
Hana merasakan rindu terhadap Nico, walaupun Hana tau Nico tak pernah mengucapkan kata cinta,tapi dia yakin,kalau Nico juga mempunyai perasaan yang sama.
______________________________________________
mata hari semakin tenggelam manakala Laila terbangun dari tidur siang nya, mungkin karena hujan tadi jadi bawaan nya enak untuk tidur.
Laila bangun dari tempat tidur nya dan mencari Bram , lelaki tampan itu sedang berdiri menghadap jendela, matanya lurus menatap kearah pantai.
Laila menatap lelaki itu dari belakang,Laila suka secara sembunyi sembunyi mencuri pandang dengan Bram,dia tau tak mungkin Bram mencintai nya, seperti harapan nya.
Bram terlalu mencintai harum isterinya,dan dia, hanya sebatas isteri kontrak untuk Bram.
di usapnya perutnya yang sudah mulai besar itu,dia sedih, seharusnya aku bahagia dengan kehamilan ku, karena aku akan menjadi seorang ibu,tapi ini bukan anak aku,bayiku akan di ambil oleh Bram ,dan menjadi anak harum"sampai disitu air mata Laila menetes di pipinya yang mulus.
Bram menyadari akan kedatangan Laila,dia pun menoleh kebelakang,di lihatnya Laila sedang berdiri dibelakang nya.
dengan cepat Bram menghampiri Laila,dan heran melihat Laila sedang menangis.
"ada apa Laila?"apa ada yang salah dengan aku?"suara Bram terdengar sangat lembut.
"kau tak salah mas"! mungkin aku yang terlalu berperasaan saja"! Bram menatap lembut Laila, yang pada saat itu mengenakan baju daster tipis berwarna coklat muda.
"kamu cantik sekali Laila "Bram memuji Laila, membuat wanita muda itu terdiam tak bisa berbicara.
__ADS_1
dengan lembut Bram membopong tubuh Laila ke sofa tamu,dan menurunkan Laila dengan hati hati.
sikap lembut dan mesra Bram , membuat Laila semakin ingin memiliki Bram.
"mas"!Laila berkata lirih.
"ada apa Laila?"mata mereka saling beradu,Laila memajukan wajahnya kewajah Bram, dengan cepat Laila mencium mesra bibir Bram.
Bram kaget dengan perlakuan Laila, dia mencoba menghentikan ciuman Laila.
"Laila aku haus"! sebentar aku ambil minuman dulu"! Laila tau Bram hanya ingin menghindari ciuman itu.
"tak usah berbohong mas"! mungkin kamu ingin menghindari aku mas"Laila berkata lirih,Bram menghentikan langkahnya,lalu menatap kearah Laila yang juga sedang menatap kearah nya.
" serius"aku haus Laila"! Bram berbohong lagi,tapi Laila menatap penuh kesal.
Bram menghampiri Laila yang terlihat sangat kesal.
"aku tak ingin punya perasaan lebih terhadap mu mas"!tapi apa daya ku"ini semua bukan mau aku"! kau yang mengajak aku masuk kedalam kehidupan mu dan harum"! Laila menangis pilu.
Bram mencoba mendekati Laila,tapi Laila menghindar dari Bram.
"aku lelah mas"!aku lelah mencintai mu seorang diri"! dan tiap kali aku mesti lihat kamu mesra dengan mba harum"! sementara aku"! hanya jadi pengemis didalam cinta mu"suara Laila terdengar mulai serak.
__ADS_1
"aku mau pulang ke kampung saja mas"! dan aku harap kamu tak perlu menyusul aku"! selesai berbicara Laila pergi meninggalkan Bram di ruangan itu.
dengan menangis Laila masuk kekamar nya,dan merapikan barang barang nya,Bram menyusul Laila kekamar nya.
di lihat wanita itu sedang sibuk merapikan barang-barang nya,Bram menarik tangan Laila , hingga wanita itu masuk kedalam pelukannya.
dengan lembut Bram mencium bibir Laila,dan mengecup mesra kening Laila.
Laila memejamkan matanya,dia seperti sedang bermimpi,Bram melakukan nya dengan lembut.
baru saja Laila ingin berbicara,tapi mulut Bram sudah ******* habis' bibir milik Laila, hingga wanita itu cuma bisa menikmati Jay dengan berlinang air mata.
tak sampai disitu,Bram membopong tubuh Laila ke atas kasur, merebahkan tubuhnya Laila dengan hati hati.
dan membuka pakaian Laila satu persatu dari tubuh nya.
dengan buas Bram mencumbu habis tubuh Laila hingga memerah semua nya.
Laila merintih kenikmatan,sore itu Bram dan Laila melakukan hubungan intim hingga berulang kali, Bram memeluk erat Laila.
"terimakasih mas"! Laila berbisik lirih di telinga Bram,Bram mengecup kening Laila dengan lembut.
mungkin karena kelelahan,Bram pun tertidur pulas,Laila terbangun dan bercermin,dia tersenyum puas.
__ADS_1
di lehernya penuh kecupan Bram
bersambung kk