Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
89. Kembalinya Julian Dan Perginya Sera (Season 2)


__ADS_3

Malamnya, di rumah Sera di desa, Julian sudah sampai disana, Julian melihat depan rumah yang masih sama,


“Sera,” Lirih Julian


Julian masuk ke dalam rumah dan melihat tidak ada perubahan di dalam, lalu datang seseorang tak dikenal,


“Permisi, anda cari siapa ya??” Pegawai


“Aku sedang mencari Sera, di mana Sera??” Julian


“Ooo Nona, Nona sedang di rooftop bersama anak-anak untuk melihat Bulan,” Pegawai


Julian melihat ke langit dan melihat bulan penuh, Julian lalu melihat pegawai itu lagi,


“Aku kenalan Sera, aku akan langsung menemui Sera di rooftop,” Julian


“Baik, kalau gitu saya akan mengantar-“ Pegawai


“Tidak perlu, aku pernah tinggal dirumah ini, setiap tempat disini, aku gaj lsekali,” Julian


Julian pergi.


.


Diatap, Sera, Serena, dan bayi kembarnya sedang melihat bulan,


“Serena, udah cukup yuk liat bulannya, disini dingin, nanti para adik bisa sakit lagi,” Sera


“Lagi sebental Ma, aku lagi asyik nih, 10 menit aja lagi yaa, pleaseeeee,” Serena


“Ahhh baiklah, 10 menit tanpa nego lagi okee?” Sera


“Yokayyyy,” Serena


Sera kembali fokus menyusui bayi kembarnya,


“Sera,”


Sera melihat ke arah pintu dan melihat pria yang baru ia temui 1 bulan yang lalu,


“Kau mau apalagi, Julian??” Sera


Julian semakin mendekat ke Sera,


“Aku mau menikahimu Sera,” Julian


“HAH??? Menikahku?? Tidak, tidak mungkin, telingaku pasti lagi kemasukan air karena berenang tadi,” Sera


“Kamu tidak salah dengar Sera, aku sungguh akan menikahimu,” Julian


“Ehhhh, kau kan sudah punya istri, kenapa kau ingin menikahiku?? Ditambah, kau sendiri yang mengakhiri hubungan kita,” Sera santay


“Sera, aku belum menikah, Gladis- Gladis mengalami keguguran 3 tahun lalu,” Julian


“Lalu?? Tetap saja kau harus menikahi dia, karena aku tidak seperti orang itu yang mengambil barang bekas, kau bahkan menyebutku pembunuh,” Sera


“Sera,” Lirih Julian


Julian berlutut, “Kumohon maafkan aku, kita mulai dari awal, aku akan mempercayaimu lebih dari aku percaya pada diriku,” Julian


“Aku tidak mau,” Sera


“Mengapa??” Julian

__ADS_1


“Kau pasti hanya akan menginginkan bayi kembarku, aku tidak akan memberikan mereka,” Sera


Julian menggeleng, “Tidak, aku tidak akan mengambil anak-anakmu, aku hanya akan menjadi Ayah mereka dan menyayangi mereka, kita akan menjadi Keluarga kecil yang bahagia,” Julian


“Keluarga kecil ya? Ahhhh. Kau yang membuang Keluarga kecil itu, kenapa pula aku harus menerimamu kembali. Saat itu padahal aku ingin memberitau soal kehamilanku, tapi kau malah tak sabar dan memutuskan tali hubungan kita secara sepihak,” Sera


Julian menunduk, Serena yang baru sadar jika ada yang datang pun mendekat,


“Ehh?? Kau- Kau Paman jahat yang waktu itu kan. Kenapa kau bisa ada dirumahku??” Serena


Julian menatap Serena dan merasa hatinya tertusuk karena perkataan Serena, Julian berjongkok menyetarakan dirinya dengan Serena,


“Serena sayang, maafkan Ayah untuk waktu itu ya, Ayah sedang masa kalut saat itu,” Julian


“Tidak, Paman tidak pelu minta maaf padaku, Paman salah sama Mama dan Adik, Paman halus meminta maaf pada meleka,” Serena


“Paman sudah meminta maaf dan sedang membujuk Mamamu sayang,” Julian


Serena menatap Mamanya,


“Mama, kata Mama kita halus bisa saling memaafkan, kenapa Mama gak maapin Paman ini?? Serena


“Seren, ada beberapa hal yang tak bisa dimaafkan, saat kamu besar nanti, kamu akan tau,” Sera


“Kesalahan Paman bealti becal sekali ya?? Hmmmm bagaimana jika Mama buat syalat,” Serena


“Syarat??” Sera


Serena mengangguk,


“Serena benar. Sera, berikan saja apapun keinginanmu, aku akan memenuhi semuanya,” Ujar Julian sambil berdiri


“Jika aku menyuruhmu menghancurkan perusahaanmu??” Sera


“Akan kulakukan, aku bisa menjadi Dosen untuk memenuhi kebutuhan Keluarga kita,” Julian


Julian terdiam sejenak, “Baiklah, aku akan meninggalkan Keluarga Ginanjar, aku akan menyerahkan tahta Keluarga Ginanjar pada Billy,” Julian


“Pfft, aku hanya bercanda, tapi kau benar-benar ingin kembali hm Julian??” Sera


“Iya,” Jawab Julian cepat


“Kalau begitu, bebaskan Yohan dan gantikan Yohan dengan mantan calonmu itu, asingkan Gladis ke tempat paling asing, asingkan dia ke tempat yang bahkan kau tidak akan kunjungi, bagaimana?? Kau bisa lakukan??” Sera


Julian berpikir,


“Cepatlah jawab, aku masih ada syarat lain,” Sera


“Baik, akan kulakukan,” Julian


“Wahhh, kau sungguhan seperti dulu ya.” Sera


“Sera, aku telah melakukan kesalahan, kesalahanku telah membuatku kehilanganmi, jika ada kesempatan untuk mendapatkan kamu, aku tak mau kehilangan kesempatan itu. Sekarang katakan syaratmu selanjutnya,” Julian


“Baiklah, syarat dariku-“ Sera


“Mama, Mama kan udah, jika Paman ini mau menjadi Ayahku, Paman ini harus menuluti yang aku mau,” Serena


Julian tersenyum lalu kembali berjongkok di hadapan Serena,


“Jadi Serena mau Ayah melakukan apa?? Katakan saja, Ayah akan menuruti apapun itu,” Julian


“Paman, jika Paman menjadi Ayahku, Paman akan menjadi Ayah kedua adik, maka Paman yang halus mendolong keleta bayi, Mama selama ini kacihan kalena mendolong keleta adik cendilian, adik cukup belat kalo didolong cendilian sepelti kata Paman Alan,” Serena nampak sedih

__ADS_1


Julian mengelus rambut Serena, “Serena sayang, Ayah sudah ada disini, Ayah tidak akan membiarkan Mamamu membawa beban berat, Ayah yang akan memikulnya,” Julian


Julian memeluk Serena, Sera sempat tertegun dan teringat akan masa lalu,


“Apakah harus benar-benar menerimanya??” Bathin Sera.


.


.


.


Keesokan harinya, Julian kembali ke rumah Sera, sampai sana, Julian bertemu dengan Alan dan Ezhar,


“Kenapa kau kemari lagi??” Alan


“Dimana Sera??” Julian


“Aku tidak tau, Sera tak ada sejak pagi hari,” Alan


“Apa? Yang benar saja,” Julian


“Kalau kau gak percaya, maka baca nih surat yang ditinggalkan Sera,” Ezhar


Julian mengambil surat itu dan melihat jika tulisan di surat itu adalah tulisan Sera asli.


.


Isi Surat:


Ayah dan yang lainnya, aku akan pergi dari rumah, aku membawa beberapa jumlah uang jadi aku gak akan kekurangan uang. Jika Julian datang, maka katakan kalau dia menemukanku, aku akan kembali, selama dia gak menemukanku, aku akan terus melarikan diri. Aku harap Alan dan Ezhar merawat Ayah dan Si Rini itu baik-baik selama aku gak ada, jangan membuat Agus dan Juna jadi manja atau aku akan memukul kalian saat aku kembali.


Tapi satu hal yang pasti, aku tidak akan kembali. Dari Sera :D


.


Julian tercengang dengan isi Surat Sera,


“Sera, bagaimana mungkin Sera melakukan ini?? Kemana aku harus mencari Sera??” Julian frustasi


“Julian, Kakak tidak menyangka jika Sera akan melakukan ini,” Rini


“Kenapa Sera melakukan ini?? Apakah ini hukuman karena tak mempercayai Sera?? Apa Sera masih tak percaya jika aku benar-benar menyesal dengan apa yang kuperbuat,” Julian sedih


“Julian, maafkan Ayah,” Suta


Semua menatap Suta,


“Ayah, apa maksud Ayah?? Kenapa Ayah meminta maaf??” Julian


“Karena Ayah yang menyuruh Sera melarikan diri, Ayah tidak menyangka jika Sera akan benaran kabur, bahkan Ayah sendiri tidak tau kemana Sera pergi,” Suta


“Ayah, kenapa Ayah menyarankan hal itu pada Sera??” Rini


“Selama 3 tahun ini, Sera kembali seperti dahulu, diluar terlihat bahagia tapi sebenarnya di kesendiriannya, dia menangis, bahkan sampai air matanya habis, Sera tetap murung. Ayah takut jika Sera menerima Julian kembali tanpa melihat kehidupan apa yang bisa ia dapatkan dengan mencoba yang lain, Ayah takut Sera akan kecewa dan kembali sedih. Selama beberapa tahun ini, Sera selalu mendapatkan kebahagiaan, Ayah tak ingin Sera tersakiti jikalau Julian meninggalkannya lagi,” Jelas Suta


“Ayah, Ayah juga tak percaya padaku??” Lirih Julian


“Ayah ingin percaya, tapi Sera selalu mengatakan fakta itu selalu menyakitkan dan yang nyata itu mengerikan, fakta jika perasaan sebagai Ayah yang tidak menginginkan putrinya tersakiti tak bisa diungkiri,” Suta


Julian terdiam sejenak, “Ayah, aku mengerti, aku juga seorang Ayah dari dua putri, jika aku jadi Ayah dengan apa yang kupunya sekarang, mungkin aku tidak hanya menyuruh putriku pergi, tapi juga mengurungnya disuatu tempat agar tidak bersatu dengan seorang pria brengsek sepertiku. Tapi Ayah, selama 3 tahun ini saat pemikiranku kalut, aku tetap tak bisa melupakan cintaku pada Sera, sekeras apapun aku ingin membenci Sera malah membuatku semakin jatuh cinta dan menyakiti diriku sendiri,” Jelas Julian


Julian menatap Suta,

__ADS_1


“Ayah, aku akan mencari Sera, dimanapun Sera berada, aku akan menemukan istri dan anak-anakku, tidak ada ujian yang bisa membuatku tak bisa menemukan mereka dengan cepat. Ayah, aku berjanji tidak akan kembali ke sini tanpa Sera, aku akan datang lagi bukan sebagai Anak Angkat Ayah, tapi sebagai Menantumu Ayah,” Julian


Julian pergi.


__ADS_2