
harum menatap Bram dengan senyum penuh arti, malam itu berlalu sangat cepat, tak ada yang terjadi apapun antara Bram dan harum,
karena harum merasa lelah seharian tadi.
harum terbangun pagi sekali , dia segera mandi dan ingin mencari vila yang cocok untuk mereka berempat.,di cium nya Bram yang masih tertidur pulas .
" sayang bangun" sudah pagi "! harum membangun kan Bram , dengan agak malas Bram membuka matanya, dan tersenyum kearah harum.
" kamu mau kemana sayang?" Bram heran melihat harum sudah rapih dan terlihat cantik dengan memakai dress batik.
" kamu lupa Bram "! kan kita mau cari vila "! harum tersenyum manis.
Bram tertawa melihat gaya harum , yang membesar besarkan matanya, karena kenyataannya mata harum itu sipit
" Nico sudah memesan nya "! kita tinggal kesana saja sayang"! Bram tersenyum manis, harum mencubit pipi Bram gemes.
" kenapa kamu gak bilang Ama aku Bram"! harum kesel"! Bram tersenyum melihat mulut harum yang di cemberut kan .
" aku sengaja sayang" biar kamu bangun lebih pagi"! harum makin kesal , di cubit nya pinggang Bram , hingga Bram berteriak kesakitan.
dan berlari masuk kekamar mandi, harum tersenyum melihat tingkah Bram yang manja.
sementara itu Nico sudah bangun lebih dahulu , dia sudah memesan sarapan untuk mereka berempat, dan mengetuk pintu kamar Laila.
tak berapa lama Laila membuka kan pintu , setengah mengantuk Laila pun tidur kembali.
melihat tingkah Laila Nico geleng geleng kepala.
__ADS_1
" hai mana ada ibu hamil bangun siang "! Nico setengah berteriak, Laila melempar kan bantal kearah Nico .
" bersik tau "! Laila menutup muka nya dengan bantal, Nico menyalahkan musik dan memcoba membuat laila terbangun .
" kamu kenapa si ?" Laila duduk sambil mengucek matanya.
' kita mau pindah hari ini "! kamu mau tetap disini ?" mendengar ucapan Nico segera Laila bangun dan lari kekamar mandi, Nico tersenyum melihat tingkah Laila.
esok bila Bram tak lagi menjadi kan mu istri kontrak nya " mau kah kamu dengan ku " batin Nico berbicara sendiri.
" aku menunggu mu di tempat makan ya"! Nico berteriak kencang" agar Laila mendengar nya.
" ya "! pergi lah " nanti aku menyusul"! Laila melanjutkan mandi nya, Nico pun keluar dari kamar Laila, saat dia ketempat makan , disana sudah menunggu Bram dan harum ., kedua suami istri itu tersenyum manis kearah Nico.
" mana Laila Nic ?" harum menatap Nico sambil tersenyum, wanita satu ini selalu saja tersenyum kepada siapa pun.
" lagi mandi dia"! bentar lagi juga datang"! Nico duduk di depan Bram , Bram asyik memainkan hp nya , dia sedang menggambarkan kepada tuan Andika , tentang keadaan mereka di Bali .
Bram dan Nico terbengong melihat laila.
" selamat pagi "! Laila menyapa sambil tersenyum manis, harum mempersilahkan Laila duduk di dekatnya.
" Laila kamu cantik sekali "! puji harum , Laila tersenyum menatap kearah Bram , Bram terdiam tak bersuara, padahal dia ingin Bram yang memuji nya , tapi itu tak mungkin.
" akhir akhir ini aku sering merasakan ada yang bergerak di perut ku "! Laila menatap harum, seakan ingin jawaban kepastian dari harum .
harum tersenyum mendengar ucapan Laila, di Elus nya perut Laila lembut.
__ADS_1
" itu hal yang sangat wajar Laila" setiap wanita hamil pasti seperti itu"! karena bayi di dalam perut kamu itu " sudah mulai besar"! Laila mengusap perutnya, dengan mimik wajah nya yang lucu .
" kau tau "! saat ini mungkin badan aku sudah sangat gendut"! Laila memamerkan tangannya, yang terlihat lebih berisi dari yang kemaren.
Nico tersenyum melihat gaya Laila , dan entah mengapa semua gaya Laila dia suka.
" itu juga hal yang wajar" berat badan mu akan naik lagi Laila"! seiring bertambahnya usia kehamilan mu"! harum menatap kearah Laila .
" MMM " aku ingin makan buah manggis "! Laila menggerutu, Bram menatap kearah Laila.
" ya sudah" nanti kita cari buah itu "! Bram tersenyum manis, Laila terpesona dengan senyuman Bram, tampan nya kamu mas " batin Laila.
akhirnya mereka sarapan dan setelah selesai, mereka pun menuju villa yang telah di sewa oleh Nico selama mereka disana .
sepanjang perjalanan ke villa, Laila selalu berceloteh, dan membuat suasana terlihat lebih hidup.
Dian diam Bram selalu memperhatikan tingkah Laila., harum tau akan hal itu.
" Laila " apakah kamu pernah jatuh cinta?" harum bertanya sambil melirik kearah Bram, terlihat Bram serius menatap kearah jalan.
" jatuh cinta" pasti nya pernah lah mba "! tapi cuma cinta monyet "! kata Laila sambil tersenyum malu .
Nico pun yang mendengar nya ikut tertawa terbahak-bahak.
" tuh kan " aku malah di tertawa kan "! gerutu Laila cemberut.
" ya kan mana ada cinta monyet"! timpal Nico tertawa , harum mengusap pundak Laila.
__ADS_1
" ya maksudnya waktu aku SMA dulu "! terang Laila kesal, Nico tersenyum melihat Laila ngambek.
bersambung kk