
Flashback On...
6 bulan yang lalu, Julian baru selesai menerima rapot semesteran, Julian menghela nafas, Julian sedang bersantai di kelas, dengan bersandar di sandaran kursi, satu tangan memutar-mutar pulpen dan tangan lagi satu sibuk mengscroll layar laptop dengan pencarian salah satu media sosial.
Julian merasa bosan dan kesepian walaupun keadaan sekitar cukup ramai karena sedang masa libur.
Dan tak sengaja, Julian melihat foto postingan yang ia kenal,
"INI!!" Sontak Julian
Semua terkejut dan terdiam menatap Julian, teman-teman Julian mendekat,
"Hei Lian, lo mau buat kami serangan jantung?? Terkejut gue njim," Vino
"Ada apa sih Lian??" Reina
"Gue akhirnya ketemu sosmed Kakak Pertama gue Prayoga," Julian
"EHHH?? KAKAK PERTAMA LO??" Sontak Semua
Semua pada berbisik,
"Jadi lo sungguh akan mencari Keluarga Kandung yang telah membuang lo Lian," Mona
Julian menjadi kesal, "Gue udah berapa kali bilang, gue dititip di Keluarga Ginanjar dan bukan di buang bangs*t, gue masih inget waktu gue 5 tahun, gue tinggal berenam disatu rumah kecil. Dengan keadaan keuangan rendah bagaimana mungkin ortu gue bisa menghidupi 4 anaknya," Julian
"Yaa, gue ngerti kok, kami juga ngerti," Dion menengahi
"Jadi lo kapan akan pindah??" Vino
"Setelah dapat ijazah, misi Ketos terakhir gue juga ada di Bali, gue bisa selesaikan semua sekaligus," Julian
"Oho, sifat lo bener brother," Vino
"Ahh kami pasti akan sangat merindukan lo kalo lo menetap di Bali," Reina.
.
.
.
Waktu berlalu, Julian menjadi gencar untuk berkomunikasi dengan Prayoga Kakak Pertamanya karena sosmed yang terlihat foto itu sudah lama sekali dan nomornya sudah tak bisa dihubungi.
Julian sempat mendapat sosmed Sera namun Julian tak percaya kalau itu Sera setelah meretas dan melihat isi chat.
Saat akhirnya Julian mendapatkan sosmed Prayoga dari data beberapa kampus di Bali yang ia retas, Julian juga akhirnya tau jika sosmed Sera itu memang milik Kakak Kembarnya.
Suatu hari, Julian sedang memandang foto-foto di sosmed Sera, ia masih tak percaya dengan apa yang ia lihat.
Di kelas Julian yang kebetulan free class, Julian masih mengscroll laptopnya,
"Ini beneran Sera?? Tidak- walaupun ini Sera, Sera pasti menggunakan banyak aplikasi kecantikan dan menguploud supaya populer, ya, itu pasti," Julian
Julian mengambil satu foto dan mencoba menghapus efek-efek di foto Sera, Julian mengacak rambutnya frustasi karena fotonya menjadi blur dan tak terlihat wajah aslinya,
"Uwahhhhh, gue bisa saja meretas komputer Negara Besar dengan mudah, tapi kenapa menghapus semua efek satu foto aja minus gini, sialan!!" Julian frustasi sendiri
__ADS_1
Teman-teman Julian mendekat,
"Kenapa lo sih Lian?? UTS dan try out aja lo tenang-tenang bae, sekarang kenapa lo kayak orang tua mikirin spp anak??" Dion
"Ehhhh, lo nyari sosmed siapa ini, terlihat sexy anjirrr, lo gak bakal nyari cewek b.o kan?? Lo gak usah nyari, semua cewek-cewek di sekolah kita siap naik ke ranjang lo, gratis lagi," Vino
"Lo pikir gue gak selaku itu bangs*t. Ini sosmed Kakak Kembar gue, namanya Sera," Julian
"Ohhh, tapi ini lebih mirip editan deh," Reina
"Gue tau, gue mau liat wajah asli tanpa efek, tapi kagak bisa malah jadi blur, lo bisa hapus efeknya Rein??" Julian
"Kagak," Reina menyengir, "Lo orang komputer aja kagak ngerti, gimana gue yang 24 jam di taekwondo," Reina
Julian menghela nafas, "Sudahlah, lebih baik, gue memulai komunikasi dengan Kak Prayoga, lo semua sana gih, jangan kepo, belajar yang bener," Julian mengusir teman-temannya
"Idih, jahatnya, mentang-mentang lo paling pinter. Hati-hati, sifat lo yang kayak gitu nanti gak disukai sama Kakak Kembar lo, bukannya jadi Keluarga malah diusir lo ah," Vino
"Shut up, lo mau pergi, atau gue kirim lo ke akhirat, sana-sana, hush," Usir Julian
Vino mendengus lalu pergi dari bangku Julian bersama Dion dan Reina.
.
.
.
Kebesokan subuh harinya, Julian terbangun pagi-pagi sekali karena Reina meneleponnya,
"Apa??" Suara serak khas baru bangun Julian
"Sosmed sekolah??" Julian
"Iya, buruan, keburu ke publik," Reina
Julian bangkit dan menghidupkan laptopnya, Julian mencari semua sosmed sekolah dan benar saja ada berita gempar yang berjudulkan "Sang Ketos J mempunyai Kakak Kembar yang bertingkah ******" dengan foto dari sosmed Sera,
"Sialan!!!" Geram Julian
"Lian-Lian, Dion udah ketemu siapa yang buat, itu- itu-" Reina tampak ragu di ujung telepon
"Katakan dengan jelas," Julian dingin
"Itu- orang yang memang suka cari masalah sama lo, Ketua Anti Osis, Sean," Reina
Reina dapat mendengar suara barang terbanting, Reina dapat tau jika Julian benar-benar murka,
"Gue akan urus sisanya," Julian
Julian menutup teleponnya.
.
Pagi hari disekolah, tepat di gerbang kedua menuju bangunan sekolah SMA, Julian menahan seorang cowok bernama Sean itu yang akan lewat bersama teman-teman Anti Osisnya.
Semua orang pun melihati mereka karena Julian biasanya tak pernah peduli dengan masalah yang dibuat Kelompok Anti Osis semasih tidak merugikan sekolah atau mencoreng nama baik sekolah.
__ADS_1
"Apa?" Sean
"Lo tanya "Apa?" setelah lo berani mengibarkan bendera perang ke gue ditengah malam tadi??" Julian
"Ughh, Lian beneran marah," Bisik Vino
"Sstt, diemlah, lo kena juga nanti," Bisik Dion
Julian mencengkeram kerah seragam Sean,
"Selama 3 tahun ini, lo lakuin apa aja gue gak pernah marah, tapi ternyata lo jadi ngeyel ya," Julian
"Cih, lo itu hanya anak yang di buang ke Keluarga Ginanjar, kalau gak ada Keluarga Ginanjar, lo itu bukan siapa-siapa bangsat!! Dan gue gak pernah takut sama lo. Kakak Kembar lo itu ternyata menjadi ****** karena terlalu miskin, kasihan sekali, apakah gue perlu membeli Kakak lo itu untuk membantu keuangannya," Ejek Sean
BUGHHH!!!
Sean tersungkur setelah mendapat bogem mentah dari Julian, Julian dengan cepat meraih kerah seragam Sean lagi dan memukuli Sean membabi buta dan semua sontak kaget.
Teman-teman Sean tidak berani bergerak ataupun melawan, mereka semua takut kena amarah Julian.
Dion dan Vino pun turun tangan, Dion dan Vino menarik Julian menjauh,
"Hei sabar Lian, sabar, bisa mati tuh anak orang, gak baik main tangan di sekolah, lo Ketos sekaligus Kakel, kasih contoh yang baik dong, tenang ya," Vino
"Tenang Lian, calm down brother, jika ini viral dan Keluarga lo di Bali tau maka lo pasti akan beneran dibuang oleh Keluarga Kandung lo bahkan sebelum lo bertemu dengan mereka," Dion
Julian menarik kedua tangannya yang dipegangi oleh Dion dan Vino, Julian mendekat ke Sean yang masih tergeletak di tanah.
Dan tiba-tiba, dengan satu gerakan saja, Julian mematahkan tangan kanan Sean, Sean menjerit kesakitan dan membuat yang lain takut,
"Inilah hukuman karena telah menentang aturan sekolah selama ini, dan juga telah mencemarkan nama baik Kakak Kembar gue. Bersyukurlah karena gue hanya mematahkan satu tangan lo, kalo lo berani mengganggu Sera, gue bahkan gak peduli dengan aturan apapun lagi," Julian marah
Julian pun melihat sekitar dan bahkan ada guru-guru yang tak melerai,
"Tugas gue sebagai Ketos bukan MENGAJAR anak nakal disekolah, tapi MENGHAJAR anak nakal di sekolah, jika ada yang berani melawan, maka cari gue, jangan mengusik Keluarga gue, berapapun jumlah lo pada, gue gak bakal takut," Jelas Julian
Julian menginjak Sean yang kesakitan,
"Gue berada di posisi ini bukan karena Keluarga Ginanjar, gue berusaha berdiri di kaki sendiri dan bukan kayak lo yang anak Mama yang berani di medsos aja, kalo lo emang gak pengecut, dateng ke gue tanpa embel-embel nama Keluarga lo, lawan gue dengan kemampuan lo sendiri," Julian
Julian mencabut pin kebesaran yang menandakan murid YGS,
"Sean Anantaraj, lo di skors selama 3 bulan, peralatan internet lo dimatikan selama 3 bulan, dan juga, semua media sosial lo akan di hapus karena salah penggunaan IT dan Pencemaran Nama Baik, lo gak boleh menggunakan medsos selama hukuman lo. Dan jika lo berani mengulangi kesalahan yang sama, akibatnya akan jauh lebih buruk. Gue akan tetap diam selama lo juga diam, bangsat!!" Geram Julian diakhir kalimatnya
Julian berdiri tegap dan merapihkan jas sekolahnya,
"Guys, ayo pergi, dan semua bubar," Titah Julian
"Tapi Si Sean-??" Reina
"Matipun gue gak perduli," Julian
Julian pergi dan diikuti 3 temannya, teman-teman Sean segera membawa Sean ke rumah sakit sekolah,
"Dasar sialan, gue akan balas lo suatu hari nanti, Julian," Bathin Sean.
Sejak hari itu, tidak ada siapapun yang berani membahas Keluarga Kandung Julian lagi, bahkan blog yang menyebarkan foto Sera terhapus tanpa jejak, bahkan jika ada yang mencarinya di internet, tidak akan ada yang keluar.
__ADS_1
Flashback End.