Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
31. Masa SMA Julian Again 3


__ADS_3

Malam harinya, Julian dan teman-temannya pergi ke club seperti biasa, mereka juga mengajak Bunga untuk bersenang-senang di club, walau sempat menolak, Bunga tetap ikut karena paksaan jitu Reina.


Julian yang menjadi DJ pun melakukan tugasnya seperti biasa dan disambut dengan meriah, namun Bunga menjadi terpanah karena Julian yang memang tampan, namun Bunga bukan terpanah sebagai cinta tetapi terpanah sebagai saudara.


Saat sudah puas bersenang-senang, Julian mengantar Bunga dengan motornya, saat sampai dirumah Keluarga Wangsa, Bunga turun dan berterimakasih,


“Kak Julian, terima kasih untuk hari ini ya, aku gak pernah sesenang ini,” Bunga


“Lain kali kalo kamu mau bersenang-senang ke club tadi aja, disana semua orang setara,” Julian


“Sekali lagi terimakasih Kakak, dan- hmm,” Bunga


“Apa??” Julian


“Kakak, aku udah punya 2 Kakak, tapi Kak, Kakak mau jadi Kakakku??” Bunga malu-malu


Julian terdiam sejenak dan tertawa kecil,


“Aku juga sudah punya 2 adik kecil, nambah satu kayaknya boleh deh, mulai sekarang kamu adalah adik kecilku yang manis,” Julian


“SUNGGUH??? AKU BOLEH MENJADI ADIKMU??” Bunga


“Iya, jika ada masalah apapun kamu boleh cerita padaku,” Ujar Julian sambil menepuk lembut kepala Bunga


Bunga mengangguk semangat, “Terima kasih banyak Kakak,” Bunga


“Baiklah adik manis, sekarang masuklah kedalam,” Julian


Bunga mengangguk lagi dan pergi masuk kedalam rumah,


“Gue harap Sandy atau Satria gak nyakitin Bunga,” Bathin Julian.


.


.


.


Kebesokan harinya, Julian cs berpapasan dengan Bunga yang memakai masker dan jas tidak seperti biasanya,


“Pagi Kak,” Sapa Bunga


“Bunga, kamu demam??” Reina


Bunga terdiam sejenak lalu mengangguk, namun Julian menatap curiga, Julian membuka paksa masker dan jas Bunga, dan betapa terkejutnya saat Julian cs melihat banyak luka lebam di sekujur tubuh Bunga,


“Kamu kenapa Bunga?? Siapa yang berani melakukan ini?? Kita ke ruang kesehatan yuk,” Reina cemas


“Bunga, katakan siapa yang berani melakukannya,” Julian


Bunga terdiam dan bergetar,


“Katakan Bunga!!” Teriak Julian


Bunga semakin bergetar hebat dan menangis, dan tepat saat itu Satria datang dan melihat Bunga menangis,


“Bunga, kenapa kamu menangis?? Lo yang buat Bunga nangis?!” Satria ke Julian


“Gue yang harusnya nanya ke elo bangs*t, lo gak liat keadaan Bunga sekarang??” Julian marah

__ADS_1


Satria melihat Bunga yang memiliki banyak luka lebam,


“Bunga, kenapa kamu bisa terluka?? Bilang padaku??” Satria


Bunga semakin menangis, Satria membawa Bunga ke pelukannya,


“Sat, bukan lo yang nyakitin Bunga??” Vino


“Gue bahkan gak ada di Jakarta semalam, gue diusir karena ketahuan nyari masalah sama lo Kak Julian,” Satria


“Berarti ini ulah Sandy,” Dion


Julian yang kesal pun ingin sekali mencari Sandy namun dihentikan oleh Bunga,


“Kak Lian, jangan Kak, Ayahku bisa di kena imbas jika semua orang tau jika Kak Sandy yang melakukannya,” Bunga


Julian menatap Satria,


“Satria, jika lo emang mencintai Bunga bukankah ini saatnya lo buktikan, lo bisa menjadikan ini sebagai alasan melawan Sandy terang-terangan,” Julian


Satria terdiam,


“Cih dasar pengecut,” Julian


Julian pergi,


“Vino, kita harus menghentikan Julian, Bunga udah dianggap adik oleh Julian, Sandy bisa habis ditangan Julian karena telah menyakiti Bunga,” Dion


“Ya lo bener Dion,” Vino


Vino dan Dion pergi mengejar Julian,


“Satria, lo bisa pergi, gue akan bawa Bunga ke UKS,” Reina


“Lo bahkan gak bisa memberikan Bunga keadilan dan pelindungan, orang lemah kayak lo hanya akan menyakiti Bunga pada akhirnya,” Reina


Reina mengambil paksa Bunga dari Satria dan membawa Bunga pergi,


“Kak Julian selalu menganggap orang lain adalah angin dan tidak mempedulikan apapun perkataan orang lain tentangnya, tapi Kak Julian selalu menjadi orang pertama yang melawan saat Keluarganya dihina, apakah ini yang namanya Kekuatan?? Gue menginginkan Bunga jadi milik gue, gue seharusnya bisa melindungi Bunga dengan baik, apakah gue selemah itu??” Satria


“Tentu saja tidak Satria,”


Satria melihat Gin mendekat,


“Kak Gin,” Satria


“Jika lo memang mencintai Bunga, lo pasti punya kekuatan untuk melindungi Bunga, tapi jika lo hanya menganggap Bunga hanya mainan dan mendali setelah mengalahkan Sandy, tentu saja lo orang lemah,” Gin


Gin melihat Bunga yang dipapah pergi Reina,


“Mencari marah Julian itu sebenarnya susah, bahkan walau lo membakar sekolah ini saat dia menjadi Ketos nanti, dia palingan hanya memberikan hukuman sesuai peraturan sekolah, tapi jika lo hina orang-orang terkasih dan dia sayangi, Lian gak habisi lo aja seharusnya udah syukur, sifat Julian yang seperti itu membuat gue mau menjadi Wakil Ketuanya,” Gin


Gin menepuk bahu Satria saat melewatinya,


“Gue gak bermaksud menghasut lo, tapi jika lo tetap seperti ini, maka lo gak lebih dari sampah, dan Julian yang sudah menganggap Bunga sebagai adiknya gak mungkin membiarkan sampah mendekati adik kecilnya. Jadikan diri lo pantas untuk Bunga maka Julian akan dengan sendirinya menyerahkan Bunga pada lo, selamat berjuang, adios,” Gin


Gin pergi, Satria mengepalkan tangannya erat,


“Gue akan membuat diri gue pantas untuk Bunga, gue bukan anak kecil yang mempermainkan cewek,” Satria

__ADS_1


Satria pergi.


.


Disisi lain, di ruang Inti Osis....


BRAKKK...


Julian membanting pintu dan membuat seisi Ruangan itu terkejut bahkan pintunya pun sampai rusak, Julian melihat Sandy yang sedang memegang beberapa map, Julian mendekat ke Sandy dan langsung memukulnya, Axel yang ada disitu juga terkejut karena Julian berani membuat keributan di Daerah Kekuasaan Intinya, Axel berusaha menjauhkan Julian dengan bantuan Dion dan Vino,


“JULIAN HENTIKAN INI!!! KENAPA LO PAGI-PAGI UDAH BUAT MASALAH BANGS*T,” Teriak Axel


“LO JANGAN IKUT CAMPUR KAK, ORANG INI UDAH KETERLALUAN,” Julian


Julian melepaskan pegangan Dion dan Vino dengan paksa,


“Kak Axel, lo tau apa yang anggota lo ini lakuin. Dia ini telah melakukan kekerasan pada cewek dengan alasan pribadinya sendiri, apakah seperti ini sifat InOs hah??” Julian


“Apa?? Sandy, apa itu benar??” Axel


Sandy terdiam,


“Mentang-mentang cewek itu adalah anak pembantu di rumahnya, dia kira bisa melakukan kekerasan pada cewek,” Julian


“Ck, lo berkata seperti itu kayak lo gak pernah aja Lian. Waktu masih Kelas 1, lo juga pernah hampir menghabisi cewek  karena dia ngehina Keluarga lo kan, lo melempar cewek itu ke kolam bahkan tak segan melemparnya ke ruang larangan tanpa ijin InOs maupun Sekolah,” Sandy


“Setidaknya dia memiliki kesalahan karena ngehina Keluarga gue, tapi apa salah Bunga?? Karena dia gak mau sama lo?? Dia nolak lo dan lo menggunakan keselamatan Ayahnya supaya Bunga menyerahkan dirinya, lo gak malu apa menyandang gelar Anggota InOs yang selalu di agungkan oleh semua murid di dalam maupun luar negeri. Dan lo Kak Axel, selama masa jabatan lo, semua anggota InOs berperilaku seenak jidat, bertahun-tahun InOs ada tapi baru sekarang banyak sekali anggota Anti InOs yang merajalela,” Julian


Axel terdiam tak bisa menyangkal perkataan Julian,


“Sandy, sekarang gue mau lo minta maaf pada Bunga,” Julian


Sandy terdiam sesaat, “Buat apa gue minta maaf sama anak pembantu?? Gue adalah Pewaris sah Keluarga Wangsa, gue gak perlu tunduk pada siapapun,” Sandy


“Sandy, dengarkan perintah gue, minta maaf ke cewek itu, mau anak pembantu ataupun anak Raja, dia sama-sama manusia, minta maaf ke cewek itu atau keluar lo dari InOs,” Axel


Sandy mencabut lencana Anggota InOsnya dan melemparnya sembarangan,


“Gue keluar,” Sandy


Sandy pergi, di depan pintu, Sandy dihalangi oleh Satria,


“Minta maaf ke Bunga,” Satria


“Lo gak bisa merintah gue,” Sandy


“Gue bukan lo yang haus kekuasaan, gue gak bisa merintah lo, jadi gue minta lo minta maaf ke Bunga,” Satria


“Jangan coba-coba ngatur gue bangs*t,” Sandy


“Gue bukan ngatur lo, lo hanya perlu minta maaf,” Satria


“Jangan berharap, lagipula lo bukannya sama, dulu lo juga suka mainin Bunga kan,” Sandy


“Gue udah sadar kalo gue salah, rasa takut jika Kak Julian akan membawa pergi Bunga adalah bukti jika gue mencintai Bunga, gue gak mau kehilangan Bunga,” Satria


“Omong kosong, Bunga adalah mainan gue dari kecil dan selamanya akan begitu,” Sandy


“Sandyasa Wangsa, lo gak mau minta maaf ke Bunga??” Julian

__ADS_1


“Ya,” Sandy


“Baiklah, lo gak perlu minta maaf, gue gak akan menghajar lo, tapi bokap lo yang akan melakukannya,” Julian


__ADS_2