Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
37. Sera Sakit


__ADS_3

1 minggu setelah itu semua...


Di pagi hari, Julian ingin membangunkan Sera seperti biasa, namun saat Julian masuk ke dalam kamar Sera, Julian melihat kamar Sera kotor sekali, sampah berserakan dimana-mana dan suasana yang dingin.


Julian melihat ke Sera yang terbatuk-batuk di ranjang dengan kompres dingin yang Sera ganti sendiri, Julian mendekat ke Sera,


“Sera, kamu sakit?? Kenapa gak beritau aku??” Julian


Sera tak menjawab karena terlalu lemas. Julian pun mengganti kompres Sera dan merapihkan kamar Sera, Julian membuka jendela dan pembersih udara di kamar Sera.


Julian melihat pakaian Sera basah semua, Julian pun mengambil pakaian “lengkap” baru yaitu daster dan dalaman bawah,


“Sera, gantilah pakai ini dulu ya. Aku akan menelpon temanku untuk menanyakan apa yang harus kulakukan. Ah aku juga harus memberitahu seseorang dikelasmu supaya kamu gak alpa,” Julian malu-malu


Julian pergi, Julian mengambil ponselnya di kamarnya dan menelepon teman seangkatannya yang adalah anak Dokter,


“Hei bangsat, lo tau ini rekor bangun terpagi gue, ngapain sih lo nelpon gue,” Suara serak khas baru bangun diseberang telepon


“Dengerin dulu Lexus, nyerocos aja lo ah. Kakak kembar gue sedang sakit flu, batuk, pilek, dan panas, dan juga kayaknya kepalanya juga sakit, apa yang harus gue lakuin??” Julian


“Lian-Lian, lo itu katanya dapat nilai sempurna di Mapel Human, obatin pasien demam ringan aja lu remidi bangs*t,” Lexus


“Lo mau kasih tau, atau rumah sakit bokap lo gue tutup, cepet, gue gak punya banyak waktu,” Ancam Julian


“Sialan emang lo ya. Pertama, siapkan kompres, kalau udah buatin teh hangat, kalau perlu isiin jahe, inget jangan sampe isi tanah tuh jahe. Kedua, beliin bubur. Ketiga ya tentu aja obat, beliin obat flu dan Ibuprofen buat sakit kepalanya, beliin booster atau vitamin juga biar cepet sembuh,” Lexus


“Lah obat flu kan banyak, mana gue tau yang mana, terus obat batuk kagak?? Sera kan lagi batuk-batuk juga,” Ujar Julian sambil melihat catatan yang ia tulis


“Ya lo tanya aja ada gak obat flu, diliat dari badan Kakak lo itu kayaknya tablet aja beliin, kalo sirup kurang ampuh kayaknya, dan batuk, gue suruh bikin teh jahe kan, itu gunanya buat hilangin batuknya goblok, lalu ibuprofen kan pereda nyeri, itu buat sakit kepalanya, kalo vitamin dan booster kan lo tau sendiri gunanya,” Lexus kesal


“Ah ya, lo bener juga, jadi gak perlu infus kan??” Julian


“Kakak lo bisa tambah bengkak kalo diinfus, lagian sakit Kakak lo itu hanya sakit sedikit, lama istirahat di udara bersih aja sembuh, kalau ada penjernih udara itu lebih bagus,” Lexus


“Hmmm ya, baiklah, tapi beli obatnya dimana??” Julian

__ADS_1


“Di bengkel, udah tau obat ya di apotek lah,” Lexus


“Iya juga, baiklah, thanks, tapi lain kali, jaga omongan lo Lex, lo gak akan jadi Pewaris RS besar di Singapur, kalo itu RS ilang,” Julian


Julian mematikan telepon sepihak dan segera pergi ke dapur untuk membuat teh jahe sebelum membeli obat, sambil menunggu air panas, Julian menelepon Wali Kelas Sera dan Wardani untuk memberitahukan jika Sera sedang sakit dan tak bisa bersekolah.


Saat teh jahe buatan Julian jadi, Julian mengantar teh jahe ke kamar Sera,


"Sera, ini teh jahe untukmu, aku akan pergi membeli obat untukmu dulu ya, aku tidak akan lama kok, persiapan banten juga udah kusiapkan, Ayah tak akan marah," Julian


Sera hanya diam karena panas-dingin, Julian mengelus lembut rambut Sera,


"Aku pergi dulu ya," Julian


Julian pun pergi.


.


.


.


"Sera, makan dulu sebelum minum obat yuk, kata temanku, kamu cocoknya minum obat tablet, karena itu aku membelikanmu semua obat tablet yang bagus kata apotekernya," Julian


Sera pun mendudukan diri supaya Julian bisa menyuapinya, setelah makan, Sera minum obat dan tertidur lagi tak lama setelah minum obat.


Julian pun dengan diam membereskan semuanya dan membersihkan sisa yang kotor di kamar Sera.


.


.


.


3 hari kemudian, Sera sudah sembuhan, namun badan Sera masih lemas bahkan susah untuk berdiri, Julian pun dengan senang hati membantu Sera walau terkadang Sera menolak apapun dengan tiba-tiba, seakan-akan Sera mau semuanya dilakukan oleh orang lain dengan sendirinya tanpa perintah.

__ADS_1


4 hari kemudian, Sera sudah sembuh total, Sera bisa memasak dan bermain dengan kedua anjingnya, Julian merasa senang karena perawatannya berhasil menyembuhkan Sera dengan cepat.


Beberapa hari kemudian, Julian baru saja selesai jogging, saat di ruang tamu, Julian melihat Sera bermain dengan keponakan Kakak-Adik(anak dari Kakak Sepupu Sera) yang masih berumur 5 tahun dan 9 bulan dan sama-sama bergender perempuan. Julian mendekat dan duduk bersama mereka,


"Depina, ciluk baaaa," Julian bermain


Devina menjadi girang,


"Heee baru ada cowok baru ngakak, dasar genit, iya Depina genit," Tambah Sera sambil mengayunkan pelan Devina


"Dinara, Dinara baru bangun?? Manisnyaaaa, cini-cini Paman peluk," Julian


Dinara(Kakaknya Devina) dengan malu-malu mendekat ke Julian, Julian memangku Dinara,


"Kakak atau adik sama aja, unyuk unyuk, kawaiii," Sera


Sera mencubit lembut pipi Devina dan Dinara,


"Sera, bagaimana keadaanmu?? Udah benar-benar sehat??" Julian


"Kalau aku belum sehat, gimana caranya main sama 2 bocah ini, gimana kau itu," Sera


"Bener juga yak," Julian


Julian melihat sekeliling yang sedikit berantakan,


"Sera, apakah kita juga harus membuat ruang bermain mini?? Supaya anak-anak nanti bisa main juga," Julian


"Gak perlu, hanya akan ada anakmu saja yang tersisa di rumah nantinya, aku kan akan keluar dari rumah ini dan masuk ke rumah suamiku di masa depan," Sera


Julian baru menyadari jika Sera bisa kapan saja menikah, ditambah di Bali biasa dengan Pernikahan dini, jika ada Pria yang sesuai dengan tipe Sera melamar Sera maka Sera pasti akan menyetujuinya tanpa ragu karena keinginan Sera juga adalah cepat keluar dari Rumah dan Kartu Keluarga.


Julian menatap Dinara yang sedang melukis dipangkuannya,


"Ya, kamu benar, Sera," Lirih Julian.

__ADS_1


__ADS_2