
Bram memesan tiga kamar di hotel itu, karena waktu nya masih panjang, Bram mengajak harum untuk pergi melihat ke pantai, tapi harum menolak karena takut Laila mencari mereka.
Bram memaksa harum, dan akhirnya harum pun setuju., Bram menggenggam tangan istrinya erat , seakan tak ingin melepaskan tangan istrinya.
harum tersenyum bahagia , walaupun banyak godaan di dalam hidup mereka, cinta Bram tak pernah berubah untuk harum.
sementara Nico menarik Laila untuk pergi ke pantai , dimana disana sedang di adakan lomba joget jeruk, Laila ikut melihat nya.
seorang panitia menghampiri Nico dan Laila, menyuruh mereka untuk ikut lomba tersebut, Nico mengganguk mau, sementara Laila menolak , tetapi panitia itu telah menulis nama mereka berdua.
Bram melihat Laila dan Nico di pinggir pantai , Bram menarik harum untuk mendekati keduanya, Nico yang tau akan kedatangan Bram tertawa kearah Bram.
" ada apa ini Nic?" Bram bertanya tentang acara lomba , Nico menjelaskan nya, harum tersenyum manis , sementara Laila malu dan tak enak hati.
tak berapa lama nama Nico dan Laila di panggil , terpaksa mereka berdua maju , tangan Nico berada di pinggulnya Laila , begitu pun Laila, jarak mereka hanya sebatas satu butir jeruk, harum nafas Laila dapat di rasakan oleh Nico, hal itu membuat detak jantung Nico semakin cepat berpacu.
Laila terdiam tak mau bicara saat lomba itu berlangsung, sementara harum menyemangati mereka berdua, Bram menatap Nico tak berkedip , entah mengapa dia merasa Nico menyukai Laila, dan hatinya tak rela.
Bram segera membuang rasa itu jauh jauh , di tatapnya isterinya harum yang sedang tertawa bahagia , menyaksikan pertandingan Nico dan Laila., oh tuhan aku tak mungkin menyakiti hati nya" batin Bram .
" ada apa dengan mu Bram ?" harum menatap kearah Bram tajam , sejak tadi harum memperhatikan Bram ., namun Bram tak sadar., dengan gugup Bram tersenyum.
__ADS_1
" sayang" aku sedang berpikir tentang papa"! Bram berbohong, harum tersenyum dan menggenggam tangan Bram .
" sayang" kita lakukan ini semua demi papah kok"! Bram membelai rambut harum , hati nya makin gelisah melihat jarak bibir Nico dan Laila tinggal sedikit lagi mereka bisa berciuman.
Laila mendorong Nico , dan meninggalkan acara itu , Laila pergi menuju pantai , disana dia terduduk di pasir , hatinya gelisah dan tak tau harus bagaimana .
Nico mengejar Laila , sementara harum dan Bram ikut mengejar pula., di tarikk nya tangan Bram oleh harum , dan harum memberikan isyarat kepada Bram .
karena di lihatnya Nico sedang mendekati Laila.
" ada apa sayang?" Bram memandang harum .
" lihat lah Bram "! Nico begitu perhatian dengan Laila"! Bram memandang kearah Nico yang sedang duduk di samping Laila, entah apa yang sedang di bicarakan Nico terhadap Laila.
" tapi Laila lagi hamil sayang"! Bram menginginkan, harum tersenyum kearah Bram , dan memeluk suaminya.
" cinta itu buta Bram "! selesai berbicara harum menarik tangan Bram untuk mendekati Laila dan Nico.
Laila tersenyum kearah harum dan Bram , lalu tatapan mata nya kembali kearah laut , hatinya bingung dengan perasaannya terhadap Bram , di sisi lain dia merasa Nico mencintai nya.
malam itu Laila tidur di kamar nya sendiri, mungkin karena ke kelahan , dia langsung tertidur pulas.
__ADS_1
sementara Nico masih duduk termenung di depan tv , pikiran nya masih tentang kejadian tadi siang .
wajah Laila selalu ada di matanya.
" sial " ada apa dengan pikiran aku ini " kenapa justru wanita itu" kenapa bukan si Hana"! Nico menggerutu sendiri.
' hayo lah kau pergi dari pikiran ku " kau bukan siapa siapa untuk aku"! seperti orang gila Nico berbicara sendiri .
dan pada akhirnya dia sadar , Laila telah mencuri hatinya.
sementara itu harum dan Bram sedang duduk santai di sofa , sambil melihat acara di tv , harum tersenyum dan memandang wajah tampan milik Bram .
" sayang" seandainya Nico mencintai Laila bagaimana?" tiba tiba harum bertanya kerah Bram , Bram yang dapat pertanyaan seperti itu terlihat gugup .
" aku gak bisa berbuat apa apa sayang" kan seperti kata kamu tadi siang " cinta itu buta "! Bram cuma asal bicara , agar harum tak curiga dengan kekagetan nya tadi .
" yang aku tanya kan " apa kah kamu setuju?" harum tersenyum manis, Bram bingung menjawabnya.
" ya kan itu soal perasaan sayang"! aku gak bisa melarang mereka"! lagi lagi Bram terjebak di dalam pertanyaan harum.
untuk saja dia masih bisa jawab pertanyaan itu walaupun asal .
__ADS_1
bersambung kk