Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
82. Bayi Baru (Season 2)


__ADS_3

Malam harinya, Julian kembali ke rumah sakit karena Sean tak kunjung pergi, Julian melihat jika persiapan persalinan sudah disediakan, namun kondisi Gladis tak memungkinkan untuk operasi sesar hari itu dan harus menunggu esok hari.


Keesokan harinya, siang harinya, Gladis berhasil melahirkan seorang anak laki-laki, setelah dibersihkan, Julian dipersilahkan melihat bayinya dan Gladis,


“Wahhh bayinya Gladis terlahir tampan sekali, jika 2 gen bagus bersatu maka hasil akan sangat bagus juga,” Julian


Julian melihat Gladis lalu mendekat ke Gladis,


“Gladis, bagaimana kondisimu?? Julian


“Yah udah agak baikan,” Gladis


“Jadi, kamu akan memberi nama siapa pada bayimu??” Julian


“Aku belum memikirkan hal itu, kira-kira Sean mau gak ngasih nama ya, Julian, coba kamu hubungi Sean,” Gladis


“Ahhh aku sudah puluhan kali menelepon sejak semalam, tapi Si Sean tak juga menjawab, sungguh Ayah yang tak bertanggung jawab,” Julian


“Julian, cobalah telepon lagi, kumohon,” Gladis


“Baiklah,” Julian


Julian menelepon Sean, tak lama, teleponnya terjawab,


“Halo Sean,” Julian


“Hallo, Sean sedang di kamar mandi, siapa ini??”


“Sera?? Sera, kenapa kamu memegang ponsel Sean??” Julian


“Oh, Anak Angkat Ayah rupanya, bagaimana operasinya?? Lancar??” Sera


“Itu tidak penting. Sera, katakan kenapa ponsel Sean ada padamu?” Julian


“Itu, Sean memohon untuk bermalam denganku, karena kau tak ada, jadi ya aku kasih aja, sekalian karena Yohan sedang lembur semalam,” Sera


“Sera-“ Julian


“Jika kau menelepon untuk menanyakannya nama untuk bayi orang itu, katakan saja jenis kelaminnya, Sean menyuruhku yang memberikan nama,” Sera


“Bayi Gladis terlahir cowok,” Julian

__ADS_1


“Hmmm, aku beri nama Eknath, E-K-N-A-T-H, Eknath, ditambah nama Keluarga si perempuan itu, berarti Eknath Fredisa,” Sera


“Eknath?? Sera, kamu memang yang terbaik dalam memberi nama, tapi kenapa nama Keluarga Gladis?? Seharusnya Anantaraj,” Julian


“Hmm, kau tanyakan saja pada orangnya langsung, aku hanya menyampaikan, jika orang itu gak suka nama Eknath, cari aja nama lain. Udahlah, Seren nangis minta susu, aku akan menyusui Serena dulu, bye,” Sera


Serena memutuskan hubungan teleponnya,


“Julian?” Gladis


“Gladis, Sean menyuruh Sera yang memberi nama pada bayimu, dan Sera memberi nama Eknath, dan- Sean tidak mau memberi nama Keluarganya pada bayimu, karena itu nama bayimu menjadi Eknath Fredisa,” Julian


“Hiks, Sean sungguh tak menginginkan bayiku, bahkan nama Keluarganya tidak ia berikan. Julian, kenapa takdirku begitu buruk?? Orang tuaku dihukum mati karena korupsi, Keluargaku di asingkan ke luar negeri, jika tak ada kamu, aku mungkin sudah tiada,” Gladis


“Jangan berkata hal buruk di hari baik Gladis, walau aku tak bersamamu, kamu akan tetap baik-baik saja, aku akan bicara pada Sean agar dia mau menerima bayimu dan menikahimu,” Julian


Gladis menangis, Julian pun memeluk Gladis untuk menenangkannya.


.


.


.


Di ruang tamu, Ezhar juga mendapat foto yang sama dengan foto yang Sera dapatkan, Ezhar dengan secepat kilat ke kamar Sera dan melihat Sera sedang asyik memompa asi sambil mendengarkan musik, dengan perasaan bingung, Ezhar kembali ke ruang tamu, disana Ezhar melihat Alan yang sibuk dengan laptopnya,


“Eh Alan, aku bingung sama Sera, Julian yang ngakunya cinta sama Sera tapi malah bermesraan dengan wanita lain, apa Sera tak merasa sedih ya??” Ezhar


“Pfft, merasa sedih?? Mencari air mata Sera itu memang hal yang mudah, tapi menyakiti hati Sera itu amat susah. Kak Rini pernah cerita, jika dari umur 15 tahun, Sera sudah membekukan hatinya, kecuali ada yang mencaci atau menyakiti Ayah dan Para Anjingnya atau mungkin sekarang anaknya, Sera akan tetap diam tanpa peduli, tapi jika ada yang menyakiti kesayangannya, hanya Tuhan yang tau apa yang akan Sera lakukan,” Alan


Alan mencari suatu berita lama di internet,


“Lihat, ini contohnya. Sejak Sera dan Julian bertemu, Sera memanfaatkan Julian untuk balas dendam pada orang-orang di desa ini terutama orang-orang di sekitar sini, semuanya Julian habisi satu per satu, yaaa keuntungan dari pembunuhan masal ini, kita bisa hidup di rumah yang mewah nan luas seperti ini,” Alan


“Aku pernah dengar hal itu, sebelumnya disini ada 8 rumah lainnya,, tapi semua anggota Keluarga di ke-8 rumah itu secara bertahap mati diracunin. Julian penyebab itu semua??” Ezhar


“Benar, tidak mungkin kan semua mati mendadak secara berkala seperti itu, dan menurutmu, pada masa itu dimana aku bahkan belum ada di KK, siapa yang paling bisa melakukan itu kecuali Julian, tapi polisi maupun detektif entah mengapa bisa dibuat diam oleh Julian. Alasan Sera menyuruh Julian melakukan itu adalah Sera mencurigai dan merasa sakit hati semua orang di sekitarnya yang salah satunya telah meracuni anjing-anjing milik Sera. Sera sangat menyayangi bahkan menganggap para anjing miliknya sebagai anak sendiri, jika ada yang menyakiti mereka, gak mati aja seharusnya udah syukur,” Alan


“Intinya adalah, Sera tak akan marah besar jika ada yang mengganggunya, tapi jika ada yang mengusik kesayangannya, maka habis orang itu, dulu saat Julian belum ada, Sera hanya bisa diam dan mendendam, tapi setelah Julian datang, Sera membalas mereka sekaligus. Aihhh Sera memang sungguh diktator kejam, dari dulu maupun sekarang Sera gak pernah berubah. Jika Julian tak ada, dendam yang ada dihati Sera pasti akan menumpuk seperti gunung. Tapi, bagaimana malah Julian yang membuat Sera marah??” Ezhar


“Aku kan ada, aku akan berusaha menghidupi Sera walau tak ada Julian atau Sera sekalipun, saat aku menemukan jodoh yang pas untuk Sera, aku akan menikahi Sera dengan Pria itu,” Alan

__ADS_1


“Hm, kau berkata seperti itu, memangnya kau tau tujuanku ke sini??” Ezhar.


.


.


.


Malamnya, Julian pulang ke rumah, Rini pun menyambut Julian, Julian melihat hampir semua anggota Keluarga berkumpul di ruang tamu termasuk Sera yang sedang menggendong sera


“Julian, kamu baru pulang, kamu nampak lelah sekali,” Rini


“Iya Kak, aku harus mengurus keperluan Gladis di rumah sakit,” Julian


“Katanya Gladis sudah melahirkan, bagaimana bayinya??” Suta


“Bayinya laki-laki, terlahir sehat kok Ayah. Sera juga sudah memberi nama yang bagus, namanya Eknath, Eknath Anantaraj,” Julian


“Hah?? Kenapa nama Keluargaku ada di belakang nama anak itu, aku sudah minta Sera memberi anak itu dengan nama Keluarga wanita itu,” Sean


“Sean, kau adalah Ayahnya Eknath, kenapa Eknath harus memakai nama Keluarga Ibunya, itu tidak masuk akal,” Julian


“Lalu Serena, Serena adalah putri kandungku, kenapa Putriku harus memakai nama Keluargamu,” Sean


“Karena kau sudah kehilangan statusmu sebagai Ayah Serena, apa itu belum cukup untuk menjadikan Serena bagian Keluarga Ginanjar, yang benar saja,” Julian


“Hei, kalian berdua, berhenti bertengkar, nanti-” Rini mencoba melerai


“Kak Rini, jika Kakak ingin debat ini selesai maka suruh orang itu menerima anaknya Gladis,” Julian


“Sampai kapanpun aku gak akan nerima anak itu,” Sean


“Kalian berdua!!” Sera tiba-tiba berteriak bahkan sampai Serena menangis


Julian dan Sean otomatis bungkam karena baru sadar jika Sera sedang menidurkan Serena dan debat mereka membuat Serena terbangun, Sera memberikan Serena ke babysitter, Sera meraih Sean dan Julian lalu membawa 2 pria itu keluar rumah, Sera menghempaskan kedua pria itu ke luar rumah,


“Beraninya kalian mengganggu bayiku tidur, jika kalian pengen bertengkar, di luar aja sana, sampai mati pun aku gak peduli,” Sera


Sera menutup dan mengunci pintu, sedangkan di dalam, Alan dan Ezhar berusaha menahan tawa karena Sera ngamuk,


“Mbak Rina, tidurkan Serena di kamar, dan Bi Nur, buatkan aku lemon tea, kepalaku pusing karena 2 orang menyebalkan itu,” Sera

__ADS_1


Sera pergi.


__ADS_2