
Laila terdiam, menatap tempat tidur yang sering mereka gunakan untuk berdua, banyak kenangan indah disana.
tiba tiba sila menangis kencang, sudah dua hari sila tidak bertemu dengan Bram.
mungkin dia kangen.
dan Laila pun tak berniat untuk menghubungi Bram, karena dia tidak mau menggangu rumah tangga mereka lagi.
suara mobil berhenti didepan rumahnya,tak berapa lama Bu Odah memanggil Laila untuk keluar.
dengan perasaan malas Laila keluar dari kamarnya menuju Bu Odah.
"tuh ada Nico"! Laila menoleh kebelakang,benar saja Nico sudah masuk kedalam rumahnya,dan berdiri didepan pintu .
"kamu dapat undangan nie"! Nico memberikan undangan itu kepada Laila,Laila melihat nya.
dan undangan itu adalah undangan acara pernikahan Bram dan harum.
yang diadakan secara mewah di hotel berbintang.
Laila terdiam setelah melihat undangan itu, akhirnya dia kembali lagi kepada nya.
dan dia sudah lupa dengan anak anak nya dan aku,Laila berbicara sendiri.
Nico paham apa yang sedang di pikirkan oleh Laila.
"kami akan datang kan?" Nico menatap tajam kearah Laila, Laila tersenyum pahit.
"ya Nic"! aku pasti akan datang"! Nico tau pasti akan membuat Laila sakit, tapi Laila harus tau,bahwa saat ini Bram terlihat sangat bahagia, bersama harum dan anak nya.
"aku akan datang Nico"! kamu tenang aja"Nico tersenyum mendengar ucapan Laila.
saat ini awal Desember,dimana dahulu harum dan Bram pernah menikah dan berjanji akan selalu bersama didalam suka dan duka.
saat ini mereka akan mengulangi kisah itu kembali.
walaupun saat ini ada Andika kecil yang menemani mereka berdua.
harum mengambil kembali cincin kawin miliknya, yang pernah di lepas nya kemaren.
Bram mengendong Andika dengan penuh kebahagiaan.
__ADS_1
di tatapnya harum yang sedang asyik membuka foto mereka berdua.
"sayang"! harum menoleh kearah Bram.
'ada apa Bram?" Bram mendekati harum dan menatap mata indah milik harum.
"aku tak akan menyakiti mu lagi rum"! harum tak menjawab, karena saat ini harum tak butuh ucapan dari Bram.
dia tak mau termakan kata kata manis dari Bram.
baginya saat ini harum bersama dengan Bram, itu semua harum lakukan atas nama anak.
"kamu masih tidak percaya dengan ucapan ku rum"!baiklah"! aku tak akan memaksa mu untuk percaya dengan ucapan ku"! aku paham dan mengerti"! mungkin sulit untuk kamu"memaafkan diriku rum"! tapi aku tidak akan pernah mengecewakan mu untuk yang kedua kali nya"! Bram mengecup tangan harum , lalu dia pergi meninggalkan harum di kamar nya.
hari pernikahan itu pun tiba,harum tampil sangat anggun dan cantik, begitu pun Bram,malam itu harum bagaikan seorang ratu dan Bram raja nya.
semua mata menatap mereka dengan senyum dan kekaguman.
Acara pun sangat meriah manakala Bram mengajak harum untuk berdansa.
dengan iringan musik yang sangat lembut harum dan Bram berdansa sangat indah.
tuan Andika tersenyum bahagia, melihat harum dan Bram bisa rukun kembali.
tuan Andika menoleh dan melihat Laila ada di samping nico.
malam itu Laila mengunakan baju pemberian dari Bram,baju itu berwarna coklat muda dengan tampilan yang sangat menawan.
sehingga membuat Laila tampil amat cantik.
"kalian"! mana putri dan sila Laila?" Laila tersenyum mendengar ucapan tuan Andika yang berbasa basi itu.
"mereka tidak ikut pah"! tuan Andika menyuruh mereka duduk di dekat tun Andika,Nico pun menuruti kemauan tuan Andika.
"rupanya kalian disini ya?" tiba tiba suara yang sangat Nico kenal.
saat Nico menoleh,disitu telah berdiri vino sambil tersenyum manis.
"hai vino"! apa kabarnya?" vino tersenyum dan menjabat tangan Nico dan Laila,lalu mencium tangan tuan Andika.
"apa kabarnya nak vino?" vino tersenyum manis kepada tuan Andika.
__ADS_1
"Alhamdulillah baik pak"! lalu mereka pun terlibat pembicaraan yang sangat santai.
sampai dansa harum dan Bram selesai.
Nico dan Laila serta vino mohon pamit kepada tuan Andika untuk menghampiri Bram dan harum.
Bram yang melihat vino dan Nico tersenyum senang begitu pula harum,tapi saat mata harum menatap Laila,entah kenapa hatinya ada perasaan tak suka.
berbeda dengan Bram yang tampak kaget dengan penampilan Laila, yang tampil begitu menarik.
Laila menghampiri harum,dan mengulurkan tangannya, harum pun menerima uluran tangan Laila.
"selamat ya mba"! semoga rumah tangga nya selalu harmonis"! harum tersenyum,dan merangkul Laila.
"terimakasih ya Laila"! semoga saja tidak ada lagi orang ketiga dalam rumah tangga kami"Laila pucat mendengar ucapan harum yang begitu pedas.
karena ucapan harum itu yang dengar hanya Laila,maka sikap harum di hadapan ketiga lelaki itu biasa biasa saja.
berbeda dengan Laila yang mulai tidak nyaman.
karena dia sadar,harum tak menyukai nya.
walaupun dia dan harum masih ada ikatan saudara.
"kapan waktu kita liburan bareng lagi ya"vino menatap Bram dan harum.
"boleh juga tuh ide kau Vin"! Nico tertawa.
"bagaimana menurut mu Bram?" Bram menatap kearah harum meminta Jawaban dari harum.
harum tersenyum.
", boleh juga"! sekalian kamu ikut kan Laila?" laila kaget mendengar ucapan harum yang menatap tajam kearah nya.
dengan gugupnya Laila berbicara setuju.
"ok"! kalau gitu aku yang akan menentukan tempat nya"! vino terlihat begitu bahagia.
"awas jangan salah tempat kau Vin?" Bram tertawa lepas,tapi mata harum terus menatap kearah Bray yang pada saat itu sedang ada di ujung jalan arah nya.
senyum tipis terlihat dari bibir harum,dan Bray mengangkat tangan nya kearah harum.
__ADS_1
tak berapa lama Hana pun mengajak Bray untuk bergabung bersama harum dan Bram.
bersambung kk