Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
58. Kebaya Sera


__ADS_3

Tak lama, Sera keluar dari kamar mandi dengan memakai dress biru yang ia temukan di lemari, Sera mencoba mencari pakaian kebayanya tadi malam namun tak ketemu,


"Hei, dimana pakaianku??" Tanya Sera ke Julian


Julian yang baru datang dengan makanan yang sudah sampai,


"Pakaian??? Maksudmu kebaya santay yang kamu gunakan semalam??" Julian


"Iya," Jawab Sera


"Sudah kubuang. Aku teringat kemarin siang saat kamu dan Si Sialan Sean itu baru pulang dari catatan sipil, kamu dengan memakai kebaya itu disentuh oleh dia kan, karena itu aku membuangnya," Julian


"KAU GILA??? Itu hadia pemberian Ayah, itu sangat berharga, aku gak mau tau, kau harus mencari pakaianku dan membawanya kembali dalam keadaan utuh," Sera marah


"Sudah kubilang itu bekas Si Sialan Sean saat menyentuhnya-"


"Persetanan!! Pokoknya aku mau pakaianku kembali!!" Teriak Sera memotong pembicaraan Julian


Julian terdiam karena terkejut Sera terlihat marah sekali,


"Kau tau sendiri jika Ayah itu gak pernah memberikanku apapun, sekarang Ayah tumben memberikanku pakaian, aku harus setidaknya menyimpannya. Tapi kau malah membuangnya," Sera


Sera mulai menangis, Julian pun luluh dan memeluk Sera,


"Baiklah, aku akan mencari pakaianmu ya, kamu jangan menangis," Julian mencoba menenangkan Sera


Julian mendudukkan Sera di ranjang, Julian yang lupa dengan sifat Sera yang selalu menyimpan pemberian orang tua menjadi merasa bersalah,


"Kamu makanlah sarapanmu, aku akan mencari pakaian kebayamu ya, jangan menangis ya," Julian


Julian menghapus air mata Sera dengan jarinya, Julian mencium bibir Sera dengan lembut,


"Aku akan segera kembali," Julian


Julian pergi, Sera menatap kepergian Julian, Sera lalu menggunakan bantal untuk mengelap sisa air mata, Sera melihat makanan apa yang dibelikan Julian,


"Wahhhhhhh terlihat lezat, sudah lama aku gak makan makanan seenak ini," Sera


Sera pun makan dengan lahap dan menghabiskan semuanya.


Selepas makan, Sera membersihkan tempat makan lalu duduk di ranjang sambil menonton televisi.


Tak lama, Julian pun datang dengan paperbag, Julian melihat Sera sedang nonton televisi dengan anteng,


"Ini pakaianmu Sera," Julian


"Taruh aja di meja," Sera

__ADS_1


Julian pun menaruh paperbag itu di meja dan mendekat ke Sera sambil tersenyum,


"Kau kenapa senyum-senyum seperti itu??" Sera


"Aku hanya senang, padahal aku sempat keluar menggunakan mobil, tapi kamu beneran gak kabur," Julian


"Aku malas gerak, lagipula selama kau tak mengikatku seperti di tv tv aku lebih baik menurut aja," Sera


Julian tertawa kecil, "Kamu memang gak pernah berubah ya," Julian


Julian naik ke ranjang dan tiduran dipangkuan Sera,


"Aku akan secepatnya mengurus perceraianmu dan Sean, aku tidak mau kamu terikat lebih lama dengan orang itu," Julian


"Lalu aku harus apa??? Aku bisa aja bercerai dengan mudah jika kau mengancamku menggunakan Ayah, tapi setelah aku single, aku harus apa selanjutnya?? Kau akan menikahi cinta pertamamu Si Gladis itu, dan aku harus bagaimana??" Sera


Julian tersadar dan diam dengan pikirannya, Sera tersenyum miring,


"Kau sendiri bahkan diam sekarang, ahhh aku mungkin harus menikah dengan orang lain yang mau menerima bayiku," Sera


"Tidak, aku akan membatalkan pernikahanku dan Gladis, aku akan menikahimu setelah kamu bercerai dengan Sean. Aku bisa kehilangan segalanya tapi tidak denganmu," Julian


Julian menyusupkan kepalanya di perut Sera,


"Aku akan menerima bayi ini, walau bisa saja tak sama dengan anak kandung, tapi tetap saja aku akan mencoba menyayangi bayi ini," Julian


.


.


.


Di sisi lain, Sean sedang berada di rumah pribadinya, Sean melakukan pencarian karena tidak mau melibatkan polisi.


Sean merasa kesal dan marah karena Julian selalu merebut apa yang dirinya punya.


Tak lama kemudian, Gladis datang dan melihat Sean sedang kacau,


"Sean," Gladis


"Mau apa kau kemari??!" Sean


"Aku merasa kesepian. Lian meninggalkan aku untuk istrimu, aku- aku merasa sedih," Gladis terisak


"Tch, kau sudah tau kan sekarang perasaanku dulu saat kau mencampakanku hanya untuk Julian yang sekarang membuangmu," SSea


"Aku- Aku saat itu terjatuh dalam jebakan Lian, kamu tau itu sendiri, Keluargaku hancur karena Lian, aku juga harus terkurung didalam Mansion hampir 2 tahun, aku juga gak mau hal itu Sean," Gladis

__ADS_1


Gladis memeluk Sean, "Lian sudah membuangku untuk wanita lain, aku sudah tidak tau harus apa," Gladis


Gladis menangis, Sean hanya bisa terdiam melihat wanita yang masih tersisa di dalam hatinya menangis setelah dicampakan oleh musuhnya sendiri.


.


.


.


Di Mansion Julian....


Julian menerima telepon dari Dyana, Julian mencoba menjauh dari Sera karena sudah tau apa yang akan dikatakan oleh Bundanya itu,


"Halo Bunda," Julian


"Lian, kamu dimana??? Bunda dengar dari Suta jika kamu menculik Sera, Julian kamu itu udah punya calon istri dan Si Sera sudah memiliki suami, dimana kamu taruh akal pikiranmu itu Julian," Dyana


"Maafkan Julian Bun, Julian tidak bisa menahan perasaan Julian lagi, selama bertahun-tahun Bunda merahasiakan sesuatu yang sangat besar dari Julian, dari selama 6 tahun Julian menahan perasaan Julian ke Sera," Julian


"Kamu sudah gila kah Lian?? Akal sehatmu sebenarnya dimana?? Bunda dan Papa sengaja melakukan itu karena kamu satu-satunya Pewaris Keluarga Ginanjar, tapi kamu malah menyukai wanita rendah dari Keluarga miskin," Dyana


"Sudah cukup Bunda!! Aku gak bisa menerima penghinaan terhadap Sera. Aku mencintai Sera dan pasti akan mendapatkannya, Bunda hanya tinggal menunggu Pernikahan aku dan Sera. Aku akan ulangi sekali lagi, aku mencintai Sera, hanya itu yang Bunda dan semua harus tau," Julian


Julian menutup teleponnya tanpa sadar jika Sera mendengar percakapan Julian, Sera kembali ke kamar dan menghidupkan televisi, Sera menghubungkan youtube ke televisi dan menonton konser Oppa-Oppa Koreanya, namun Sera bukannya menonton tapi sibuk dengan pikirannya sendiri,


"Anak angkat Ayah itu sungguh mencintaiku," Bathin Sera.


.


.


.


Di rumah Sera, Alan sedang memberi makan kedua anjing Sera,


"Oi Div-Reika, sepertinya Ayah kalian ada banyak ya, bolehkah aku jadi salah satu calon kandidat Ayahmu??" Ujar Alan ke 2 anjing Sera


"Alan, jaga omonganmu, kau jangan coba-coba mengikuti jejak Julian, Ayah sudah cukup stress karena Julian berani menculik Sera yang sudah memiliki suami," Sura


"Ayah, aku pernah mengecek biografi kehidupan Keluarga Ginanjar, menurut pencarianku, Keluarga Ginanjar semua keturunannya adalah psikopat kejam, jangan-jangan darah Si Julian itu juga darah psikopat yang bisa melakukan apapun yang dia inginkan," Alan


"Julian adalah anak yang baik, Ayah yakin Julian tidak akan sejahat leluhur Keluarga Ginanjar. Dan walaupun Keluarga Ginanjar itu jahat, tapi mereka berperan besar dalam keseimbangan Pemerintah Negara ini, mereka selalu ada di pihak kebenaran," Jelas Suta


"Yaaa aku hanya takut jika Sera akan terluka karena sifat Anggota Keluarga Ginanjar," Alan


Alan pergi ke dalam rumah untuk mencuci tangan, sedangkan Suta masih pusing karena semua yang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2