Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
28. Ketos Baru


__ADS_3

Sekitar 15 menitan kemudian, Para Osis dan InOs masuk ke kantin untuk memanggil Para MuBa(Murid Baru).


Satria yang Ketua InOs yang baru melihat Julian dan yang lain pun juga, mereka pun datang menyapa,


"Yo Kak Lian, apa kabar?? Baru kemarin Ending Party, sekarang udah ke sekolah aja, kangen ama kantin sekolah??" Satria


"Kagak lah, Sera mau tanda tangan Seok Jae, karena itu gue kemari," Jawab Julian


Satria mengerti, "Oh, Kakak udah dapet?? Atau mau gue mintain ke orangnya langsung?? Group Si SJ itu emang cukup terkenal, untung belum ada sesaeng*," Satria


*Sesaeng : Fans Fanatik


"Udah kok," Julian


Julian menatap Sera yang bingung,


"Ah ya Sera, ini Pengganti aku sebagai Ketua Inos, namanya Satria Wangsa, dia anak sulung Keluarga Wangsa, kamu inget kan Pak Jo kan? Pak Jo itu Pamannya Satria tapi Pak Jo malah pengen jadi sekretaris Papa angkat. Dan Sat, ini Kakak Kembar yang selama ini gue cari, namanya Sera," Julian memperkenalkan keduanya


"Ah Kak Sera, Kakak adalah Kakaknya Kak Julian, wahhh kebetulan, Kak Sera, Kak Julian itu iblis bengis di sekolah, Kakak harus mengubah sifatnya ya," Satria bermanja ke Sera


Mode penjilat Satria membuat Julian mendengus kesal,


"Hei, lebih baik lo urus murid baru sana hush," Julian


"Huh, galaknya," Satria


Satria pergi bersama semua Osis dan Murid Baru, kantin kembali hening,


"Oi Adik Manis, kenapa kau selalu disebut Iblis Bengis?? Aku tau cerita kau berkelahi dengan Sean di gerbang dari Reina, tapi kenapa kayaknya kau terlalu sering dipanggil Iblis ditambah bengis lagi," Sera bingung


"Ah itu karena saat aku bertugas, aku bisa sangat kasar bahkan tak ragu untuk menghajar secara mental, aku jarang bermain fisik karena aku gak mau tubuhku terluka," Julian


"Di sekolah ini boleh main fisik??" Sera


Julian mengangguk, "Iya, tapi harus ada alasan kuat, jika masalah pribadi itu dilarang, karena itu saat aku menghajar Si Brengsek Sean itu, aku menggunakan alasan pencemaran nama baik dan hukuman kenakalan selama sekolah. Seharusnya Si Brengsek itu bersyukur tidak mendapat hukuman yang lebih," Julian


"Ahhh kau ini, apakah sifatmu memang seperti ini??" Sera


Julian menggeleng, "Aku hanya melakukan apa yang harus kulakukan, mau itu dianggap baik ataupun buruk, itu terserah orang lain, tapi aku ingin kamu selalu melihat sisi baikku karena aku ingin menjadi adik yang terbaik untukmu," Julian


Sera tersenyum lalu mencubit gemas pipi Julian,


"Adik manis, kau memang yang paling manis. Sudah cukup siang, sebaiknya kita pulang dan bersiap," Sera


“Baiklah,” Julian


Saat mereka melewati lorong, Julian baru teringat sesuatu,


“Sera, aku baru ingat sesuatu, aku harus menemui Ketua Yayasan dulu mumpung Beliau ada di tepat, kamu mau nunggu bentar gak, atau mau ikut??” Julian

__ADS_1


“Aku nunggu aja disini,” Sera


Julian melihat seseorang gadis yang ia kenal,


“Oi Bunga, kemarilah,” Julian


Gadis gendut yang bernama Bunga itu datang karena panggilan Mantan Ketosnya itu,


“Ya Kak, ada apa??” Bunga


“Aku akan ke Ruang Ketua dulu, kau jaga Sera ya, kalau ada apa-apa kasih tau aku atau Satria, ngerti kan??” Julian


Bunga mengangguk,


“Sera, aku pergi ya, bentar aja kok, kamu bisa andalkan Si Bunga ini, dia pacarnya Satria yang tadi jadi tenang aja oke?” Julian


“Iya baiklah,” Sera


Julian pun pergi, namun Julian salah menyatukan Sera dan Bunga yang sama-sama gadis introvert, tetapi Sera yang merasa Kakak Kelas pun berusaha menjadi Kakak Kelas yang baik,


“Hmm, namaku Sera, kalau kamu??” Sera


“Namaku Bunga Kak, jadi Kakak adalah Kakaknya Kak Lian, hmm kebetulan ada genk jahat di Sekolah ini, bagaimana jika kita mencari Satria aja biar Kakak gak di ganggu,” Ajak Bunga yang sudah mengetahui mode protektif Julian dan takut jika dirinya tak bisa melindungi Sera dan membuat Julian marah


“Iya, ayo,” Sera


Sera dan Bunga pun pergi, namun Sera melihat mesin penjual minum otomatis,


“Hmm aku coba dulu ya Kak,” Bunga


Sera memberikan Bunga uang dan Bunga pun mencoba,


“Kakak mau minum apa??” Bunga


“Hm cola aja,” Sera


Bunga mengangguk, “Baik,” Bunga


“Kamu juga belilah sesuatu, seharusnya uang itu cukup untuk 2 minuman,” Sera


“Baik, makasih Kak,” Bunga


Setelah mendapat kedua minuman yang diinginkan, mereka melanjutkan perjalanan sambil meminum minumannya, namun tiba-tiba Bunga tak sengaja menabrak seseorang dan membuat orang itu terkena minuman itu,


“Argghh Si*lan, lo gak punya mata hah!?” Cowok bernama Abi


“Ah maafkan aku,” Bunga


“Hanya maaf aja cih, mentang-mentang jadi pacarnya Ketos aja belagu, lo itu hanya cewek rakyat bawah, dasar ******,” Abi

__ADS_1


Sera nampak terkejut karena perkataan kasar Cowok yang ia tak kenal itu, Sera menatap Bunga yang hampir menangis,


“Hei, kau-“ Sera


Abi mendorong Sera hingga terjatuh,


“DIEM LO BANGS*T!!! Lo ama dia apa bedanya!! Dasar ****, ****** *******,” Abi


Sera juga menjadi takut dan menangis, Bunga pun menghalangi Sera dari hadapan Abi,


“Ja-Jangan, jangan ganggu Kak Sera, aku gak akan biarin kau melukai Kak Sera,” Bunga


“Cih, dasar ******,” Abi


Saat Abi akan memukul Bunga, Seseorang menahan tangan Abi, Abi menatap orang itu dan melihat Satria,


“Lo berani sentuh cewek gue, gue habisin lo,” Satria marah


Satria menghempaskan tangan Abi, sedangkan Bunga membantu Sera berdiri,


“Kakak lo Kak Mona udah bikin Kak Julian murka kemarin, sekarang lo mau bikin Kak Julian murka lagi?? Apa lo tau siapa cewek yang lo dorong dan buat nangis?? Dia adalah Kak Sera, Kakak Kembar Kak Julian yang selalu dibicarakan Kak Julian,” Satria


Abi menatap Sera yang masih menangis dengan tatapan tak percaya,


“Lo juga udah beraninya ingin mukul cewek gue, lo kira lo punya berapa nyawa hah??” Satria


Satria menarik kerah seragam Abi,


“Lo tau kenapa gue bisa jadi Ketua Inti Osis padahal dulunya gue Anti InOs, itu karena gue pengen ngelindungin Bunga, gue ngerebut Kekuasaan Tertinggi untuk cewek yang gue cintai, jadi jangan pernah mencoba nyakitin Bunga, gue gak akan segan dengan siapapun yang bahkan jika hanya memikirkan untuk menyakiti Bunga,” Satria


Satria menghempaskan Abi ke tanah, Abi dengan segera mungkin menjauh dari sana, Satria menghela nafas berat dan berbalik ke Bunga yang mencoba menenangkan Sera,


“Bunga, kamu ngak papa kan??” Satria lembut


Bunga mengangguk, “Iya, tapi kasihan Kak Sera, baru pertama kali ke Sekolah kita tapi dapat perlakuan buruk,” Bunga


Sera berusaha berhenti,


“Kak Sera, maafkan kejadian tadi ya, untungnya ada beberapa Murid Baru yang melaporkan kejadian ini padaku, tolong berhenti menangis ya, kalau gak Kak Julian bisa murka kepada kami,” Satria


Sera berhenti menangis karena bingung,


“Adik murka?? Kenapa?? Ini hanya masalah kecil, aku hanya takut, aku ciri khas orang yang gak bisa dibentak soalnya,” Sera


 “Pokoknya jika Kak Julian tau ada yang menindas Kakak di Sekolah ini, bisa-bisa Kak Julian membalas menindas satu sekolah Kak,” Satria


“Coba ceritakan, aku mau tau,” Sera


“Hmmm tapi jangan ceritakan ke Kak Julian ya, Kak Julian ngamuk bisa bahaya,” Satria

__ADS_1


Sera mengangguk,


“Dulu, saat aku baru Kelas 1 dan Kak Julian baru Kelas 2-“ Satria.


__ADS_2