
harum seorang gadis yang manis
dia terlahir dari keluarga yang berada, dia anak tunggal dari pak Gatot dan ibu Wati.
walaupun harum anak tunggal tapi dia tidak manja , oleh karena itu harum di sukai banyak orang
harum mempunyai sahabat baik Hana namanya
mereka bersahabat cukup lama sejak masih kecil, hingga kini
" besok ada pesta rakyat"! apa kah kamu mau melihatnya rum?"
Hana memandang ingin kepastian dari sahabat nya
" tentu aku akan melihatnya"! harum tersenyum manis kearah sahabat nya itu
" baik lah kalau begitu sampai berjumpa esok ya rum"!
Hana meninggalkan sahabat nya sendiri
harum membalas lambaian tangan Hana
pesta rakyat selalu di adakan setahun sekali di kota itu, seluruh para penduduk di kota itu pasti ingin menyaksikan nya
banyak sekali hiburan nya
harum sedang mematung di depan cermin , memandang wajahnya yang terlihat cantik sore itu
Bu Wati tersenyum manis melihat anak gadisnya itu
" mamah "! harum mencium pipi mamah nya
" kau mau kemana sayang?" Bu Wati membelai rambut harum
harum tersenyum manis
" mamah"! aku Ama Hana mau ke pesta rakyat"! boleh kan ma"!
Bu Wati mengangguk
harum kegirangan dan mencium pipi mamah nya
tak berapa lama Hana pun sudah datang
" halo Tante"! Hana mencium tangan ibu Wati
" hati hati ya sayang"! pulang nya jangan malam malam"!
" gak kok Tante "! paling habis isya"!
Hana membawa motor nya menuju alun alun kota itu
tampak kemeriahan terlihat pada sore itu , banyak para pedagang disana
dan aneka jajanan kue pun ada
" Hana "! aku mau lihat tarian tarian"! harum menuju kearah barat
tampak panggung besar
" tapi kan belum di mulai rum"! Hana berkomentar
" ya udh kalo gitu kita naik komedi putar aja dulu"!
harum menuju komedi putar yang ada di samping mereka
Hana pun setuju
saat akan naik komedi putar kaki harum tersandung batu dan hampir jatuh
tapi ada tangan yang kekar menarik tangan harum
hingga harum tak jatuh
harum menoleh kebelakang , kearah orang yang sudah menolong nya
tampak seorang pemuda tampan sedang tersenyum kearahnya
" terimakasih "! kamu sudah menolong saya"!
pemuda itu tersenyum manis
" ya sama sama"! boleh saya kenal nama kamu?'
pemuda itu mengulurkan tangannya dan menyebutkan namanya
__ADS_1
" nama aku Bram"! kamu siapa?"
harum pun menjabat tangan pemuda itu dan menyebutkan namanya
" nama aku harum"!
" nama yang cantik"! sesuai dengan orang nya"!
Hana pun turun dari komedi putar itu dan bergabung dengan mereka
harum pun memperkenalkan Hana kepada Bram
" boleh saya mengantar kamu harum?" harum menatap wajah sahabat nya
Hana mengganguk kan kepala nya
" bagaimana dengan kamu nah?" harum memandang Hana
" tenang Hana di temani dengan teman aku juga kok"! tapi boleh kan teman aku naik motor bersama kamu?"
Bram meminta persetujuan
Hana pun paham
" ok"! gak apa apa kok"!
akhirnya harum naik mobil bersama Bram , sedang Hana bersama temannya Bram
sepanjang perjalanan Hana dan teman nya Bram saling bercerita tentang harum dan Bram
seakan mereka ingin menjodohkan sahabat mereka itu
sampai lah Bram di rumah harum
" kamu mau mampir kerumah ku?" harum bertanya sambil tersenyum manis
Bram terpana dengan senyum harum
" apa tak ada yang marah jika aku main kerumah mu esok hari rum?"
dengan malu malu harum menggeleng kan kepala nya
" Bram "! aku antarkan anah dulu ya "!
" ya "! kamu kasih tau saja alamat nya "! nanti aku jemput"!
" sebentar aku panggil mamah ku dulu"!
selesai berkata harum pun masuk kedalam rumahnya
Bram mengganguk sambil tersenyum
tak lama kemudian harum keluar kembali bersama Bu Wati
" silahkan masuk nak"! Bu Wati menyuruh Bram untuk masuk kedalam rumahnya dan mempersilahkan Bram untuk duduk
" harum ambilkan minum sayang"!
harum pun pergi menuju dapur, Bu Wati memperhatikan Bram dengan senyum di kulum
" kamu tampak nya anak baik nak Bram"! Bu Wati membuka omongan
" ah ibu bisa saja memuji saya"! Bram tersipu malu
" ya sudah ibu tunggal ya"! harum jangan malam malam berbicara nya nak"! nak Bram tentu nya harus berkerja esok"!
Bram paham maksud Bu Wati
tak berapa lama hp berbunyi
terlihat gambar sahabat nya menelpon nya dari sana
Bram pun pamit kepada harum untuk menjemput sahabat
" esok boleh aku main kesini lagi?" Bram menatap harum
" silahkan"! asalkan niat kamu baik'!
" bagaimana jika aku melamar kamu?" Bram tersenyum menggoda
harum tak menjawab hanya tersenyum manis dan meninggalkan Bram masuk kedalam rumahnya
dari kaca jendela harum mengintip Bram yang pergi meninggalkan rumah nya
setelah kejadian itu Bram selalu terlihat tersenyum dan tertawa sendiri
__ADS_1
pikiran nya selalu tertuju kepada harum
gadis itu telah merubah hidup Bram
menjadi seseorang yang mudah tersenyum
papah nya Bram tuan Adika nampaknya paham betul dengan keadaan Bram saat ini
apalagi sejak Bram di tinggalkan kan ibunya
sikap Bram begitu pendiam
dia tak pernah mau dekat dengan gadis mana pun
padahal papah nya selalu menyuruh nya untuk mencari calon istri
karena papah nya sudah ingin mempunyai cucu
tapi Bram tampak nya tak perduli kan itu ,dia hanya fokus dengan perusahaan papah nya yang sudah di over alihkan kepada nya
Bram"! tuan Andika memanggil nya lembut
Bram memandang papah nya
tuan Andika duduk di samping Bram
" Bram gadis mana yang kau sukai nak?"
tiba tiba tuan Andika langsung bicara intinya
Bram tersebut penuh arti
" dia hanya gadis biasa biasa saja pah"!
Bram tersenyum
tuan Andika tertawa bahagia
akhirnya dia akan melihat Bram menikah
" papah tidak mempersoalkan itu Bram"! yang terpenting adalah kamu suka dan dia pun sama"!
Bram menatap papah nya dan langsung memeluk tuan Andika
" terimakasih pah"!
tuan Andika mengangguk bijaksana
" kapan papah boleh melamar gadis itu Bram?"
tuan Andika menatap tajam kearah Bram
'" Bram belum bicara dengan orang tua nya pah"!
kalau begitu bicara lah "! bilang kepada orang tuanya"! tak usah ada acara lamaran"!
Bram kaget mendengar papah bicara seperti itu
" maksud papah gimana?"
tuan Andika tersenyum
" kamu dan dia langsung menikah' saja bram'! papah sudah ingin menimang cucu dari kamu"!
Bram tersenyum bahagia
" baik lah pah "! sore ini Bram akan minta antar Nico "! dan berbicara kepada orang tua Harum pah"!
siang itu harum di rumah sedang bercanda dengan sahabat nya Hana
" seperti nya akan ada pernikahan saat dekat ini Tante"!
Hana menatap tajam kearah Bu Wati , mamahnya harum
harum mencubit tangan Hana
dan gadis itu pun berteriak kesakitan
' kamu jangan asal bicara anah"! harum melotot manis kearah Hana
sementara gadis itu hanya tersenyum simpul
Bu Wati cuma ikut tersenyum melihat kedua gadis itu
terimakasih ya KK udh mau membaca tulisan saya
__ADS_1
jangan lupa klik dan vote nya