
akhirnya tuan Andika menemui orang tua harum , untuk membicarakan pernikahan Bram dan harum
pak Gatot tampak bahagia saat tau calon mertua harum orang yang baik dan sangat modern
akhirnya waktu nya telah di tetapkan, satu Minggu lagi acara pernikahan itu akan di langsung kan
Bu Wati tersenyum bahagia tak terasa harum kecil telah tumbuh menjadi gadis yang dewasa
bahkan kini dia esok akan menikah
di tatapnya wajah putri nya itu
" terasa baru kemaren aku melahirkan nya mas"! Bu Wati berbicara kepada pak Gatot sambil tersenyum bahagia
pak Gatot pun membelai rambut istri nya dengan kasih
" dan tak lama lagi mungkin kita akan punya seorang cucu"!
sungguh bahagia keluarga itu
diam diam harum melihat gaya kedua orang tuanya yang romantis
tersenyum manis
" mamah dan papah sehat selalu ya"! harum berbicara Pelan sehingga kedua orang tuanya tak mendengar nya
waktu satu Minggu cukup membuat gelisah hari harum
pertemuan nya yang singkat dengan Bram , dan dengan cepat pula Bram menjadi kan nya istri
begitu lah jodoh tak akan ada yang tahu
tuhan telah menciptakan manusia dengan berpasangan pasangan
harum menghela nafas nya dalam dalam
" semoga aku bisa memahami sifat Bram esok hari"!
harum berbicara sendiri
sementara itu Bram sedang bersama dengan Nico, di ruangan nya
" saat esok aku menikah dengan harum, itu adalah mimpi aku co"! yang telah lama baru terwujud"! Bram berbicara sambil tersenyum
Nico menikmati kebahagiaan sahabat nya itu
" dan esok kamu harus mengatur acara bulan madu aku dengan harum"!
Bram memandang kearah Nico
Nico kaget dan memamerkan wajah tak suka nya
" seperti nya kamu meledek aku ya"! Nico pura pura marah
Bram tersenyum menang, yang di balas wajah asem Milik Nico
" ayolah"! aku cuma percaya dengan kamu co"!
Bram memasang wajah serius nya
" tak perlu kau bertampang seperti itu"! karena aku tau kau sedang bahagia "! karena kau lebih dulu menikah"!
Bram tertawa terbahak-bahak melihat muka lucu sahabat nya
tuan Adika menyuruh orang orang kepercayaan nya untuk mempersiapkan acara pernikahan putra semata wayangnya itu
dengan semeriah mungkin
kalau bisa semewah nya
karena tuan Andika ingin putra nya ,dan menantu nya itu menjadi sorotan di publik.
Bram pergi kerumah harum
__ADS_1
dia ingin mengajak harum pergi ketempat butik ,ternama di kota itu
" mamah "! harum memanggil Bu Wati yang sedang ada di dapur
" ada apa sayang"!
Bu Wati menatap harum yang sudah berdandan cantik
" mau kemana kamu nak?" Bu Wati bertanya sambil mengelus pipi harum
" mamah"! harum mau pergi sama Bram"! mau melihat pakaian pengantin kami"!
harum menjelaskan kepada Bu Wati kemana dia akan pergi
tak lama terdengar suara mobil milik Bram di depan rumah nya
harum pun mencium pipi mamah nya dan berpamitan
Bram turun dari mobilnya dan menghampiri Bu Wati , yang mengantarkan harum keluar rumah
" saya pergi dulu dengan harum"! Bram mencium tangan Bu Wati
" hati hati ya nak Bram"!
Bu Wati memandang kepergian mobil Bram hingga hilang dari pandangan mata nya
Bram menggenggam tangan harum erat seakan tak ingin di lepaskan
" harum"! Bram menatap harum lembut
" ada apa Bram?" harum memandang Bram penuh cinta
supir yang melihat Bram begitu romantis dengan harum sampai baper di buatnya
" jangan pernah tinggalkan aku"! Bram mencium tangan harum mesra
harum tersenyum manis
harum berkata lembut
Bram mencium kening harum mesra
harum memejamkan matanya penuh perasaan
mobil pun berhenti didepan butik langganan Bram
Bram mengandeng tangan harum untuk masuk kedalam butik
seorang pelayan butik menyapa Bram
" silahkan masuk tuan"! baju pesanan tuan sudah ada didalam"! pelayan itu mengantarkan Bram kedalam ruangan
disana sudah tersiap kan gaun pengantin yang amat mewah
harum terkesima melihatnya
" Bram"! ini pasti mahal sekali "! harum tersenyum bahagia
Bram berbisik mesra di telinga harum
" apapun di dunia ini tak ada yang mahal sayang"! kau lah yang paling mahal untuk ku"!
Bram mengecup mesra bibir harum
pelayan yang melihatnya tersenyum malu
selesai mencoba baju pengantin nya Bram mengajak harum untuk membeli sepatu di toko ternama di kota itu
semua sepatu di keluarkan dan di perlihatkan untuk di pilih oleh harum
harum merasa menjadi ratu saat itu
Bram sangat istimewa memperlakukan nya
__ADS_1
" ada yang cocok tidak sayang"! Bram berbisik di telinga harum
harum mengambil sepatu yang senada dengan baju pengantin nya
di berikan sepatu itu kepada pelayan nya
dengan sopan pelayan itu menerima dan membungkus nya
tuan Andika memanggil kepala pelayan di rumahnya
" ya tuan"! sudah kau suruh anak buah mu untuk menghias kamar pengantin tuan Bram?"
tuan Andika menatap kearah ketua pelayan itu
" sudah tuan"! saya sudah memerintahkan mereka"!
tuan Andika tersenyum ramah, ternyata pelayan nya pun paham dengan kebahagiaan tuan nya
aku tak mau ada yang salah dalam pesta pernikahan anak ku mul"! tuan Andika berucap santai
ternyata ketua pelayan itu bernama pak Mul
pak Mul adalah pelayan tertua keluarga tuan Andika, bahkan tuan Andika sudah menggap nya seperti keluarga sendiri
akhirnya hari bersejarah didalam hidup Bramantyo akan di langsung kan
harum Pradita tampak cantik dengan baju pengantin berwarna putih
dan Bram mengunakan jas berwarna hitam
mereka bagaikan raja dan ratu saat itu
semua para undangan yang hadir disitu pun terpesona dengan kedua mempelai itu
Hana menjadi pendamping pengantin wanita terlihat cantik dengan mengunakan kebaya modern
sedangkan Nico memakai baju adat setempat
Nico tak henti hentinya menatap kearah Hana yang tampak berbeda malam itu
suasana semakin meriah saat Bram mengajak harum berdansa
harum dengan gemulai mengikuti gerakan Bram, semua para undangan pun bertemu tangan dengan meriah
pak Gatot tampak bahagia melihat putrinya dan menantu nya
" mamah lihat anakmu"! dia cantik sekali bukan?"
pak Gatot mencolek isterinya yang tampak menagis terharu
Bu Wati memeluk suaminya dan berbisik lirih
" akhirnya kita sudah lulus pah sebagai orang tua"! dan kini kita bersiap untuk menjadi seorang kakek dan nenek"!
Bu Wati tersenyum penuh kebahagiaan
Bram membisikkan sesuatu ke telinga harum, sehingga wanita cantik itu merona merah wajah nya
" apakah harus malam ini juga Bram?" harum menatap kerja wajah suaminya
Bram tak menjawab , kecupan panjang pun di darat kan ke bibir tipis harum
" akun tak akan melewatkan malam ini sayang"!
Bram menatap nakal harum
harum mengigit bibirnya,entah mengapa dia merasa takut
sedangkan dia tau Bram tak akan melepaskan malam ini
bagaimana kelanjutan nya kk
bersambung
__ADS_1