Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
91. Akhir (Season 2)


__ADS_3

Julian mendekat ke mereka yang masih diam di depan pintu,


“Kak Bram,” Julian


“Julian?? Wahhh udah lama sekali tak berjumpa ya,” Bram


“Iya Kak,” Julian


“Jadi memang kamu ya Ayahnya Serlian dan Kenzie?? Kau sudah kembali, aku jadi bisa pergi dengan tenang,” Bram


“Kakak, tetaplah di Negara ini, aku sudah mendengar semua dari Sera, dan aku sangat berterimakasih karena Kakak telah membantu merawat Istri dan Anakku selama 3 tahun ini. Sekarang, Kakak tetaplah di Negara ini, aku akan memberikan perlindungan Keluarga Ginanjar pada Kakak, dan yang pertama, aku akan kembalikan semua restoran yang aku beli dari Kakak,” Julian


“Aku tidak butuh perlindungan Keluarga Ginanjar, aku bisa melindungi putriku satu-satunya dan untuk restoran, aku memang sengaja juga menjualnya, aku akan pergi lama, jadinya tidak akan ada yang akan mengurus semua restoran itu. Jadi- Sera, kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri, aku memberimu uang yaa karena aku ingin, ditambah, Kenzie selalu mengajak Olivia dan membantu Olivia belajar, aku hanya bisa bantu Keluarganya Kenzie dalam keuangan, membantu teman Putriku adalah kewajibanku juga sebagai Ayahnya kan,” Bram


“Kak Bram,” Lirih Sera


“Julian, jika kau ingin membalas budi, aku ada sesuatu yang sangat ingin kuminta,” Bram


“Katakan saja,” Julian


“Jika terjadi sesuatu padaku, aku mau kau dan Sera merawat putriku Olivia dengan baik, tidak perlu diangkat menjadi anak, aku hanya ingin Olivia bersekolah di tempat yang bagus dan tumbuh menjadi wanita cantik lalu bisa menikah dengan Pria yang sederhana tanpa ada masalah di Keluarganya, jangan biarkan Olivia jatuh ke tangan Keluarga Arisditya, pernikahan saudara di Keluarga Arisditya harus segera dihentikan,” Bram


“Baiklah, aku mengerti, Keluarga Ginanjar berhutang 4 nyawa padamu, jika kau membutuhkan bantuan, jangan segan mencariku,” Julian


“Baiklah,” Bram


Bram menatap Sera,


“Sera, aku tak memiliki adik sebelumnya, tapi kedatanganmu membuatku merasa memiliki adik, kamu adik manisku, ingatlah, jika Julian berbuat masalah lagi, jangan segan mencariku ya, dimanapun aku, aku akan tetap membantumu,” Bram


Sera mengangguk,


“Sekarang kalian sudah bersama dan tetaplah bersama. Sera, terimalah kembali Julian, bagaimanapun Julian adalah Ayah dari anak-anakmu, Serena, Kenzie dan Serlian pun membutuhkan sosok Ayah dalam hidup mereka,” Bram

__ADS_1


“Aku akan memikirkan perkataanmu Kak,” Sera


“Baiklah, sekarang ambil uang ini, aku harus naik pesawat 2 jam lagi,” Bram


Bram pergi, Sera menatap uang itu,


“Julian, aku punya firasat buruk,” Sera


Sera menatap Julian,


“Kejar Kak Bram, lindungi Kak Bram, jika kau bisa melakukan itu, aku akan kembali padamu,” Sera


Julian yang sangat mengetahui kemampuan Sera untuk menebak masa depan hanya dengan firasatnya pun mengangguk lalu pergi.


.


.


.


“Vino,” Julian


“Julian, Julian, kumohon selamatkan Pamanku, Paman dan anaknya ada didalam sana!!!” Teriak Vino


Orang-orang yang menahan Vino segera menutup mulut Vino, sedangkan Julian pun bergegas mendekat ke mobil, namun dihadang beberapa orang,


“Kau dari Keluarga Ginanjar jangan mengganggu urusan Keluarga Arisditya!!” Orang 1


“Mengganggu?? Kalianlah yang mengganggu, membunuh anggota Keluarga yang tidak mau menaati aturan konyol Keluarga, kalian memang Keluarga konyol,” Julian marah


Julian mengeluarkan sebuah pistol,


“Julian, jika kau menembak, maka Keluarga Arisditya akan menganggap Keluarga Ginanjar sebagai musuh,” Tetua 1

__ADS_1


“Siapa yang peduli,” Julian


Julian pun menembaki orang-orang yang menghadangnya, dan dengan cepat Julian mendekat ke mobil yang terbakar itu, Julian melihat Bram yang masih hidup dan mencoba melindungi seorang gadis kecil,


“Kau benar-benar datang,” Bram


“Kak Bram, bertahanlah, aku akan menyelamatkan kalian,” Julian


Tiba-tiba seseorang menusuk punggung Julian,


“Akh!!” Julian kesakitan


Walau sampai muntah darah, Julian segera berbalik dan menembak orang-orang yang tersisa karena para Tetua sudah pergi dengan membawa Vino menggunakan mobil mereka.


Julian yang walau masih merasa sakit pun tetap berusaha menarik keluar Olivia,


“Kak Bram, sekarang Kak Bram yang keluar,” Julian


Bram menggeleng, “Mobil ini akan segera meledak, kau cepatlah pergi bersama Olivia. Julian, jagalah Olivia untukku,” Bram


“Kak...” Lirih Julian


“CEPAT JULIAN!! Kau juga terluka, jika kau mati maka semua akan berakhir, kau harus melindungi Keluargamu dan Putriku, nyawamu bukan milikmu, maka pergilah,” Bram


Julian pun pergi dengan memeluk Olivia yang menangis dan memanggil Ayahnya,


“Olivia, Ayah menyayangimu,” Bram


DUARRRRR!!!!


Julian yang sudah cukup jauh tetap memeluk Olivia untuk melindunginya dari bekas ledakan, Julian yang melihat mobil Bram sudah hancur lebur pun hanya bisa memeluk erat Olivia untuk menenangkan Olivia.


 

__ADS_1


......TAMAT......


__ADS_2