
Kebesokan harinya, seseorang datang untuk menjemput Sera dan Julian, mereka pun pergi ke kota, dan benar saja mereka melewati kampus Sera dan tak lama mereka masuk ke perumahan mewah, hingga mereka sampai di sebuah rumah yang sungguh mewah, walau hanya berlantai 2, dekorasi maupun ukiran semuanya amat mewah.
Isi rumahnya pun sudah lengkap, ada 2 kamar+kamar mandi dalam, 1 ruang kosong, 1 dapur lengkap isinya, ruang tamu dan mini gym, ada kebun yang mengelilingi rumah dan gerbang biru yang megah, dinding sekitar rumahnya pun ikut mewah, dan ada ac disetiap ruangan,
"Wahhhh, Ayah seperti bisa tinggal disini juga," Sera
"Kita bawa Ayah kesini yuk, ada 3 kamar, satu untuk Ayah dan 2nya lagi untuk kita berdua," Julian
"Ahhh Ayah pasti ogah banget tinggal disini, lagian Ayah gak boleh ninggalin rumah," Sera
"Sayang sekali ya," Julian
"Hmmm, bolehkah aku pakai kamar diatas?? Itukan hanya 1 kamar besar, boleh kan??" Sera
"Tentu saja, aku juga akan memesan kandang anjing baru. Oh ya, aku gak bisa berkebun, kalau kamu mau, kamu bisa menggunakan semua tanah dirumah ini untuk berkebun," Julian
"Sungguh?? Baiklah, aku akan mulai berkebun saat sudah kuliah nanti," Sera
"Gimana kalau kita mulai pindahan, lagi beberapa hari lho ospeknya," Julian
"Hm, baiklah," Sera
Sera melihat ke lantai atas lagi dan melihat ada sebuah kasur kingsize, walk in closet yang kosong dan kamar mandi di dalam yang ada bathub dan shower, dinding bercat putih membuat semua lebih elegan,
"Ahhh ini adalah kamar impianku," Sera
"Oooo jadi kamar impianmu seperti ini," Julian
Sera terkejut karena Julian sudah dibelakangnya,
"Kamar impianmu ternyata yang tanpa pintu seperti ini hm, tinggi juga standarmu," Julian
"Tentu saja, gini-gini aku pencinta Oppa Korea dan Pencinta Oppa Korea itu standarnya sampai langit," Sera
"Ho-oh, i see," Julian
Julian rebahan di ranjang,
"Tapi aku juga suka disini, bagaimana jika kita sekamar lagi?? Kasurnya luas gini pasti cukup kan??" Julian
"NG-GAK-MA-U titik gak pakek koma. Kamarmu dibawah, anak cowok kan harus lindungi anak cewek," Sera
"Kakak juga harus ngelindungi adek, ya kan?? Tapi ya sudahlah, aku akan tidur di kamar bawah. Aku juga sudah menyewa pembantu dan satpam, jadi harusnya sudah aman," Julian
"Kamar kosong bagaimana kita jadikan kamar belajar??" Sera
"Boleh, ide bagus, jadi gak perlu sampai tata ulang kamar, kita hanya perlu membawa baju kita dan keperluan dapur," Julian
Julian menunjukan kunci mobil,
"Mau sekalian ambil anak-anakmu??" tawar Julian
"Dimana kamu dapat??" Sera
"Mobilku di Jakarta dikirim kesini, ya lumayan lah untuk kalau kamu mau jajan ke mall, Denpasar itu panas, kamu tambah item kan bahaya," Julian bercanda
"Eh, kalau kau berani mengatakan itu lagi, aku akan jual mobilmu ya," Sera
"Hehehe, maaf-maaf, jadi bagaimana?? Mau ikut beli keperluan dapur??" Julian
__ADS_1
"Bukan ide buruk," Sera
Mereka pun pergi.
Saat sampai sebuah mall Bintang yang adalah mall paling dekat dengan rumah Sera, mereka mengambil trolly, mereka berkeliling di tempat snack, namun pada akhirnya mereka berpisah karena Julian ingin melihat sesuatu dulu, Sera pun berbelanja sendiri, tak lama Julian datang dengan membawa banyak coklat,
"Eh?? Kenapa kau beli banyak coklat??" Sera
"Why not?? Kamu ataupun aku sama-sama suka coklat," Julian
"Jika Ayah tau aku makan banyak coklat, aku bisa-bisa dimarahi," Sera
"Ini bukan untuk sehari tapi stok 1 bulan Sera, ini ada 30 setiap coklat, jadi hanya 1 coklat yang bisa kamu makan, jangan sekaligus," Julian
"Ahhh baiklah, ayo kita belanja yang lain," Sera
Sera dan Julian kembali berjalan bersama, saat di tempat deterjen,
"Hmmm, mahal semua, lebih baik dipasar beli rinsonya, kita beli jajan sama stok dapur aja disini," Sera
"Boleh juga. Bunda angkat menyuruhku melatihmu menjadi wanita konglomerat, entah apa yang Bunda rencanakan, jadi sebaiknya kamu jangan memikirkan uang lagi, belilah apapun yang kamu inginkan," Julian
"Wanita konglomerat?? Berarti wanita kaya raya yang hanya menghamburkan uang dan sok berdonasi padahal 75% korupsi?? Tidak-tidak, aku tak akan bisa melakukan hal itu, tidak akan pernah bisa, aku hanya ingin hidup bahagia tanpa adanya kekurangan finansial, hmmm sekali-kali nonton Konser K-Pop juga boleh," Sera
"Ngomongin Korea, pas liburan tahunan, ke Korea yuk, kali aja ada konser disana," Julian
"Liat aja tahun depan," Sera
Sera melihat beberapa macam kacang almond dan kenari, Sera pun mengambil 2 bungkus namun Julian tiba-tiba mengambil semua,
"Kacang almond dan kacang kenari bagus buat otak," Julian
Sera melihat abon ayam dan mengambil beberapa abon ayam, Sera lalu melihat beberapa daging ayam,
"Hmmm, aku suka keduanya, yang satu kan ada 2 kalau yang satunya lagi lebih legit," Julian bercanda
"Eh bangs*t, aku tanya bener-bener, malah ngemesum," Sera
"Kenapa kamu mirip sekali kayak Alvaro sih?? Huh," Gerutu Julian
"Alvaro?? Yang menyelamatkanku waktu itu??" Sera
"Ya, dia juga rival seperjuanganku, dia juga Kakak sepupu angkatku, jomblo ngenes orangnya, dia suka ngomel tapi dia memang sangat baik walau dingin, udah gak mau manggil namaku lagi, kayak suami-istri lagi tukar talak, hei-kau-hei-kau, ya seperti dirimu persis Sera," Julian
"Oooo, maksudmu, aku tuh jomblo ngenes yang suka ngomel gitu," Sera
"Tidak, aku tidak mengatakan apapun," Julian
Sera mencubit lengan Julian, Julian meringis sakit,
"Akh, sakit Sera, kejam sekali kamu sama adik manismu sendiri," Julian
"Manis manesin huh," Sera
Sera lanjut berbelanja, Julian pun tersenyum manis karena hubungan mereka sudah benar-benar membaik.
.
.
__ADS_1
.
Sampai rumah, Sera merasa lelah karena berbelanja, saat akan menurunkan belanjaan,
"Gimana nih Sera?? Terlalu banyak tas belanja, aku gak bisa ngangkat sendiri apalagi sekali bawa, aku harus bolak-balik nih," Julian
"Ck ck ck, perut aja sixpack, ngangkat segini gak bisa," Sera
Sera mengambil hampir 8 tas besar,
"Kau bawa sisanya," Sera
Julian nampak tercengang karena Sera bisa mengangkat barang-barang itu, Julian pun membawa beberapa kantong kecil.
Dirumah, Sera menaruh semua dilantai untuk memilah, Sera duduk diantaranya,
"Kita hanya membeli hal tak berguna di mall," Sera
"Siapa bilang?? Ini kan snack-snack yang bisa dimakan, kadaluwarsanya pun masih lama, ada daging segar berkualitas, dan ada es krim manis ini juga," Julian
Julian memberikan satu es krim ke Sera, Sera menerima lalu memakannya, setelah makan es krim dengan cepat, Sera mengeluarkan semuanya dari kantung belanja,
"Besok pagi, aku akan mengajakmu ke pasar sekitar jam 9, jadi bersiaplah," Sera
"Oke," Julian
Sera membagi 2 semuanya terutama pada daging mahal dan sayuran segarnya serta buah-buah, tak lama berselang, Suta datang,
"Sera-Julian, kalian kapan pulang??" Suta
"Baru aja Ayah," Julian
"Oh," Suta
Suta turun dari motor dan mendekat ke Sera yang sibuk,
"Sera-Sera, kenapa kamu beli banyak barang-barang ini?? Ini kan mahal semua," Suta
"Tanyakan sama anak wungsumu Ayah, setengah besar belanjaan ini dia yang menaruh di trolly," Sera
Suta menatap Julian yang menjadi kikuk,
"Julian, kamu jangan habisin uang hanya buat camilan, nanti Sera tambah gemuk gimana??" Suta
"Ayah, ini buat stok pas kuliah Ayah," Julian
"Mau stok atau gak sama aja, lagipula kenapa kalian begitu mirip? Kalian suka sekali menyetok barang," Suta
"Hehehe namanya aja saudara kembar," Ujar Julian lalu menyengir
"Ayah, lihat Ayah, aku membeli ini untuk Ayah," ujar Sera sambil menunjukan alat pijat
"Ayah kan sering sakit punggung dan kaki, Ayah bisa gunakan ini, gak mahal kok, tenang aja," Julian
"Anak wungsu Ayah yang menemukannya dan tanpa berpikir, aku menyetujuinya," Sera
"Yang satu otaknya, yang satu pelaksananya, kalian ini," Suta
Suta mengambil alat itu lalu pergi,
__ADS_1
"Ahhhh banyak amet barang-barangnya," keluh Sera
Julian melihat barang yang ia beli, Julian mengambil itu.