dan mengelap bekas ciuman Alvaro dipipi Sera,


"Orang itu gak pernah berubah, cih," Julian


"Hei, kau berdecih dihadapanku," Sera


"Ah maaf, aku hanya kesal dengan dia," Julian


Julian menatap Sera dan memeluk Sera,


"Kamu memang keberuntunganku Sera, aku menemukannu dan mendapatkan tender, bagiku sekarang semua ini sudah cukup," Julian


"Hei, lepaskan aku cepat, aku bisa ketinggalan pesawat," Sera


Sera melepas pelukan Julian lalu pergi tanpa menunggu Julian bicara,


"Sera, aku akan kembali secepatnya dan aku akan melihat siapa pacarmu itu," Julian.


.


.


.


Sera dikejutkan oleh kedatangan Julian dan sisa Keluarga Ginanjar, dan bukan hanya Sera, Suta pun ikut terkejut. Setelah banyak mengobrol, Julian pun membawa Sera kembali ke rumah di Denpasar karena akan menyiapkan segala hal untuk kuliah.


Dikarenakan Dyana dan Kedua anaknya ikut ke Bali, Sera dan Julian kembali satu kamar menggunakan kamar Sera dan sisanya lagi 2 kamar untuk Dyana dan adik-adik Julian yang masih SD.


Semua berjalan seperti biasa walaupun Sera menjadi lebih pendiam dari biasanya, Sera juga mengirim kembali Reika ke rumah di Desa setelah Reika selamat setelah diracuni oleh seseorang.


Sera merasa terasingkan sendiri bahkan beberapa kali Sera tak pulang ke rumah dan membuat Julian cemas.


Namun saat semester 4 selesai, Julian mengajak Sera pulang ke rumah, Julian dan Sera dikejutkan dengan Ayu yang mengadopsi seorang Pemuda yang 2 tahun lebih muda dari Sera dan Julian.


Saat pertama kali bertemu, Ayu mengumpulkan semua orang di ruang tamu,


"Nah, Sera, ini adik keduamu, namanya Alan. Alan, ini Kakak ketigamu Sera dan Kakak keempatmu Julian. Sera, walau Alan hanya anak adopsi, Tante harap kamu mengganggap Alan sebagai adikmu juga," Ayu


"Tante, kenapa Tante mengadopsi anak?? Yang udah remaja lagi??" Julian


"Mau bagaimana lagi?? Tante ingin punya anak sendiri, tapi karena Tante gak bisa, Tante mengadopsi Alan," Ayu


"Ayah, kenapa Ayah diem aja??" Julian

__ADS_1


"Ya itu terserah dia mau ngapain, lagian hutang Ayah pada dia udah lunas, jadi urusan dia bukanlah urusan Ayah lagi," Suta


Suta pergi dan masuk ke kamarnya,


"Ahhhh Ayah mah gitu," Julian


"Sera-Julian, jagalah adik kalian ya, Tante titip ke kalian, Tante akan siap-siap pergi ke kantor dulu," Ayu


Ayu pergi, dan disana hanya ada 3 orang, Sera dan kedua adik laki-lakinya,


"Jadi namamu adalah Alan?? Jika kamu setahun lebih muda dari kami seharusnya kau baru semester 1 kan, kamu kuliah dimana??" Sera


"Di kampus kalian, makanya aku dititip ke kalian. Aku sudah seperti hewan yang diperjual belikan dengan tambahan surat-surat dipasar hewan," Gerutu Alan


Julian mengerti, "Aku mengerti, jika kau mau kembali ke rumahmu sebelumnya, aku akan memberikannu banyak uang, jadi pergilah," Julian


"Kau kira aku mau hidup di tempat itu lagi, lebih baik aku disini dengan semua fasilitas lengkap dan makanan manusia," Alan


Julian menjadi kesal, "Kalau begitu aku akan membiayai hidupmu dengan syarat, kau harus pergi dan jauhi Sera, hanya aku yang boleh menjadi adik Sera satu-satunya," Julian


Alan mengerti maksud perkataan Julian lalu tersenyum miring, Alan lalu memeluk lengan Sera dan bermanja-manja,


"Kak Sera, Kak Julian sangat jahat, dia mencoba mengusirku padahal aku baru beberapa hari di rumah ini, bahkan surat-suratku baru selesai di urus," Alan


Julian bertambah kesal,


"Hei, kau jangan seperti itu pada Alan, bagaimanapun Alan adalah Si Bungsu walaupun sama sekali tidak ada ikatan darah, Ayah pun gak peduli," Sera


Julian tercengang sendiri,


"Alan, kau kan kuliah dikampus yang sama dengan kami?? Berarti kau itu adik tingkatku, sebaiknya kita juga tinggal bersama agar tidak ada yang terlambat," Sera


"Tapi Sera, di rumah kita kan sudah penuh, ada Bunda dan juga Arina dan Billy," Julian


"Tapi kamarku kan luas, kita hanya perlu membeli beberapa kasur, lagian kau tidak kasihan dengan Alan, setelah mendengar cerita Tante sepertinya masa lalunya suram sekali," Sera


Julian terpaksa mengiyakan dan bertambah kesal setelah melihat senyum kemenangan Alan.


.


.


.


Di rumah di Denpasar, di kamar Sera sudah terdapat 3 kasur seluas masing-masing 100×200 dan tirai serta 3 lemari, walk in closet Sera pun sudah terbagi 3.


Walau menjadi lebih sempit, namun Sera tidak mempermasalahkan luas kamarnya.


Karena Julian selalu sibuk, dan Sera pemalas, Alan pun menjadi tukang bersih-bersih dan harus menjaga supaya kamar tetap rapih.

__ADS_1


Dyana dan kedua anaknya sempat protes namun Sera dengan kasar menolaknya dan tetap mempertahankan Alan, Julian menjadi kesal sendiri karena hal itu.


__ADS_2