
Potongan Terakhir Season 1 :
Yohan terbangun lebih awal dari Sera, Yohan melihat Sera di sampingnya, Yohan tersenyum melihat Sera disisinya.
Sera terbangun dan melihat Yohan sedang tersenyum sambil menatapnya,
"Sera, selamat pagi," Yohan
Sera menatap Yohan dengan lekat, Sera menjadi teringat saat dirinya masih dekat dengan Yohan.
"Aku akan membelikan makanan online untukmu ya, kamu mau makan apa hm??" Yohan
"Hmmm burger dan ayam aja krispi aja," Sera
"Baiklah, aku akan memesan makanannya," Yohan
Saat Yohan memakai pakaiannya, namun Yohan tak sengaja mengusap wajahnya dan Sera terkejut dengan apa yang dilihatnya, Yohan juga nampak terkejut,
"Ka-Kau-" Sera terkejut
Yohan nampak kebingungan,
"Se-Sera, ini-" Yohan
"Ke-Kenapa wajahmu sangat mirip dengan mantan adik kembarku?!!!" Sera.
.
.
.
“Ke-Kenapa wajahmu sangat mirip dengan mantan adik kembarku?!!!” Sera.
Dan benar saja, wajah Yohan menjadi sangat persis seperti Julian, dan menjadi kembar identik setelah beberapa hiasan di wajahnya jatuh serta softlens yang sudah dibuka sebelumnya,
“Aku kira hanya matamu yang mirip, ternyata seluruh wajahmu mirip dengan adik,” Sera
Yohan menatap Sera yang nampak sangat terkejut, Yohan pun menghela nafas dan melepaskan semua sisa penyamarannya dan menampakkan Julian kedua,
“Saat aku ke rumahmu untuk mencarimu, aku juga terkejut karena wajahku persis seperti adik kembar tak serupamu,” Yohan
Yohan melihat tatapan tak percaya Sera,
“Aku sungguh tidak ada niat menipu Sera, aku dari kecil memang sudah melakukan penyamaran ini, kata orang tuaku agar tidak ada yang berniat jahat padaku, aku sungguh tidak berniat menyembunyikan apapun darimu,” Yohan
Sera merasa pening dan perutnya merasa lebih lapar,
“Ck sudahlah, aku menjadi pusing, kita bicara lagi setelah sarapan. Dan aku minta tolong belikan susu ibu hamil juga ya,” Sera
“Ba-Baiklah,” Yohan
Yohan pergi.
.
Selesai mandi dan sarapan, Sera dan Yohan duduk sofa,
“Sera-“ Yohan
“Kau sangat mirip dengan adik, apa kau dan adik adalah saudara kembar sesungguhnya??? Aku dan adik bukan benar-benar saudara kandung, mungkinkah kalian adalah saudara kembar kandung yang terpisah,” Sera
“Itu- Itu gak mungkin, orang tuaku gak mungkin ngebohongin diriku, mereka sangat menyayangi dan memanjakanku, mungkin- mungkin karena itu aku dulu menjadi manja,” Yohan
“Apa kau tau Keluarga Ginanjar??” Sera
Yohan mengangguk, “Iya, saat umurku 13 tahun aku pernah diajak bertemu dengan Keluarga Ginanjar, mereka sangat baik dan menyayangiku,” Yohan
“Umur 13 tahun, berarti saat itu adik sedang berada di luar negeri, berarti kalian tidak pernah bertemu sebelumnya. Hei, apa kau pernah mempelajari militer??” Sera
Yohan menggeleng, “Aku hanya diajarkan menembak, merakit senjata, dan meracik racun,” YoSer
“Hanya katamu??? Are you crazy?? Itu bisa senjata membunuh dan kau sudah membunuh kemarin kan,” Sera
Yohan menunduk sambil cemberut,
“Aku mempelajari itu semua dengan susah payah tau,” Yohan
Yohan berdiri dan berjalan ke Sera, Yohan tersimpuh dihadapan Sera dan meletakan kepalanya di kedua paha Sera,
“Aku mencintaimu Sera, aku senang sekali kamu mau kembali padaku setelah semua yang kuperbuat,” Yohan
__ADS_1
Yohan meraih tangan Sera dan meletakannya di kepalanya seperti Sera sedang mengelus anak anjing.
.
.
.
Disisi lainnya, Julian masih gencar mencari Sera namun tak kujung ketemu, hingga akhirnya Julian pulang ke rumah di Desa dan melihat Sean disana sedang berbincang dengan Suta dan Alan yang sibuk main game.
Julian pun mendatangi mereka,
“Ayah,” Julian
“Anak durhaka, kapan kamu akan kembalikan Sera, Sera itu sudah menikah dan sedang hamil, dimana hati nuranimu Julian,” Suta
“Maafkan Julian Ayah, Julian mencintai Sera dan menginginkannya, tapi sepertinya ada seseorang yang merebut Sera dari sisi Julian,” ujar Julian sambil menatap tajam pada Sean
“Apa maksudmu Julian?? Sera tidak ada bersamamu??” Suta
“Iya, kemarin ada seseorang yang menculik Sera, dan aku curiga jika orang itu yang menculik Sera,” ujar Julian sambil menunjuk Sean
Semua menatap Sean,
“Apa maksudmu??? Aku bahkan baru kembali dari Jakarta untuk mencari Sera,” Sean
“Pfft,” Alan menahan tawa dengan tetap fokus ke ponselnya
“Alan, kau berani ketawa disaat seperti ini??” Suta
“Ahhh maafkan aku Ayah, aku hanya merasa lucu sendiri, Sean adalah suami Sera, tapi Julian menuduhnya sebagai penculik Sera, itu lelucon yang lucu kan, suami menculik istrinya sendiri yang telah diculik oleh adiknya,” Alan tertawa kecil dengan tatapan masih fokus ke game perangnya
Suta menghela nafas, “Lupakan saja Si Alan itu. Sean tidak menculik Sera, kalau Sera diculik Sean maka Sera sudah disini sekarang,” Jelas Suta
“Ayah,”
Semuanya melihat Sera datang bersama pria yang persis seperti Julian, Julian dan yang lain sangat terkejut melihat pria itu,
“Sera,” Suta
Sean segera berdiri dan memeluk Sera,
“Sera, aku sangat merindukanmu. Kamu baik-baik saja kan Sera,” Sean
Sera melepaskan pelukan Sean dan jelas membuat Sean bingung,
“Sera....” Lirih Sean
Sera mendekat ke Suta,
“Sera, kamu akhirnya kembali,” Suta
“Iya Ayah, aku kembali,” Sera
“Dan ini- Bagaimana bisa Julian ada dua?? Apa yang terjadi??” Suta
“Aku sendiri terkejut Ayah, ” Sera
Julian mendekat ke Yohan,
“Siapa kau? Kenapa kau menculim Sera?? Dan kenapa kau memiliki wajah kembar denganku??” Julian
“Aku menculik Sera?? Jangan bercanda Julian, Sera yang datang padaku. Dan untuk wajah kembar kita, aku juga tak tau. Dan juga kau melupakan namaku? Aku adalah Yohan, mantan pacar Sera beberapa tahun lalu,” Yohan
“APA?? KAU-!!” Julian
Saat Julian akan menyerang Yohan,
“Julian jangan berkelahi, kau tidak kasihan dengan aku yang sudah tua, setidaknya kasihan Sera yang sedang hamil,” Suta
Julian menatap Sera yang sedang minum air pemberian Alan sambil duduk di sofa, Julian pun mencoba menenangkan diri,
“Maafkan aku Ayah,” Julian
“Sekarang cepat panggil Nyonya Dyana kemari, hanya Nyonya Dyana yang bisa mengklarifikasi ini semua sekarang,” Suta
“Baik Ayah,” Julian
Julian pun menelepon Bundanya agar secepatnya datang ke rumah di Desa, selama Julian menelepon, Sean mendekati Sera,
“Sera, aku akan mengantarmu ke kamar, ayo,” Sean
__ADS_1
“Aku bisa sendiri,” Sera
Sera mengambil Reika yang tak bisa bertumbuh besar dan menggendongnya ke kamar,
“Aku akan awasi Sera,” Alan
Alan mengikuti Sera,
“Terkadang aku bersyukur ada Alan disini,” Celetuk Suta
“Ayah, bolehkah aku ke toilet sebentar??” Yohan
“Siapa yang kau panggil Ayah??” Ujar Julian yang baru selesai menelepon
“Kau sendiri kenapa masih memanggil Ayahnya Sera dengan Ayah?? Kenapa aku gak boleh manggil Ayah juga??” Yohan
“Sudah sudah, jangan bertengkar, kalian ini. Tadi siapa namamu- Ah Yohan, kalah mau ke toilet ke sana aja, setiap pintu dirumah ini sudah dikasih tanda pengenal,” Ujar Suta sambil mengarahkan arah ke Yohan
“Baik Ayah, makasih,” Yohan
Yohan pergi,
“Ayah, kenapa Ayah begitu baik sama dia??” Julian
“Julian, setidaknya dia menyelamatkan Sera darimu, atau gak seumur hidup kau bisa mengurung Sera,” Suta
“Setidaknya aku melakukan itu karena aku sangat menyayangi Sera, tapi kalau dia, dia bahkan menggunakan Sera sebagai taruhan saat awal-awal kuliah dulu,” Julian
“APA??” Sean dan Suta
Tiba-tiba Rini datang bersama Agus yang memang setiap hari datang untuk membantu mengurus Suta,
“Ayah, apakah Sera sudah ketemu??” Rini
Rini melihat Julian yang sedang berdiri,
“Julian,” Rini
Julian menatap Rini,
“Kak Rini,” Julian
PLAKKKK!!!
Tamparan keras mengenai pipi kiri Julian,
“Kak-“ Julian
“Jangan panggil aku Kakak!! Aku memang tak suka sifat pemalas dan egois Sera, tapi bukan berarti aku ingin Sera pergi atau menderita. Dan kau- kau menculiknya dan menyekapnya,” Rini
“Kak, aku melakukannya karena aku mencintai Sera, aku gak akan meminta maaf atas perbuatanku, aku hanya melakukan yang menurutku benar dengan menculik Sera,” Julian
“Kau-!!” Rini
“Sudahlah Rini, jangan ribut-ribut, masih ada Om Kumis dan Iwak dirumah, beruntung dua bersaudari sedang keluar bersama Mak-Bapak mereka, malu juga kalau sampai didengar tetangga. Sebaiknya kita selesaikan baik-baik, Sera sudah pulang dalam kondisi baik, kau liat aja ke kamarnya gih, temenin disana,” Suta mmenengahi
“Ahh baiklah,” Rini
Saat Rini akan pergi, Yohan datang,
“EHHHH?????? JULIAN KOK ADA 2??????” Rini jelas terkejut
“Ah halo Kak, Kakak adalah Kak Rini kan, kenalin namaku Yohan,” Yohan
“Ayah???” Rini meninta penjelasan ke Suta
“Ahhh, ini namanya Yohan, kemungkinan besar dia adalah kembaran Julian yang asli,” Suta
“Kem-Kembaran asli, dan sangat serupa,” Rini
“Ayah sudah minta Julian memanggil Keluarganya, jadi nanti bisa langsung kita tau,” Suta
“Ahhh aku sungguh jadi pusing, kenapa ini semua jadi rumit??? Aku akan kekamar Sera aja deh,” Rini
“Oh ya Kak, Sera belum minum susu pagi, jadi kalau disini ada susu kehamilan, bisa sekalian buatkan,” Yohan
“Sera suka rasa coklat, aku sudah membeli beberapa di gudang persediaan, Kakak cari aja disana,” Tambah Julian
“!!!!” Sean tercengang karena selama ini dirinya tidak tau apa susu kehamilan rasa apa yang menjadi kesukaan Sera
“Baiklah aku akan mengambil dan membuatkannya,” Rini
__ADS_1
Rini pergi.