
Tokkk... Tokkk... Tokkk...
“Masuk,” Julian
Bibi Najwa masuk,
“Tuan, Nyonya, ada tamu datang, katanya mereka teman-teman Tuan Julian,” Ujar Bi Najwa
“Baiklah, aku akan turun,” Julian
Bi Najwa pun pergi,
“Sepertinya Dion, Vino dan Reina datang, Kak Axel pasti memberitaukan soal kelahiran anakmu Sera,” Julian
“Aku ikut ke bawah??” Sera
“Tak perlu, kami sudah disini,”
Julian dan Sera melihat 3 teman baik Julian datang,
“Yo, apa kabar Lian?? Sera??? Udah lama banget gak ketemu,” Vino
“Ssstttt, Serena lagi tidur, kalian jangan berisik,” Julian
“Ah oke oke,” Dion
Reina mendekat ke Sera,
“Sera, tadaa, aku membawakan banyak hadia untuk Baby,” Reina
3 Teman Julian itu pun melihat bayi Sera dengan diam dan hati-hati,
“Kawaiiii, Sera, siapa nama bayinya??” Dion
“Serena,” Sera
“Wahhh bayi sama namanya sama-sama kalem,” Vino
“Manisnya, Gen Keluarga Anantaraj memang bagus-“ Reina
Reina melirik Julian yang nampak tak senang,
“Se-Sera, ini anakmu dan Sean kan?? Terakhir kami tak bisa datang ke pernikahanmu karena kami ada urusan di Luar Negeri,” Reina meminta penjelasan
“Tentu saja, aku bahkan sudah hamil sebelum menikah, jadi tentu saja bayi itu juga bayinya Sean,” Sera
“Sera, bayimu sudah lahir, kamu waktunya berpisah secara sah dari Sean, aku akan mengurus surat cerai kalian, kamu hanya perlu tanda tangan, setelah kalian bercerai, aku akan menyiapkan pesta pernikahan kita, mumpung sekalian mereka bertiga udah ada di Negara ini,” Julian
“Eh?? Cerai?? Nikah lagi?? Bentar-bentar, otak kecilku gak bisa mencerna, apa yang sebenarnya terjadi??” Vino
“Aku dan Sera bukan saudara kandung, aku adalah Anak Kandung Keluarga Ginanjar, kalian pasti terkejut, aku juga sangat terkejut saat itu,” Julian
Julian menjelaskan semuanya, ditambah dengan Sera yang menceritakan penculikan yang dilakukan Julian,
“Ya Tuhan, aku tak menyangka sama sekali, untung bayinya lahir dengan selamat, tapi jujur saja, Baby Seren sangat lucuuuu,” Reina
“Reina, tahun depan berikan aku bayi seperti ini ya,” Dion
“Ih, itu masih lama, nikah dulu baru punya anak,” Reina
“Kalian akan menikah juga??” Julian
“Iya, lagi 2 bulan, aku dan Dion rencananya akan melakukan resepsi di Bali, Pernikahan Outdoor dan Indoor, Dion sudah menyewa Pantai dan hotel untuk hari itu,” Reina
“Lah, berarti Vino aja yang masih jomblo,” Julian
“Gak papa jomblo, yang penting happy. Lagian kalian kira, Kakak-Kakakku akan membiarkan aku menikah segampang itu,” Vino
“Ya juga sih ya, Keempat Kakak Perempuanmu kan sangat obsesi dan overprotective,” Julian
“Tapi tidak sepertimu waktu remaja,” Vino
“Sekarang pun masih sama,” Tambah Sera
“Nah denger tuh,” Vino
“Udahlah, kalian bertiga ikut aku keluar, biarkan Sera dan Serena istirahat. Sera, kamu istirahat saja ya, aku yang akan mengurus mereka,” Julian
Julian dan teman-temannya pun pergi, Sera mendekat ke bayinya,
__ADS_1
“Serena, putri Mama yang cantik. Memang beruntung gen Sean yang memenuhi bayiku, Serena tampak cantik sekali,” Sera.
.
.
.
Dilantai bawah, Para Pembantu menyiapkan makanan dan minuman untuk teman-temannya Julian di ruang tamu
“Wahhh rumah ini besar sekali, walau tak sebesar Mansion Ginanjar, tapi ini juga termasuk paling besar di daerah ini,” Vino
“Terlihat sederhana tapi mewah dan elegan, tanaman sekitar jadi pendukung cuaca sejuk,” Reina
“Sera suka sesuatu yang mewah, jadi aku menjadi rumah ini cukup mewah lah,” Julian
“Tapi Julian, apa kau sungguh akan menikahi Sera?? Sebelumnya kalian saudara, tapi sekarang malah ingin menikah, lupakan saja pendapat teman-teman, tapi apakah Bibi Dyana akan setuju, walau hanya sedikit, kau juga memiliki darah bangsawan Inggris, ditambah dengan Om Hans yang juga ningrat,” Dion
“Lalu kenapa?? Aku mencintai Sera, itu saja sudah cukup, kalian tau sendiri, aku mencari uang dengan tenaga dan kerja kerasku sendiri, aku gak pernah berpangku tangan dengan siapapun, bahkan ke Keluarga Ginanjar sendiri,” Julian
“Ugh, berdebat dengan orang yang berdikari benar-benar sulit. Dion, sudah jangan berdebat lagi, lagipula selama ini semua keputusan Lian selalu dipikirkannya matang-matang,” Vino
“Vino, kau memang sohib terbaik,” Julian
Tiba-tiba Arina dan Billy yang baru pulang sekolah tiba,
“Kak Reina, Kak Dion, Kak Vino,” Arina
“Eh Arin, udah lama gak ketemu,” Reina
“Wah Billy, kamu tumbuh menjadi pemuda yang tampan,” Dion
“Arina juga tambah cantik, tapi lebih lokal kayaknya,” Vino
“Gimana gak lokal, orang hidupnya aja di kampung kecil bersama orang-orang kampung yang rendah,” Arina
“Arina, jaga bicaramu, jangan berkata kasar seperti itu,” Julian
“Huh!! Kakak menyebalkan!!” Arina
Arina pergi,
“Ahhh gadis itu masih saja belum berubah,” Julian
“Iya, tapi mereka lagi istirahat, kamu jangan ganggu, lebih baik kamu bersihkan diri dan kerjakan PR, saat mereka bangun, kamu bisa main sepuasnya bersama Serena,” Julian
“Sungguh?? Baiklah, aku akan kerjakan semuanya dulu, biar nanti Kakak gak ngomel lagi,” Billy
Billy pergi,
“Wah wah mereka tumbuh dengan
cepat, terutama Billy, dia sama tampannya denganmu Lian,” Reina
“Aku tau,” Julian
“Oh ya, dimana Adik Kembar Kandungmu??” Dion
“Kenapa kau mencariku??”
Julian dan teman-temannya melihat Yohan yang baru saja datang,
“Wahhhhhhhhhhhhhh, dia sangat persis sepertimu Julian, ganteng bangetttt,” Reina
Yohan terbingung, “Julian, siapa mereka??” Yohan
“Hm, perkenalkan kami teman-temannya Julian, namaku Reina, ini Tunanganku Dion, dan ini Vino,” Reina memperkenalkan
“Oh, namaku Yohan,” Yohan
Yohan mendekat ke Julian,
“Eh Julian, kudengar Sera sudah pulang, dimana Sera dan Serena?? Dikamar Sera??” Yohan
“Iya, mereka baru saja istirahat, kau jangan ganggu dulu,” Julian
Yohan berdecih lalu pergi,
“Wah dia nampak kesal,” Celetuk Vino
__ADS_1
“Biarkan saja orang itu. Jadi kalian akan menginap disini atau di hotel,” Julian
“Di hotel mahal, lebih baik disini, aku juga bisa bermain dengan Baby Seren,” Reina
“Baiklah, aku akan menyuruh Bibi Pembantu membersihkan kamar untuk kalian bertiga,” Julian
“Yosh, kami hanya 1 bulan aja kok menginap, kami tak akan merepotkan Keluarga Sera,” Vino
“Anggap saja rumah sendiri, Ayah Suta dan orang-orang disini semua baik, jangan ngerasa ngerepotin,” Julian
Para Keponakan Sera datang setelah pulang les,
“Paman Julian, lihat, Agus dapat nilai 100 di tes bahasa Inggris,” Agus
“Aku juga, lihat Paman,” Dinara
Julian mengambil dan melihat kertas tes itu,
“Wahhh kalian memang pintar, Paman akan beri hadia nanti ya,” Julian
“Paman, siapa mereka??” Pipit
“Ini teman-temannya Paman, ini Bibi Reina, Paman Dion, dan Paman Vino,” Julian
“Hai anak-anak manis, aku Bibi Reina, kalau nama kalian siapa??” Ujar Reina dengan lembut
“Namaku Agus, Bi,” Agus
“Aku Dinara, yang digendong Bi Andin itu adikku Devina,” Dinara
“Aku Pipit, dan itu adikku Nata,” Pipit
“Dan aku Gede, Bi,” Gede
“Wahhhh, kalian memang sungguh manis, salam kenal ya,” Dion
“Anak-anak, Bibi dan Paman akan menginap beberapa lama, kalian jangan mengganggu mereka ya,” Julian
“Baik Paman,” Anak-anak serentak
“Pintar, sekarang bersihkan diri kalian, makan lalu kerjakan PR, setelah itu kalian baru boleh bermain, tapi jangan berisik ya, Bibi Sera dan adik bayi sudah datang dan sedang istirahat, kalian mengerti?” Julian
“Yaa Paman,” Anak-anak serentak
Anak-anak pun pergi,
“Wahhh rumah ini bukan hanya mewah tapi ramai, banyak sekali kehidupan yang menyenangkan disini, tidak seperti dulu,” Vino
“Lian, dari dulu kau memang selalu membuat orang iri tau,” Dion
“Hm, iri kan tanda tak mampu, kebahagiaan Keluarga ini adalah segalanya untukku,” Julian
“Dari dulu kau tak pernah berubah Lian, Keluarga adalah Nomor 1,” Reina
Mereka pun asyik mengobrol, namun beberapa kali obrolan terputus karena Julian mendengar tangisan bayinya Sera yang membuat Julian segera ke kamar Sera.
.
.
.
Malamnya, dikamar Sera, 3 Pria(Sean, Julian, dan Yohan) sedang ada di kamar Sera, mereka sibuk melihati Sera yang sedang menidurkan bayinya, Sera melihati mereka bertiga dan semakin lama semakin kesal,
“💢💢💢, kalian bertiga terlalu kaya sampai gak punya kerjaan kah?? Sudah 2 jam kalian melihatiku seperti itu,” Sera
“Kalau aku kan memang sudah kaya dari lahir, tidak tau dengan 2 orang itu,” Julian
“💢💢💢, kau lupa atau buta?? Aku kembar kandung denganmu, jika bukan karena kau yang menguasai semua saham Ginanjar terlebih dahulu, aku pun tak perlu kesusahan seperti ini,” Yohan
“Memang apa peduliku,” Julian
“Oi, kalian mau diam atau kuusir keluar kalian, setelah bersusah payah Serena akhirnya tidur,” Sera
“Sera, kamu mengenal sifatku kan, kalau bukan karena dua kunyuk ini, kita pasti damai,” Julian
“💢,” Sera kesal
“Hei, bukannya kau yang selalu buat masalah, jangan melempar kesalahanmu pada orang lain,” Yohan
__ADS_1
“💢💢,” Sera bertambah kesal
Julian dan Yohan semakin berdebat, dan membuat Sera semakin kesal, hingga akhirnya Sera mengeluarkan Julian dan Yohan dari kamarnya lalu mengunci pintu kamarnya, dan tersisa Sera dan Sean di dalam kamar bersama bayi mereka.