
“Sean, lo adalah sahabat gue dari SD, karena itu gue masih mengampuni lo selama ini. Tapi, Gladis adalah cewek yang gue suka, sampai saat ini gue masih mencari Gladis. Tapi Sera juga bagian penting hidup gue. Sekarang gue tau kalau lo akan mengincar Gladis sekaligus Sera, gue gak akan habisin lo, tapi gue akan membuat lo di jauhi oleh mereka karena mereka adalah gadis,” Ujar Julian sambil menyuntikkan suatu obat pelumpuh yang sangat kuat efeknya
Lalu Julian perlahan menyayat wajah Sean, Sean mencoba memberontak, namun sia-sia karena Sean bahkan tidak bisa berteriak ataupun membela diri. Tepat Julian selesai dan Sean terpingsan, teman-teman Sean datang, Reina berteriak karena kaget melihat Sean yang wajahnya telah di rusak Julian, Julian membuang pisau itu sembarangan,
“Ssttt, Sera gak boleh melihat ini semua, kalian cepat bawa pergi Sean dan bersihkan tempat ini,” Julian
Dion melihat luka Julian, “Lian, lo terluka??” Dion
“Ya begitulah,” Julian
“Gue akan panggil Dokter. Dion, Vino, urus Sean,” Reina
Reina berlari pergi, Dion dan Vino pun membawa Sean pergi.
Julian menatap Sera yang masih tertidur,
“Aku bersyukur kamu baik-baik saja Sera, maafkan aku karena membuatmu merasakan menjadi umpan,” Lirih Julian
Julian melihat kissmark di leher Sera,
“Sean menandai Sera seenak jidatnya, gue gak akan biarin,” Julian
Julian naik ke ranjang dan menidih Sera, Julian menghapus kissmark itu dengan ibu jarinya, dan mencium leher Sera, membuat kissmark yang ada di leher bertambah besar.
Julian menghentikan kegiatannya, dan tersenyum,
“Sekarang tidak ada lagi bekas si Brengsek itu di Sera,” Julian
Julian turun dari ranjang dan melihat lukanya, tak lama, Reina dan Dokter tiba, Dokter pun mengobati Julian.
Setelah Julian diobati, Julian pun membangunkan Sera,
“Sera, ayo bangun Sera, Sera,” Julian
Sera terbangun dan melihat Julian,
“Ukh, kepalaku pusing,” Sera
“Tidak apa, nanti juga baikan, ayo minum ini dulu,” Julian
Julian memberikan air kepada Sera, Sera meminumnya,
“Kenapa kau bisa menemukanku??” Sera
“Itu- rahasia, dan syukurlah kamu baik-baik saja Sera,” Julian
“Sebenarnya tadi saat sampai sini, Sean memberikanku sebuah minuman, aku dipaksa minum, setelah beberapa kali minum, aku pun tertidur. Sean terlihat seperti orang baik, dia bahkan tidak melukaiku dan sangat lembut,” Sera
Julian menunduk,
“Sera, bahkan kamu gak pernah menyebut namaku, tapi kamu menyebut nama Sean 2 kali. Sean adalah orang yang menculik dan hampir melecehkanmu,” Julian
“Aku- Aku hanya mengatakan sebenarnya,” Sera
“Ck sudahlah, aku akan memanggil sopir dan kita akan pulang. Reina, bantu Sera,” Julian
Julian pergi duluan,
__ADS_1
“Wah, Lian marah. Ah sudahlah, Sera, ayo rapihkan gaunmu dan ke Lian secepatnya sebelum Lian tambah marah,” Reina
Sera terdiam.
.
.
.
Saat semuanya selesai, Sera dan Julian pun kembali ke apartemen, namun Julian hanya berganti pakaian dan pergi tanpa bicara dengan Sera, Sera menjadi bingung dan sedih.
Saat Sera sudah selesai berganti pakaian dan sedang istirahat sendiri di kamar, Sera tiba-tiba merasa lapar,
“Aku lapar sekali,” Keluh Sera
Sera mencari sekeliling apartemen namun tak menemukan makanan apapun,
“Ahhh, harusnya aku bawa mie instan. Sebaiknya aku keluar dan membeli makanan sebelum persiapan pesta malam,” Sera
Sera mengambil ponsel yang berisi black card dan pergi.
.
.
.
Di suatu ruangan, Julian sedang rebahan di sofa bersama 3 temannya yang sudah berganti pakaian juga,
“Uh, jamnya cepat sekali berjalan, baru tadi jam 11 siang, sekarang udah jam 3 aja, tinggal 4 jam sebelum pesta intinya,” Vino
“Sabar napa, baru juga order, belum ada 5 menit, lo jangan kayak orang yang gak pernah gak makan kali,” Dion
“Iya, Dion bener, Sera aja daritadi bisa nahan lapar, seharusnya lo sarapan kayak Sera, Rein,” Vino
Julian tersadar, Julian duduk dan menatap teman-temannya,
“Ngak, Sera juga belum makan dari semalam, tadi pagi juga belum, karena katanya akan makan di pesta pagi,” Julian
“Tapi tadi Sera hanya minum air dan sedikit snack Lian, saat itu, gue pergi karena baru akan membawakan Sera makanan,” Reina
“Berarti Sera belum makan sedari kemarin,” Sontak Julian dan berdiri
Teman-temannya Julian saling menatap,
“Gue kira lo kesini udah mesenin makanan yang banyak buat Sera, makanya gue gak bahas lagi,” Dion
Julian mengambil ponselnya dan menelepon seseorang,
“Pak Jo, tolong sediakan makanan untuk Sera, aku lupa membelikan makanan untuk Sera,” Titah Julian
Setelah mendapat jawaban “Baik”, Julian mematikan ponselnya dan kembali rebahan di sofa
“Gue kira lo akan berlari pulang,” Vino
“Lo marah karena Sera membela orang yang telah menculik bahkan hampir melecehkannya?? Bahkan Sera menyebut nama Sean sampai 2 kali, sedangkan lo gak pernah dipanggil dengan nama lo?? Ya ampun Lian, lo jangan kelamaan ngambul dan diem-dieman sama Sera kayak gini,” Reina
__ADS_1
“Rein bener Lian, nanti lo kudet soal Sera, malah bisa membahayakan Sera,” Dion
Julian terdiam,
“Oi, dinasehati respon kek, karma is real brother,” Dion.
.
.
.
Di luar apartemen, Sera menemukan banyak dagang kaki lima yang menjual banyak makanan, Sera yang sudah menarik beberapa dari black card Julian pun memesan beberapa makanan yang ia kira enak, Sera juga membeli beberapa minuman dan cemilan jalanan.
Setelah mendapat semua yang Sera mau, Sera kembali ke apartemen dan tetap tak melihat Julian, Sera pun makan semuanya sendiri walau sebenarnya Sera juga membelikan Julian makanan.
.
.
.
Saat waktunya Night Party yang menjadi acara inti dimulai, Julian meninggalkan Sera bersama Reina lagi tanpa bicara apapun.
Sera menjadi sedih namun tetap diam, Sera mencoba tetap seperti biasa di hadapan Reina dan teman-teman perempuan lainnya, Sera menjadi topik pertama yang menjadi pembicaraan semua orang karena merupakan Kembar Tak Serupa dengan Julian.
Sera melihat Julian sedang asyik mengobrol dengan beberapa pria tua yang kata Reina adalah Wakil Ketua YGS, Sera yang memang anti sosial hanya bisa diam dan menjawab sebisa mungkin jika ada yang bertanya,
“Katanya akan ada disampingku, huh, dasar anak bungsu Ayah itu, menyebalkan,” Gerutu bathin Sera.
.
Namun disisi itu, Mona ingin membalas Sera atas kejadian tadi pagi, Mona pun merencanakan sesuatu yang dapat membahayakan Sera.
Atas rencana Mona, Mona dan Sera pun saling bertemu dan hanya berdua diantara keramaian, Sera melihat Julian yang melihatnya sedang bersama Mona, namun Julian tak melakukan apapun dan berpaling pergi.
Mona yang melihat itu tertawa puas,
“Eh, lo liat kan?? Lian itu malu kalau deket sama lo, tadi pagi masih sepi karena itu Lian bersama lo, tapi sekarang di acara inti, Lian sama sekali gak peduli lo, karena Lian malu punya Kakak Kembar kayak lo, udah miskin, gak bisa ngelakuin apapun, introvert, gendut kayak piggy, dan gak cantik sama sekali, berbeda jauh dengan Lian yang sempurna,” Mona
Sera hanya terdiam,
“Tadi pagi gue dipermalukan Lian karena lo, sekarang waktunya gue membalikkan keadaan,” Mona
Mona mendorong Sera ke kolam berenang yang sedalam 20 meter itu, semua menghadap ke sana karena suara ceburan, termasuk Julian dan teman-temannya,
“Eh?? Lian-Lian, itu bukannya Sera??” Vino
“Eh bener,” Reina
Julian terpaku diam,
“Oi, kenapa lo diem bae?? Selamatin Sera sana,” Vino
“Sera pasti bisa berenang, suruh seseorang membawakannya handuk dan kembali ke ruangannya,” Julian
“Eh bangsat!! Sera sendiri yang bilang dia gak bisa berenang, dan ditambah dia memakai gaun seperti itu,” Reina kesal
__ADS_1
“Kolam itu sedalam 20 meter, kalau Sera gak bisa berenang, Sera bisa tenggelem Lian,” Dion
Julian sontak melihat Sera semakin tenggelam.