Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
09. Dekrit Sidak


__ADS_3

Keesokan harinya, Julian hanya mengantar Sera ke Sekolah dan setelah memastikan Sera masuk kelas, Julian pergi. Di Kelas Sera, Teman-teman Sera penasaran kenapa Julian tak lagi datang,


“Sera, Julian dan kamu sedang bertengkar?? Kenapa Julian langsung pergi dan tak kemari seperti kemarin??” Tanya Sumade


“Itu- Entahlah, dia bangun pagi-pagi buta, dan menelepon dengan bahasa asing,” Sera


“Bahasa Asing?? Kemarin Julian juga teleponan dengan seseorang menggunakan bahasa asing,” Yoga


“Tapi hebat Julian, dia bisa banyak bahasa, lancar pula pas ngomong, jadi pengen belajar dari Julian. Sera, minta ke Julian ajarin kami bahasa asing dong,” Ode


“Nenekmu ajarin, dia dirumah selalu sibuk dengan kode-kode di laptopnya, entah sedang apa yang ia baca,” Sera


“Wahhh Julian memang multitalenta, pantas saja Julian menjadi Ketos InOs, udah multitalenta, ganteng pula,” Wiwik girang


“Tapi dia punya kebiasaan buruk tau, ya kali tiap malam pas mau tidur dia pakai pakaian tidur yang terbuka, gak dingin apa,” Sera


“Oi itu kebiasaan baik anjim, Julian pasti nampak sexy sekali,” Sumade


“Sexy sih sexy, tapi masuk angin, lalu sakit, siapa yang akan mengurusnya,” Sera


“Aku mau mengurusnya,” Wiwik


“Aku juga,” Wardani


Teman-teman perempuan Sera malah berebut Julian, Sera menghela nafas dan melihat ponselnya,


“Oh ya, aku lupa menanyakan nomor teleponnya, gimana caranya minta jemput nanti,” Bathin Sera.


.


Di Ruang Kepala Sekolah...


Salah satu Guru datang untuk memberitahukan kedatangan tamu,


“Pak, Permisi, ada tamu yang mencari bapak, katanya sangat penting,” Guru


“Tamu?? Tiba-tiba seperti ini?? Ada kepentingan apa ya,” Ujar Kepsek


Kepsek pun keluar dan pergi ke ruang tamu sekolah yang terletak disamping ruang Kepsek, Kepsek terkejut melihat beberapa anak muda yang berjubah biru yang bermotif emas dan jelas dari seragam mereka jika mereka adalah Murid Sekolah Elit, YGS,


“Selamat pagi Pak,”

__ADS_1


“Se-Selamat pagi, ad-ada keperluan apa kalian mendatangi sekolah kami??” Kepsek gugup


“Sebelumnya, perkenalkan, saya Ketua Osis Inti Osis YGS, nama saya Julian,’ Ujar Julian dengan senyuman dibibirnya


Julian juga memperkenalkan teman-temannya yang lain,


“Dan ini Reina, Dion, dan Vino, kami adalah Inti Osis YGS, dan tujuan kami ke Sekolah ini karena masalah Obat-obatan di Kalangan Remaja,” Julian


“Ta-Tapi ini hanya sekolah di Desa, tidak mungkin-“ Kepsek


“Bapak yakin?? 100%?? Apakah Bapak bisa bertanggung jawab jika terjadi sesuatu??” Julian


Kepsek tambah gugup, Julian menunjukkan sebuah gulungan berikat pita merah,


“Kumpulkan semua murid di Lapangan sekarang, dan terima Dekrit YGS yang berisikan Perintah Sidak Sekolah,” Julian


“Nak Julian, Bapak bukan membela, tapi Bapak mohon jangan lakukan Sidak ini, Para Murid disini hanya anak Desa yang tidak tau aturan, tolong maafkan mereka, mereka masih sangat muda dan bermental lemah, tolong maafkan mereka,” Pinta Kepsek yang punya firasat kuat jika dekrit ia terima


“Jika Bapak tidak mau menuruti YGS, baiklah, saya akan mundur, tapi berikan surat pemindahan murid atas nama Sera, saya akan memindahkan Sera dari Sekolah ini dan memastikan Sekolah SMA yang sudah berdiri lebih dari 60 tahun ini tutup," Julian


“Apa??” Kepsek terkejut


"Bagaimana?? Pak?? Saya tidak pernah mengancam karena itu juga bisa mempengaruhi Psikologi saya sendiri. Saya bicara disini pun masih belajar mengatur mental. Dan mereka memang masih muda, lalu saya apa Pak?? Saya bukan remaja muda?? Saya bahkan lebih muda dari Sera Kakak saya yang satu kelas dengan orang-orang itu. Bapak tau sendiri, YGS hanya ingin Kemajuan, dan bukannya Perkembangan,” Julian


"Dalam 3 bulan, YGS bisa mengeluarkan lebih dari 100 Murid yang sesat, persetanan dengan nama baik sekolah maupun para murid yang di drop out, itu tidak pernah mempengaruhi Sekolah kami," Julian


Kepsek menghela nafas,


"Baiklah, lakukan sesuai ketentuan yang ada saja," Kepsek


"Itu lebih baik. Lagipula, satu sekolah ini bahkan SMA seluruh Negara ini, sudah terkepung oleh Pengawas YGS," Julian.


.


Disisi lain, di kelas Sera, Sera sedang sangat malas dan membuatnya hanya duduk di bangkunya sambil mendengarkan lagu, teman-teman yang lain juga hanya sibuk mengobrol sambil tetap mengerjakan hiasan untuk Festival. namun Juni menggunakan kesempatan itu dan diam-diam menaruh sesuatu di tas Sera, tetapi tiba-tiba suatu tangan menahan tangannya, Juni dan semua termasuk Sera menatap Julian yang menahan tangan Juni,


“Aku bisa menerima apapun kecuali adu domba dan fitnah,” Julian


Tiba-tiba Kepsek datang bersama beberapa orang dibelakangnya,


“Apa yang ingin kau masukan kedalam tas Sera??” Julian

__ADS_1


“Ini- Ini bukan apa-apa,” Juni


“Sungguh??” Julian


Julian mengambil paksa kotak kecil itu dan membukanya, Kepsek dan semua terkejut melihat obat-obatan terlarang dalam bentuk permen berbagai merek,


“Apa itu??” Tanya Sunarti yang duduk di samping Juni


“Kalian selalu mendengarkan seminar tentang ini bahkan sampai muntah-muntah sekalipun, kalian pasti tau ini,” Julian


“Ini- Narkoba??” Kepsek


“Benar, ini narkoba, di bentuk menjadi bentuk macam-macam permen,” Julian


“Tapi bagaimana kamu yakin Nak Julian??” Kepsek


“Karena aku sudah menangkap semua komplotan Juni,” Julian


Tiba-tiba seorang Staf datang,


“Pak Kepsek, ada banyak murid Sekolah YGS membawa orang-orang luar, mereka ada diruang tamu sekarang,” Staf


“Itu komplotan Juni yang ditemukan,” Julian


“Bu-Bukan, kotak permen itu- itu milik Sera, itu terjatuh dari tas Sera, aku hanya mengambilnya untuk dikembalikan,” Juni


“Kau yakin?? Aku bisa uji sidik jari sekarang juga lho, lagian gak mungkin Sera yang membawanya, karena aku sendiri yang merapikan tas Sera, ditambah Sera itu pemalu dan tak bisa naik motor, bagaimana Sera bisa mendapatkan obat-obatan atau bertemu dengan orang lain, walau di berikan 1 triliun sekalipun, Sera hanya akan menghabiskannya untuk makanan mewah dan juga fasilitas rebahan yang nyaman,” Julian


“!!!” Juni tercengang karena melupakan seperti apa Sera sebenarnya


“Bawa murid ini ke Ruangan Kepsek,”  Kepsek


Kepsek pun membawa pergi Juni,


“Sera, kamu mau lihat pertunjukan?? Mungkin hari ini akan sibuk,” Julian


“Kagak, aku mau lanjut tidur,” Sera


Dering Pengumuman terdengar, “UNTUK SEMUA SISWA CEPAT BERKUMPUL DI LAPANGAN UPACARA, SEKALI UNTUK SEMUA SISWA SUPAYA CEPAT BERKUMPUL DI LAPANGAN UPACARA KARENA AKAN DIADAKAN SIDAK OLEH PENGAWAS YGS DAN KEPOLISIAN SETEMPAT,” Suara dari pengeras suara


“Ini dikampung masa juga di sidak??” Tya

__ADS_1


“Karena dikampunglah disidak. YGS tidak mau kehilangan budaya-budaya asli Negara ini, jadi sedikit saja harus segera diatasi, sekarang ayo kita pergi,” Julian


Julian merangkul pergi Sera.


__ADS_2