
Di kamar Sean, Sean masih terdiam melihat surat cerai serta perjanjian yang sudah ditandatangani oleh Sera itu,
“Demi anakku Serena, aku akan melakukan apapun yang kubisa, dengan masih tinggal disini, mungkin saja aku bisa memenangkan hati Sera dan bisa kembali bersama,” Sean
Gladis yang berpura-pura tidur merasa geram karena Sean masih saja memikirkan Sera,
“Selalu saja Sera dan Sera, dari kecil selalu saja Sera yang dibela,” Bathin Gladis
Gladis pun mengingat bertahun-tahun yang lalu saat Ibu Kandung Sera meninggal.
.
.
.
Flashback On...
19 tahun lalu, saat usia Sera 5 tahun, Ibu Kandung Sera tiba-tiba meninggal dengan diagnosa penyakit jantung, kesedihan melanda Keluarga Sera saat itu, banyak teman dan saudara yang datang ke acara pengabenan Ibu Kandung Sera.
Termasuk Gladis, Gladis yang masih kecil namun memiliki kecantikan dan kemanisan membuat orang-orang terpukau, saat bosan Gladis melihat Sera yang tidak menangis walau Sang Ibu meninggal, Gladis mencoba mendekati Sera,
“Bisa-bisanya kau tak menangjs saat Mamamu mati,” Gladis
“Mama gak meninggal, kata Bibi, Mama pergi ke sekolah, jangan berbohong tentang Mamaku,” Sera
“Tapi ini kenyataannya, kau anak yatim sekarang, kasihan sekali, dasar anak yatim,” Ejek Gladis
Sera kecil menjadi kesal, Sera bangkit dan memukul Gladis, bahkan setelah jatuh, Sera masih memukuli Gladis, orang-orang yang tidak tau pun memisahkan mereka dan menganggap Sera yang bersalah,
“Sera, kenapa kamu memukul Gladis?? Apa salahnya?” Rini
“Dia-“ Sera
“Hiks hiks, Kakak, dia jahat, aku mencoba menggantikan dia untuk bersedih, mana ada anak yang tidak bersedih saat Mamanya tiada kan, tapi dia malah memukulku dan mencibirku,” Gladis
“Dia boong Kak,” Sera
“Sudah Sera, jangan bicara lagi, Gladis anak yang manis, gak mungkin dia berbohong, hentikan sikapmu, kamu harus belajar dewasa mulai sekarang,” Ujar Bi Putu(Salah satu Bibinya Sera, adiknya Ibu Kandung Sera)
“Aku gak akan memukulnya jika dia gak ngomong duluan, dia yang-“ Sera
“Sudah cukup, Rini, ikat adikmu, jangan sampai dia buat masalah, banyak tamu sekarang,” Bi Putu
“Baiklah Bi,” Rini
Rini mengikat Sera bahkan membekap Sera,
“Maaf Sera, ini demi kebaikan semua,” Rini
Sera berusaha memberontak, namun disela itu, Sera melihat Gladis tersenyum,
“Hei, kalian, apa yang kalian lakukan??”
Semua melihat seorang anak laki-laki,
“Nak, kamu-“ Orang 1
“Ssttt, kau gak tau, dia adalah Tuan Muda dari tempat Ibunya Sera bekerja, Keluarganya sangat kaya, bahkan Keluarga anak ini yang membantu semua biaya pengabenan,” bisik Orang 2
Anak laki-laki itu melepaskan ikatan Sera dan plester di mulut Sera, Anak laki-laki itu langsung membawa pergi Sera tanpa banyak berkata lagi.
Ditempat sepi, Sera melihat wajah Anak laki-laki itu dengan jelas,
“Kau- siapa??” Sera
“Aku- Pacar Masa Kecilmu- Aku-“ Anak Laki-laki.
Flashback End.
.
.
.
__ADS_1
Back To Story...
Sera terbangun dari tidurnya karena Julian membangunkannya,
“Sera, ada apa?? Kamu mimpi buruk??” Julian
“Tidak, aku hanya memimpikan waktu Mama meninggal,” Sera
“Mama?? Jangan-jangan masalah Gladis yang membuatmu diikat Kak Rini??” Julian
“Bukan hanya itu, aku sekarang teringat sesuatu, ada anak yang melepas ikatan tali yang dipasang Rini,” Sera
“Anak??” Julian
“Iya, Anak laki-laki, dia mengaku sebagai Pacar Masa Kecilku,” Sera
“APAAA???” Julian
Julian memijat pelipisnya yang pening,
“Aku baru saja menyingkirkan Sean, masih tersisa Yohan, sekarang malah datang Anak laki-laki baru,” Keluh Julian
“Tapi anehnya aku gak bisa mengingat nama anak laki-laki itu, ahhh dari kecil aku selalu pelupa. Mungkin Rini tau,” Sera.
.
“Hm?? Nama anak laki-laki yang menyelamatkan Sera saat itu??” Rini
“Iya, Kakak ingat siapa dia??” Julian
“Lahhh Julian, kamu juga tak ingat?? Padahal waktu kamu dan Sera masih kecil, kamu selalu berkelahi dengan anak laki-laki itu karena Sera hanya bermain dengan 3 anak laki-laki saja waktu itu,” Rini
“3?? Siapa aja??” Julian
“Kamu, Si Rafi tetangga sebelah, dan anak laki-laki itu, kalau gak salah, namanya Ezhar Affandra,” Rini
“Ezhar Affandra, Affandra, Ahh Keluarga Konglomerat itu kan?? Jika Keluarga Ginanjar menguasai Kemiliteran, maka Keluarga Affandra menguasai Pemerintah,” Julian
“Benar, Ayah kan Tentara sedangkan Mama itu PNS, jadi satu militer dan yang satu pemerintah,” Rini
“Aku pernah bertemu dengannya beberapa kali, pantas saja dia selalu dingin dan seperti mempunyai dendam pribadi padaku, ternyata memang musuh sejak kecil, pria arogan sepertinya semoga tak bertemu lagi,” Julian
Semua melihat ke arah pintu dan melihat pria tampan seperti Julian, Pria itu tersenyum, Pria itu berjalan ke Sera, dan saat sampai depan Sera, Pria itu mengecup kening Sera dan membuat semua orang tercengang, Sera bahkan terbeku,
“Hai, lama tak berjumpa, Sese,”
Sera terdiam karena tak tau harus mengucapkan apa, Pria itu tersenyum lalu mencubit lembut kedua pipi Sera,
“Kamu masih embul saja Sese,” Ucap Pria itu
“Berhentilah mengganggu Sera, kamu dari kecil tetap sama ya Ezhar,” Ujar Suta yang baru datang
Pria yang adalah Ezhar itu tersenyum lebar,
“Tentu saja aku tidak akan berubah, aku tidak berubah saja Sese sudah tak mengenaliku, bagaimana aku berubah??” Ujar Ezhar ke Suta
Ezhar menatap Sera,
“Sera, kamu lupa sama aku?? Aku Kak Ez, ingat kan??” Ezhar
Sera menggeleng,
“Yahh waktu itu kamu masih balita sih, sedangkan aku udah 9 tahun, tentu saja kamu tak akan mengingatku, tapi aku akan membuatmu mengingatku kembali,” Ezhar
Mbak Rina datang membawa Serena,
“Nyonya, Nona bayi sudah dimandikan, sekarang waktunya Nona bayi minum asi,” Mbak Rina
“Baiklah, bawa ke kamar, aku akan menyusui Serena di kamar,” Sera
“Baik Nyonya,” Mbak Rini
“Sebentar. Sera, kamu udah menikah dan punya bayi??” Ezhar
“Iya, tapi aku baru saja bercerai, jadi bisa dibilang aku janda anak satu,” Sera
“Uwahhh, pria bodoh mana yang menyetujui bercerai denganmu, dia akan rugi sekali setelah meninggalkanmu,” Ezhar
Perkataan Ezhar didengar Sean, Sean yang akan berangkat kerja memilih untuk tetap berangkat bekerja tanpa sarapan,
__ADS_1
“Sera, siapa dia??” Tanya Yohan yang baru keluar dari kamarnya
“EHHH???? Juliannya sungguh ada 2, tidak kusangka,” Ezhar
“Aku dan Julian saudara kembar terpisah, jangan seakan-akan aku oplas supaya mirip dia, punya wajah yang sama dengannya, gak sudi sebenarnya,” Yohan
“💢💢💢,” Julian kesal
“Jadi siapa dia??” Yohan
“Dia teman masa kecil Sera, namanya Ezhar, karena Ezhar akan magang di salah satu Perusahaannya di Bali, orang tuanya menitipkan Ezhar disini, jadi Ezhar akan tinggal disini,” Jelas Suta
“Ayah, kenapa Ayah melakukan itu? Ayah kan pasti tau seberapa kaya Keluarga Affandra, mereka bahkan bisa membeli Pulau Bali kalau Pulau ini dijual, dia bisa menginap di hotel milik Keluarganya atau bisa membeli rumah sendiri,” Julian
“Hei, kenapa kau yang jadi sewot?? Dari dulu kau gak pernah berubah, selalu saja gak mau kalah,” Ezhar
“Ezhar kau!!!” Julian kesal
“Sudah, jangan bertengkar, kalian berdua diam, bayiku merasa terganggu karena kalian bertengkar,” Sera menengahi
Kedua Pria itu terdiam,
“Aku akan pergi menyusui Serena, jika kalian berdebat sampai mengganggu Serena, aku menendang kalian keluar,” Sera
Sera pergi bersama Mbak Rina yang menggendong Serena,
“Nah kan, Sera sudah marah,” Alan memanasi
“Alan, jika kau tak akan ada di kantor sampai bisa bolos, aku akan memindahkanmu untuk Dinas di luar negeri, kau mau,” Ancam Julian
“Ugh menyebalkan, aku masih terluka tapi tetap disuruh kerja, cih,” Alan
Alan pergi,
“Yohan, kau juga masih disini,” Julian
“Kau memang Presdir, tapi aku juga salah satu Pemegang Tahta, aku tak perlu ke kantor tepat waktu, Perusahaan itu juga milikku. Lagipula aku mau tau siapa orang ini,” Yohan
“Kau mau tau siapa aku?? Aku Ezhar, teman- ah tidak, aku pacar masa kecil Sera,” Ezhar
“Hah?? Ayah, apa maksud dia??” Yohan ke Suta
“Pacar atau teman Ayah tidak tau, tapi Ezhar akan tetap tinggal di rumah ini,” Suta
“Ayah-“ Julian ingin menyanggah
“Julian, Yohan, kalian tak pergi ke kantor?? Sebaiknya kalian bersiap pergi,” Suta
Suta pergi,
“Julian, Kakak akan pergi membeli kebutuhan bayi, kamu ataupun Yohan jangan bertengkar dengan Ezhar ya, minta Bibi siapkan ruang tamu yang diatas, Ezhar akan tinggal di lantai 2,” Rini
“Eh??? Aku aja tinggal di bawah, kenapa orang baru ini tinggal diatas, ini gak adil Kak,” Yohan
“Ayah yang menyuruhku, sepertinya Ayah sudah akan memilih Calon Mantu Baru, pfft,” Rini menggoda Julian dan Yohan
Rini pergi,
“Wah Calon Mantu Baru, aku salah satunya, bersama kembali bersama Sera ternyata bukan mimpi,” Ezhar
“Tidak, kau teruslah bermimpi, karena aku yang akan menjadi Menantu Keluarga ini, Sera milikku,” Julian
Saat Julian akan pergi,
“Kau selalu saja begitu, tidak mau kalah dari siapapun, padahal Keluarga Ayah Suta sangat baik dan polos, tapi melihat sifatmu, kau tak mirip, dan ternyata kau memang bukan anak kandung Keluarganya Ayah Suta,” Ezhar meremehkan
Julian berbalik menatap Ezhar,
“Tetap saja, aku ditakdirkan menjadi bagian Keluarga ini, kau itu hanya mantan anak lemah yang dilindungi Sera waktu Sera masih kecil, jangan coba-coba sok mengaum di hadapanku. Keluarga Ginanjar dari dulu menganggap Keluarga Affandra musuh, walau aku tak percaya takdir, tapi aku percaya, kau dan aku dilahirkan sebagai musuh, jadi kau tak perlu bersikap baik padaku,” Julian
Julian pergi,
“Khe, masih saja sombong seperti dulu,” Ezhar
“Kau juga sebaiknya jangan sombong, dan kau jangan coba-coba mendekati Sera,” Yohan
Yohan pergi,
“Wah wah, Keluarga ini rumit, bagaimana caranya aku memenuhi tujuanku?? Hm setidaknya aku harus bersenang-senang terlebih dahulu,” Ezhar.
__ADS_1