
Nico pun sampai di rumahnya Bram dengan cepat, terlihat suasana rumah itu yang tampak berbeda.
para pelayan yang agak sibuk , di taman dengan tampak tuan Andika sedang duduk santai .
di temani oleh anjing kesayangan nya .
melihat Nico datang menghampiri nya, tuan Andika pun tersenyum ramah
" hallo apa kabar anak muda"! tuan Andika menyapa dengan ciri khas nya.
Nico pun mencium pipi tuan Andika.
" Bram mana pah?" sudah terbiasa Nico memanggil Tuan Andika dengan sebutan papah.
panggilan itu dia terapkan sejak dia masih sama sama sewaktu SMA dulu.
apalagi Nico dan tuan Andika masih saudara sepupu.
tuan Andika tersenyum menatap Nico, hal itu sudah dapat di artikan sendiri oleh Nico.
" ya " aku paham pah"!
tuan Andika tertawa senang, seakan dia memuji kepandaian anak itu.
" lalu kapan kau akan menyusul Bram?"
tuan Andika mengambil kue kering yang ada di depan nya.
lalu memakannya.
" mungkin masih butuh waktu pah"! Nico menjawab asal, karena dia tau lelaki tua itu , tentunya lebih tau bagaimana dia.
tak lama pak Mul kepala pelayan datang menyuguhkan tea hangat, kesukaan Nico.
" terimakasih pak Mul"! pak Mul mengganguk dan pergi meninggalkan mereka.
" papah harap kamu tak lama Nico"! karena papah juga ingin lihat kamu menikah"!
Nico tertawa kecil mendengar ucapan tuan Andika.
" do'akan saja pah" semoga aku dapatkan" wanita yang aku mau"!
tuan Andika menatap tajam kearah Nico.
" wanita yang kamu mau seperti apa?" jangan terlalu berlebihan nak"!
Nico terdiam tak bisa berbicara.
sementara itu di kamar nya Bram sedang memeluk harum mesra, di cium nya bibir istrinya itu.
" sayang"! aku tak mau sedikit pun meninggalkan kamu"! Bram kembali mengecup bibir harum.
harum tersenyum bahagia.
" sayang "! cepatlah" mungkin Nico sudah lama menunggu mu"!
harum mengingat Bram.
__ADS_1
" sayang"! berjanji lah padaku" jangan pernah tinggalkan aku"! Bram menatap dalam ke mata harum.
harum tersenyum manis.
" aku tak akan pernah meninggalkan kamu Bram"! tak akan "! harum mencium mata indah suaminya.
mereka berdua meninggalkan kamar dengan saling bergandengan tangan.
Nico yang melihat Bram dan harum telah datang , tersenyum kearah mereka
" selamat ya harum" kamu sudah akan memberikan aku ponakan"! Nico memeluk harum penuh kasih.
Bram mendorong tubuh Nico hingga kebelakang.
" kenapa kau peluk isteri ku?" Bram tampak kesal, Nico tertawa terbahak-bahak.
" hai" Napa kamu yang marah Bram?" lihat harum pun tak marah" lagi pula aku kan memberikan ucapan selamat"!
Bram cemberut dan menatap tajam kearah harum.
" sayang" besok besok aku tak mau kamu memberikan " kesempatan kepada ******** satu itu"! Bram menuju kearah Nico dengan kesal
tuan Andika yang tau cara bercanda mereka , cuma tersenyum senyum
Bram berpamitan untuk berangkat kekantor nya.
sepanjang perjalanan Bram dan Nico berbicara masalah perusahaan nya.
dan Bram berniat ingin membuka cabang di kota xx
Bram menatap Nico, lewat spion dalam mobilnya..
" akan aku usahakan"! Nico berkata pasti
mobil itu pun berhenti di depan kantor Nico yang amat besar.
mungkin Bram adalah seorang CEO termuda, dan paling sukses di bidangnya
sehingga banyak para rekan bisnisnya sengaja menjodohkan anaknya, untuk di jadikan istri kedua untuk Bram
seperti kata pepatah.
semakin tinggi pohon, pasti banyak yang ingin memanjat nya .😝😝
Bram terkadang menyuruh Nico, untuk mewakili nya. jika sedang ada pertemuan dengan klien nya yang agak agak cenderung kearah hal itu.
Bram paham betul posisi nya saat ini, dan dia selalu menjaga perasaan harum.
apalagi saat ini harum sedang hamil anak mereka yang pertama.
hari itu di rumah keluarga tuan Andika rame dan sangat penuh para undangan.
bahkan orang tua harum pun ada disana.
hari itu Bram dan harum sedang mengadakan acara tujuh bulanan , untuk anaknya.
tuan Andika terlihat amat bahagia.
__ADS_1
bahkan tuan Andika sampai menari di acara itu.
hal itu sangat lah langka
melihat tuan Andika seperti itu, sejak kematian isterinya.
mamah nya Bram.
Hana pun hadir juga, senyum manis pun terlihat dari bibirnya.
" kamu cantik sekali harum"! Hana pencium pipi harum penuh kasih, harum pun membalas ciuman sahabat nya itu.
" Hana terimakasih ya " kamu udah mau datang di acara aku"!
harum menatap Hana penuh kebahagiaan.
" aku pasti datang lah" ini kan acara untuk ke ponakan aku rum"!
Hana tersenyum manis.
sementara di ujung sana Nico sedang asyik berbicara dengan tuan Andika.
yang sejak tadi matanya menatap kearah Hana.
" aku pikir gadis itu cocok untuk kamu nak"! tuan Andika menunjuk kearah Hana.
Nico cuma tersenyum kecut.
" jangan kau bohongi aku lagi " aku tau kamu tak punya pacar nak"! tuan Andika mentap tajam kearah Nico.
sebetulnya Nico malas dekat dengan tuan Andika , karena pasti yang di tanyakan selalu itu.
sementara itu harum melihat Hana menari , dia pun terasa ingin menari .
dengan penuh kegembiraan dia pun menari dengan senang.
Bram pun ikut menari bersama harum.
karena asyiknya menari harum tak sadar bahwa lantai yang di injak itu licin.
harum pun terjatuh dengan keras.
perut nya tertimpah pot bunga yang ada di samping meja itu .
semua menjerit..
Bram panik ..
tuan Andika berlari dan berteriak-teriak
pesta itu berubah menjadi bencana.
harum segera dibawa kerumah sakit besar di kota itu
bersambung kk.
aku tunggu klik dan komentar nya serta vote nya ya..kk
__ADS_1