
harum turun dan berjalan kearah rumah vino, Nico mengikuti harum dari belakang.
sampai lah harum di rumahnya vino,masih tetap sama tak ada yang berubah suasana rumah vino.
sama seperti dua tahun yang lalu saat harum dan Bram datang kesini.
harum membunyikan bel rumah vino, terdengar suara orang berbicara sabar,dan benar,dari dalam rumah keluar lah seorang wanita setengah baya, yang tak lain mamah nya vino.
mamah nya vino tersenyum saat tau yang datang itu adalah harum.
"ayokk masuk sayang"! harum mengganguk pelan,dan masuk kedalam rumahnya vino.
"tunggu ya"! Tante panggil kan vino nya"harum mengganguk pelan.
tak seberapa lama keluar lah vino dan gadis kecilnya,vino yang memang sudah mengenal Nico, mereka pun saling bersalaman.
harum tersenyum menatap gadis kecil yang berusia empat tahun itu.
"ada apa rum?" ada apa dengan Bram?" tiba tiba vino berbicara langsung soal Bram.
harum menatap sekilas kearah Nico dan menatap kearah vino.
"Vin"! suara harum pelan,sambil menahan perasaannya yang sangat sakit.
"ya rum"! ada apa?" vino mulai tidak enak hatinya, melihat air mata yang mulai membasahi pipi mulus harum.
'aku tak mau mertua ku tau"! karena aku sangat menyayangi nya"! dan menghormati nya"!vino sedikit mulai paham kemana arah pembicaraan harum.
vino menatap kearah Nico, yang seakan berbicara,bukan kah Nico lebih tau dari padanya.
Nico yang di tatap seperti itu jadi agak risi.
"aku tak tau Vin"! apa yang sedang terjadi antara Bram dan Laila"! yang aku rasakan"mereka lebih dari hubungan kawin'kontrak"! suara harum mulai agak serak.
"saat ini Bram ada dimana Nic?" vino menatap lurus kearah Nico.
hal ini semakin menyudutkan Nico.
"dia sedang ada urusan kantor Vin"! mungkin esok sore dia baru pulang"!vino yang tau, kalau itu hanya sebuah alasan.
"Vin"! mungkin ini sudah telat untuk aku"karena aku rasa"! saat ini hati Bram bukan lagi milik ku"! harum mengusap air matanya.
"aku hanya ingin tau pasti jika kelak"aku sudah tak tahan lagi dengan kelakuan Bram" kalian berdua adalah orang yang pertama"aku minta untuk berbicara kepada mertua ku"tentang kejadian yang sebenarnya"! vino dan Nico kaget mendengar ucapan harum.
"harum"! maaf kan saya"! ini semua salah saya"! karena sudah mengajarkan Bram untuk kawin kontrak"! vino memegang tangan harum.
harum menggeleng pelan.
"kamu tidak salah Vin"! karena usul kamu membuat aku mempunyai seorang anak"ini semua tergantung kepada Bram sendiri"vino merasa sangat kagum dengan sikap dewasa harum.
"aku akan berbicara nanti dengan Bram rum"dan semoga dugaan kamu itu salah ya"vino bermaksud ingin menghibur harum,tapi harum tersenyum pahit.
"aku tak yakin Vin"! karena perasaan seorang wanita tak akan meleset"! vino pun terdiam.
akhirnya harum pun pamit dari rumah vino dan menuju pulang ke rumah mertuanya,dia khawatir dengan putri anak nya.
sementara itu Laila dan Bram sedang melangsungkan pernikahan mereka,wajah bahagia terlihat jelas dari Laila,dan Bram pun begitu menikmati acara pernikahan nya dengan Laila.
mas kawin pernikahan buat Laila adalah satu buah rumah mewah di bilangan Jakarta.
hal itu membuat semua yang hadir berdecak kagum terhadap Laila, yang telah mendapatkan suami super kaya dan tampan.
selesai acara pernikahan mereka Laila dan Bram langsung pamit sama emaknya untuk melangsungkan acara bulan madu mereka.
Bram mengajak Laila untuk pergi ke Lombok.
mereka berdua menuju lomba.
dan merencanakan bulan madu selama dua hari disana.
"kau bahagia Laila menikah'dengan ku?" Bram mencium mesra bibir Laila.
Laila mendesah panjang.
__ADS_1
"aku bahagia mas"! jujur saja"!aku sangat bahagia"! Laila memberikan tiga buah tanda merah di leher Bram.
selama tidak ada Bram di sisi harum,selama itu harum selalu menutupi nya di depan mertuanya.
yang selalu bertanya, apakah Bram mengubungi nya atau tidak.
"Bram baru saja menelpon aku pah" harum berbohong lagi.
"bagus lah kalau begitu"! papah takut dia lupa rum"! karena sudah empat hari ini "! papah bermimpi tentang almarhum mamah nya Bram"!harum menggenggam tangan papaha mertuanya itu.
"papah jangan banyak pikiran yaa"! percaya lah"! harum dan Bram "! baik baik saja kok"apalagi kami telah mempunyai anak pah"harum tersenyum tapi hatinya menangis.
karena selama empat hari itu, Bram tak pernah kasih kabar harum,dan harum pun tak mau menelpon Bram, karena dia yakin.
Bram sedang bersama Laila.
tuan Andika menatap harum tajam.
"harum"! papah menyayangi mu seperti putri papah sendiri"! dan papah tidak mau rumah tangga kalian hancur"! kata kata tuan Andika itu seperti penahan untuk harum pergi meninggalkan Bram.
"terimakasih pah"! harum memeluk papah mertuanya penuh kasih.
tiba tiba Nico masuk dan memberikan tlp nya kepada harum.
"ini dari Bram rum"! harum merasa tak enak jika menolak karena di depan mertuanya.
"hallo"! suara harum pelan.
"hallo sayang"! aku sudah arah Jakarta sayang"! sebentar lagi sampai rumah"! harum mendengar suara wanita yang sedang bernyanyi didalam mobil Bram.
dan itu pasti Laila.
harum tak menjawab cuma memberikan tlp nya kepada Nico.
"ayah aku mau siap siap dulu"! sebentar lagi Bram pulang"! tuan Andika tersenyum dan mengangguk.
harum pergi meninggalkan ruang itu.
harum mengendong putri dan bercanda dengan bayinya,dia tak mau larut dalam sakit hatinya.
sementara itu Bram mengantarkan Laila ke rumah barunya, rumah itu sangat besar.
dan disana sudah ada dua orang pembantu dan dua orang penjaga rumah.
Laila turun dari mobil sambil bergelayut manja di tangan Bram.
"ini rumah kamu sayang"! Laila mencium bibir Bram manja.
"mas"! apakah kamu tak mau bermalam disini?"Laila meremas buah ******** Bram.
sehingga Bram menahan nafsu nya.
Laila tersenyum genit.
"sayang"! aku harus pulang dulu ya"! besok aku akan menginap disini"!Laila mengganguk pelan.
"mas"! jika aku hamil lagi"! aku mau kamu selalu ada disini"! Bram mengecup leher Laila beberapa kali.
hingga meninggal kan tanda merah sebanyak empat buah.
'ya sayang"! Laila membalas mengecup leher bram,dan leher Bram pun penuh dengan tanda merah.
"aku pulang dulu ya sayang"! Laila mengganguk manja.
Bram pun masuk ke dalam mobilnya dan melaju pergi meninggalkan rumah Laila.
Laila tersenyum puas,dia yakin harum akan bratem dengan Bram,dan Bram akan kembali lagi ke rumahnya.
Nico mengantarkan buahan yang di minta harum, tanpa sengaja Nico melihat paha mulus harum.
dengan cepat harum menutup paha nya dengan rok nya.
"putri mana rum?" Nico mengalihkan perhatian nya.
__ADS_1
"ada di pengasuh nya"!aku mau mandi dulu Nic"! harum langsung menutup pintu kamarnya.
sepanjang jalan menuju kelantai bawah, Nico terbayang bayang paha mulus harum.
"dasar dasar Bram *****"! harum begitu cantik dan sabar"! masih saja kurang"! batin Nico.
tak berapa lama terdengar suara mobil di halaman rumah.
tuan Andika yang tau itu suara mobil Bram , segera bangun dan menunggu Bram di ruang tamu.
tak berapa lama Bram datang,tuan Andika memanggil anak nya itu.
"Bram sini"! Bram menghampiri papah nya,dan mencium pipi papah nya.
tuan Andika kaget mencium aroma wangi baju Bram,bukan minyak wangi harum.
"pah "! tolong jangan bicara apa apa dulu ya"Bram mau mandi pah"! dari Lombok langsung pulang"! tuan Andika pun terpaksa mengijinkan Bram pergi.
Nico yang melihat leher Bram penuh tanda merah, merasa risi.
dia tau,apa yang akan terjadi saat harum yang melihatnya.
Bram berjalan menuju tangga rumahnya,dan sampai lah dia di kamar istrinya.
Bram tak mengentuk pintu kamarnya,dia sengaja ingin mengagetkan harum.
tapi tidak, sikap harum biasa saja.
harum yang sedang duduk dengan memakai dress putih tampak cantik dan anggun.
Bram mendekati harum,dan ingin mencium pipi harum.
tapi harum menghindari nya, dengan cara bangun dari duduknya.
"kau tak kangen dengan aku sayang?"harum menatap Bram dan melihat leher Bram yang penuh dengan tanda merah.
hati harum semakin sakit.
"Bram "! suara harum pelan.
"ya sayang"! Bram membuka bajunya,dan terlihat jelas di seluruh dadanya Bram, penuh tanda merah dari bibir Laila.
"apakah kau tak punya hati dengan ku?"Bram menatap harum tajam.
"maksudnya apa sayang?"harum mulai menangis.
hal itu membuat Bram semakin bingung.
"kau melakukan apa di belakang ku Bram?"suara harum terdengar sangat kencang.
hal itu membuat Bram kaget.
dengan cepat Bram membukam mulut harum dengan bibirnya.
dan harum mendorong tubuh Bram ,dan menampar pipi Bram hingga keras.
"aku sudah cukup sabar Bram"! dengan segala permainan mu"! Bram menggeleng tak paham.
"apa yang kamu bicara rum"! dan ada salah apa aku dengan kamu?"Bram tetap tak paham.
"Bram tanda merah itu apa?" harum menuju dada Bram,dan Bram mengaca di cermin meja rias milik harum.
betapa kagetnya Bram saat melihat itu semua.
"kau telah menikah dengan Laila secara kontrak lagi"! atau kah dengan cara sirih"aku tak perduli Bram"! Bram mendekati harum dan ingin memegang tangan harum.
tapi harum menepis tangan Bram.
"aku mau cerai Bram"! Bram kaget mendengar ucapan harum itu, dengan cepat dia bersimpuh di kaki harum.
"jangan lakukan itu rum"! jika kau mau cerai dari aku"! itu tandanya kau ingin melihat papah ku mati"! harum terdiam,dia terbayang wajah mertuanya yang sangat menyayangi nya.
"kau tau rum"! papah begitu menyayangi mu"dan jika dia tau kau ingin bercerai dengan ku"! dia pasti akan kena serangan jantung"harum mengigit bibir nya.
__ADS_1
harum dalam delema yang sangat besar.
bersambung kk..di tunggu vote dan klik nya ya