
“Kak Lian, apakah ada kabar dari Bunda?? Kakek buyut gak akan datang kesini kan??” Billy
“Kakak gak pernah melihat Kakek Buyut, tapi kata Kakek, Kakak buyut kita orangnya lebih kejam dari Kakek, walau Bunda sudah diusir dari Inggris, bukan berarti Kakek buyut tidak akan mempedulikan Keluarga Ginanjar, Kakak harap Kakek buyut tidak ikut campur, karena Kakak sudah menyiapkan rencana tersendiri, karena itu Billy, kamu harus percaya sama Kakak, apapun yang Kakak perbuat itu juga demi Keluarga Ginanjar,” Julian
“Baiklah Kak, aku mengerti, aku juga sangat percaya sama Kakak, setidaknya bagiku Kakak juga adalah Pengganti Papa,” Billy
“Anak pintar, sekarang kembali ke kamarmu, besok Kakak akan memberikan uang untuk kamu dan Arina pergi belanja,” Julian
“Baik Kak,” Billy
Billy pergi, dan tak lama Yohan datang,
“Hei,” Yohan
“Apa maumu??” Julian
“Kulihat kau sangat terampil dalam mengurus rumah ini,” Yohan
“Tentu saja, aku sudah terbiasa, orang baru seperti dirimu harus belajar lebih giat,” Julian
“Jadi maksudmu aku harus menyerah bahkan sebelum aku bisa mendekati Sera?? Aku gak akan biarkan kau menyentuh Sera,” Yohan
“Oh ya?? Memang kau bisa apa?? Hm bukan, memang kau punya apa bisa membuatku tidak menyentuh Sera?? Waktu Kuliah kau bahkan Sera permalukan dengan melemparimu dengan uang, dan uang itu milikku, jadi kau punya apa lagi bisa menantangku??” Julian
Yohan kesal,
“Kau adalah kembaranku karena itu aku tak langsung membuangmu, bagiku kau itu bukan saingan cintaku,” Julian
“Tch, apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan Sera,” Yohan
“Kalau gitu, lakukan semua yang kau bisa Yohan, Sera pernah berkata, jika pria tak punya modal ya jangan gaya, kau mengerti kan, Kembaran??” Julian
Yohan pergi, namun walau Julian terlihat memperlihatkan wajah merendahkan, setelah Yohan pergi, wajah Julian berubah serius nan dingin,
“Kau bisa melakukan apapun Yohan, tapi sepertimu, aku akan lakukan apapun untuk Sera, aku mencintai Sera dan tak akan pernah berubah,” Julian
Julian keluar dari kamarnya, Julian melihat jika Alan sedang sibuk dengan laptopnya di sofa, Julian tak peduli, Julian pergi ke kamar Sera dan melihat Sera sedang duduk di sofa sambil mendengarkan lagu,
“Sera, kamu sudah menghabiskan makan malammu,” Julian
“Iya, sudah kok,” Sera
Julian mendekat ke Sera dan berjongkok di hadapan Sera, Julian mengelus perut Sera lalu menyelipkan kepalanya ke dalam pakaian Sera, Julian mengecup perut Sera beberapa kali,
“Oi, aku sedang tak ingin disentuh, menyingkir sana,” Sera
Julian mematuhi Sera, Julian mengeluarkan kepalanya dan tersenyum manis ke Sera,
“Sera,” Julian
Julian meletakan kepalanya di pangkuan Sera dengan posisi masih berjongkok,
__ADS_1
“Aku mau tau sesuatu,” Sera
Julian menatap Sera dengan masih memposisikan kepalanya di pangkuan Sera,
“Kamu mau tau apa Sera??” Julian
“Kau sungguh ingin menikahiku??” Sera
“Iya, kalau kamu mau aku sekarang juga bisa menyiapkan pernikahan kita,” Julian
Sera menggeleng, “Aku bahkan belum bercerai, yang ingin kutau, kau tak menyukai Si Gladis itu lagi, belum ada 6 bulan dari saat kau menyatakan ingin menikahi dia, kenapa kau membatalkan pernikahanmu dan memilihku??” Sera
Julian terdiam sejenak dan bangkit, Julian naik ke atas Sera dan menjadikan tangan kirinya penompang agar Julian tak menindih Sera, sedangkan tangan kanan Julian mengelus pipi Sera,
“Karena aku sadar, aku mencintamu, sebelumnya aku mengira jika Gladis adalah wanita yang aku paling cintai, tapi tidak, aku hanya menyukai Gladis sebagai teman masa kecil, aku terlalu naif selama ini. Sera, percayalah aku memang mencintaimu, hanya kamu Sera,” Julian
Julian memeluk Sera,
“Aku tidak ingin kehilanganmu Sera,” Julian.
.
.
.
Keesokan harinya, Sera terbangun lebih awal dari biasanya, Sera melihat ponselnya,
Sera pun keluar kamarnya, Sera turun ke lantai bawah dan melihat para Pembantu sedang memasak dan membersihkan lantai,
“Nona Sera, Selamat Pagi, Nona bangun lebih awal,” Bi Tuti
“Iya, aku mau makan, apa sudah ada makanan??” Sera
“Baru ada kerupuk udang saja Nona,” Bi Ina
“Ya itu dulu aja dah,” Sera
Sera mengambil toples kerupuk itu dan memakannya satu per satu,
“Tuan Julian baru saja kembali ke kamarnya setelah jogging, Nona mau saya panggilkan Tuan Julian,” Bi Ina
“Gak usah, nanti aja datang sendiri,” Sera
Sera pun pergi ke sofa dan duduk disana sambil menonton tv pagi, dan seperti dulu, Sera melihat Nano(Kakak Sepupu Sera/Ayahnya Dinara-Devina) bersama istrinya Citra pergi bekerja pagi-pagi sekali, Sera juga melihat Iwaknya sudah bangun dan bersiap membuat kopi untuk suaminya, saat waktu berlalu, Julian akhirnya keluar dengan wajah cemas,
“Ya Tuhan, Sera-Sera, kamu udah bangun ternyata, aku kira kamu kemana karena aku ke kamarmu tapi gak menemukan kamu disana, tumben banget kamu bangun jam segini??” Ujar Julian sambil mendekat ke Sera
“Entahlah, aku juga tak tau,” Sera
Julian melihat toples kerupuk yang Sera makan,
“Sera, kamu jangan terlalu banyak makan kerupuk, nanti bisa bahaya untuk bayimu,” Julian
__ADS_1
Julian mengambil kerupuk itu dan memberikannya ke Bi Tuti, tak lama Suta yang baru bangun datang,
“Kalian berdua pagi-pagi udah ada disini,” Suta
“Ayah, kenapa mata Ayah merah gitu??” Sera
Julian menatap Suta yang ternyata benar matanya berubah merah sebelah,
“Ayah, kita dokter aja yuk periksa, nanti kalau ada apa-apa sama mata Ayah gimana,” Julian
“Tidak, tidak perlu, ini sering terjadi kok, Ayah hanya perlu mengompres pakai daun kelor dan daun sirih, kalian jangan khawatir,” Suta
“Dari bertahun-tahun yang lalu Ayah selalu bilang jangan khawatir, bahkan sampai punya anak yang kaya sekalipun tetap jangan khawatir, apa gunanya punya anak yang sukses kalau orang tuanya masih tak bisa dibawa ke dokter,” Sera
“Sera, Ayah beneran gak perlu dibawa ke dokter, sungguh,” Suta
“💢💢💢,” Sera kesal
Julian yang peka situasi pun langsung menengahi Suta dan Sera,
“Ayah, sebaiknya Ayah turuti Sera, ayo kita ke dokter dan periksa mata Ayah, Sera sedang hamil, keinginannya harus dipenuhi,” Julian
“Aihhh kalian berdua memang tak berubah, satu otaknya dan yang satu pelaksananya. Baiklah, Ayah akan ke Dokter bersama Alan nanti, kamu puas Sera??” Suta
“Ya, lumayan, jangan lupa kabari aku,” Sera
Suta hanya ber”hn” lalu pergi ke bale bengong di luar,
“Sera, hari ini mungkin aku akan lembur sampai malam, jangan lupa minum susu dan makan yang teratur ya, besok siang kan kita masih harus menemui Dokter Kandungan,” Julian
“Ya,” Sera
“Aku akan pergi ke atas dulu ya, aku akan bersiap ke Kantor,” Julian
Sera hanya ber”hn” tak peduli, Julian pun pergi, di lantai 2, Julian berpapasan dengan Billy,
“Ah Billy, kebetulan kamu disini,” Julian
“Aku ingin keluar mengambil minum Kak, memang ada apa??” Billy
Julian mengeluarkan 2 amplop uang dengan nama di depannya,
“Ini uang jajan bulanan kamu dan Arina, Kakak sudah sesuaikan dengan kebutuhan kalian, jadi bilang sama Arina jika dia harus bisa menggunakan uang ini sebaik mungkin,” Julian
“Baiklah Kak, akan kukasih Arina nanti,” Billy
“Kamu memang satu-satunya yang bisa kuharapkan Billy,” Julian
Julian pergi,
“Jika aku memberikan ini semua ke Arin, Arina pasti akan menghabiskannya kurang dari sehari, aku akan berikan setengahnya dan setengahnya akan kutabung, jika sudah banyak dan Arina berubah baik, aku akan berikan pada Arina lagi,” Bathin Billy
Billy pergi.
__ADS_1