
Back To Story...
Jam 17.30 WITA, Sera terbangun dan teringat jika para anjingnya belum ia beri makan, Sera bangun dari tidurnya dan mengganti pakaian, Sera melihat Julian sedang sibuk dengan laptopnya di sofa baru dan Suta sedang membuat canang di bale bengong,
“Ayah, Div-Devot belum makan dari kemarin ya, aku lupa ngasih karena Anak Wungsu Ayah tiba-tiba datang dan mengajakku ke mall,” Sera
“Semalam sudah Ayah kasih makan kok, tadi pagi juga udah, nanti malam aja belum,” Suta
“Oh syukurlah. Dan kemana sepatu-sepatuku yang lain Ayah?? Aku terlalu terpesona dengan sepatu baru dan memakainya saat sekolah tadi,” Sera
“Itu-“ Julian
“Itu udah Ayah buang, lagian kamu nyimpan barang yang sudah rusak,” Suta
“Lalu sweter punyaku dan beberapa dasterku?? Bahkan kayaknya banyak bajuku yang ilang,” Sera
“Itu- Kak Rini yang membuangnya, kamu sudah punya pakaian baru maka pakaian lama buang saja, lagi- lagipula aku lihat pakaianmu banyak yang sudah robek dan melar,” Julian
“Dan semua mainan dan bukuku??” Sera
“Sudah Ayah buang dan jual, mulai sekarang kamu jangan membawa sampah lagi ke kamar, kamarmu sudah bagus dan pakaianmu juga bagus, bahkan kamu mendapat beberapa sepatu, sendal dan aksesoris baru, jadi jangan mengotori kamar maupun kamar mandimu,” Suta
“Tapi Ayah, disalah satu daster itu kan Ayah yang membelikan dan juga ada yang punya Mama, masa di buang, sepatu juga, itu semua kan sepatu yang Ayah belikan, Ayah udah jarang membelikan aku barang, sekarang malah dibuang pula, sweterku juga pemberian Mbah di BusungBiu, ya kali gitu dibuang, bahkan ada beberapa jaket dari Guru Jepang Rini Si Saito,” Sera
Julian menyadari kenapa Sera masih menyimpan bahkan memakai barang-barang usang itu, karena Sera menghormati pemberian orang tua sehingga masih menyimpan walau tak digunakan.
“Lalu buku-buku, disana kan ada buku kenangan kantor Mama saat di Jakarta,” Sera
“Buku itu aku yang simpan, tidak mungkin aku biarkan buku seperti itu terbuang atau terjual,” Julian
“Sungguh?? Baiklah, kau simpan itu baik-baik, sampai rusak, kupukul kau,” Sera
Julian meringis,
“Sera, jangan ganggu Julian, kamu itu, jadi Kakak ngalah sama adik napa,” Suta
Sera marah,
“Sera, jika kamu mau, kita bisa membeli pakaian yang kamu mau,” Julian
“Pemberian darimu kemarin saja masih belum terpakai dan kau ingin membeli pakaian lagi??” Sera
Julian hanya diam tak tau harus menjawab apa,
__ADS_1
“Ahh, semua ini membuatku lapar, aku ingin makan,” Sera
Sera pergi ke dapur dan melihat kulkas baru, bahkan ada oven dan pemagang roti, Sera membuka kulkas dan melihat kulkas masih kosong dan hanya beberapa ayam yang Suta beli tadi pagi, Sera mengeluarkan ayamnya, Sera melihat panci di kompor yang berisi ayam kuah kuning yang selalu ada setiap harinya, Sera menghela nafas,
“Aku mau ayam kecap aja deh,” Sera
Sera merebus ayam paha utuh dan dada yang terpotong, sementara menunggu Ayam, Sera memotong bawang merah-putih dan juga cabe sesuai seleranya, setelah semua terpotong, Sera memasukan ke saringan teh dan mencucinya di keran tempat cucian piring, setelah air rebusan ayam mendidih, Sera mengambil teplon, menaruhnya diatas kompor dan menuangkan minyak goreng secukupnya, Sera menuangkan potongan bawang dan cabe saat minyak panas, Sera juga menambahkan ayam yang sudah direbus serta garam,
Saat Sera akan pergi mengambil kecap dikamarnya, Julian datang,
“Sera, kamu sedang masak apa??” Julian
“Ayam kecap, kau mau bantu? Itu aduk-aduk ayamnya biar gak gosong oke, aku mau mengambil kecap dulu,” Sera
“Oke,” Julian
Sera pergi, Julian pun mengaduk ayam itu sesuai perkataan Sera,
“Minyaknya memang sebanyak ini ya??” Julian bingung
Tak lama Sera pun datang membawa kecap dan saos tomat, Julian menyingkir supaya Sera bisa melanjutkan masaknya, Sera lalu memasukan banyak kecap dan sedikit saos tomat, setelah diaduk, Sera menuangkan 1 gelas air dan kembali mengaduknya,
“Semudah ini?? Kukira membuatnya akan susah,” Julian
“Aku ciri khas manusia yang tidak suka ribet, kalau ada yang gampang buat apa nyari yang susah, lagipula makanan ini juga aku sendiri yang makan,” Sera
“Ehhhh??? Aku juga mau, aku juga lapar, tadi siang kan aku hanya makan sedikit, ditambah habis main basket, aku jadi tambah lapar,” Julian
“Kalau gak enak jangan ngambul ya,” Sera
“Gak akan, janji,” Julian
“Ya baiklah, tapi yang paha dan kulit terpisah itu untukku, jangan kau ambil,” Sera
“Baik Sera,” Julian semangat
Julian pergi, dan tak lama Julian kembali dengan membawa 2 piring nasi,
“Ini untukmu dan ini untukku,” Julian
“Masih agak lama sampai airnya menyusut, kau tunggu aja sana,” Sera
__ADS_1
Julian mengangguk dan menaruh piringnya di Bale luar dapur, Julian kembali ke laptopnya sambil menunggu makanannya jadi, sedangkan Sera sibuk masak nasi, mencuci piring dan bekas banten, bahkan memanaskan makanan buatan Suta.
Merasa terlalu lama, Julian kembali ke dapur,
“Sera, sudah matang kah?? Aku benar-benar lapar,” Julian
Sera menatap Julian yang terlihat seperti anak anjing yang menangis, Sera melihat masakannya lalu mematikan kompor,
“Udah kok, ayo makan,” Sera
Julian pun senang dan segera mengambil piringnya, Julian mengambil 2 potong ayam serta sedikit kuah yang tersisa, saat Julian mencicipi makanan buatan Sera untuk pertama kali,
“Hmm, enaknya,” Julian
“Hei, jangan makan sambil ngomong, nanti keselek, mati, dimana lagi kau nyari nyawa,” Sera memarahi Julian
“Tapi ini emang enak, sungguh,” Julian
“Sudahlah, habiskan saja cepat,” Sera
Julian pun makan dengan lahap bahkan sampai nambah, selesai makan,
“Uwahhhh perutku full, udah lama gak makan nasakan rumahan,” Julian
“Emang waktu di Jakarta kau gak makan dirumah??” Sera
“Dulu aku terbilang jarang dirumah, kesibukan di YGS membuatku sering tidur di sekolah, kegiatan Smart All juga menguras banyak waktuku,” Julian
“Smart All??” Sera membeo
“Kegiatan sebelum Ujian Akhir, di kegiatan itu, semua anak SMA YGS di Seluruh Cabang maupun Pusat harus melakukan kegiatan mengajar di daerah terpencil, tapi sepertinya Banjar kita ini agak besar, atau gak kita bisa saja sudah ketemu dari awal,” Julian
“Oooo kayak KKN gitu??” Sera
Julian mengangguk, “Iya, mirip-miriplah kayak KKN, KKN kan dilakukan pas kuliah dan hanya di SD atau satu daerah saja kan dan hanya satu komunitas, kalau Smart All ngak, semuanya di rangkum, mau itu anak Batita sampai orang tua umur 60 tahun ke atas kita ajarkan pendidikan umum, selama 3-6 bulanan biasanya diadakan,” Julian
“Yang kudengar dari teman-temanku, kau adalah Ketua Osis Inti Osis yang katanya mengatur semua SMA di Negara ini, berarti saat Smart All kau sibuk banget,” Sera
“Mau bagaimana lagi, aku menjadi Ketos InOs juga digaji, lumayan kan dapat uang jajan tambahan, lagian tugasku hanya mengawasi dan menghukum, tidak terlalu susah kok,” Julian
“Hei, aku jadi curiga, kau datang ke sekolahku bahkan sampai masuk ke dalam sekolah, pasti disekolahku ada masalah,” Sera
Julian yang bersandar di sandaran sofa tersenyum kecil sambil menatap Sera,
__ADS_1
“Sera, kamu memang Kakakku,” Julian.