
Kebesokan harinya, Julian benar-benar jatuh sakit, Julian pun terpaksa diam di kamar seharian.
Sera yang curiga pun menengok Julian dan melihat Julian tertidur di ranjangnya, Sera mendekat ke Julian,
"Sera," Suara Julian serak
"Kau sakit??" Sera
Julian mengangguk, "Aku hanya demam biasa, jangan khawatir," Julian
"Ahhh kau ini benar-benar lemah, berenang sekali aja langsung sakit," Sera
Julian menunduk lesu, Sera pun keluar dari kamar Julian,
"Apakah aku memang masih lemah??" Bathin Julian
Tak lama, Sera kembali dengan membawa teh jahe dan bye bye fever,
"Aku malas kena air, jadi pakai aja ini dulu, di kulkas kan ada banyak juga," Sera
Sera menempelkan itu ke dahi Julian,
"Aku akan membeli bubur di luar dulu, biasanya jual pagi-pagi gini, tunggu disini," Sera
Sera membuka jendela supaya udara bisa bertukar lalu pergi,
"Aku merepotkan Sera," Bathin Julian.
Siang harinya, Julian masih demam namun panasnya sudah mulai turun, bye bye fever yang di gunakan pun sudah diganti dengan saputangan yang Sera ambil dari tas Julian.
Malamnya, Julian terbangun dari tidurnya dan merasa lebih mendingan dan demam sudah turun, Julian tak melihat Sera dikamarnya, Julian lalu mengambil saputangan yang ada di dahinya,
"Saputangan ini kan-" Julian
Julian bangkit dan keluar kamar, Julian melihat Sera sedang memasak sesuatu di dapur,
"Sera, kamu yang mengeluarkan saputangan ini dari tasku??" Julian
"Iya, aku tak menemukan saputangan di lemarimu, karena itu aku mengambil apa yang aku lihat," Sera
"Tapi kenapa harus yang ini?? Kau gak tau ini adalah barang berhargaku, seharusnya kau jangan menyentuh barang-barangku tanpa seijinku," Julian
Sera menunduk,
"Baiklah, aku tidak akan menyentuh atau mengambil barangmu, kau puas??" Sera
Sera pergi ke kamarnya, Julian menatap kepergian Sera dan beralih menatap saputangan,
"Aku gak seharusnya memarahi Sera," Julian
Julian melihat apa yang dimasak Sera,
"Bubur?? Ini pasti untukku, setelah yang tadi, Sera pasti tidak akan merawatku," Lirih Julian
Julian mematikan kompor dan kembali ke kamarnya, Julian menaruh saputangan itu kembali ke tempatnya, Julian tiduran di ranjangnya,
"Sera pasti sangat marah padaku," Lirih Julian.
Tak lama, Sera datang dengan membawa bubur, Julian melihat Sera,
__ADS_1
"Waktunya minum obat," Sera
Sera memberikan mangkuk bubur ke Julian,
"Ini, makan sendiri, jangan manja," Sera
Saat Sera akan pergi, Julian meraih tangan Sera,
"Sera, aku minta maaf, tadi aku udah memarahimu," Julian
Sera menatap Julian,
"Untuk apa kau minta maaf?? Aku yang salah karena mengambil barangmu sembarangan tanpa ijinmu, karena itu mulai sekarang, aku gak akan mengambil apapun darimu," Sera
Julian tersentak dan menjadi sedih, Sera melepaskan tangan Julian lalu pergi,
"Sera benar-benar marah," Lirih Julian.
Hari berlalu, Julian semakin merasa bersalah karena masalah kecil yang ia perbuat, Julian dan Sera bahkan menjadi jarang mengobrol dan bertemu.
Saat semester 2 dimulai, semua berjalan dengan lancar, Sera mulai dekat dengan beberapa teman sekelas, bahkan Sera dan Julian menjadi jarang satu kelompok.
Saat uts berlalu, Julian tak sengaja melihat Sera bersama dengan seorang laki-laki lain, Julian ingin mendekat ke mereka, namun Sera keburu masuk ke dalam mobil laki-laki itu, dan tak lama, Julian menerima pesan dari Sera,
Sera : Aku pulang duluan dan akan pulang telat,, kau siapkan saja makan malam untukmu saat kau pulang kuliah nanti,,
Julian bergetar melihat pesan wa dari Sera itu,
"Sera, Sera mempunyai pacar, sejak kapan??" Bathin Julian.
Kebesokan harinya...
Sera dan teman-temannya sedang menunggu Dosen datang, namun tiba-tiba Ira(Korti) datang dengan kabar menyenangkan,
"Temen-temen, ini baru di infoin oleh kedua Dosen, mereka bilang tidak mengajar hari ini, jadi hari ini semua matkul kosong, yang mau ukm atau pulang bisa langsung ya, udah Ira absen kok semua kok," Ira
"Yesssss, ayo kita ke kantin dulu kuy," Novi girang
"Sera, ayo ikut ke kantin," Ajak Dila
"Ngak ah, aku mau pulang aja," Sera
Julian yang sedaritadi menatap Sera tiba-tiba ada yang menepuk bahunya,
"Oi Julian, kamu mau ikut ke kantin??" Ajak Sam
"Hm mungkin ngak, aku mau istirahat untuk ke kampus lain, mumpung jam kosong kan," Julian
Julian mengambil tasnya dan pergi ke meja Sera,
"Sera, ayo pulang," Julian
"Ngak, aku ada janji dengan seseorang," Sera
"Kalau begitu aku antar," Julian
"Ngak perlu, kau katanya mau istirahat," Sera
Sera pergi, Julian menghela nafas berat,
__ADS_1
"Julian, kamu dan Sera bertengkar??" Tanya Santi
"Ngak kok, memang ada masalah kecil di rumah, tapi gak terlalu parah kok," Julian
"Ya ampun, pasti Sera yang memulai, Julian kamu itu terlalu baik dan ngemanjain Sera, padahal katanya yang Kakaknya itu Sera," Mitha
"Benar, kalian itu sungguh Kembar Tak Serupa tau," Gita
"Sayangnya aku gak perduli, aku hanya ingin Sera bersamaku, itu aja. Ah dan kalian tau sesuatu tentang cowok yang dekat dengan Sera??" Julian
"Kami tau, namanya Yohan, dia katanya Kuliah disini tapi ngak ada yang tau siapa dia, kamu tau sendiri Fakultas kita ada 3 dengan banyak Jurusan di dalamnya," Jawab Mitha
"Iya, cowoknya ganteng bangetttt, ck, Sera itu cewek paling beruntung tau, punya adik tak serupa yang tampan sepertimu dan pacar yang sama gantengnya denganmu Julian," Santi girang
Julian menjadi kesal bercampur khawatir, "Siapa sebenarnya Si Yohan ini?? Semoga dia gak mempunyai niat jahat pada Sera," Bathin Julian.
Siangnya, Sera pulang ke rumah dan melihat Julian ada disana,
"Akhirnya kamu pulang Sera. Ada sesuatu yang ingin kukatakan," Julian
"Sebentar, aku sedang terburu-buru, aku pulang hanya untuk mengambil beberapa pakaian, temanku sudah menunggu diluar," Sera
"Beberapa- pakaian?? Kenapa?? Untuk apa??" Julian
"Kau berisik banget deh, terserah aku mau untuk apa," Sera
Sera pergi ke atas untuk mengambil pakaiannya, sedangkan Julian keluar rumahnya dan melihat mobil terparkir di luar gerbang, Julian melihat seorang pemuda asing yang ia tak kenali sama sekali,
"Dia yang namanya Yohan?? Cih biasa aja tuh wajahnya, kenapa selera Sera menjadi rendah dan memilih cowok itu," Gerutu Julian yang tak sadar jika wajah pemuda itu sama tampannya seperti dirinya
Saat Julian akan mendekat ke Yohan, Sera datang dan menghentikan langkah Julian,
"Mau apa kau??" Sera
"Ah itu- aku-" Julian
"Jangan ganggu Yohan, dia hanya teman baikku," Sera
"Tapi kenapa begitu dekat??" Julian
"Masalah untukmu?? Kau urus aja urusanmu sendiri," Sera
Julian terbingung dengan Sera sekarang, saat Sera akan pergi, Julian meraih tangan Sera dan membawanya kembali masuk ke rumah,
"Kau kenapa sih??" Sera
"Kamu mau kemana? Bukannya kamu gak suka jalan-jalan?? Tapi sepertinya akhir ini kamu jadi suka jalan-jalan ya," Julian
"Yaaa sedikit perubahan saat kuliah pasti akan ada perubahan, semua orang seperti itu, kau jangan kekanakan deh," Sera
"Kekanakan?? Kamu bilang aku kekanakan?? Aku hanya mencemaskanmu Sera, kamu selalu pulang malan dan langsung tidur," Julian
"Lalu aku harus apa?? Menunggumu seharian dirumah sendiri tanpa melakukan apapun?? Malas banget, lebih baik ke apartemen Yohan dan mengobrol bersama Yohan," Sera
"Sera, kamu bahkan ke apartemen orang itu??" Julian
"Masalah untukmu?? Kau hanya adik, jangan ganggu kehidupan pribadiku," Sera
Sera pergi, Julian menatap kepergian Sera, Julian menggepalkan tangannya erat,
__ADS_1
"Ya benar, aku hanya adik, aku hanya adikmu saja, Sera," Lirih Julian.