
Yayasan Ganesh Shati atau lebih dikenal dengan YGS, adalah sebuah Yayasan yang berpihak pada Pendidikan-Politik, YGS memiliki semua sub Pendidikan yaitu PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan Universitas, ditambah dengan Sekolah Masyarakat yang merupakan khusus Masyarakat yang kurang pendidikan dan tak mampu karena akan diajarkan secara gratis.
Namun karena dari awal hanya diisi oleh murid-murid kelas atas, masyarakat kelas bawah enggan masuk ke sana karena perbedaan kasta dan keuangan, walau ada beberapa yang menginginkan pendidikan yang sama dengan yang didapatkan oleh Para Tuan Muda dan Nona Muda
YGS memiliki 2 kelompok Osis, 1 Osis seperti SMA biasanya, dan yang 1 mengurus segalanya, sub pendidikan maupun urusan negara, karena YGS bukan hanya sekolah biasa tetapi juga ladang politik dimana para politikus ataupun Presiden sekalipun bisa disidak dan diadili.
YGS juga merupakan pusat Pendidikan terbesar dan termewah yang sekolahnya bahkan berkilometer, memiliki beberapa sub di berbagai Negara di Dunia dan berpusat di Jakarta.
Dan hanya dari gerbang, Sera sudah tercengang dengan suasana YGS,
"Hei, aku baru tau kalau kau bisa ngendarain mobil," Sera
"Kan udah aku bilang aku itu juga seorang pembalap, bukan hanya motor tapi juga mobil," Julian
"Kalau gitu kenapa kau pilih motor daripada mobil??" Sera
"Aku malas kalau macet, di Jakarta kalau macet kan bisa berjam-jam, aku gak punya waktu," Julian
"Lalu kenapa kita naik mobil sekarang??" Sera
"Aku gak mau membuatmu kepanasan terlalu lama, dan juga, kamu lupa, aku kan gak bawa motor," Julian
"Tapi bagus juga kalau dirumah ada mobil, kita bisa kemanapun tanpa takut hujanan," Sera
"Hmm ide bagus tuh," Julian
Julian melirik kebelakang dimana Sera duduk,
"Dan juga, kenapa kamu malah duduk dibelakang?? Aku udah kayak sopir grab," Julian
Sera menyengir, "Hehehee, kebiasaan," Sera
"Ahh kamu ini," Julian.
Mobil Julian masuk ke gerbang lain dimana gerbang itu menuju tempat parkir SMA, setelah memarkirkan mobil, Julian turun dan membukakan pintu untuk Sera,
"Putri Sera, silahkan turun," Julian
"Hei, kau ingin mempermalukanku," Sera
Sera turun dan melihat sekeliling yang terlihat sangat adem,
"Wahhh pertama kali aku liat SMA yang seperti ini, sudah seperti universitas," Sera
"Sera, ayo masuk," Julian
Sera mengangguk, Julian pun menggandeng Sera dan mereka masuk bersama.
Seperjalanan menuju dalam, Sera melihat banyak sekali Murid Baru yang sedang diospek keras,
"Aku kira disini sistemnya mos," Sera
"Tidak, sistem penerimaan murid baru ada 2 langkah, pertama di mos lalu diospek, tujuannya agar pikiran murid tidak terlalu lembek karena di mos yang halus, karena itu diadakan ospek setelah mos," Julian
"Ribetnya, untung aku gak sekolah disini," Sera
Julian tersenyum miring, "Kamu yakin?? Kantin ada banyak dan beragam makanannya," Julian
"Walaupun beragam, kalau gak uang jajan hanya 20ribu seperti aku, maka apa bisa didapat," Sera
"Ada kartu kantin, jika beasiswa atau miskin, maka semua makanannya akan gratis total, barang-barang dan makanan disini semua dibayar dengan nilai-nilai yang didapat," Julian
__ADS_1
"Aku tidak pintar ataupun kalangan yang bawah sekali, gimana caranya," Sera
Julian menghela nafas, "Ahhh berdebat denganmu akan memakan waktu lama, bagaimana jika kita ke kantin?? Sudah waktunya makan siang," Julian
Julian merangkul Sera dan mereka pergi.
.
.
.
Disisi lain itu semua, di salah satu Rumah Sakit di Singapura, seorang pasien sedang sendirian di Ruang Rawat VVIPnya, pria yang wajahnya di lilit perban keseluruhan itu menatap ke luar jendela,
"Lian, beraninya lo merusak wajah gue, hanya untuk supaya Sera gak menjauhi gue. Lihat saja Lian, gue gak akan pernah melepaskan Sera, gue akan membuat Sera menjauh dari lo,".
.
.
.
HACHIIIII........
"Ugh, pagi-pagi udah ada yang omongin aku," Keluh Julian
Julian mengelap mulut dan hidungnya menggunakan tissu, Julian melihat Sera yang sedang melamun,
"Sera, ada apa?? Kamu gak suka makanannya??" Julian
Sera menggeleng, "Tidak, ini enak. Aku hanya penasaran dengan keberadaan orang yang menculikku kemarin, dia sama tampan sepertimu soalnya," Sera
Julian menjadi kesal, "Sera, dia itu orang jahat. Satu sekolah ini tau apa saja yang dia perbuat, Para Guru udah angkat tangan ngatur Si Pengacau itu," Julian
Julian menjadi tambah kesal karena selama sekolah, Julian dan Sean memang berada di posisi sama dalam Ketampanan, namun Julian tak peduli hal itu karena menganggapnya tak penting.
Sera terbingung menatap Julian yang suram,
"Kau kenapa?? Jangan bilang kau merasa iri karena aku bilang yang namanya Sean itu tampan. Kau juga tampan ditambah karismatik kok, daijoubu," Ujar Sera sambil menepuk-nepuk bahu Julian
Sera mengambil jusnya dan teringat sesuatu,
"Oh ya, aku baru ingat, tanggal 16 nanti akan ada CalonArang di Pura, kau mau ikut," Ajak Sera
Julian yang memang suka tradisi dan budaya menjadi bersemangat,
"TENTU SAJA, aku gak pernah menonton ca- ca- ca- apa tadi??" Julian bersemangat
"CalonArang, itu kan masih sangat lama, masih 2 mingguan, sabar dikit napa," Sera, "Tapi memang kau berani nonton?? Gak boleh pulang lhoo sampai selesai," Lanjut Sera
"Aku bahkan gak lari saat pembelajaran uji nyali, ayolah Sera," Julian
"Ya baiklah," Sera mengalah
"YESSS," Julian semangat
Hening...
Tak lama kemudian, kantin mulai ramai diisi oleh Para Calon Murid baru.
Sera melihat murid yang membuat Sera mengiyakan ajak Julian ke YGS,
__ADS_1
"Hei, lihat, itu Seok Jae kan, wahhh dia tampan sekali, brondong memang paling enak di pandang," Sera girang
Julian melihat pemuda itu,
"Kamu bukannya suka sugar daddy," Julian
"Yaaa, sugar daddy masih yang terbaik," Sera girang
Julian tertawa,
"Kau sudah janji mau mintain tanda tangan SJ, fotonya juga," Sera
Julian menatap malas, "Baiklah-baiklah," Julian
Tepat saat Seok Jae lewat,
"Jang Seok Jae, kemarilah," Panggil Julian malas
Seok Jae berhenti dan mendekat ke Julian, Seok Jae melihat lencana yang ada di jaket Julian,
"Iya Kak Julian," Sahut Seok Jae
"EHHHHH??? KAU BISA BAHASA INDONESIA???" Sera terkejut
"Semua yang ada di sekolah ini ataupun sub Sekolah di luar negeri sekalipun, semuanya harus bisa bahasa Indonesia, itu hukum ketat di YGS, kamu gak tau itu???" Julian
"Ngak, soalnya semua wajahnya bule semua, aku kira bahasa Inggris yang dipakai," Sera polos
"Kalau kayak gitu terus kapan maju negara ini?? YGS itu adalah sekolah yang menginginkan kemajuan Negara," Julian
Julian menatap Seok Jae,
"Oi Jang Seok Jae, tanda tangan ini cepat, tulis nama Sera disana, dan ponsel lo bawa sini," Julian
Seok Jae yang bingung pun hanya bisa polos mengeluarkan ponsel dan menandatangani album yang dikeluarkan Sera,
"Kak, siapa dia??" Tanya Seok Jae
"Kakak gue, kenapa? Masalah buat lo?? Sudahlah, sekarang bawa nih," Julian
Julian memberikan ponsel baru,
"Lalu ponsel gue??" Seok Jae
"Tukar, Sera menginginkan foto-foto lo, gue liat hp lo gak berbahaya dan gak ada privasi, jadi gak masalah kan," Julian
Sera menatap tak percaya Julian, Julian tersenyum ke Sera dan memberikan ponsel Seok Jae,
"Ini untukmu Sera, isi banyak foto dari orangnya langsung," Julian
"Tapi- ini kan ponsel Seok Jae, bagaimana bisa kau mengambilnya???" Sera
"Hmm, karena kamu mau fotonya kan?? Disini seperti ini sudah biasa, jika seperti ini saja sudah down, maka selamanya mentalnya hanya akan menjadi mental bayi," Julian
Julian menatap Seok Jae,
"Thanks tandatangannya, hp lo juga udah di ganti, jadi pergi sana," Usir Julian
Seok Jae mengambil ponsel barunya, sedikit membungkuk, dan pergi,
"Gampang kan Sera," Julian
__ADS_1
Sera terdiam dengan menatap ponsel Seok Jae dan album yang sudah ditandatangani oleh SJ langsung.