Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
88. Terungkapnya Fakta Masa Lalu 2 (Season 2)


__ADS_3

Satu bulan kemudian, di Bali, Sera dan anak-anak sedang berenang di kolam berenang indoor untuk anak-anak yang berada di belakang rumah,


“Wahhhhh dinginnya,” Agus


“Di cuaca panas kayak gini emang paling enak main di kolam dingin,” Sera


“Sera, lihat Serena udah bisa berenang, pintar sekali,” Alan


Sera melihat Alan yang mengajari Serena berenang,


“Alan, kau emang guru hebat, kau ajarkan juga Serli sama Ken juga yaa,” Sera


“Tunggu besaran dikit, masih bayi, main air mendingan,” Alan


Mereka bersenang-senang, lalu Rini datang membawakan buah-buahan segar,


“Oi, semuanya, ayo istirahat dulu, aku sudah membawakan buah potong lhoo,” Rini


“Horreee makan buah,” Agus


Mereka yang di kolam pun berhamburan keluar dan duduk di kursi santay,


“Rini, dimana Ezhar?? Dari pagi belum keliatan,” Sera


“Ezhar ada urusan di kantornya, mungkin agak pulang malaman, aku akan membawakan makanan nanti,” Rini


“Aku akan menyuruh supir bersiap nanti, aku masih ada ngajar les jadinya gak bisa anter,” Alan


“Ya ngak papa kok, lagian udah biasa aku ke kantor Ezhar sendiri,” Rini


“Rini, kau jangan terlalu lelah, walau ini kehamilan ketigamu, tapi tetap saja, kau harus berhati-hati,” Sera


“Ya ya, aku mengerti,” Rini


“Sera nanti ingatkan aku untuk tedun ya, sekarang lagi Purnama kan,” Alan


“Iya, jam 7 kayak biasa kan??” Sera


Alan mengangguk, Serena menatap Sera,


“Mama, aku mau liat bulan,” Serena


“Hmmm boleh, tapi kamu harus makan sayuranmu nanti siang, oke??” Sera


“Okeee,” Serena semangat


Mereka pun mengobrol riang.


 


.


.


.


BRAKKKK!!!!!


2 pria yang sedari awal ada diruangan itu menjadi terkejut karena bantingan pintu itu,

__ADS_1


“Oi, kau bisakah datang seperti biasa?? Pintu kantorku bisa rusak karena kau banting keras kayak gitu, Julian,”


Julian mendekat ke 2 pria itu,


“Jelaskan, Jelaskan semua yang sebenarnya terjadi, Kak Axel, Alvaro,” Julian


“Aihhhh, jika kau mau tau maka tenangkan dirimu, jika kau belum tenang maka jangan harap aku buka mulut,” Axel


Julian menyerah dan menghela nafas, Julian pun duduk di single sofa,


“Kau bisa bicara,” Julian


“Pertama-tama, baca ini,” Axel


Alvaro memberikan Julian sebuah map, Julian membacanya,


“Itu adalah laporan yang kuterima sebelum kematian Om Hans. Disitu diberitau, obat berbahaya dari Inggris di bawa kemari,” Axel


“Aku sudah tau mengenai obat ini, lalu-” Julian


“Kau percaya dengan kemampuan kedokteranku kan??” Axel


Axel menaruh sebuah botol kecil yang tertutup,


“Tapi kuharap kau juga percaya, jika aku sudah meneliti sampel obat berbahaya itu, dan didalamnya ada kandungan obat-obatan terlarang dengan dosis tinggi, dan entah bahan berbahaya apalagi, tapi obat ini memiliki efek negatif, orang yang meminum atau disuntikan ini bisa menggila tiba-tiba dan menuruti apapun perintah orang yang pertama kali dia lihat, setelah 10 menit, efek gila muncul lagi sebelum akhirnya orang itu meninggal melepuh karena rasa panas yang dihasilkan obat ini,” Axel


“Lalu??” Julian


“Kau masih bertanya lalu??? Kau itu bodoh atau gak punya otak?? Seharusnya kau menanyakan aku dapat obat berbahaya ini darimana,” Axel


“Ahhh Si bocah ini dari dulu gak pernah berubah,” Alvaro


“Tubuh Sera,” Axel


“APA?? BAGAIMANA BISA??” Julian terkejut


“Tentu saja bisa, apa yang tidak bisa terjadi di bumi ini,” Axel


“Semua laporan yang kuterima 3 tahun lalu adalah hasil rekayasa yang sempurna, saking sempurnanya, kau percaya begitu saja tanpa menunggu aku selesai menyelidiki,” Alvaro


“Alvaro, kenapa kau tidak melanjutkan lebih teliti??” Julian


“Bibi Dyana menyuruhku untuk tidak menghentikan penyelidikan, hingga tahun lalu Axel meneleponku dan menceritakan semuanya. Walau aku sangat berterimakasih kepada Bibi Dyana yang mau merawatku setelah orang tuaku tiada, tapi tetap saja membuat kehidupan seseorang hancur demi menutupi kejahatan itu tak bisa kubiarkan hal seburuk itu terjadi,,” Alvaro


“Akan kuperjelas, sekitar 6 sampai 7 tahun yang lalu, Sera melarikan diri dari rumah, dan di Bandara Jakarta, Sera bertemu dengan Sean yang selama ini selalu berhubung diam-diam lewat telepon dan ditambah Sera itu seperti Naumi, cenderung mengikuti seseorang karena berada ditempat asing. Dimalam yang sama disuatu tempat yang tidak diketahui, Sean dan kawanan menyuntikkan obat berbahaya ini ke Sera dan membuat Sera kehilangan kesadarannya dan menuruti perintah Sean, namun tidak disangka, dosis obat yang diberikan terlalu banyak dan membuat Sera kehilangan akalnya,” Axel


“Kemungkinan, Bibi Dyana yang sedang bersama Om Hans itu tau jika Sera sedang keracunan obat itu, dan demi mendapatkan penawar untuk Sera, Om Hams melawan para anggota Organisasi dan akhirnya dengan perintah Sean, Sera menembak Om Hans tepat beberapa jam setelah Sera turun pesawat,” Tambah deduksi Alvaro


“Benar, Bibi Dyana yang khawatir akan dipersalahkan karena obat tersebut pun tutup mulut dan hanya menceritakan kepadamu apa yang Beliau lihat. Dan mungkin, Sean mungkin memang jatuh hati pada Sera, setelah seharian Sera tetap kejang, Sean membawa Sera kepadaku dan memintaku menyembuhkan Sera, dia bilang, Sera tak sengaja meminum racun. Tapi siapa yang percaya itu, Sera adalah ciri khas wanita yang asalkan ada uang maka tak masalah apapun itu,” Axel


“Dan kami yakin, kalau kau tidak akan membiarkan Sera kekurangan uang karena black cardmu ditemukan di dalam ponsel Sera,” Alvaro


“Black card itu aku buat memang untuk Sera,” Julian


“Intinya, Sean dan organisasi hitam sudah merencanakan ini, namun pihak Keluarga di Inggris juga terlibat karena menyembunyikan telah membuat dan membiarkan obat berbahaya menghilang. Sera termasuk korban di sini, jika Ibumu menceritakan soal obat itu, kau tidak akan menyalahi Sera,” Axel


“Tidak, Sera, Sera tetap saja bersalah, hanya karena masalah Gladis, dia-“ Julian


“Kalau kau tetap mengira Sera salah, maka anggap saja seperti itu, jika aku harus milih harus kasihan sama tubuh terpotong Om Hans atau Sera saat itu, aku lebih memilih Sera, alasan hasil otopsi Om Hans lama keluarnya, karena aku sibuk menyembuhkan Sera, berat badan Sera dan kulit Sera semua terbakar, bahkan untuk membalikan kewarasan Sera, aku harus menggunakan alat ciptaanku, untungnya Sera punya keberuntungan, semua selesai dalam 1 bulan, aku lalu menghubungi Audi karena kau pernah cerita jika Sera punya teman masa kecil yang ada di Jakarta, aku menghubungi Audi dan meminta Audi untuk menampung Sera hingga kau menemukan Sera setelah menyelesaikan masalah perusahaan,” Axel

__ADS_1


Axel melihat Julian yang masih dalam keterkejutan,


“Jika kau benar-benar tak percaya maka ya sudah, aku tak bisa lagi berkata apapun, kau bisa menanyakan Audi bagaimana Sera yang masih pakai kursi roda, saat Sera bersama Audi, setiap harinya aku selalu melakukan hipnotis agar Sera melupakan segalanya, dan syukurlah Sera kembali semula sebelum ditemukan olehmu,” Axel


“Pantas saja kau menanyakan dimana bocah itu terus menerus,” Alvaro


“Yaaa mau bagaimana lagi?? Jika Julian melihat keadaan Sera saat itu, dia bisa menjadi jahat dan memusnahkan organisasi hitam dengan cara terkotor sekalipun, aku mengenal Julian sejak SD, walau tak dekat, aku bisa tau bagaimana sifatnya, bahkan saat SMA, kasus perkelahiannya bahkan lebih banyak daripada data Smart All, dan alasannya hampir semua karena Kakak kembarnya saat itu yaitu Sera,” Axel


“Bunda tidak mungkin menyembunyikan hal sebesar ini dariku, itu semua pasti tidak benar,” Julian


“Kan sudah kubilang, lupakan saja kalau kau tak percaya. Tapi jika kau terlambat menyadari, kau akan kehilangan Sera dan anak-anakmu,” Axel


“Apa??” Julian dan Alvaro terkejut


“Anak-anak??” Alvaro


“Apa maksudmu itu Kak??” Julian


“Eh?? Kau masih belum tau, padahal Ezhar bulan lalu cerita jika kau bertemu dengan anak kembarmu, gak benar yaa??” Axel


“Anak- Anak kembar Sera,” Lirih Julian


Axel mengangguk, “Iya, aku yang membantu melahirkannya karena bayi prematur, Ezhar hanya tau beberapa operasi, tapi membantu melahirkan, Ezhar itu zero,” Axel


“Nama,” Julian


“??” Axel


“Siapa nama bayi kembar itu??” Julian


“Yang pertama lahir perempuan, Sera beri nama Serlian, dan yang kedua cowok, kalau gak salah namanya Kenzie,” Axel


“Serlian, Kenzie,” Julian


“Sebenarnya ini rahasia kedokteran, sebagai dokter seharusnya aku tak membocorkan tentang pasien, tapi aku yakin bayinya Sera itu adalah anakmu, tapi apakah mungkin Yohan?? Adik kembarmu?? Tidak mungkin juga, dia ada di Negara yang sangat jauh dari negara ini, Tapi apakah mereka bukan bayimu juga Lian??” Axel


“Tidak, mereka bayiku, mereka anakku,” Jawab cepat Julian


“Tidak, kau bahkan masih percaya jika Sera pembunuh Om Hans, jangan bilang kau hanya ingin merebut bayinya Sera, Keluarga Affandra yang melindungi Sera saat ini, kau ingin perang dingin dengan Keluarga Affandra?? Kalau iya, aku tidak akan bergabung, aku tidak mau berbuat kesalahan yang sama lagi,” Alvaro


“Aku juga tak akan mendukungmu jika kau sampai hanya menginginkan anak-anak Sera saja, memisahkan anak dari ibunya itu lebih jahat daripada memakai narkoba, apalagi Sera bertahan selama 3 tahun dengan 3 anaknya, kau pikirkan saja, apa wanita seperti Sera akan membunuh orang tanpa sebab, apalagi Sera itu penyuka uang, Om Hans termasuk yang memberikan perubahan hidup dari miskin ke kaya, kau kira Sera akan membunuh sumber uangnya?? Pikirkan itu baik-baik Julian,” Axel


Julian tersadar akan hal terpenting yang ia lewatkan selama ini,


“Aku dengar jika Sera sekarang sudah sangat cantik walau masih gendut, dengan penampilan sintal kayak gitu, pasti banyak pria yang menginginkan Sera-“ Alvaro


“Aku akan membunuh pria manapun yang mendekati Sera, Sera maupun anak-anaknya adalah milikku,” Julian posesif


“Pfftt hahahahaha, akhirnya, kau menyadarinya kan?? Sera sama seperti Naumi, pecinta uang, selama kita masih bisa membelikan Ferrari untuk mereka maka tanpa pemaksaan, mereka akan tetap di pelukan kita,” Axel


“Aku akan pergi,” Julian


Julian melepaskan satu lencana yang ada di jasnya dan menaruhnya dihadapan Alvaro,


“Alvaro, pergilah ke Inggris dan cari obat-obatan yang lainnya, sebagai Kepala Keluarga Ginanjar, aku memberikanmu ijin untuk menghabisi siapapun yang menghalangimu, untuk Bunda, pastikan Bunda tidak keluar Mansion di Inggris. Dan temukan keberadaan Sean, bawa dia kehadapanku, hidup ataupun mati,” Julian


Julian pergi, Axel tersenyum miring melihat Julian keluar dari kantornya,


“Alvaro, gunakan lencana Keluargaku juga, jika obat-obatan yang berbahaya itu ada di publik, maka aku juga yang akan repot, hidup dalam masker itu menyebalkan tau,” Axel.

__ADS_1


__ADS_2