
harum menatap Bram tajam,Bram paham makna dari tatapan mata harum terhadap nya.
"aku sudah menalak Laila harum"! dan aku berniat untuk rujuk kembali dengan kamu"membesarkan anak kita bersama"aku harap kamu mau melupakan semua yang pernah aku lakukan terhadap mu"! dan kita membuka lembaran baru demi anak kita"harum menatap Bram tampak berkedip.
"Bram "! bukan hal yang mudah untuk melupakan sebuah bentuk penghianat"apalagi oleh orang yang paling kita sayangi"! Bram terdiam mendengar ucapan harum.
"tapi aku janji rum"! tak akan aku mengulangi kesalahan yang sama"!harum mencium pipi mungil Andika, yang ada di pangkuannya.
"apa yang mesti aku lakukan rum?" agar kamu percaya dan mau menerima aku kembali?"harum terdiam.
"kau sangat menyakiti hati ku Bram"! harum meneteskan air matanya,dan Bram bersimpuh di tepi rajang rumah bersalin itu.
"rum kembali lah sama aku"!ku mohon rum"Bram mencium tangan harum.
"jangan seperti itu Bram"! baiklah aku mau kembali lagi dengan kamu"! tapi ada syaratnya"! Bram tersenyum gembira mendengar ucapan harum.
"apa itu rum?" harum menatap Bram tajam.
"semua saham di perusahaan atas nama aku dan Andika"! jadi jika kamu macam macam lagi Bram"! kamu hanya keluar membawa badan kamu saja"! bagaimana?" Bram mengganguk setuju.
"akan aku lakukan rum"! Bram mencium kening Andika yang tertidur di pangkuan harum.
"saat ini tiada yang paling berharga lagi untuk aku rum"! selain kamu dan anak kita"! aku sangat mencintai kalian berdua.
__ADS_1
Bram mencium kening harum lembut,harum memejamkan matanya,salah kah aku?' jika aku ingin kebahagiaan demi anak ku.
akan aku buang rasa egois ku,sakit hati ku.
semua demi kamu nak,demi kamu.
harum berbicara didalam hati.
pagi itu juga harum di jemput oleh tuan Andika dan Bu Wati keluar dari rumah bersalin.
mobil yang mereka tumpangi pun berbelok kearah rumah tuan Andika.
wajah tuan Andika begitu gembira, karena penerus keluarga nya sudah hadir.
semua para pelayan menyambut kedatangan harum dengan suka cita,air mata harum menetes di pipinya.
harum membuka kamarnya,kamar yang telah hampir sembilan bulan dia tinggal.
masih sama keadaan nya tak ada yang berubah.
"kamar ini tak ada yang berubah harum"papah yang menyuruh pelayan agar tak merubah apapun yang ada didalamnya.
harum menghampiri mertuanya dan mencium pipi tuan Andika.
__ADS_1
"Terimakasih ya pah"! papah begitu baik kepada harum"! tuan Andika memeluk harum penuh kasih.
"karena papah yakin rum"! kamu akan kembali lagi ke rumah ini"! karena ini adalah rumah mu"! Bram terharu mendengar ucapan papah nya.
akhirnya Bram dan harum di tinggalkan didalam kamar berdua,tuan Andika dan Bu Wati mengajak cucunya untuk ke kamar bayi, yang ada di sebelah kamar harum.
"pak Andika"! untuk sementara saya boleh menginap disini?" tuan Andika tersenyum kepada Bu Wati.
"tentu saja boleh Bu"! kan kita besan"! keduanya tertawa kecil.
sementara itu Laila menatap wajah nya ke cermin yang ada di depan nya.
tiba tiba dia melihat bayangan Bram yang sedang tidur di tempat tidur, menatap nya dengan gaya nya.
"mas"! aku sangat mencintai mu mas"! Laila menangis tersedu-sedu,dia merasa sakit sekali di hatinya.
"kenapa tuhan tak adil kepada ku"! aku hanya ingin kebahagiaan bersama nya"! tiba tiba pintu kamarnya ada yang mengentuk nya.
"ya silahkan masuk"! tak berapa lama Bu Odah sudah membuka pintu kamarnya.
Bu Wati melihat wajah Laila yang kucal bekas nangis.
"kamu nangis apalagi Laila?" jangan bilang kamu masih begitu mencintai Bram?" Laila terdiam.
__ADS_1
"Laila terima lah Nico"! dia juga tampan dah kaya juga"! dengan nya kamu tidak menyakiti siapa pun Laila.
bersambung KK