Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
18. Sera Terluka


__ADS_3

Semua terkejut,


"Suara apa itu Lian??" Reina


"Coba lo liat sana," Vino


Julian bergegas pergi sebelumnya teman-temannya menyuruhnya.


 


Diluar, Julian melihat beberapa piring pecah tepat dibawah kaki Sera dan membuatnya terluka,


"Sera, kakimu terluka," Julian khawatir


Julian mendudukkan Sera,


"Ini hanya luka kecil kok, gak masalah besar-" Sera


"Memangnya mau sebesar apa biar jadi luka besar, aku akan mengambil kotak obat, kamu tunggu disini," Julian


Julian bergegas pergi lalu pergi mengambil kotak obat, Julian membersihkan luka Sera dan membalut lukanya dengan hati-hati.


Julian melihat Sera menitihkan air mata karena sakit di kakinya,


"Tidak apa-apa, lukanya akan cepat sembuh, jangan nangis," Julian lembut


Julian menggunakan tisu dan menghapus air mata Sera.


Setelah membersihkan semua kekacauan, Julian mengajak Sera masuk namun ditolak Sera karena Sera akan bermain game di luar sebentar lagi.


Dan Julian baru ingat jika ia sedang video call dengan teman-temannya, Julian pun kembali ke kamar dan melihat teman-temannya pada suntuk,


“Guys, sorry lama, Sera gak sengaja membuat piring jatuh, kaki Sera terluka karena itu gue harus obatin dulu dan membereskan pecahan kaca,” Julian


“Ya ya, kami liat lo sibuk mencari sapu kok,” Dion


“Orderan pizza gue sampe datang coba ck ck,” Vino


“Tapi Lian, suara lo dan sikap lo ke Sera sangat beda jauh ke kami, biasanya lo akan ngomel dulu sebelum membantu, tapi lo ke Sera malah polos lemah lembut,” Reina


“Menurut gue sama aja,” Julian


“Ngak, ngak sama, lo biasanya dingin gak ketulungan, tapi saat berinteraksi sama Sera, baik banget, halus juga suaranya,” Dion


“Lo dingin aja banyak cewek antri, gimana soft boy gitu?? Para cowok juga jatuh cinta mungkin yak wkwkwkwk,” Vino bercanda


“Ishh najis bener. Udahlah, sekarang jam tidurnya Sera, gue tutup vc nya yak, kapan-kapan lagi vc,”


“Ehh udah mau diselesain?? Kita masih kangen ama lo Lian,” Reina


“Lagi 2 minggu juga ketemu langsung. Gue tutup ya, bye guys,” Julian


Julian mematikan video callnya beserta laptopnya.


Julian pergi ke luar dan melihat Sera sedang menonton video Idol Korea di ponsel,


“Sera, aku udah selesai, ayo tidur,” Julian


“Baiklah,” Sera


Sera berdiri, dan Julian mencoba membantu Sera,


“Tidak perlu, kakiku hanya terluka dan bukannya buntung. Orang gak punya kaki aja gak dilayani,” Sera


“Tapi kakimu kan sedang sakit-“ Julian


“Ngak terlalu sakit kok, tenang aja, palingan aku hanya gak mandi beberapa hari karena gak mau kakiku kena air, untungnya wc nya ada 2, yang duduk sama yang jongkok, jadi lebih mudah buat buang air,” Sera

__ADS_1


Sera pun pergi berjalan seperti biasa, Julian melihat Ayahnya baru datang,


“Ayah, jam berapa ini Ayah?? Jangan sering-sering kena angin malam, Ayah bisa sakit nanti,” Julian


“Aduh kamu ini memang kembaran Sera, suka sekali mengomeli Ayah,” Suta


“Itu untuk kebaikan Ayah, Ayah tau kan,” Julian


Julian mendekat ke Ayahnya,


“Ayah, bisakah aku masuk ke KK keluarga ini? Selama ini namaku selalu di KK Keluarga Ginanjar, semakin aku pikirkan semakin aku ingin mengubah KK,” Julian


“Oi,”


Julian melihat Sera yang keluar dari jendela,


“Kau harus pikirkan perasaan Keluarga Angkatmu itu, mereka telah merawatmu dengan baik, bahkan memberi kekayaan yang berlimpah, sampai mereka membuangmu, kau tetap adalah anak mereka,” Sera


Sera mendekat ke Julian dan sedikit mengacak rambut Julian,


“Adik manis, ikuti saja alur yang ada dengan begitu semuanya akan baik-baik saja, daijoubu*,” Sera


*Baik-baik(Terjemahan dari Bahasa Jepang)


Suta melihat kaki Sera yang dibalut,


“Sera, kenapa dengan kakimu itu??” Tanya Suta


“Ah, ini tadi aku nggak sengaja mecahin piring dan kena kakiku Yah,” Sera


“Ooo, lebih hati-hati dong lain kali,” Suta


“Sekarang Ayah tidur sana. Ayah selalu saja berpergian, aku jadi yang harus mengasuh anak wungsu Ayah,” Sera


“Bukannya kamu yang di asuh oleh Julian, dasar Sera-Sera. Ayah akan membuat tempat segehan* besok dulu habis itu baru tidur, kalian duluan dah tidur dulu,” Suta


*Salah satu banten untuk persembahan di Agama Hindu


Sera mengajak Julian untuk pergi tidur.


.


.


.


<>


Kebesokan harinya, sekolah Sera yang hanya setengah hari, membuat Sera hanya sekolah sebentar dan pada siang hari sudah bisa pulang.


Dirumah, setelah berganti pakaian, Sera bergulang-guling di lantai karena sedang panas,


"Uhhhh puanassss bingo," Keluh Sera


Julian yang sedang membantu Suta mencuci telur untuk dijadikan telur asin tersenyum kecil mendengar keluhan Sera.


Suta berdiri dan mendekat ke Sera,


"Sera, bantuin Julian nyuci telor sana, kamu itu demen banget rebahan," Omel Suta ke Sera


"Yare yare, aku lagi males banget Ayah, lagian siapa suruh nyuci telor pas panes gini, dasar," Balas Sera


"Jangan banyak alasan, sana cuci telurnya," Suta


Sera dengan malas-malasan pun pergi ke tempat cucian telur dan membantu Julian mencuci telur, Sera melihat Julian yang tertawa kecil,


"Uh, malasnyaa," Keluh Sera

__ADS_1


"Sera, nanti malam mau ikut aku hangout-" Julian


"Tidak, malam itu waktunya tidur, tau waktu tidur, kau gak akan tumbuh tinggi jika gak banyak tidur," Sera


"Huh?? Aku biasanya hanya 4 jam sekali tidur tapi tinggiku 185cm tuh," Julian


"Yaaa terserahmu, tapi apapun itu, aku gak mau ada perubahan, aku gak suka perubahan, karena itu jangan coba-coba mengubahku, kau mengerti adik manis," Sera


"Yeah," Jawab Julian santay


Julian kembali fokus ke telur, Julian sibuk dengan pikiran sendiri, sedangkan Sera mengomel karena cuaca panas dan telur yang banyak.


.


.


.


Sore harinya, Sera mengikat anjing kecil berwarna hitam bernama Div, Sera membawa Div berkeliling dan membuat anjing Sera yang lain jadi cemburu dan pengen keluar kandang juga.


Julian melihat itu dan mengambil rantai yang lebih besar karena anjing coklat bernama Devot itu lebih besar sedikit dari Div,


"Oi, kau yakin mengeluarkan Devot?? Dia bertenaga lhoo, jangan sampai lepas ya, atau gak bisa diracuni lagi," Sera


"Hanya sebentar kan, gak papa kok," Julian


Julian mengikat tali rantai dan mulai mengajak jalan Devot.


Mereka berdua pun membawa Para Anjing Sera ke luar dan mereka duduk didepan pintu angkul-angkul*,


*Pintu khas Bali


"Sepi banget ya. Di daerah rumahku dulu juga cukup sepi," Julian


"Hm, biasanya hanya anak-anak sd yang udah bisa naik motor yang sok-sok ngebut disini, kayak balapan gitu, giliran di suruh ke sirkuit, malah ngadu ke ortunya, dasar payah," Sera


"Aku juga pernah dimarahin karena terlalu sering balapan motor, Bunda akan lebih garang dari harimau jika membahas anaknya," Julian


"Hm, aku mengerti perasaan Ibumu, karena ngurus para beban ini, aku juga tau bagaimana rasanya jadi Ibu tau," Sera


"Para beban??" Julian membeo


"Iya, dua asu* nakal ini," Sera


"Anjing(Terjemahan dari bahasa halus Bali)


"Aku ngak pernah punya pacar, karena itu mereka gak punya Ayah mereka," Keluh Sera


"Kalo gitu aku mau jadi Ayah mereka gimana??" Julian


"Heiii, hanya pacarku yang bisa jadi Ayah mereka. Kau jadi Paman mereka, ngerti??" Sera


"Hm, baiklah," Julian


Hening....


"Aduh," Sera tiba-tiba


"Kenapa Sera??" Sontak Julian


"Aku ingin pipis, kau disini dulu sama Div-Devot, aku akan segera kembali," Sera


Sera memberikan tali rantai Div ke Julian lalu berlari pergi, Julian hanya tersenyum kecil,


"Aku juga ingin menjadi Ayah Para Anjing Sera," Lirih Julian


Julian mengelus Div yang terduduk takut,

__ADS_1


"Hei Div, pokoknya aku Ayahmu dan Devot ya," Julian


Div diam tak mengerti.


__ADS_2