
Julian terduduk di luar rumah dan memijat pelipisnya yang pening,
"Jadi selama ini aku dan Sera benar-benar bukan saudara kembar, bagaimana bisa Papa dan Bunda bahkan Ayah menyembunyikan hal sebesar ini dariku," Bathin Julian
Julian mengambil ponselnya,
"Setelah mengetahui segalanya, aku menjadi sangat ingin memiliki Sera," Julian
Julian mengirim suatu pesan, tak lama, Sera yang sudah berganti pakaian dengan pakaian yang lebih nyaman datang, Sera menatap Julian, Julian berdiri dan mendekat ke Sera,
"Sera," Julian
Julian dengan cepat memeluk dan mencium Sera.
Sera tersentak, dan mencoba memberontak, namun tenaga Julian jauh lebih kuat, Sera terus mencoba dan akhirnya Sera dapat mendorong Julian menjauh serta menampar Julian,
"APA YANG KAU LAKUKAN HAH!??" Teriak Sera
Walau Sera berteriak, namun suara musik merendam suara Sera ditambah dengan suasana di luar yang sepi,
"Akhirnya kamu bicara denganku Sera," Julian
Julian mengambil sebuah saputangan dan meneteskan beberapa obat cair,
"Maafkan aku Sera," Julian
Julian membekap Sera hingga Sera pingsan, Julian mengendong Sera ala bridal style, Julian membawa Sera masuk ke mobilnya dan pergi tanpa memedulikan Gladis yang menatap Julian pergi meninggalkannya.
.
.
.
Di sebuah Mansion kecil, Julian menidurkan Sera di kamar utama,
"Mansion ini kubangun memang untukmu Sera," Lirih Julian
Julian membuka jas hitamnya dan dan melonggarkan dasi serta membuka beberapa kancing atas kemejanya.
Julian naik ke ranjang dan menindih Sera dengan tumpuan tangan kiri Julian,
"Setelah mengetahui semuanya, aku tak punya alasan untuk memakai topeng persaudaraan palsu," Julian
Julian mengelus pipi Sera dengan tangan kanannya,
"Sera," Lirih Julian
Julian pun membuka pakaian kebaya Sera dan membiarkan Sera tidak memakai pakaian sehelai pun, Julian tersenyum miring,
"Sera, aku tidak akan membiarkanmu dimiliki siapapun, kamu milikku sekarang dan selamanya," Julian
Dimalam yang tiba-tiba badai datang, Julian memulai "Permainan" panasnya.
Ditengah-tengah gerakan kasar Julian, Sera terbangun dan terkejut melihat Julian dan dirinya sedang bersetubuh,
"Kau!!!" Teriak Sera
Sera mencoba memberontak, namun Julian kembali menang dalam tenaga,
"Percuma kamu melawan Sera, aku gak akan melepaskanmu lagi," Julian
"Kenapa kau melakukan ini?? Aku adalah Kakakmu," Sera
__ADS_1
Julian terdiam, tangan Julian yang berada di dada Sera pun meremas lembut agak kasar,
"Kita bukan saudara, Ayah mengakui rahasianya selama 24 tahun, sekarang aku gak akan melepaskanmu Sera," Julian
Julian kembali bergerak cukup kasar,
"Hentikan, kumohon hentikan, kumohon, bayiku masih usia rawan, kumohon hentikan ini," Sera memohon
"Jika kamu keguguran bukannya itu lebih baik sayang, kita bisa memiliki anak kita sendiri," Julian
Julian menambah tempo hentakannya, Sera memberontak dan menangis,
"Kumohon setidaknya lakukan dengan perlahan hiks hiks, aku menginginkan bayi ini, kumohon jangan sampai membuat bayi terluka," Sera kembali memohon
Julian terhenti saat melihat Sera menangis pilu,
"Sera, jangan menangis, tangisanmu, aku tidak bisa melihatnya. Aku akan melakukannya dengan perlahan," Julian
Julian mulai bergerak dengan tempo lambat. Suara ******* menggema dengan iringan hujan badai yang berpetir keras.
.
.
.
Kebesokan pagi...
Di rumah di Desa, Sean terbangun setelah semalaman minum, Sean mencari-cari Sera namun tak juga ketemu.
Sean menemui Ayah mertuanya yang sedang memberi makan para anjingnya Sera,
"Ayah, Ayah melihat Sera?? Dari semalam aku tidak melihat Sera," Sean
"Ayah kira kalian ada di kamar semalaman, Ayah juga ngak liat Sera," Suta
"Julian membawa Sera pergi,"
Sean dan Suta terkejut dengan apa yang dibilang Gladis,
"APA???" Sontak Suta dan Sean bersamaan
"Kenapa Lian membawa istriku pergi!?" Sean
"Apa karena Julian sudah tau rahasia yang selama ini kusembunyikan," Suta
"Rahasia??" Sean
"Iya, Julian dan Sera, mereka bukan saudara kembar, mereka bahkan tidak mempunyai hubungan darah sama sekali," Suta
"Oho, kalian tidak tau ya, Julian itu sudah sejak lama menyukai Sera,"
Semuanya menatap Alan,
"Apa maksudmu Alan??" Sean
"Aku baru ada di Keluarga ini sejak 3-4 tahun lalu, dan saat itu, aku sudah tau jika Julian mempunyai perasaan pada Sera," Ujar Alan sambil memakan ciki lays
"Alan, kenapa kau tak pernah memberitahu hal ini pada kami??" Suta
"Memang Ayah pernah percaya padaku?? Jika bukan karena Sera yang bersikeras menguruskan, Ayah tidak akan menerimaku dirumah ini kan. Lagipula, aku juga menyukai Sera, tapi aku lebih menghormati Sera sebagai Kakak karena itu aku menghormati suami pilihan Sera," Alan
"Apa kau tau kemana Julian membawa Sera??" Sean
__ADS_1
"Itu aku gak tau, aku udah lama gak berkomunikasi dengan Julian, aku hanya memakai kartu atm dia aja," Alan
"Gladis, kau pasti tau sesuatu," Gladis
"Kau kira aku akan membiarkan begitu saja calon suamiku sendiri membawa pergi wanita lain???" Gladis
Sean menatap serius kepada wanita yang sempat membuatnya jatuh cinta itu, Sean melihat kesedihan di mata Gladis, Sean menggepalkan tangannya erat,
"Aku akan mencari istriku, aku akan menemukan Sera bagaimanapun caranya," Sean
Sean pergi.
.
.
.
Di Mansion, Sera terbangun dan melihat Julian masih tertidur di sisinya, saat Sera akan pergi, Sera baru tersadar jika tangannya terborgol,
"Kamu mau kemana Sera?" Julian dingin
Julian membuka matanya dan melirik Sera yang terduduk,
"Buka borgol ini," Sera
"Dan membiarkan kamu kabur?? Tentu saja tidak akan," Julian
"Kenapa kau seperti ini?? Walaupun kita bukan saudara kandung sekalipun, bukannya kau tidak suka dengan cewek yang sifatnya arogan, ditambah aku sudah menikah dan sedang hamil, kau juga sudah akan menikah, apa kau benar-benar gila hah??" Sera
Sera terisak, Julian menghela nafas berat,
"Jika aku gila sekalipun itu semua karena kamu Sera. Kak Rini selalu memperingatkanmu untuk berhati-hati padaku, karena Kak Rini sudah tau kebenarannya," Julian
Julian bangun dan menindih Sera dengan tangan kiri sebagai tumpuan,
"Kau mau ngapain!? Menjauh dariku!!" Sera
"Menurutmu apa yang dilakukan pasangan setiap pagi???" Julian
"Ap-Apa maksudmu??" Sera
Julian tersenyum miring, "Yaa kamu sebenarnya pasti mengerti, aku ingin morning s*x," Julian
"Kau benar-benar tidak tau malu, aku gak mau!!" Sera menolaknya dengan keras
"Kenapa?? Paling ujung juga kamu akhirnya luluh seperti semalam, jangan menipuku, aku akan melakukannya dengan perlahan," Julian
Sera menggeleng, "Itu- sekarang, sekarang aku lapar, bayiku juga perlu makanan kan," Sera
"Ah aku lupa, baiklah aku akan memesan makanan online, kamu mau makan apa??" Julian
"Apa aja yang penting baik untuk bayiku," Sera
Julian terdiam sesaat, lalu menghela nafas berat, "Baiklah, aku akan memesan sesuatu," Julian
"Sebelumnya-" Ujar Sera dengan cepat
"Apa lagi??" Julian
"Lepaskan ini, aku tidak akan kabur, sungguh, tanganku mulai sakit sekarang," Sera serius
"Baiklah, tapi kamu jangan coba-coba kabur, atau- aku akan menggugurkan paksa bayimu supaya bisa diisi oleh bayi milikku," Julian
__ADS_1
Sera menjadi takut, dan mengangguk dengan cepat, Julian pun membuka borgol, Sera pun dengan cepat berlari ke kamar mandi.
Julian memakai kembali pakaiannya dan mengambil ponselnya untuk memesan makanan secara online.