Kesetiaan Seorang Isteri

Kesetiaan Seorang Isteri
aku benci tapi cinta


__ADS_3

Laila sadar Bram tak akan mencintai nya, karena di hatinya hanya ada harum , jadi terasa percuma dia mencintai nya.


Laila memandang pasir yang ada di tepi pantai, semua aku lakukan demi uang , untuk orang tua ku dan adik ku.


mereka butuh biaya ., akhirnya Laila bisa melepaskan sedikit rasanya kepada Bram.


Nico membawakan minuman dingin buat Laila, dengan senyum khasnya , Nico memberikan minuman itu kepada Laila, Laila menerima nya .


" Laila" jika esok anak mu sudah lahir" apa yang akan kamu lakukan?" Laila menatap Nico, lalu tersenyum kecil.


" ini anak nya Bram dan harum " aku akan pulang kerumah ku" dan memulai kehidupan baru lagi "! suara Laila terdengar lirih .


Nico menatap Laila , ada perasaan bersalah dengan kata katanya, tapi dia tak mau meminta maaf, karena akan membuat Laila tambah sedih' matahari mulai terbenam, tak berapa lama harum memanggil mereka.


Nico menarik tangan Laila untuk pulang ke villa, dengan agak malas Laila pun menuruti nya, sesampainya disana Bram sudah menunggu di sofa tamu , dengan senyum khasnya.


Laila duduk bersama Nico di depan Bram , mereka memulai pembicaraan tentang perusahaan , laila tak paham dengan perkataan mereka, dan memilih ijin masuk kamar.


saat Laila ada didalam kamar nya, harum ikut masuk juga kesana, dengan senyum manisnya harum duduk di tepi tempat tidur Laila.


" tadi telah terjadi bencana alam ya Laila?" aku lihat kamar kamu berantakan"! harum tersenyum manis kearah Laila.

__ADS_1


Laila sadar bahwa tadi dia habis pecahkan gelas dan berantakan isi kamar nya.


harum tersenyum melihat perubahan raut wajah Laila , yang terlihat bingung.


" tadi aku yang rapihkan "! aku takut kamu terluka Laila"! laila melihat mata harum , wanita ini begitu memperhatikan nya, mungkin karena aku sedang mengandung anak ini " pikir Laila.


" kamu kenapa Laila?" harum memegang tangan Laila dan keningnya, Laila tersipu malu .


" kenapa mba begitu perhatian Ama aku ?" tanpa sadar Laila bertanya kepada harum seperti itu.


harum tersenyum.


" aku tak punya alasan tak menyukai kamu Laila" lagi pula aku tak punya adik " sejak aku melihat kamu " aku telah anggap kamu adik aku "! Laila terdiam mendengar ucapan harum.


" Laila " apa kah ada salah dengan sikap aku terhadap kamu ?" harum menatap Laila lembut.


Laila terdiam , dia tak bisa menjawab pertanyaan dari harum.


" aku paham dengan diam mu itu "! jika kamu keberatan memberikan anak itu untuk kami " aku tak akan memaksa mu "! karena kamu berhak atas anak itu "! harum berkata lembut.


" jika aku tak berikan anak ini " ! berarti aku tak akan dapatkan uang perjanjian itu kan ?" suara Laila pelan , harum menggenggam tangan Laila erat .

__ADS_1


" kamu tetap akan dapatkan uang itu Laila" walaupun anak itu tak ada pada kami " tapi itu anak dari Bram"! jadi dia tetap punya seorang keturunan" yang ada pada kamu "! harum tersenyum manis.


Laila terdiam, dia memainkan jemarinya , hatinya bingung.


"ayokk kita keluar Laila" apa kamu tidak lapar?" harum menatap Laila., yang masih terdiam .


" nanti saja mba"! aku mau bicara Ama emak ku di kampung" aku kangen sama mereka"! suara Laila serak.


" baik lah kalau begitu " aku menunggu mu di ruang tamu ya"! harum meninggalkan Laila sendiri didalam kamar nya.


setelah kepergian harum ,Laila mengambil ponselnya, dan menghubungi emaknya di kampung, percakapan pun terjadi .


cukup lama Laila berbicara dengan emak nya , dia pun menanyakan keadaan adik nya, yang sudah sembuh dari sakitnya.


emak nya bicara kalau Bram tak pernah telat mengirimkan uang untuk mereka , dengan jumlah yang sangat lumayan.


hati Laila bersyukur mendengar nya, dan dia sudah putus kan ,anak ini akan dia serahkan kepada harum , biarkan anaknya menjadi anak nya harum


"aku percaya mba harum pasti menjadi seorang ibu yang baik " untuk anak ku "! Laila berbicara sendiri.


ternyata hati itu amat lah luas , dan tak ada manusia yang tau apa yang akan dia lakukan hari ini dan esok.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2